Showing posts sorted by relevance for query buku-pedoman-penyusunan-kurikulum-2013. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query buku-pedoman-penyusunan-kurikulum-2013. Sort by date Show all posts

Sunday, 11 August 2019

Jadi Akil Kumpulan File Lengkap Aplikasi, Perangkat Metode Belajar, Bop Paud Tk Ra


Sebelumnya sudah dibagikan kumpulan aplikasi sekolah Gratis, kali ini juga akan membagikan Kumpulan File Lengkap Aplikasi, Perangkat Metode Belajar, BOP PAUD Taman Kanak-kanak RA kepada sahabat semua. Saya kumpulkan dalam satu artikel banyak sekali aplikasi, metode dan perangkat berguru dan pembelajaran anak usia dini, kurikulum PAUD, Taman Kanak-kanak dan RA.

Semuanya mencakup; macam-macam metode dan seni administrasi pembelajaran anak usia dini, teknik pembelajarn PAUD, aplikasi data siswa, penyusunan kurikulum, RPPM/RPPH, promes prota, SPJ BOP, dan masih banyak lagi.

Download File Lengkap Aplikasi, Perangkat dan Metode Belajar, BOP PAUD Taman Kanak-kanak RA


Selengkapnya dapat anda download pada link berikut ini:

Program Mingguan dan Harian RPPM RPPH PAUD Taman Kanak-kanak RA Kurikulum 2013
Contoh Standar Operasional Prosedur K13 SOP PAUD RA TK
Fungsi Prinsip Penataan Lingkungan Belajar PAUD Taman Kanak-kanak RA
Karakteristik Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini
Pedoman Penyusunan Rencana Pembelajaran PAUD Kurikulum 2013
Panduan Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini
Standar Operasional Prosedur Terbaru PAUD Kurikulum 2013
Pedoman Pengelolaan Kelas PAUD Taman Kanak-kanak dan RA Kurikulum 2013
Contoh Struktur Kurikulum 2013 Untuk PAUD Taman Kanak-kanak RA
Rambu Penyusunan Pelaksanaan Pembelajaran PAUD
Pedoman Pembelajaran PAUD K13 Dengan Pendekatan Saintifik
Pentingnya Pendekatan Saintifik Sejak Anak Usia Dini
Pedoman Dasar Operasional Penyusunan KTSP PAUD
Prinsip Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini
Prinsip Penyusunan KTSP PAUD Taman Kanak-kanak dan RA
Karakteristik Cara Belajar Anak Usia Dini
Contoh Program Semester dan Program Tahunan Kurikulum 2013 PAUD
Pedoman Pengembangan Tema Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini
Contoh Perangkat Belajar Taman Kanak-kanak RA PAUD Kurikulum 2013
Aplikasi Buku Induk Siswa PAUD Taman Kanak-kanak RA Format Excel
Contoh Program Rencana Kerja PAUD
Lampiran Juknis Bantuan APE PAUD
Lampiran Juknis BOP PAUD Format Word Excel
Contoh Anggaran Dasar RA Taman Kanak-kanak PAUD
Contoh Standar Kompetensi Lulusan RA
Model dan Contoh RKM RKH RA TK
Model dan Contoh Penilaian KTSP RA TK
Pembelajaran RA Taman Kanak-kanak PAUD Melalui Bermain Bercerita Bernyanyi
Jenis Strategi Pembelajaran RA Taman Kanak-kanak PAUD
Strategi dan Prinsip Belajar Anak RA Taman Kanak-kanak PAUD
Contoh SKL SK-KD RA Taman Kanak-kanak PAUD
File Berkas Laporan SPJ BOP RA Format Word Excel
Petunjuk Teknis BOP RA Terbaru
Panduan Guru RA dan TK
Instrumen Akreditasi RA dan MI
Visi Misi dan Pengembangan Kurikulum RA
File Raport RA atau TK
Buku Pedoman Guru dan Siswa RA
Contoh Dokumen Kurikulum RA, TK, PAUD
Komponen Kurikulum Tingkat RA dan TK

Demikian artikel membuatkan dari perihal Kumpulan File Lengkap Aplikasi, Perangkat Metode Belajar, BOP PAUD Taman Kanak-kanak RA. Untuk selengkapnya dapat anda kunjungi halaman ini.

Semoga dapat membantu dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Amin...

Monday, 25 February 2019

Jadi Cerdik Buku Panduan Struktur Kurikulum 2013 Paud Tk Ra Terbaru


Pendidikan nasional berfungsi membuatkan kemampuan dan membentuk tabiat serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan nasional bertujuan untuk membuatkan potensi akseptor didik biar menjadi insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Tujuan di atas secara konsisten menjadi referensi dalam membuatkan tujuan kurikulum 2013. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 wacana Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum yaitu seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan materi pelajaran serta cara yang dipakai sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai
tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut, ada dua dimensi kurikulum, yang pertama yaitu rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan materi pelajaran, sedangkan yang kedua yaitu cara yang dipakai untuk kegiatan pembelajaran.

Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini yang diberlakukan mulai tahun fatwa 2014/2015 memenuhi kedua dimensi tersebut. Untuk menerapkan kedua dimensi tersebut, seluruh pendidik dan pengelola PAUD harus memahami kerangka dan struktur kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini biar dalam penyelenggaraan kegiatan PAUD sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.

Ketepatan dalam membaca dan memahami nomenklatur yang dimaksudkan dalam Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini menjadi keharusan. Materi ini penting sebagai payung sebelum para pendidik membuatkan lebih jauh dari kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini.

Tujuan dari Pedoman Struktur K-13 PAUD Ini

  • Memberi isu yang terperinci wacana kerangka dasar dan struktur Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini.
  • Menjadi contoh bagi guru dan pengelola dalam membuatkan kurikulum
  • satuan PAUD.

Sasaran dari Pedoman Struktur K-13 PAUD Ini

  • Guru anak usia dini
  • Pengelola satuan Pendidikan Anak Usia Dini
  • Pengawas dan Penilik Pendidikan Anak Usia Dini
  • Pemangku kepentingan dari aneka macam unsur.

Buku pedoman kurikulum 2013 PAUD ini memuat dan menjelaskan tentang:

  1. Mengapa Pedoman ini di susun?
  2. Mengapa Pedoman Strukutur K-13 PAUD Ini Diperlukan?
  3. Apa Tujuan Dari Pedoman Strukutur K-13 PAUD Ini?
  4. Apa yang menjadi landasan Penyusunan Pedoman Strukutur K-13 PAUD ini?
  5. Siapa Sasaran dari Pedoman Strukutur K-13 PAUD Ini?
  6. Kerangka Dasar K-13 Paud: Apa, Mengapa Dan Bagaimana
  7. Bagaimana Pengertian Kurikulum berdasar K-13 PAUD?
  8. Apa tujuan K-13 PAUD itu?
  9. Apakah Kerangka Dasar K-13 PAUD itu?
  10. Struktur K-13 Paud: Apa, Mengapa Dan Bagaimana
  11. Apakah Struktur K-13 PAUD Itu? Dan Apa sajakah yang termasuk dalam Struktur K-13 PAUD Itu?
  12. Bagaimana memahami setiap hal terkait Struktur K-13 PAUD?
  13. Bagaimana Memahami Muatan Kurikulum?
  14. Bagaimanakah Memahami Kompetensi Inti?
  15. Bagaimakah Memahami Setiap Rumusan Kompetensi Dasar?
  16. Bagaimana Cara Melakukan Pemetaan Lingkup Perkembangan dengan Kompetensi Dasar?
  17. Bagaimana cara menghitung Lama Belajar yang diharapkan oleh setiap Satuan PAUD untuk mencapai Muatan Kurikulum, KI dan KI yang telah Ditetapkan?
  18. Bagaimana memahami Indikator Perkembangan Dalam K-13 PAUD?

Bagaimana masih merasa belum lengkap? silahkan eksklusif unduh file PDF dari wacana Buku Panduan Struktur Kurikulum 2013 PAUD Taman Kanak-kanak RA Terbaru pada link dibawah ini:

Panduan kurikulum 2013 PAUD Taman Kanak-kanak RA

Demikian dari kami, semoga bisa membantu dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Amin...

