Showing posts with label Buku. Show all posts
Showing posts with label Buku. Show all posts

Saturday, 18 January 2020

Lebih Arif Juknis Pedoman Buku Yang Dipakai Oleh Satuan Pendidikan Tahun Pelajaran 2016/2017

Sahabat Edukasi yang sedang berbahagia....

Berdasarkan Permendikbud Nomor 8 Tahun 2016 wacana Buku Yang Digunakan Oleh Satuan Pendidikan, buku teks pelajaran yaitu sumber pembelajaran utama untuk mencapai kompetensi dasar dan kompetensi inti dan dinyatakan layak oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk dipakai pada satuan pendidikan.

Sedangkan, buku non teks pelajaran yaitu buku pengayaan untuk mendukung proses pembelajaran pada setiap jenjang pendidikan dan jenis buku lain yang tersedia di perpustakaan sekolah.

Buku yang dipakai oleh Satuan Pendidikan, baik berupa Buku Teks Pelajaran maupun Buku Non Teks Pelajaran, merupakan sarana proses pembelajaran bagi guru dan akseptor didik, supaya akseptor didik sanggup meningkatkan pengetahuan dasar untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi. 

Materi pengetahuan yang diinformasikan melalui Buku Teks Pelajaran dan Buku Non Teks Pelajaran sangat penting.

Oleh alasannya itu penyajian bahan harus ditata dengan menarik, gampang dipahami, mempunyai tingkat keterbacaan yang tinggi, dan memenuhi nilai/norma positif yang berlaku di masyarakat, antara lain tidak mengandung unsur pornografi, paham ekstrimisme, radikalisme, kekerasan, SARA, bias gender, dan tidak mengandung nilai penyimpangan lainnya.

Buku Teks Pelajaran dan Buku Non Teks Pelajaran harus memuat unsur-unsur kulit buku, yakni kulit depan, kulit belakang, dan punggung buku. Selain itu, buku teks pelajaran dan buku non teks pelajaran juga harus memuat bagian-bagian buku, yang mencakup potongan awal buku, potongan isi, dan potongan final buku.

A. KULIT BUKU

1. Kulit Depan

Unsur-unsur kulit depan buku terdiri atas goresan pena “telah dinilai dan ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan” (yang dituliskan dalam kotak), judul buku, subjudul buku (bila ada), dan peruntukan buku. Tata letak komponen-komponen desain buku pada kulit depan buku mengikuti pola tata letak isi buku. Jenis karakter pada kulit depan buku diubahsuaikan dengan jenis karakter yang dipakai pada isi buku. Penulisan judul buku harus dominan, kontras, dan menarik.

a) Judul Buku

Untuk Buku Teks Pelajaran, judul buku mengacu pada nama mata pelajaran dalam struktur kurikulum. Komponen/unsur dalam judul buku merupakan satu kesatuan yang utuh.

Buku Teks Pelajaran yang diperuntukkan bagi guru diberi aksesori judul “Buku Guru” diletakkan di atas judul utama. Ukuran hurufnya tidak lebih menonjol dari ukuran karakter judul utama.

b) Subjudul

Subjudul buku merupakan klarifikasi lebih lanjut atas judul buku, yakni mencakup identitas seri buku (bila ada) dan identitas mata pelajaran (bila ada). Khusus untuk buku teks pelajaran, subjudul buku diletakkan di bawah judul buku, selain itu jenis dan ukuran karakter serta penggunaan warna diatur oleh perancang buku dengan ketentuan bahwa penggunaan karakter tidak lebih mencolok daripada judul buku.

c) Peruntukan Buku

Khusus Buku Teks Pelajaran, peruntukan buku dicantumkan pada kulit depan buku dan halaman hak cipta (halaman Katalog Dalam Terbitan/KDT), yang letaknya diubahsuaikan dengan bidang cetak. Penulisan peruntukan buku mencakup identitas jenjang pendidikan diikuti dengan identitas kelas. Identitas kelas memakai angka romawi.