Sunday, 24 February 2019

Jadi Berilmu Buku Fatwa Penyusunan Kurikulum 2013 Paud Tk Ra


Pendidikan Anak Usia Dini, yang selanjutnya disingkat PAUD, merupakan suatu upaya pelatihan yang ditujukan kepada anak semenjak lahir hingga dengan usia 6 (enam) tahun yang dilakukan melalui derma rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani supaya anak mempunyai kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Beberapa komponen yang sanggup dijabarkan dari rumusan tersebut di atas, yakni:

  • PAUD berisi kegiatan pelatihan berupa kegiatan pendidikan.
  • Sasaran PAUD yaitu anak usia 0-6 tahun
  • Program PAUD untuk membuatkan seluruh potensi anak yang meliputi lingkup perkembangan nilai agama dan moral, fisik  motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, dan seni.
  • Tujuan kegiatan PAUD yaitu supaya anak mempunyai kesiapan mengikuti pendidikan lebih lanjut

Pendidikan anak usia dini di Indonesia mempunyai kekhasan dibanding dengan yang diterapkan di banyak sekali negara. Kekhasan tersebut pada: (1) cakupan rentang usia, sasaran anak usia dini di Indonesia dari 0 – 6 tahun, sedangkan di berbegai negara mencapai usia 8 tahun; (2) kegiatan layanan anak usia dini di Indonesia terdiri atas Taman Kanak-Kanak (untuk anak 4-6 tahun), Kelompok Bermain (prioritas anak usia 2-4 tahun), Taman Penitipan Anak (prioritas usia 0-6 tahun), dan Satuan PAUD Sejenis (anak 0-6 tahun); (3) jalur pendidikan.

Taman Kanak-Kanak masuk dalam jalur pendidikan formal, sedangkan Kelompok Bermain, Taman Penitipan Anak, dan Satuan PAUD Sejenis masuk dalam jalur pendidikan non formal. Kekhasan tersebut mengakibatkan PAUD di Indonesia spesifik dalam penyelenggaraannya alasannya yaitu setiap kegiatan layanan mempunyai kekhasan masing-masing. Namun demikian semua kegiatan layanan PAUD mempunyai tujuan yang sama yakni membuatkan seluruh potensi anak yang meliputi aspek nilai agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, serta seni untuk mencapai kesiapan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

Pendidikan anak usia dini merupakan dasar yang memberi efek positif pada keberhasilan di jenjang pendidikan di atasnya. Oleh alasannya yaitu itu, pendidikan anak usia dini dikembangkan dengan berdasar landasan keilmuan, landasan yurudis, sosial, budaya, dan pedagogis baik secara teoretis maupun empiris.

Isi buku ajaran kurtilas paud format pdf ini meliputi:

  • Apa yang mendasari pemikiran K 13 PAUD?
  • Apakah Makna PAUD Dalam Pembangunan Bangsa
  • Ke manakah Arah Pembangunan PAUD Di Indonesia
  • Mengapa PAUD Memerlukan Kurikulum Berkualitas
  • Perlukah Kurikulum Untuk Pendidikan Anak Usia Dini
  • Apa sajakah yang menjadi Landasan Pengembangan Kurikulum PAUD di Indonesia
  • Bagaimanakah Posisi Kurikulum PAUD dalam Rangka Pendidikan Nasional
  • Bagaimanakah Kedudukan K-13 PAUD dengan Kurikulum Pendidikan di Level Atasnya
  • Bagaimanakah Keterkaitan Standar PAUD dan Kurikulum 2013 PAUD
  • Bagaimanakah Karakteristik Kurikulum PAUD Indonesia
  • Ke manakah Arah Kurikulum PAUD Indonesia
  • Arah Kurikulum 2013 PAUD
  • Apa sajakah Karakteristik Kurikulum PAUD Indonesia
  • Apa Prasyarat dalam Menerapkan Kurikulum PAUD Indonesia
  • Bagaimana Ketentuan Pemda dalam Penerapan Kurikulum PAUD
  • Bagaimana Ketentuan Setiap Satuan PAUD dalam Penerapan Kurikulum PAUD

Semuanya bagikan dalam bentuk file format pdf dan sanggup anda unduh pada link dibawah ini:

Buku Pedoman Penyusunan Kurikulum 2013 PAUD Taman Kanak-kanak RA

Demikian dari kami, semoga bermanfaat...

Monday, 4 February 2019

Jadi Berakal Panduan Penyusunan Rkh Dan Sop Paud Ra Tk Kurikulum 2013


Sahabat NomIfrod, Kita ketahui bersama bahwa dalam pendidikan anak usia dini selalu dikemas dalam bentuk rencana acara harian (RKH) dan Standar operasional mekanisme (SOP) agar pembelajaran lebih menyenangkan dan bermakna tidak sekedar acara rutin. Karena itulah, saya sedikit mengulas dan membagikan Pedoman Penyusunan RKH dan SOP PAUD RA Taman Kanak-kanak Kurikulum 2013 dalam bentuk file format PDF.

Proses pembelajaran di PAUD tidak terbatas pada ketika anak berada di pusat atau area atau kelas, tetapi semenjak anak tiba sampai pulang. Semua proses interaksi anak dengan pendidik, dengan temannya, atau dengan lingkungan atau alat mainannya termasuk dalam proses pembelajaran. Oleh alasannya itu Satuan PAUD harus merancang jadwal harian dan bagaimana para pendidik berperan di dalamnya penting diperhatikan.

Kegiatan harian yaitu acara yang sanggup diikuti oleh anak semenjak kedatangan sampai pulang. Semua acara yang dilakukan anak dijadwalkan dalam jadwal harian, termasuk acara de pusat atau area.

Standar operasional merupakan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menjalankan suatu pekerjaan dengan berpedoman pada tujuan yg harus dicapai. Penetapan langkah tersebut dituangkan secara tertulis mengenai apa yang harus dilakukan, kapan, dimana, oleh siapa dandengan cara bagaimana. Sehingga SOP menjadi cara baku, yang disepakati dan diterapkan oleh semua orang yang ada di satuan PAUD.

Untuk file pedoman penyusuna RKH dan SOP ini sanggup anda download dibawah ini:
Panduan Penyusunan RKH dan SOP PAUD RA Taman Kanak-kanak Kurikulum 2013

Dalam buku pedoman penyusunan RKH dan SOP ini juga berisi:

  1. contoh format jadwal harian PAUD Taman Kanak-kanak RA
  2. contoh penyusunan rencana acara harian
  3. contoh SOP penataan lingkungan
  4. contoh SOP acara makan
  5. contoh SOP pembukaan
  6. contoh SOP penyambutan anak
  7. contoh SOP bermain motorik kasar
  8. contoh SOP latihan ke kamar mandi
  9. contoh SOP pengelolaan acara berguru anak
  10. contoh SOP membaca buku
  11. contoh penyusunan standar operasional prosedur

Wednesday, 30 January 2019

Jadi Bakir Buku Matematika Kelas 4 Sd Mi Kurikulum 2013 Edisi Revisi


Download Buku Matematika Kelas 4 SD MI Kurikulum 2013 Edisi Revisi. Kurikulum 2013 disusun untuk menyempurnakan kurikulum sebelumnya dengan pendekatan mencar ilmu saintifik menurut nilai-nilai budaya bangsa. Kurikulum 2013 sudah tidak lagi memakai Standar Kompetensi (SK) sebagai pola membuatkan Kompetensi Dasar (KD). Sebagai gantinya, Kurikulum 2013 telah menyusun Kompetensi Inti (KI).

Kompetensi Inti merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki seorang penerima didik SD MI kelas 4 melalui pembelajaran Kompetensi Dasar yang diorganisasikan dan pembelajaran integratif dan pendekatan saintifik. Kompetensi Inti memuat kompetensi perilaku spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan yang dikembangkan dalam Kompetensi Dasar yang tertuang dalam buku matematika kelas 4 SD MI kurikulum 2013 revisi 2018 ini.

Tujuan penyusunan Buku Guru matematika kelas 4 SD MI ini yaitu menunjukkan pola atau pedoman bagi guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan melaksanakan evaluasi terhadap proses pembelajaran matematika di SD/MI kelas IV. Dalam buku ada bab penting yang perlu menerima perhatian khusus, yaitu acara pembelajaran, penilaian, pengayaan dan remedial, serta interaksi guru dengan orang renta penerima didik. Untuk memudahkan dalam penggunaan, ibarat di buku siswanya buku ini terbagi ke dalam enam pelajaran sebagai berikut.

Pelajaran 1 Pecahan


Pelajaran ini memuat bahan pecahan, yang mencakup pengertian pecahan, bagian senilai, bagian sederhana, membandingkan dan mengurutkan pecahan, aneka macam bentuk pecahan, pembulatan bilangan, dan menaksir operasi hitung dua bilangan.

Pelajaran 2 Konsep Faktor dan Kelipatan Bilangan


Pelajaran ini memuat bahan konsep faktor dan kelipatan bilangan, yang mencakup faktor dan kelipatan bilangan, bilangan prima, FPB dan KPK, dan permasalahan yang berkaitan dengan FPB dan KPK.

Pelajaran 3 Pengukuran Panjang dan Berat


Pelajaran ini memuat bahan pengukuran panjang dan berat. Materi pengukuran panjang mencakup satuan baku panjang, operasi hitung yang melibatkan satuan panjang, dan pembulatan dan menaksir hasil pengukuran panjang ke satuan terdekat. Adapun bahan pengukuran berat mencakup satuan baku berat, operasi hitung yang melibatkan satuan berat, dan pembulatan dan penaksiran hasil pengukuran berat ke satuan terdekat.

Pelajaran 4 Keliling dan Luas Bangun Datar


Pelajaran ini memuat bahan keliling dan luas bangkit datar, yang mencakup segi banyak beraturan dan segi banyak tidak beraturan, keliling dan luas bangkit datar (persegi, persegi panjang, dan segitiga), dan hubungan antargaris.

Pelajaran 5 Statistika


Pelajaran ini memuat bahan statistika, yang mencakup mengumpulkan, mengolah, menyajikan, dan menafsirkan hidangan data.

Download Buku Matematika Kelas 4 Kurikulum 2013


Selengkapnya bisa anda download pada link berikut ini:
Download

Pelajaran 6 Pengukuran Sudut


Pelajaran ini memuat bahan pengukuran sudut, yang mencakup mengenal, membandingkan dan mengukur sudut, selanjutnya mengukur sudut pada bangkit datar dan menuntaskan problem yang berkaitan dengan pengukuran sudut.

Itulah dari saya perihal Buku Matematika Kelas 4 SD MI Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2018 yang bisa anda download pada link yang tersedia diatas.

Monday, 25 February 2019

Jadi Cendekia Buku Pedoman Pengembangan Tema Pembelajaran Paud Ra Tk Kurikulum 2013


Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini menggunakan pembelajaran tematik. Pembelajaran tematik dipandang sesuai dengan pola kerja otak alasannya ialah membahas satu tema dari banyak sekali konsep dan aspek perkembangan. Penentuan tema sangat terbuka. Artinya, satuan PAUD sanggup menentukan tema yang akan dipakai dalam pembelajaran sesuai dengan minat anak, situasi dan kondisi lingkungan, serta kesiapan guru mengelola kegiatan.

Penentuan tema tidak sekadar gampang diterapkan, tetapi perlu memperhatikan beberapa prinsip biar pembelajaran yang dilaksanakan lebih menarik dan mendalam. Keluasan tema bergantung pada kemampuan guru dalam menguasai tema tersebut.

Hal penting yang harus diperhatikan guru dalam menyebarkan tema ialah kebermaknaan tema dalam membangun pengalaman berguru yang bermutu bagi anak usia dini. Oleh alasannya ialah itu dalam menentukan tema menjadi penting kalau diawali dengan identifikasi tema dan sekaligus ketertarikan anak terhadap topik tertentu. Untuk memperlihatkan wawasan kepada para guru PAUD dalam menyebarkan tema pembelajaran, maka disusun “Pedoman Pengembangan Tema dalam Pembelajaran Anak Usia Dini”. Pedoman ini diperlukan sanggup menjadi pola bagi guru dalam menyebarkan tema di forum PAUD masing-masing.

Tema ialah topik yang menjadi payung untuk mengintegrasikan seluruh konsep dan muatan pembelajaran melalui aktivitas main dalam mencapai kompetensi dan tingkat perkembangan yang diharapkan. Pembelajaran tematik ialah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa muatan pembelajaran dalam mencapai kompetensi dasar (KD) dan tingkat perkembangan yang diharapkan.

Pelaksanaan tema dan subtema sanggup dilakukan dalam aktivitas pengembangan melalui bermain dan pembiasaan. Tema bukan merupakan tujuan pembelajaran melainkan sarana untuk mengintegrasikan keseluruhan perilaku dalam pengetahuan dan keterampilan yang ingin dibangun.

Karena itulah pedoman pengembangan tema ini dibutuhkan untuk membantu penyusunan tema yang akan diajarkan. Meliputi:

  • Mengapa Harus Menggunakan Tema dalam Pembelajaran PAUD
  • Mengapa menggunakan tema
  • Apa Pengertian tema
  • Apa manfaat tema
  • Program Pengembangan apa yang dibangun melalui tema
  • Apa prinsip-prinsip dalam menentukan tema
  • Teknik Pengembangan Tema
  • Bagaimana merumuskan tema
  • Objek apa saja yang sanggup dijadikan tema
  • Seberapa luas tema sanggup dikembangkan
  • Berapa usang waktu yang dibutuhkan
  • Bagaimana merumuskan kompetensi dasar dan bahan pembelajaran dikaitkan dengan tema
  • Apakah puncak tema itu
  • Bagaimana menyebarkan aktivitas dalam transisi antartema.

Seperti itulah sekilas dari ihwal Buku Pedoman Pengembangan Tema Pembelajaran PAUD RA Taman Kanak-kanak Kurikulum 2013 yang bisa anda unduh pada link dibawah ini:

Panduan pengembangan tema paud

Demikian dari kami, semoga bisa membantu dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Amin...

Sunday, 3 February 2019

Jadi Arif Panduan Prosedur Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan


Panduan Mekanisme Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Sesuai dengan Buku Pedoman Pengembangan KTSP Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan SD tahun 2016. Tujuan Panduan Penyusunan Buku I KTSP ini yaitu supaya satuan pendidikan SD/MI/SDLB mempunyai contoh dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum yang akan dilaksanakan pada satuan pendidikan yang bersangkutan.

Dari peraturan perundang-undangan yang telah dikeluarkan pemerintah tersebut ditegaskan bahwa kurikulum dikembangkan dengan prinsip diversifikasi untuk melaksanakan pembiasaan kegiatan pendidikan pada satuan pendidikan dengan kondisi dan ciri khas potensi yang ada di kawasan serta penerima didik, lalu kurikulum dikembangkan dan diimplementasikan pada tingkat satuan pendidikan.

Kurikulum operasional yang dikembangkan dan diimplementasikan oleh satuan pendidikan diwujudkan dalam bentuk Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan bab dari kegiatan perencanaan satuan pendidikan yang diselenggarakan sebelum tahun aliran baru.

Analisis konteks dimaksudkan untuk menelaah dan menggambarkan setiap konteks yang berada dan menjadi bab dari suatu forum dalam menyelenggarakan pendidikan pada satuan pendidikan tertentu. Konteks berafiliasi dengan kondisi internal dan eksternal sekolah. Konteks internal ini berkaitan dengan daya dukung yang berkaitan eksklusif dengan penerima didik, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana. Sedangkan konteks eksternal yang dianalisis yaitu konteks orang bau tanah penerima didik dan dinas pendidikan. Hasil dari analisis konteks ini merupakan hal-hal yang dipertimbangkan dalam menyusun Buku I KTSP.

Satuan pendidikan melaksanakan rapat koordinasi penyusunan Buku I KTSP. Rapat koordinasi sanggup dilaksanakan di satuan pendidikan atau tempat lain sesuai dengan situasi dan kondisi satuan pendidikan. Acuan utama dalam penyusunan Buku I KTSP yaitu hasil analisis konteks yang telah dilakukan pada langkah sebelumnya. Komponen Buku I KTSP yang disusun sesuai dengan komponen pada Permendikbud No 61 Tahun 2014 wacana Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Pada Dikdasmen dan komponen lain yang dianggap perlu.

Untuk selengkapnya wacana Panduan Mekanisme Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, sanggup anda download pada link berikut: Panduan Pengembangan Kurikulum

Kondisi ketika ini seluruh sekolah sudah mempunyai dokumen / Buku I KTSP baik sekolah yang menerapkan kurikulum 2006 atau kurikulum 2013, kedua jenis kurikulum tersebut menggariskan bahwa setiap satuan pendidikan berkewajiban menyusun kurikulum opersional yang dikenal dengan istilah kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Dalam imlementasi kurikulum 2013, KTSP yang sudah dimiliki oleh sekolah dianalisis memakai pisau analisis kurikulum 20013, salah satu caranya yaitu memakai format telaah kurikulum.

Monday, 11 February 2019

Jadi Pintar Pedoman / Panduan Model Pembelajaran Paud Tk Ra Kurikulum 2013


Pedoman / Panduan Model Pembelajaran PAUD Taman Kanak-kanak RA Kurikulum 2013. Setiap anak berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. Berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia. Pemenuhan kebutuhan dasar dan pendidikan serta keuntungannya haruslah memadai. Berbekal hal tersebut seorang anak kelak sanggup membangun dirinya menjadi insan mempunyai kegunaan baik untuk diri sendiri maupun masyarakat.

Setiap anak tentu telah dibekali potensi yang luar biasa semenjak kecil. Potensi-potensi itu harus dikembangkan dan digali dengan cara santunan stimulasi yang sesuai. Oleh lantaran itu, sebaiknya setiap anak berhak mendapat kesempatan untuk mengembangkan talenta yang dimilikinya sesuai dengan minatnya tanpa adanya unsur-unsur paksaan di luar dirinya.

Secara umum tujuan pendidikan anak usia dini ialah mengembangkan banyak sekali potensi anak semenjak dini sebagai persiapan untuk hidup dan sanggup beradaptasi dengan lingkungannya. Adapun tujuan penyusunan buku ini ialah sebagai pola bagi pendidik PAUD biar sanggup mengimplementasikan dan mengembangkan model-model pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran di PAUD.

Pembelajaran inovatif: merupakan bentuk pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan sanggup memfasilitasi perkembangan dan kebutuhan anak. Bentuk pembelajaran inovatif menggabungkan atau mengkolaborasikan beberapa aspek penting yang sanggup memperkaya isi pembelajaran menjadi suatu yang baru.