Apabila diperlukan, buku sanggup disajikan dalam dua semester bergantung pada keperluannya. Penanda semester sanggup dicantumkan berdekatan dengan identitas kelas.

d) Identitas Penerbit

Identitas Penerbit yaitu nama Penerbit yang dituliskan berdekatan dengan logo Penerbit. Peletakan identitas penerbit diubahsuaikan dengan bidang cetak.

e) Ilustrasi

Ilustrasi kulit depan buku (bila ada) harus mempunyai fokus yang terang dan tidak mengandung unsur provokatif serta tidak bertentangan dengan aspek ke-Indonesiaan. Ilustrasi pada kulit depan buku mencerminkan isi buku.

2. Kulit Belakang

Kulit belakang buku memuat beberapa hal berikut:

a) Pengenalan isi buku (blurb) secara singkat atau komentar dari pihak-pihak yang dianggap mengetahui isi buku tersebut.
b) Pernyataan hasil evaluasi wacana kelayakan buku dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
c) ISBN (International Standard Book Number) yang dikeluarkan oleh Perpustakaan Nasional.
d) Identitas Penerbit berupa nama penerbit yang dituliskan lengkap beserta alamat jelas.
e) Harga Eceran Tertinggi (HET) khusus Buku Teks Pelajaran.

Tata letak komponen-komponen di atas mengikuti pola isi buku.

3. Punggung Buku

Pada buku yang penjilidannya memakai lem panas (perfect binding) wajib mencantumkan identitas penerbitan yang mencakup logo penerbit, nama penulis, judul buku, subjudul, dan peruntukkan
buku. Tata letak diubahsuaikan dengan cover depan dan belakang. Judul buku dan peruntukkan buku ditulis dari bawah ke atas (American style).

B. BAGIAN AWAL

Judul Semu/Perancis berada di halaman ganjil (recto), bila diperlukan. Isinya hanya judul buku saja.

1. Halaman Judul (recto)

Isinya memuat judul buku dan subjudul buku (bila ada), nama penulis, nama penerbit disertai logo penerbit.

2. Halaman Penerbitan (Halaman Hak Cipta)

Halaman penerbitan terletak pada halaman genap (verso) dan berisi beberapa hal sebagai berikut secara berurutan.

a) Keterangan hak cipta.
b) KDT (Katalog dalam Terbitan).

Teks dalam kotak yang berisi wacana pembagian terstruktur mengenai bahan buku dan ISBN yang dibentuk oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

c) Keterangan akses masukan masyarakat.

Keterangan akses masukan masyarakat berbunyi “Dalam rangka meningkatkan mutu buku, masyarakat sebagai pengguna buku diharapkan sanggup menunjukkan masukan kepada alamat penulis dan/atau penerbit dan laman http://buku.kemdikbud.go.id atau melalui email buku@kemdikbud.go.id”.

3. Halaman Kata Pengantar (recto)

Khusus Buku Teks Pelajaran, halaman ini terletak pada recto, berisi pernyataan mengenai maksud dan tujuan penulisan buku, proses pembelajaran terkait dengan bahan buku, dan cita-cita terhadap penerbitan buku. Halaman ini diakhiri dengan penanda daerah dan waktu serta nama penulis buku.

4. Halaman Daftar Isi (recto)

Khusus Buku Teks Pelajaran, halaman daftar isi dimulai dari recto, berisi semua potongan buku mulai dari potongan awal buku (Kata Pengantar dan Daftar Isi), potongan isi buku (Pelajaran atau Bab atau Chapter dan potongan dari Pelajaran atau Bab atau Chapter, kalau ada) hingga dengan potongan final buku (Indeks, kalau ada; Glosarium, kalau ada; dan Daftar Pustaka) yang ditulis lengkap.

5. Halaman Daftar Gambar (jika ada)

Halaman daftar gambar sanggup dimulai dari verso atau recto. Gambar yang dibentuk daftarnya mencakup gambar pandangan mata (gambar garis maupun gambar foto), grafik, denah, dan diagram. Daftar gambar memuat nomor gambar, keterangan gambar, dan halaman daerah gambar tersebut ditampilkan.

6. Halaman Daftar Tabel (jika ada)

Halaman daftar tabel sanggup dimulai dari verso atau recto. Daftar tabel memuat nomor tabel, keterangan tabel, dan halaman daerah tabel tersebut ditampilkan.