Model Pembelajaran: suatu desain atau rancangan yang menggambarkan proses rincian dan penciptaan situasi lingkungan yang memungkinkan anak berinteraksi dalam pembelajaran, sehingga terjadi perubahan atau perkembangan pada diri anak.

Pembelajaran Terpadu: proses pembelajaran dengan melibatkan/ mengaitkan banyak sekali bidang studi. Pemilihan model keterpaduan dalam pembelajaran diubahsuaikan dengan tujuan pembelajaran, karakteristik dari konsep ilmu yang akan dipelajari, karakteristik siswa serta kebermaknaan bagi siswa.

Pengembangan pembelajaran merupakan sebuah proses yang berkelanjutan, yang dituangkan dalam bentuk penyusunan agenda semester, agenda planning aktivitas mingguan (RKM), dan planning aktivitas harian (RKH), yang diubahsuaikan dengan model pembelajaran yang dipakai dan karakteristik tumbuh kembang anak.

Buku ini menguraikan wacana pengembangan model pembelajaran di PAUD dan beberapa contoh pelaksanaan model pembelajaran untuk dijadikan pola dalam melakukan pembelajaran di PAUD, namun pendidik sanggup mengembangkan sendiri sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah.

Selain itu, isi buku panduan model pembelajaran PAUD ini sebagai berikut:
  1. Pengertian Pembelajaran
  2. Prinsip-Prinsip Pembelajaran
  3. Pembelajaran Terpadu di PAUD
  4. Model Pembelajaran dengan Pendekatan Kelompok
  5. Model Pembelajaran dengan Pendekatan Sudut
  6. Model Pembelajaran dengan Pendekatan Area
  7. Model Pembelajaran dengan Pendekatan Sentra
  8. Perencanaan Semester
  9. Perencanaan Bulanan
  10. Perencanaan Mingguan
  11. Perencanaan Harian

Begitulah dari sekedar menyebarkan wacana Model Pembelajaran PAUD Taman Kanak-kanak RA Kurikulum 2013 yang selengkapnya sanggup di unduh pada link di bawah ini:

Pedoman Model Pembelajaran PAUD Taman Kanak-kanak RA Kurikulum 2013
Referensi: http://paudjateng.xahzgs.com

Tuesday, 12 February 2019

Jadi Berilmu Panduan / Ajaran Evaluasi Sd Mi Revisi Kurikulum 2013 Terbaru


Panduan / Pedoman Penilaian SD MI Revisi Kurikulum 2013 Terbaru. Berdasarkan fungsinya, evaluasi sering dibedakan dalam dua kelompok yaitu evaluasi formatif dan sumatif. Penilaian formatif berfungsi untuk memberi umpan balik terhadap kemajuan berguru penerima didik, memperbaiki proses pengajaran atau pembelajaran dalam rangka meningkatkan pemahaman atau prestasi berguru penerima didik. Penilaian sumatif berungsi untuk menilai pencapaian siswa pada suatu periode waktu tertentu. Pada perkembangan terakhir evaluasi dibedakan dalam tiga kelompok, yaitu assessment of learning, assessment for learning, dan assessment as learning.

Sejalan dengan perbedaan fungsi penilaian, metode yang dipakai juga berbeda. Sebagai contoh, pada assessment for learning metode yang dipakai hendaknya yang sanggup memperlihatkan secara terperinci pemahaman atau penguasaan dan kelemahan penerima didik terhadap suatu materi. Karena evaluasi formatif menyatu pada proses pembelajaran dan fokus pada umpan balik bagi pembelajaran. Untuk ini sanggup dipakai aneka macam metode sehingga memberi informasi yang komprehensif dan objektif menyerupai bertanya, percakapan, dan tugas-tugas.

Sementara untuk evaluasi sumatif, sesuai tujuannya, evaluasi dilakukan pada waktu tertentu contohnya tengah semester, selesai semester, kenaikan kelas, dan selesai suatu jenjang pendidikan. Metode atau instrumen yang sanggup dipakai ujian atau tes. Selama ini assessment of learning paling secara umum dikuasai dilakukan oleh pendidik dibandingkan assessment for learning dan assessment as learning. Diharapkan, dikala ini pendidik lebih mengutamakan assessment as learning dan assessment for learning dibandingkan assessment of learning


Teknik Penilaian


a. Penilaian Sikap


Penilaian sikap dimaksudkan sebagai evaluasi terhadap sikap penerima didik dalam proses pembelajaran yang meliputi sikap spiritual dan sosial. Penilaian sikap mempunyai karakteristik yang berbeda dari evaluasi pengetahuan dan keterampilan sehingga teknik evaluasi yang dipakai juga berbeda. Dalam hal ini, evaluasi sikap lebih ditujukan untuk membina sikap dalam rangka pembentukan karakter penerima didik.
  1. Sikap Spiritual; Kompetensi sikap spiritual (KI-1) yang akan diamati ialah menerima, menjalankan, dan menghargai pedoman agama yang dianutnya.
  2. Sikap Sosial; Kompetensi sikap sosial (KI-2) yang akan diamati meliputi sikap antara lain: jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangga, dan negara.

b. Penilaian Pengetahuan


Penilaian pengetahuan (KD dari KI-3) dilakukan dengan cara mengukur penguasaan penerima didik yang meliputi dimensi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan metakognisi dalam aneka macam tingkatan proses berpikir.

Prosedur penilaian pengetahuan dimulai dari penyusunan perencanaan, pengembangan instrumen penilaian, pelaksanaan penilaian, pengolahan, dan pelaporan, serta pemanfaatan hasil penilaian. Hasil evaluasi pencapaian pengetahuan dilaporkan dalam bentuk angka, predikat, dan deskripsi. Angka memakai rentang nilai 0 hingga dengan 100. Predikat disajikan dalam karakter A, B, C, dan D. Rentang predikat (interval) ini ditentukan oleh Satuan Pendidikan dengan mempertimbangkan KKM.

Deskripsi dibentuk dengan memakai kalimat yang bersifat memotivasi dengan pilihan kata/frasa yang bernada positif. Teknik evaluasi pengetahuan memakai tes tertulis, lisan, dan penugasan.

1. Tes Tertulis


Tes tertulis ialah tes yang soal dan jawabannya secara tertulis, antara lain berupa pilihan ganda, isian, benar-salah, menjodohkan, dan uraian. Instrumen tes tertulis dikembangkan dengan mengikuti langkah-langkah:
  • Melakukan analisis 
  • Menyusun kisi-kisi soal sesuai dengan KD.
  • Menulis soal menurut kisi-kisi dan mengacu pada kaidah-kaidah penulisan soal.
  • Menyusun pedoman penskoran.
  • Melakukan penskoran menurut pedoman penskoran.

2. Tes Lisan


Tes mulut berupa pertanyaan-pertanyaan, perintah, kuis yang diberikan pendidik secara mulut dan penerima didik merespon pertanyaan tersebut secara lisan. Tes mulut bertujuan menumbuhkan sikap berani berpendapat, mengecek penguasaan pengetahuan untuk perbaikan pembelajaran, percaya diri, dan kemampuan berkomunikasi secara efektif. Langkah-langkah pelaksanaan tes mulut sebagai berikut:
  • Melakukan analisis KD.
  • Menyusun kisi-kisi soal sesuai dengan KD.
  • Membuat pertanyaan atau
  • Menyusun pedoman penilaian
  • Memberikan tindak lanjut hasil tes lisan

3. Penugasan


Penugasan ialah pertolongan kiprah kepada penerima didik untuk mengukur pengetahuan dan memfasilitasi penerima didik memperoleh atau meningkatkan pengetahuan. Tugas sanggup dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai karakteristik tugas. Tugas tersebut sanggup dilakukan di sekolah, di rumah, atau di luar sekolah.

c. Penilaian Keterampilan


Penilaian keterampilan (KD dari KI-4) dilakukan dengan teknik penilain kinerja, evaluasi proyek, dan portofolio. Penilaian keterampilan memakai angka dengan rentang skor 0 hingga dengan 100, predikat, dan deskripsi.

baca: 4 teknik evaluasi keterampilan

1) Penilaian Kinerja


Penilaian kinerja (performance assessment) ialah evaluasi yang menuntut penerima didik untuk mendemonstrasikan dan mengaplikasikan pengetahuannya ke dalam aneka macam macam konteks sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Pada evaluasi kinerja, penekanannya sanggup dilakukan pada proses atau produk.

Penilaian kinerja yang menekankan pada produk disebut evaluasi produk, contohnya poster, puisi, dan kerajinan. Penilaian kinerja yang menekankan pada proses disebut evaluasi praktik, contohnya bermain sepak bola, memainkan alat musik, menyanyi, melaksanakan pengamatan memakai mikroskop, menari, bermain peran, dan membaca puisi.

2) Penilaian Proyek


Penilaian proyek merupakan aktivitas evaluasi terhadap suatu kiprah yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa rangkaian aktivitas mulai dari perencanaan, pengumpulan data, pengolahan data, dan pelaporan.

Pada evaluasi proyek ada 4 (empat) hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu:
  • Kemampuan pengelolaan; Kemampuan penerima didik dalam menentukan topik, mencari informasi, mengelola waktu pengumpulan data, dan penulisan laporan yang dilaksanakan secara kelompok.
  • Relevansi; Kesesuaian kiprah proyek dengan muatan pelajaran.
  • Keaslian; Proyek yang dilakukan penerima didik harus merupakan hasil karya sendiri di bawah bimbingan pendidik.
  • Inovasi dan kreativitas; Proyek yang dilakukan penerima didik mengandung unsur-unsur kebaruan atau sesuatu yang berbeda dari biasanya.

3) Penilaian Portofolio


Portofolio merupakan kumpulan dokumen hasil penilaian, penghargaan, dan karya penerima didik dalam bidang tertentu yang mencerminkan perkembangan (reflektif-integratif) dalam kurun waktu tertentu. Pada selesai periode portofolio tersebut dinilai oleh pendidik bahu-membahu dengan penerima didik dan selanjutnya diserahkan kepada pendidik pada kelas berikutnya dan dilaporkan kepada orangtua sebagai bukti autentik perkembangan penerima didik.

baca: teknik dan pola evaluasi portofolio

Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan panduan dalam penggunaan evaluasi portofolio di sekolah ialah sebagai berikut:
  1. karya orisinil penerima didik
  2. saling percaya antara pendidik dan penerima didik
  3. kerahasiaan bersama antara pendidik dan penerima didik
  4. milik bersama antara penerima didik dan pendidik
  5. kepuasan pada diri penerima didik
  6. kesesuaian dengan kompetensi dalam kurikulum
  7. penilaian proses dan hasil
  8. penilaian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran.
  9. Bentuk portofolio
    • File folder yang bisa dipakai untuk menyimpan aneka macam hasil karya terkait dengan produk seni (gambar, kerajinan tangan, dan sebagainya).
    • Album berisi foto, video, audio.
    • Stopmap berisi tugas-tugas imla/dikte dan goresan pena (karangan, catatan) dan sebagainya.
    • Buku siswa yang disusun menurut Kurikulum 2013, juga merupakan portofolio penerima didik SD.

Dalam memakai portofolio, pendidik beserta penerima didik perlu memperhatikan hal-hal berikut:
  • masing-masing penerima didik mempunyai portofolio sendiri yang di dalamnya memuat hasil berguru penerima didik;
  • menentukan hasil kerja yang perlu dikumpulkan/disimpan;
  • sewaktu-waktu penerima didik diharuskan membaca catatan pendidik yang berisi komentar, masukan, dan tindakan lebih lanjut yang harus dilakukan penerima didik dalam rangka memperbaiki hasil kerja dan sikap;
  • peserta didik dengan kesadaran sendiri menindaklanjuti catatan pendidik;
  • catatan pendidik dan perbaikan hasil kerja yang dilakukan penerima didik perlu diberi tanggal sehingga perkembangan kemajuan berguru penerima didik sanggup terlihat.

Itulah sedikit ulasan dari perihal Panduan / Pedoman Penilaian SD MI Revisi Kurikulum 2013 Terbaru, untuk selengkapnya bisa anda download file pdf pada link di bawah ini:

Panduan / Pedoman Penilaian SD MI Revisi Kurikulum 2013 Terbaru

Demikian dari kami agar bisa menawarkan manfaat untuk kita semua. Amin...

Sunday, 24 February 2019

Jadi Berilmu Buku Panduan Penyusunan Sop Paud Tk Ra Terbaru


Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini memuat 16 sikap yang diharapkan menjadi kompetensi anak, yakni (1) memercayai adanya Tuhan, (2) menghargai diri sendiri, orang lain, dan lingkungan, (3) berperilaku hidup sehat, (4) mempunyai sikap ingin tahu, (5) kreatif, (6) estetis, (7) percaya diri, (8) disiplin, (9) sabar, (10) mandiri, (11) peduli, (12) toleran, (13) jujur, (14) bertanggung jawab, (15) menyesuaikan diri, (16) rendah hati dan santun.

Sesuai dengan cara berguru anak yang peniru, pembentukan sikap harus dimulai dari guru sebagai model perilaku. Keajegan sikap guru dalam membentuk sikap membantu anak memahami lebih gampang apa dan bagaimana berperilaku sesuai dengan sikap yang diharapkan. Untuk keperluan tersebut seharusnya satuan PAUD menciptakan atau menyusun Standar Operasinal Prosedur (SOP) acara yang di dalamnya memuat nilai-nilai sikap yang ingin terbentuk pada anak.

Dalam upaya memudahkan guru menyusun SOP di satuan PAUD-nya, disusunlah Pedoman Penyusunan Standar Operasional Prosedur Satuan Pendidikan Anak Usia Dini yang diterapkan dalam acara harian satuan PAUD masing-masing.

SOP yaitu langkah-langkah yang harus diikuti untuk menjalankan suatu pekerjaan dengan berpedoman pada tujuan yang harus dicapai. SOP merupakan teladan kerja dari sumber daya insan yang ada di satuan pendidikan untuk melakukan acara yang akan mewujudkan visi dan misi lembaga.

SOP mempunyai tahapan atau tata cara yang sifatnya baku dan harus dilalui untuk menuntaskan suatu proses kerja tertentuSOP menjadi sistem yang memperlihatkan pedoman kerja, kapan, di mana, oleh siapa dan cara bagaimana acara dijalankan terutama yang bersifat rutin dan habituasi. Kegiatan dilakukan guru secara rutin dan terus berulang sehingga menjadi  pembiasaan dan keteladanan.

Setiap satuan PAUD diwajibkan menciptakan SOP sebagai pengendali pelaksanaan kurikulum. SOP ini ditujukan semoga keseluruhan praktik pembelajaran di setiap satuan PAUD sanggup dilaksanakan secara optimal dan berkualitas.

SOP Pembelajaran merupakan langkah-langkah untuk menjalankan pembelajaran PAUD dalam mencapai semua kompetensi inti (sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan) dan standar tingkat pencapaian perkembangan anak.

Karena itulah, maka disusun buku panduan dalam pengembangan SOP untuk pendidikan anak usia dini yang mencakup beberapa hal berikut ini:

  1. Apa, Mengapa dan Bagaimana Standar Operasional Prosedur
  2. Apa Pengertian SOP
  3. Apa Tujuan SOP
  4. Apa Fungsi SOP
  5. Mengapa perlu SOP
  6. Apa Syarat SOP
  7. Siapa yang menciptakan SOP
  8. Kapan SOP diperlukan
  9. Bagaimana Menyusun SOP
  10. Cara Penyusunan
  11. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menciptakan SOP
  12. Contoh Cara Memanfaatkan SOP
  13. Jenis dan Daftar SOP Di Satuan PAUD
  14. Apa SOP yang bersifat khusus

Untuk lebih lengkapnya silahkan anda unduh file pdf dari ihwal Buku Panduan Penyusunan SOP PAUD Taman Kanak-kanak RA pada link dibawah ini:

 Buku Panduan Penyusunan SOP PAUD Taman Kanak-kanak RA Terbaru

Demikian dari kami, semoga bermanfaat...

Sunday, 10 February 2019

Jadi Berakal Silabus Ski Mts Kelas 7 8 Kurikulum 2013 Semester 1 Dan 2


Silabus SKI MTs Kelas 7 8 Kurikulum 2013. Kembali lagi dengan saya yang kali ini akan membagikan perangkat pembelajaran yakni silabus untuk madrasah tsanawiyah (mts) kelas vii (7) dan viii (8) semester 1 (ganjil) dan 2 (genap) dalam bentuk format pdf yang nantinya anda sanggup menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

Silabus ski ini untuk mts kelas VII dan VIII ini saya peroleh dari kementerian agama tingkat kabupaten. Dimana silabus sangat bermanfaat sebagai pedoman dalam pengembangan perangkat pembelajaran lebih lanjut, mulai dari perencanaan, pengelolaan aktivitas pembelajaran dan pengembangan penilaian.

Berdasarkan prinsip silabus: Ilmiah, Relevan, sistematis, konsisten, kecukupan, faktual dan kontekstual, fleksibel, dan menyeluruh. Maka semua isi dalam penyusunan silabus harus memenuhi kriteria yang sudah ditentukan oleh dinas terkait ibarat berikut ini:

  1. Identitas mata pelajaran
  2. Identitas sekolah mencakup nama satuan pendidikan dan kelas;
  3. kompetensi inti,
  4. kompetensi dasar
  5. tema (khususSD/MI/SDLB/Paket A);
  6. materi pokok; memuat fakta, konsep, prinsip, dan mekanisme yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi;
  7. pembelajaran,yaitu aktivitas yang dilakukan oleh pendidik dan penerima didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan;
  8. penilaian; merupakan proses pengumpulan dan pengolahan info untuk memilih pencapaian hasil belajar
  9. alokasi waktu
  10. sumber belajar; sanggup berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar atau sumber berguru lain yang relevan.