7. Penomoran Halaman

Khusus buku teks pelajaran, penomoran halaman pada potongan awal buku memakai angka romawi yang ditulis dengan karakter kecil (bukan karakter kapital). Halaman judul dan halaman penerbitan (halaman hak cipta) tidak dicetak namun tetap dihitung. Penulisan penomoran halaman mulai ditulis pada halaman kata pengantar dan seterusnya.

Penomoran halaman pada potongan isi buku dan potongan final buku memakai angka arab. Dalam hal penomoran halaman, potongan isi buku dan potongan final buku merupakan satu kesatuan sehingga penomorannya bersambung terus.

C. BAGIAN ISI

Bagian isi merupakan uraian bahan wacana pokok bahasan yang sesuai dengan judul buku. Uraian bahan harus sanggup membuatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap positif akseptor didik. Untuk itu, aspek materi, aspek kebahasaan, aspek penyajian, dan aspek kegrafikaan yang perlu diperhatikan yaitu sebagai berikut.

Aspek Materi

1.   Harus sanggup menjaga kebenaran dan keakuratan materi, kemutakhiran data dan konsep, serta sanggup mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional.
2.   Menggunakan sumber bahan yang benar secara teoritik dan empirik.
3.   Mendorong timbulnya kemandirian dan inovasi.
4.   Mampu memotivasi untuk membuatkan dirinya.
5.   Mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan mengakomodasi kebhinnekaan, sifat gotong royong, dan menghargai pelbagai perbedaan.

Aspek Kebahasaan

1.   Penggunaan bahasa (ejaan, kata, kalimat, dan paragraf) tepat, lugas, jelas, serta sesuai dengan tingkat perkembangan usia.
2.   Ilustrasi materi, baik teks maupun gambar sesuai dengan tingkat perkembangan usia pembaca dan mempu memperjelas materi/konten.
3.   Bahasa yang dipakai komunikatif dan informatif sehingga pembaca bisa memahami pesan positif yang disampaikan, mempunyai ciri edukatif, santun, etis, dan estetis sesuai dengan tingkat perkembangan usia.
4.   Judul buku dan judul bagian-bagian materi/konten buku harmonis/selaras, menarik, bisa menarik minat untuk membaca, dan tidak provokatif.

Aspek Penyajian Materi

1.   Materi buku disajikan secara menarik (runtut, koheren, lugas, gampang dipahami, dan interaktif), sehingga keutuhan makna yang ingin disampaikan sanggup terjaga dengan baik.
2.   Ilustrasi materi, baik teks maupun gambar menarik sesuai dengan tingkat perkembangan usia pembaca dan bisa memperjelas materi/konten serta santun.
3.   Penggunaan gambaran untuk memperjelas bahan tidak mengandung unsur pornografi, paham ekstrimisme, radikalisme, kekerasan, SARA, bias gender, dan tidak mengandung nilai penyimpangan lainnya. 4. Penyajian bahan sanggup merangsang untuk berpikir kritis, kreatif, dan inovatif.
4.   Mengandung wawasan kontekstual, dalam arti relevan dengan kehidupan keseharian serta bisa mendorong pembaca untuk mengalami dan menemukan sendiri hal positif yang sanggup diterapkan dalam kehidupan keseharian.
5.   Penyajian bahan menarik sehingga menyenangkan bagi pembacanya dan sanggup menumbuhkan rasa keingintahuan yang mendalam.

Aspek Kegrafikaan

1. Ukuran buku sesuai dengan tingkat perkembangan usia dan materi/konten buku.
2. Tampilan tata letak unsur kulit buku sesuai/harmonis dan mempunyai kesatuan (unity).
3. Pemberian warna pada unsur tata letak serasi dan sanggup memperjelas fungsi.
4. Penggunaan karakter dan ukuran karakter diubahsuaikan dengan tingkat perkembangan usia.
5. Ilustrasi yang dipakai bisa memperjelas pesan yang ingin disampaikan.

Untuk memudahkan akseptor didik dalam absorpsi materi, khusus Buku Teks Pelajaran uraian bahan dibagi ke dalam beberapa potongan dan/atau subbagian bahan dalam bentuk pelajaran, bab, atau chapter.