Dengan adanya perubahan kebijakan pemerintah dalam dunia pendidikan formal dengan implementasikan kurikulum 2013 yang lebih fokus pada perilaku spiritual dan sosial yang dirangkum dalam KI-1 KI-2 KI-3 dan KI-4, namun tetap juga mempertahankan pengetahuan dan keterampilan. Sehingga dibutuhkan penerima didik sanggup mengaplikasikan nya dalam kehidupan sehari-hari. Amin ya rabbal alamin...

Untuk selanjutnya admin NomIfrod.com akan membagikan Silabus SKI MTs Kelas 7 8 Kurikulum 2013 Semester 1 dan 2 berupa file yang sanggup anda download pada link dibawah ini:

mts kelas 7
mts kelas 8

Demikian dari kami, agar sanggup mambantu dan bermanfaat untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Amin...

Wednesday, 30 January 2019

Jadi Cendekia Panduan Penyusunan Soal Hots (Higher Order Thinking Skill) Pdf


Panduan Penyusunan Soal HOTS (Higher Order Thinking Skill) ini hasil buah tangan rapat sosialisasi di Kemenag tingkat kabupaten. Karena itulah aku juga ingin mengembangkan file PDF kepada anda semua para guru dan pemangku kepentingan ihwal Panduan penyusunan soal hots.

Panduan soal hots ini dilengkapi dengan Perbandingan asesmen tradisional dan asesmen kontekstual Programme for International Student Assessment (PISA), Kreativitas menuntaskan permasalahan dalam HOTS, Pengelompokan level kognitif, Contoh soal HOTS, Kartu soal, Instrumen telaah soal hots, Pedoman Penskoran, dan Instrumen telaah soal hots bentuk tes pilihan ganda/uraian

baca juga:
6 Bentuk Tingkatan Soal Kognitif
Panduan Cara Menyusun Soal dan Kisi-Kisi Yang Baik

Permendikbud No. 59 Tahun 2014 ihwal Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah , menyatakan bahwa salah satu dasar penyempurnaan kurikulum ialah adanya tantangan internal dan eksternal. Tantangan eksternal antara lain terkait dengan arus globalisasi dan banyak sekali gosip yang terkait dengan duduk kasus lingkungan hidup, kemajuan teknologi dan informasi, kebangkitan industri kreatif, budaya, dan perkembangan pendidikan di tingkat internasional.

Soal-soal HOTS merupakan instrumen pengukuran yang dipakai untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi,

  • transfer satu konsep ke konsep lainnya,
  • memproses dan menerapkan informasi,
  • mencari kaitan dari banyak sekali informasi yang berbeda-beda,
  • menggunakan informasi untuk menuntaskan masalah, dan
  • menelaah inspirasi dan informasi secara kritis.

Meskipun demikian, soal-soal yang berbasis HOTS tidak berarti soal yang lebih sulit daripada soal recall. Mengukur dimensi metakognitif, tidak sekadar mengukur dimensi faktual, konseptual, atau prosedural saja. Dimensi metakognitif menggambarkan kemampuan menghubungkan beberapa konsep yang berbeda, menginterpretasikan, memecahkan duduk kasus (problem solving), menentukan seni administrasi pemecahan masalah, menemukan (discovery) metode baru, berargumen (reasoning), dan mengambil keputusan yang tepat.

Karakteristik Soal-soal HOTS


1. Mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi
menganalisis, merefleksi, menunjukkan argumen (alasan), menerapkan konsep pada situasi berbeda, menyusun, menciptakan. The Australian Council for Educational Research (ACER)
2. Berbasis permasalahan kontekstual
menghubungkan (relate), menginterpretasikan (interprete), menerapkan (apply) dan mengintegrasikan (integrate)
3. Menggunakan bentuk soal beragam
Pilihan ganda, Pilihan ganda kompleks (benar/salah, atau ya/tidak), Isian singkat atau melengkapi, Jawaban singkat atau pendek dan Uraian

b. Pilihan ganda kompleks (benar/salah, atau ya/tidak)


Bertujuan untuk menguji pemahaman akseptor asuh terhadap suatu duduk kasus secara komprehensif yang terkait antara pernyataan satu dengan yang lainnya.

  • Memuat stimulus yang bersumber pada situasi kontekstual.
  • Peserta asuh diberikan beberapa pernyataan yang terkait dengan stilmulus/bacaan,
  • Peserta asuh diminta menentukan benar/salah atau ya/tidak.
  • Pernyataan-pernyataan yang diberikan tersebut terkait antara satu dengan yang lainnya.
  • Susunan pernyataan benar dan pernyataan salah biar diacak secara random, tidak sistematis mengikuti contoh tertentu. Susunan yang bersiklus sistematis sanggup memberi petunjuk kepada tanggapan yang benar.

baca juga:
Aplikasi Analisis Soal Tematik Perguruan Tinggi Swasta dan PAS Format Excel
Contoh Format Analisis Soal Ulangan Harian Format Excel

c. Isian singkat atau melengkapi


Soal yang menuntut akseptor tes untuk mengisi tanggapan singkat dengan cara mengisi kata, frase, angka, atau simbol. Karakteristik soal isian singkat atau melengkapi ialah sebagai berikut.
1) Bagian kalimat yang harus dilengkapi sebaiknya hanya satu bab dalam ratio butir soal, dan paling banyak dua bab supaya tidak membingungkan siswa.
2) Jawaban yang dituntut oleh soal harus singkat dan niscaya yaitu berupa kata, frase, angka, simbol, tempat, atau waktu.

d. Jawaban singkat atau pendek


Soal yang jawabannya berupa kata, kalimat pendek, atau frase terhadap suatu pertanyaan.
Karakteristik
1) Menggunakan kalimat pertanyaan eksklusif atau kalimat perintah;
2) Pertanyaan atau perintah harus jelas, biar menerima tanggapan yang singkat;
3) Panjang kata atau kalimat yang harus dijawab oleh siswa pada semua soal diusahakan relatif sama;
4) Hindari penggunaan kata, kalimat, atau frase yang diambil eksklusif dari buku teks, alasannya ialah akan mendorong siswa untuk sekadar mengingat atau menghafal apa yang tertulis dibuku.

Download Panduan Penyusunan Soal HOTS (Higher Order Thinking Skill) PDF


Selengkapnya bisa anda download pada link berikut ini:
Download

Itulah dari aku ihwal Panduan Penyusunan Soal HOTS (Higher Order Thinking Skill) PDF semoga bisa menunjukkan citra untuk meningkatkan kualitas gaya pikir masing-masing. Amin...

Monday, 4 February 2019

Jadi Bakir Standar Evaluasi Kurikulum 2013 Untuk Mi Mts Dan Ma


Standar Penilaian Kurikulum 2013 Untuk MI MTS dan MA. Penilaian sebagai salah satu Standar Nasional Pendidikan yang bertujuan untuk menjamin: a) perencanaan evaluasi akseptor didik sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai dan menurut prinsip-prinsip penilaian; b) pelaksanaan evaluasi akseptor didik secara profesional, terbuka, edukatif, efektif, efisien, dan sesuai dengan konteks sosial budaya; dan c) pelaporan hasil evaluasi akseptor didik secara objektif, akuntabel, dan informatif.

Penyusunan standar evaluasi pendidikan di lingkungan madrasah dimaksudkan sebagai pola evaluasi bagi pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah pada satuan pendidikan untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah, di lingkungan Kementerian Agama.

Standar evaluasi pendidikan ialah kriteria mengenai mekanisme, prosedur, dan instrumen evaluasi hasil mencar ilmu akseptor didik. Penilaian pendidikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil mencar ilmu akseptor didik, evaluasi dalam pengertian ini mencakup: evaluasi otentik, evaluasi diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan tamat semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian nasional, dan ujian madrasah, yang diuraikan secara ringkas sebagai berikut.

  1. Penilaian otentik merupakan evaluasi yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan (input), proses,dan keluaran (output) pembelajaran.
  2. Penilaian diri (self assessment) merupakan evaluasi yang dilakukan sendiri oleh akseptor didik secara reflektif untuk membandingkan posisi relatifnya dengan kriteria yang telah ditetapkan.
  3. Penilaian berbasis portofolio merupakan evaluasi yang dilaksanakan untuk menilai keseluruhan entitas proses mencar ilmu akseptor didik termasuk penugasan perseorangan atau kelompok di dalam (in class) atau di luar kelas (out class) khususnya pada perubahan sikap/perilaku dan keterampilan akseptor didik.
  4. Ulangan merupakan proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi akseptor didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil mencar ilmu akseptor didik secara berkesinambungan.
  5. Ulangan harian merupakan kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk menilai kompetensi akseptor didik sehabis menuntaskan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih sesuai perencanaan yang dibentuk antara pendidik dan akseptor didik.
  6. Ulangan tengah semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi akseptor didik sehabis melaksanakan 8 – 9 ahad kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan tengah semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh kompetensi dasar pada periode tersebut.
  7. Ulangan tamat semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi akseptor didik di tamat semester. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua kompetensi dasar pada semester yang sudah berjalan.
  8. Ujian Tingkat Kompetensi yang selanjutnya disebut UTK merupakan kegiatan pengukuran yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk mengetahui pencapaian tingkat kompetensi. Cakupan UTK meliputi sejumlah Kompetensi Dasar yang merepresentasikan Kompetensi Inti pada tingkat kompetensi tersebut.
  9. Ujian Mutu Tingkat Kompetensi yang selanjutnya disebut UMTK merupakan kegiatan pengukuran yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengetahui pencapaian tingkat kompetensi. Cakupan UMTK meliputi sejumlah Kompetensi Dasar yang merepresentasikan Kompetensi Inti pada tingkat kompetensi tersebut.
  10. Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN merupakan kegiatan pengukuran kompetensi tertentu yang dicapai akseptor didik dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan, yang dilaksanakan secara nasional.
  11. Ujian Madrasah merupakan kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi di luar kompetensi yang diujikan pada UN, dilakukan oleh satuan pendidikan.

Prinsip dan Pendekatan Penilaian


Penilaian hasil mencar ilmu akseptor didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut.

  1. Objektif, berarti evaluasi berbasis pada standar evaluasi dan tidak dipengaruhi faktor subjektivitas penilai.
  2. Terpadu, berarti evaluasi oleh pendidik dilakukan secara terencana, menyatu dengan kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara berkesinambungan.
  3. Ekonomis, berarti evaluasi yang dilakukan efisien dan efektif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporannya.
  4. Transparan, berarti mekanisme penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan sanggup diakses oleh semua pihak.
  5. Akuntabel, berarti evaluasi sanggup dipertanggungjawabkan kepada pihak internal madrasah maupun eksternal untuk aspek teknik, prosedur, dan hasilnya.
  6. Edukatif, berarti mendidik dan memotivasi akseptor didik dan pendidik.

Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan penilaian, maka direkomendasikan memakai pendekatan evaluasi pola kriteria (PAK). evaluasi pola kriteria merupakan evaluasi pencapaian kompetensi yang didasarkan pada kriteria ketuntasan minimal (KKM). Kriteria ketuntasan minimal merupakan kriteria ketuntasan mencar ilmu minimal yang ditentukan oleh satuan pendidikan dengan mempertimbangkan karakteristik kompetensi dasar yang akan dicapai, daya dukung, dan karakteristik akseptor didik. Kriteria ketuntasan minimal mempunyai konsekuensi ganda yaitu, bagi pendidik dituntut untuk sungguh-sungguh dalam melaksanakan kiprah mengajar dan bagi akseptor didik dituntut untuk bersungguh-sunggguh dan optimal dalam menjalani proses pembelajaran.

Ruang Lingkup, Teknik, dan Instrumen Penilaian


1. Ruang Lingkup Penilaian
Penilaian hasil mencar ilmu akseptor didik meliputi kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara berimbang sehingga sanggup dipakai untuk menentukan posisi relatif setiap akseptor didik terhadap standar yang telah ditetapkan. Cakupan evaluasi merujuk pada ruang lingkup materi, kompetensi mata pelajaran/kompetensi muatan/kompetensi program, dan proses.

2. Teknik dan Instrumen Penilaian
Teknik dan instrumen yang dipakai untuk evaluasi kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai berikut.

a. Penilaian kompetensi sikap
Pendidik melaksanakan evaluasi kompetensi sikap melalui observasi, evaluasi diri, evaluasi “teman sejawat” (peer evaluation) oleh akseptor didik dan jurnal. Instrumen yang dipakai untuk observasi, evaluasi diri, dan evaluasi antarpeserta didik ialah daftar cek atau skala evaluasi (rating scale) yang disertai rubrik, sedangkan pada jurnal berupa catatan pendidik.

  1. Observasi merupakan teknik evaluasi yang dilakukan secara berkesinambungan dengan memakai indera, baik secara pribadi maupun tidak pribadi dengan memakai pedoman observasi yang berisi sejumlah indikator sikap akseptor didik yang diamati pribadi oleh pendidik ketika proses pembelajaran.
  2. Penilaian diri merupakan teknik evaluasi dengan cara meminta akseptor didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang dipakai berupa lembar evaluasi diri yang berisi ceklis aspek kepribadian.
  3. Penilaian antarpeserta didik merupakan teknik evaluasi dengan cara meminta akseptor didik untuk saling menilai terkait dengan pencapaian kompetensi. Instrumen yang dipakai berupa lembar evaluasi antarpeserta didik yang berisi cheklis wacana aspek yang dinilai.
  4. Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan wacana kekuatan dan kelemahan akseptor didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku.

b. Penilaian Kompetensi Pengetahuan
Pendidik menilai kompetensi pengetahuan yang dicapai akseptor didik melalui tes tulis, tes lisan, dan penugasan. Sebelum melaksanakan evaluasi kompetensi pengetahuan, pendidik telah menyiapkan instrumen evaluasi yang meliputi; 1) Instrumen tes tulis berupa soal pilihan ganda, isian, tanggapan singkat, benar-salah, menjodohkan, dan uraian. Instrumen uraian dilengkapi pedoman penskoran. 2) Instrumen tes ekspresi berupa daftar pertanyaan yang akan ditanyakan pada akseptor didik berserta pedoman penskoranya. 3) Instrumen penugasan berupa pekerjaan rumah dan/atau projek yang dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai dengan karakteristik kiprah yang akan dikerjakan akseptor didik.

c. Penilaian Kompetensi Keterampilan
Untuk mengetahui kompetensi keterampilan, seorang pendidik harus menilai kompetensi keterampilan melalui evaluasi kinerja, yaitu evaluasi yang menuntut akseptor didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan memakai tes praktik, projek, dan evaluasi portofolio. Instrumen yang dipakai berupa daftar cek atau skala evaluasi (rating scale) yang dilengkapi rubrik.

Adapun klarifikasi masing-masing instrument evaluasi keterampilan yaitu:

  1. Tes praktik ialah evaluasi yang menuntut respon berupa keterampilan melaksanakan suatu acara atau sikap sesuai dengan tuntutan kompetensi.
  2. Projek ialah tugas-tugas mencar ilmu (learning tasks) yang meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun ekspresi dalam waktu tertentu.
  3. Penilaian portofolio ialah evaluasi yang dilakukan dengan cara menilai kumpulan seluruh karya akseptor didik dalam bidang tertentu yang bersifat reflektif-integratif untuk mengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan/atau kreativitas akseptor didik dalam kurun waktu tertentu. Karya tersebut sanggup berbentuk tindakan konkret yang mencerminkan kepedulian akseptor didik terhadap lingkungannya.

Instrumen evaluasi kompetensi keterampilan harus memenuhi persyaratan berikut yaitu: 1)substansi yang merepresentasikan kompetensi yang dinilai; 2) konstruksi yang memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan; dan 3) penggunaan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan tingkat perkembangan akseptor didik.

Mekanisme dan Prosedur Penilaian


1. Penilaian hasil mencar ilmu pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dilaksanakan oleh pendidik, satuan pendidikan, pemerintah dan/atau forum mandiri.

2. Penilaian hasil mencar ilmu dilakukan dalam bentuk evaluasi otentik, evaluasi diri, evaluasi projek, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan tamat semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian madrasah, dan ujian nasional. Penjelasan lebih rinci masing-masing bentuk evaluasi sebagai berikut.

  • Penilaian otentik dilakukan oleh pendidik secara berkelanjutan.
  • Penilaian diri dilakukan oleh akseptor didik untuk tiap kali sebelum ulangan harian.
  • Penilaian projek dilakukan oleh pendidik untuk tiap tamat serpihan atau tema pelajaran.
  • Ulangan harian dilakukan oleh pendidik terintegrasi dengan proses pembelajaran dalam bentuk ulangan atau penugasan.
  • Ulangan tengah semester dan ulangan tamat semester, dilakukan oleh pendidik di bawah koordinasi satuan pendidikan.
  • Ujian tingkat kompetensi dilakukan oleh satuan pendidikan pada tamat kelas II (tingkat 1), kelas IV (tingkat 2), kelas VIII (tingkat 4), dan kelas XI (tingkat 5), dengan memakai kisi-kisi yang disusun oleh Pemerintah. Ujian tingkat kompetensi pada tamat kelas VI (tingkat 3), kelas IX (tingkat 4A), dan kelas XII (tingkat 6) dilakukan melalui UN.
  • Ujian Mutu Tingkat Kompetensi dilakukan dengan metode survei oleh Pemerintah pada tamat kelas II (tingkat 1), kelas IV (tingkat 2), kelas VIII (tingkat 4), kelas XI (tingkat 5) dan kelas XII (tingkat 6) dilakukan melalui UN.
  • Ujian madrasah dilakukan oleh satuan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
  • Ujian Nasional dilakukan oleh Pemerintah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

3. Perencanaan ulangan harian dan pemberian projek oleh pendidik sesuai dengan silabus dan dijabarkan dalam planning pelaksanaan pembelajaran (RPP).