1. Bab

Bab merupakan potongan dari isi buku (dapat merujuk pada kompetensi dasar/KD). Selain disebut bab, potongan buku tersebut sanggup pula diberi penyebutan unit atau pelajaran. Penulisan judul potongan ditulis dengan kapital onderkast (kap ond). Penyebutan potongan buku atau potongan diatur sebagai berikut.

·       Buku teks pelajaran untuk siswa SD/MI yaitu Pelajaran
·       Buku teks pelajaran untuk untuk guru SD/MI yaitu Bab
·       Buku teks pelajaran untuk siswa SMP/MTs yaitu Bab
·       Buku teks pelajaran Bahasa Inggris untuk untuk siswa SMP/MTs yaitu Chapter
·       Buku teks pelajaran untuk guru SMP/MTs yaitu Bab
·       Buku teks pelajaran untuk siswa SMA/MA/SMK/MAK yaitu Bab
·       Buku teks pelajaran untuk guru SMA/MA/SMK/MAK yaitu Bab

2. Judul Bab

Judul potongan dibentuk ringkas, padat, menarik, informatif, dan tidak provokatif.

3. Penanda Bagian Bab

Penanda potongan bagian mencakup subbab, sub-subbab, dan sub-sub-subbab ditulis dengan kapital onderkast, kecuali kata fungsi atau partikel (misalnya akronim). Ukuran karakter (font) harus dibedakan sehingga terang hierarkinya.

4. Ilustrasi

Ilustrasi terdiri atas gambar garis, raster, foto, kurva, bagan, denah, diagram, grafik, skema, dan peta. Penggunaan gambaran yang diambil dari media lain harus mencantumkan sumber. Sumber yang diambil
dari internet harus royalty free dan mencantumkan nama website-nya.

Penempatan gambaran diberi penomoran gambar mengikuti urutan potongan dan urutan peletakan gambar. Nomor gambar ditulis dengan angka arab yang dipisahkan dengan tanda titik tanpa spasi, dicetak rata kiri.

Selain diberi nomor gambar, gambar juga harus disertai dengan keterangan gambar. Keterangan gambar yang berupa kata atau frase, tidak diakhiri dengan tanda baca. Keterangan gambar berupa kalimat diakhiri dengan tanda baca. Penulisan keterangan gambar berlanjut sehabis nomor gambar.

D. BAGIAN AKHIR

Bagian final buku terdiri atas informasi pelaku penerbitan, glosarium, daftar pustaka, indeks, dan lampiran-lampiran. Penomoran potongan ini menyambung dengan penomoran halaman potongan isi, yakni memakai angka arab.

1. Informasi Pelaku Penerbitan

Pelaku penerbitan wajib menunjukkan informasi sebagaimana dimaksud pada Pasal 5, dengan bentuk gambaran sebagai berikut:

Ilustrasi Biodata Penulis / Editor / Penelaah/ Konsultan / Reviewer / Penilai.

Nama Lengkap : Dr. Mandira Bontoya, S.Pd., M.H         
Telp Kantor/HP : 021-2543535/0895762736
Email : benayatulip@yyy.com
Akun Facebook : Mandira Bontoya
Alamat Kantor : Jl. Salemba Raya 78, Kecamatan Kramat, Jakarta Pusat 13333
Bidang Keahlian : Hukum dan Ekonomi

Riwayat pekerjaan/profesi (10 Tahun Terakhir):

1.   2010 – 2016: Kepala Sekolah SMAN xx Jakarta.
2.   2007 – 2010: Guru PPKn di SMAN xx Jakarta.
3.   2005 – 2007: Guru PPKn di SMAN xx Jakarta.

Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar:

1.   S3: Ilmu Hukum Universitas Gotong Royong (2012-sekarang)
2.   S2: Hukum Bisnis Universitas Gotong Royong (2007-2010)
3.   S1: Pendidikan Kewarganegaraan STIP Bahagia (1990-1995)

Judul Buku dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir):

1.   Dasar-Dasar Pendidikan Kewarganegaraan (2010);
2.   Buku Teks Pelajaran Pendidikan Pancasila untuk Sekolah Menengan Atas Kelas X, XI, dan XII (2006).

Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 tahun terakhir):

1. Tidak ada. (jika tidak ada, ditulis ‘Tidak ada’)

Buku yang Pernah ditelaah, direviu, dibentuk ilustrasi, dan/atau dinilai (10 tahun terakhir)

1. Tidak ada. (jika tidak ada, ditulis ‘Tidak ada’)

Informasi Lain dari Penulis / Editor / Penelaah/ Konsultan / Reviewer / Penilai (tidak wajib):

Lahir di Tegal, 15 Januari 1945. Menikah dan dikaruniai 2 anak. Saat ini menetap di Jakarta. Aktif di organisasi profesi Guru. Terlibat di aneka macam kegiatan di bidang pendidikan dan bela Negara, beberapa kali menjadi narasumber di aneka macam seminar wacana kedaulatan Negara dan pancasila dan menjadi pembicara pada konferensi internasional di Uruguay, Amerika Serikat, dan Tiongkok.

Catatan: bila penulis sudah wafat, wajib mencantumkan identitas co-writer dan/atau penyunting atas buku yang diterbitkan sehabis penulis wafat.

Ilustrasi Biodata Ilustrator.

Nama Lengkap : Mandira Bontoyo, S.Ds., M.Ds
Telp Kantor/HP : 021-2543535/0895762736
Email : benayatulip@yyy.com
Akun Facebook : Mandira Bontoyo
Alamat Kantor : Jl. Salemba Raya 78, Kecamatan Kramat, Jakarta Pusat 13333
Bidang Keahlian : Desain dan Budaya

Riwayat pekerjaan/profesi (10 Tahun Terakhir):

1. 2010 – 2016: Kepala Galeri Budaya Jawa Timur.
2. 2007 – 2010: Ilustrator PT. Penerbitan X.

Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar:

1. S2: Desain Visual Institut Multimedia Indonesia (2007-2010);
2. S1: Desain Grafis Institut Multimedia Indonesia (2004-2007)

Karya/Pameran/Eksibisi dan Tahun Pelaksanaan (10 tahun terakhir):

1. Pameran Lukisan Kopi dan Cangkir, Galeri Nasional (2015);
2. Pameran Lukisan Pasir, Taman Ismail Marzuki (2012);
3. Pameran Lukisan Tokoh Internasional, Russia (2011).

Buku yang Pernah dibentuk Ilustrasi dan Tahun Pelaksanaan (10 tahun terakhir):

1. Tidak ada (jika tidak ada, ditulis ‘Tidak ada’) Informasi Lain dari Ilustrator (tidak wajib):

Lahir di Tegal 15 Januari 1945. Menikah dan dikaruniai 2 anak. Saat ini menetap di Jakarta. Beberapa kali terlibat sebagai pelukis dalam ekspo lukisan baik di dalam dan luar negeri.

Ilustrasi Biodata Penerbit
Balai Sanggar
PT. Ditulis Namanya, Tbk
Tahun Berdiri: 1920
Tahun Penerbitan Buku Pertama: 1945
Tanda Daftar Perusahaan: 123.432.5436
Jl. Palmerah No. 43, Jakarta Selatan 14343
Telepon: 021-6382629, Faksimile: 021-8734873
Customer Service: 0801111111
Akun Facebook: Toko Buku Balai Sanggar
Email: info@balaisanggar.com

Bentuk dan format identitas penulis dan penerbit yang harus diisi bila penerbit akan mengajukan bukunya untuk dinilai oleh Kemendikbud, sebagai berikut.

Formulir Pernyataan Kebenaran Informasi Data Judul Buku, Riwayat Penulis, dan Riwayat Penerbit
Judul Buku
Penulis
Penerbit












Pernyataan:

Bahwa informasi mengenai data riwayat hidup penulis dan penerbit serta buku sebagaimana tertera di dalam dokumen ini yaitu lengkap dan benar/akurat adanya. Apabila dikemudian hari ditemukan pemalsuan terhadap data tersebut, penulis dan penerbit bersedia dikenakan hukuman sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan wacana Buku yang Digunakan oleh Satuan Pendidikan dan sanggup diproses secara hukum, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Tanda tangan



(Penerbit)
2. Glosarium


Glosarium memuat klarifikasi khusus mengenai kata, istilah, atau frase yang tercantum dalam teks. Penulisan glosarium terdiri atas lema (kata kunci) dan keterangan (pemerian/penjelasan). Buku Teks Pelajaran untuk sekolah dasar tidak disertai dengan glosarium.