4. Kegiatan ujian madrasah dilakukan dengan langkah-langkah: a) menyusun kisi-kisi ujian; b) menyebarkan (menulis, menelaah, dan merevisi) instrumen; c) melaksanakan ujian; d) mengolah (menyekor dan menilai) dan menentukan kelulusan akseptor didik; dan e) melaporkan dan memanfaatkan hasil penilaian.

5. Ujian nasional dilaksanakan sesuai langkah-langkah yang diatur dalam Prosedur Operasi Standar (POS).

6. Hasil ulangan harian diinformasikan kepada akseptor didik sebelum diadakan ulangan harian berikutnya. Peserta didik yang belum mencapai KKM harus mengikuti pembelajaran remedial.

7. Hasil evaluasi oleh pendidik dan satuan pendidikan dilaporkan dalam bentuk nilai dan deskripsi pencapaian kompetensi kepada orangtua dan pemerintah.

Pelaksanaan dan Pelaporan Penilaian


1. Pelaksanaan dan Pelaporan Penilaian oleh Pendidik
Penilaian hasil mencar ilmu oleh pendidik yang dilakukan secara berkesinambungan bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan mencar ilmu akseptor didik serta untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran.

Penilaian hasil mencar ilmu oleh pendidik memperhatikan hal-hal sebagai berikut.

  • Proses evaluasi diawali dengan mengkaji silabus sebagai pola dalam menciptakan rancangan dan kriteria evaluasi pada awal semester. Setelah memutuskan kriteria penilaian, pendidik menentukan teknik evaluasi sesuai dengan indikator dan menyebarkan instrumen serta pedoman penyekoran sesuai dengan teknik evaluasi yang dipilih.
  • Pelaksanaan evaluasi dalam proses pembelajaran diawali dengan penelusuran dan diakhiri dengan tes dan/atau nontes. Penelusuran dilakukan dengan memakai teknik bertanya untuk mengeksplorasi pengalaman mencar ilmu sesuai dengan kondisi dan tingkat kemampuan akseptor didik.
  • Penilaian pada pembelajaran tematik-terpadu dilakukan dengan mengacu pada indikator dari kompetensi dasar setiap mata pelajaran yang diintegrasikan dalam tema yang sudah diselaraskan secara konseptual dan metodologis.
  • Hasil evaluasi oleh pendidik dianalisis lebih lanjut untuk mengetahui kemajuan dan kesulitan belajar, dikembalikan kepada akseptor didik disertai balikan (feedback) berupa komentar yang mendidik (penguatan) yang dilaporkan kepada pihak terkait dan dimanfaatkan untuk perbaikan pembelajaran.
  • Laporan hasil evaluasi oleh pendidik sanggup berbentuk: 1) nilai dan/atau deskripsi pencapaian kompetensi, untuk hasil evaluasi kompetensi pengetahuan dan keterampilan termasuk evaluasi hasil pembelajaran tematik-terpadu khususnya pada tingkat dasar, 2) deskripsi sikap, untuk hasil evaluasi kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial.
  • Laporan hasil evaluasi oleh pendidik disampaikan kepada kepala madrasah dan pihak lain yang terkait (waka. kurikulum, wali kelas, pendidik Bimbingan dan Konseling, dan orangtua/wali) pada periode yang ditentukan.
  • Penilaian kompetensi sikap spiritual dan sosial dilakukan oleh semua pendidik selama satu semester, kesannya diakumulasi dan dinyatakan dalam bentuk deskripsi kompetensi oleh wali kelas/pendidik kelas.

2. Pelaksanaan dan Pelaporan Penilaian oleh Satuan Pendidikan
Penilaian hasil mencar ilmu oleh satuan pendidikan dilakukan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan akseptor didik yang meliputi kegiatan berikut:

  • menentukan kriteria minimal pencapaian tingkat kompetensi dengan mengacu pada indikator kompetensi dasar tiap mata pelajaran;
  • mengoordinasikan ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan tamat semester, ulangan kenaikan kelas, ujian tingkat kompetensi, dan ujian tamat madrasah;
  • menyelenggarakan ujian madrasah dan menentukan kelulusan akseptor didik dari ujian madrasah sesuai dengan POS Ujian Madrasah;
  • menentukan kriteria kenaikan kelas, sesuai ketentuan standar yang telah ditetapkan dan disyahkan pemberlakuanya;
  • melaporkan hasil pencapaian kompetensi dan/atau tingkat kompetensi kepada orangtua/wali akseptor didik dalam bentuk buku rapor;
  • melaporkan pencapaian hasil mencar ilmu tingkat satuan pendidikan kepada bidang pendidikan madrasah kementerian agama kabupaten/kota dan instansi lain yang terkait;
  • melaporkan hasil ujian kompetensi kepada orangtua/wali akseptor didik dan bidang pendidikan madrasah kementerian agama kabupaten/kota dan provinsi.
  • menentukan kelulusan akseptor didik dari satuan pendidikan melalui rapat kelulusan sesuai dengan kriteria: 1) menuntaskan seluruh acara pembelajaran; 2) mencapai tingkat kompetensi yang dipersyaratkan, dengan ketentuan kompetensi sikap (spiritual dan sosial) termasuk kategori baik dan kompetensi pengetahuan dan keterampilan minimal sama dengan KKM yang telah ditetapkan; 3) lulus ujian madrasah dan ujian madrasah berstandar nasional; dan 4) lulus Ujian Nasional.
  • menerbitkan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) dan Surat Keterangan Hasil Ujian Madrasah Berstandar Nasional (SKHUMBN) setiap akseptor didik bagi satuan pendidikan penyelenggara Ujian Nasional; dan Ujian Madrasah Berstandar Nasional.
  • menerbitkan ijazah untuk setiap akseptor didik yang lulus dari satuan pendidikan bagi satuan pendidikan yang telah terakreditasi.

3. Pelaksanaan dan Pelaporan Penilaian oleh Pemerintah
Penilaian hasil mencar ilmu oleh Pemerintah dilakukan melalui Ujian Nasional, Ujian Madrasah Berstandar Nasional dan Ujian Mutu Tingkat Kompetensi, dengan memperhatikan hal-hal berikut.

a. Ujian Nasional

  1. Penilaian hasil mencar ilmu dalam bentuk UN didukung oleh suatu sistem yang menjamin mutu dan kerahasiaan soal serta pelaksanaan yang aman, jujur, dan adil.
  2. Hasil Ujian Nasional dipakai untuk: a) salah satu syarat kelulusan akseptor didik dari satuan pendidikan; b) salah satu pertimbangan dalam seleksi masuk ke jenjang pendidikan berikutnya; c) pemetaan mutu; dan d) pelatihan dan pemberian sumbangan untuk peningkatan mutu.
  3. Dalam rangka standardisasi UN diharapkan pola berupa kisi-kisi bersifat nasional yang dikembangkan oleh Pemerintah, sedangkan soalnya disusun oleh Pemerintah Pusat dan/atau Pemda dengan komposisi tertentu yang ditentukan oleh Pemerintah.
  4. Sebagai salah satu penentu kelulusan akseptor didik dari satuan pendidikan, kriteria kelulusan UN ditetapkan setiap tahun oleh Pemerintah.
  5. Dalam rangka penggunaan hasil UN untuk pemetaan mutu acara dan/atau satuan pendidikan, Pemerintah menganalisis dan menciptakan peta daya serap UN dan memberikan kesannya kepada pihak yang berkepentingan.

b. Ujian Madrasah Berstandar Nasional PAI dan Bahasa Arab
1) Penilaian hasil mencar ilmu dalam bentuk UMBN didukung oleh suatu sistem yang menjamin mutu dan kerahasiaan soal serta pelaksanaan harus dengan aman, jujur, dan adil.
2) Hasil UMBN dipakai untuk:

  • bahan pertimbangan dalam penentuan pemetaan mutu madrasah,
  • salah satu syarat ketentuan kelulusan;
  • umpan balik dalam perbaikan acara pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah;
  • alat pengendali mutu pendidikan;
  • pendorong peningkatan mutu pendidikan pada Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah.

c. Ujian Mutu Tingkat Kompetensi

  1. Ujian mutu Tingkat Kompetensi dilakukan oleh Kementertian Agama bersama Pemerintah pada seluruh satuan pendidikan yang bertujuan untuk pemetaan dan penjaminan mutu pendidikan di suatu satuan pendidikan.
  2. Ujian mutu Tingkat Kompetensi dilakukan sebelum akseptor didik menuntaskan pendidikan pada jenjang tertentu, sehingga kesannya sanggup dimanfaatkan untuk perbaikan proses pembelajaran.
  3. Instrumen, pelaksanaan, dan pelaporan ujian mutu Tingkat Kompetensi bisa memperlihatkan hasil yang komprehensif sebagaimana hasil studi lain dalam skala nasional ataupun internasional.