3. Daftar Pustaka

Daftar pustaka yaitu buku-buku yang dipakai sebagai teladan dalam penulisan buku. Prinsip dasar penulisan daftar pustaka yaitu dicantumkannya nama penulis dan/atau editor yang disusun secara alphabet (A-Z), judul buku atau judul tulisan, tahun terbit dan/atau nama kota dan nama penerbit.

4. Indeks

Indeks memuat daftar kata atau istilah, konsep, nama, atau rumus yang dianggap penting untuk diketahui pembaca. Penulisan indeks disertai dengan letak kata atau istilah, konsep, nama, atau rumus
pada buku dengan menyebutkan nomor halaman buku. Penulisan kata yang ada di indeks harus sama dengan kata yang terdapat dalam teks. Harus dipastikan bahwa kata yang ada di indeks tersebut benar tercantum dalam halaman yang disebutkan. Penulisan indeks menunjukkan informasi mengenai halaman daerah kata atau istilah itu ditemukan.

5. Lampiran

Lampiran merupakan dokumen aksesori yang ditambahkan ke dokumen utama. Lampiran biasanya berisi data-data aksesori terhadap data utama atau klarifikasi lebih lanjut mengenai topik tertentu yang dituangkan dalam bahan buku.

E. MUATAN AKTIVITAS PESERTA DIDIK

Aktivitas akseptor didik merupakan kegiatan/perilaku yang terjadi selama kegiatan berguru berlangsung. Kegiatan-kegiatan dimaksud yaitu kegiatan yang mengarah pada proses pembelajaran menyerupai bertanya, mengajukan pendapat, mengerjakan tugas, dan menjawab pertanyaan. Kegiatan tersebut sanggup dilakukan, baik secara individu mapun kelompok. Pada intinya, dalam melaksanakan kegiatan tersebut, terdapat kolaborasi di antara akseptor didik dan akseptor didik mempunyai tanggung jawab terhadap kegiatan yang diberikan.

Melalui kegiatan akseptor didik ini diharapkan sanggup tercipta proses pembelajaran yang menekankan keaktifan akseptor didik secara fisik, mental intelektual, dan emosional guna memperoleh hasil berguru berupa perpaduan antara sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Secara garis besar, bentuk kegiatan kepada akseptor didik sanggup berupa kegiatan berikut.

1. Penugasan secara sanggup bangun diatas kaki sendiri maupun kelompok;
2. Diskusi wacana suatu topik bahasan tertentu;
3. Menjawab pertanyaan; dan
4. Penyelesaian proyek.

Muatan kegiatan yang diberikan kepada akseptor didik merupakan potongan yang tidak terpisahkan dari buku teks pelajaran yang dicantumkan pada setiap final bab. Pemberian kegiatan kepada akseptor didik diubahsuaikan dengan karakteristik mata pelajarannya. Dengan demikian, muatan kegiatan akseptor didik tidak boleh berbentuk kumpulan soal tetapi harus berisi muatan kegiatan untuk diselesaikan akseptor didik supaya sanggup tercipta situasi berguru aktif.

Penyelesaian muatan kegiatan akseptor didik ini dibentuk dalam lembar tersendiri yang terpisah dari buku teks pelajaran. Jumlah halaman muatan kegiatan untuk akseptor didik pada setiap final Bab paling banyak berjumlah 3 (tiga) halaman.

Download / unduh selengkapnya Permendikbud Nomor 8 Tahun 2016 wacana Nomor 8 Tahun 2016 wacana Buku Yang Digunakan Oleh Satuan Pendidikan, silahkan klik pada links berikut. Semoga bermanfaat dan terimakasih... ...!

Monday, 25 February 2019

Jadi Cerdik Buku Panduan Struktur Kurikulum 2013 Paud Tk Ra Terbaru


Pendidikan nasional berfungsi membuatkan kemampuan dan membentuk tabiat serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan nasional bertujuan untuk membuatkan potensi akseptor didik biar menjadi insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Tujuan di atas secara konsisten menjadi referensi dalam membuatkan tujuan kurikulum 2013. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 wacana Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum yaitu seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan materi pelajaran serta cara yang dipakai sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai
tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut, ada dua dimensi kurikulum, yang pertama yaitu rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan materi pelajaran, sedangkan yang kedua yaitu cara yang dipakai untuk kegiatan pembelajaran.

Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini yang diberlakukan mulai tahun fatwa 2014/2015 memenuhi kedua dimensi tersebut. Untuk menerapkan kedua dimensi tersebut, seluruh pendidik dan pengelola PAUD harus memahami kerangka dan struktur kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini biar dalam penyelenggaraan kegiatan PAUD sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.

Ketepatan dalam membaca dan memahami nomenklatur yang dimaksudkan dalam Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini menjadi keharusan. Materi ini penting sebagai payung sebelum para pendidik membuatkan lebih jauh dari kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini.

Tujuan dari Pedoman Struktur K-13 PAUD Ini

  • Memberi isu yang terperinci wacana kerangka dasar dan struktur Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini.
  • Menjadi contoh bagi guru dan pengelola dalam membuatkan kurikulum
  • satuan PAUD.

Sasaran dari Pedoman Struktur K-13 PAUD Ini

  • Guru anak usia dini
  • Pengelola satuan Pendidikan Anak Usia Dini
  • Pengawas dan Penilik Pendidikan Anak Usia Dini
  • Pemangku kepentingan dari aneka macam unsur.

Buku pedoman kurikulum 2013 PAUD ini memuat dan menjelaskan tentang:

  1. Mengapa Pedoman ini di susun?
  2. Mengapa Pedoman Strukutur K-13 PAUD Ini Diperlukan?
  3. Apa Tujuan Dari Pedoman Strukutur K-13 PAUD Ini?
  4. Apa yang menjadi landasan Penyusunan Pedoman Strukutur K-13 PAUD ini?
  5. Siapa Sasaran dari Pedoman Strukutur K-13 PAUD Ini?
  6. Kerangka Dasar K-13 Paud: Apa, Mengapa Dan Bagaimana
  7. Bagaimana Pengertian Kurikulum berdasar K-13 PAUD?
  8. Apa tujuan K-13 PAUD itu?
  9. Apakah Kerangka Dasar K-13 PAUD itu?
  10. Struktur K-13 Paud: Apa, Mengapa Dan Bagaimana
  11. Apakah Struktur K-13 PAUD Itu? Dan Apa sajakah yang termasuk dalam Struktur K-13 PAUD Itu?
  12. Bagaimana memahami setiap hal terkait Struktur K-13 PAUD?
  13. Bagaimana Memahami Muatan Kurikulum?
  14. Bagaimanakah Memahami Kompetensi Inti?
  15. Bagaimakah Memahami Setiap Rumusan Kompetensi Dasar?
  16. Bagaimana Cara Melakukan Pemetaan Lingkup Perkembangan dengan Kompetensi Dasar?
  17. Bagaimana cara menghitung Lama Belajar yang diharapkan oleh setiap Satuan PAUD untuk mencapai Muatan Kurikulum, KI dan KI yang telah Ditetapkan?
  18. Bagaimana memahami Indikator Perkembangan Dalam K-13 PAUD?

Bagaimana masih merasa belum lengkap? silahkan eksklusif unduh file PDF dari wacana Buku Panduan Struktur Kurikulum 2013 PAUD Taman Kanak-kanak RA Terbaru pada link dibawah ini:

Panduan kurikulum 2013 PAUD Taman Kanak-kanak RA

Demikian dari kami, semoga bisa membantu dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Amin...

Jadi Akil Buku Panduan Evaluasi Pembelajaran K-13 Paud Ra Tk Terbaru


Pedoman Implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan pola pelaksanaan kurikulum PAUD 2013 sesuai den gan teori, fi losofi , dan landasan pengembangan kurikulum tersebut yang disertai dengan contoh-contoh penerapannya. Pedoman disusun secara sederhana, menarik, ramah semoga sanggup dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh tenaga pendidik dan kependidikan PAUD yang kondisi dan potensinya beragam, serta sanggup dijadikan tumpuan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.

Pedoman implementasi Kurikulum 2013 PAUD ini merupakan contoh yang memungkinkan pembiasaan lebih lanjut degan kondisi, potensi, dan budaya setempat. Hal penting dalam Kurikulum 2013 PAUD yakni keterbukaan dalam mendapatkan perubahan, baik perubahan dalam cara berpikir, kebiasaan, sikap, maupun cara kerja. Perubahan tersebut akan berimbas pada perubahan sikap, pengetahuan, dan keterampilan penerima didik. Buku ini sangat lengkap dan komplit alasannya yakni menjelaskan kepada kita semua terkait beberapa hal berikut ini:

  1. Apa itu Penilaian?
  2. Mengapa perlu dilakukan penilaian?
  3. Apa yang dinilai?
  4. Kapan melaksanakan evaluasi terhadap anak?
  5. Siapa yang melaksanakan evaluasi terhadap anak?
  6. Bagaimana melaksanakan proses penilaian?
  7. Perhatikan prinsip-prinsip dalam melaksanakan penilaian
  8. Lakukan proses pengamatan terhadap anak
  9. Di mana menyimpan semua data/informasi perihal anak?
  10. Bagaimana cara mengolah data/informasi perihal anak?
  11. Langkah-langkah dalam mengolah data
  12. Kompilasi hasil evaluasi data
  13. Mengisi Data ke dalam Penilaian Perkembangan Anak
  14. Bagaimana pelaporan perkembangan anak kepada orang tua?
  15. Etika Pelaporan
  16. Jenis Pelaporan
  17. Waktu Pelaporan
  18. Bentuk Pelaporan Semester

Demikian saja dari perihal Buku Panduan Penilaian Pembelajaran K-13 PAUD RA Taman Kanak-kanak Terbaru berupa format file PDF yang sanggup dengan gampang anda unduh pada link dibwah ini:

Download Panduan Penilaian Pembelajaran K-13 PAUD RA TK

Demikian dari kami semoga sanggup memperlihatkan manfaat untuk kita semua. Amin...

Jadi Bakir Buku Panduan Penyusunan Pelaksanaan Pembelajaran (Rpp) Paud Tk Ra


Pembelajaran yang baik dilaksanakan secara sistematis dan berkesinambungan. Kegiatan pembelajaran dirancang mengikuti prinsip-prinsip pembelajaran, keluasan muatan/materi, pengalaman belajar, daerah dan waktu belajar, alat/sumber belajar, model pembelajaran dan cara penilaian.

Kualitas pembelajaran sanggup diukur dan ditentukan oleh sejauh mana aktivitas pembelajaran sanggup mengubah sikap anak ke arah yang sesuai dengan tujuan kompetensi yang telah ditetapkan. Oleh sebab itu, Guru PAUD dibutuhkan bisa merancang, mengembangkan, dan melakukan aktivitas pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik, kebutuhan, dan perkembangan anak.

Rencana pelaksanaan pembelajaran merupakan rancangan bagi guru untuk melakukan aktivitas bermain yang memfasilitasi anak dalam proses belajar. Rencana pelaksanaan pembelajaran dibentuk sebelum aktivitas pembelajaran dilaksanakan. Rencana pembelajaran harus mengacu kepada karakteristik (usia, sosial budaya, dan kebutuhan individual) anak. Rambu-rambu yang harus diperhatikan dalam menyusun planning pelaksanaan pembelajaran bisa anda simak pada artikel berikut: Rambu-rambu penyusunan RPP PAUD

Apa Saja Jenis Perencanaan?


Berdasarkan Permendikbud Nomor 146 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 PAUD, Dokumen KTSP terdiri dari :

  1. Dokumen 1 berisi sekurang-kurangnya: visi, misi, tujuan satuan pendidikan, jadwal pengembangan dan bahan pembelajaran, pengaturan beban belajar, kalender pendidikan dan jadwal tahunan, dan SOP.
  2. Dokumen 2 berisi perencanaan jadwal semester (Prosem), planning pelaksanaan pembelajaran mingguan (RPPM), dan planning pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH) yang dilengkapi dengan planning evaluasi perkembangan anak.

Berkaitan dengan kiprah guru sebagai perencana, perencanaan pembelajaran wajib disusun oleh guru secara mandiri, sesuai dengan yang tertuang dalam Dokumen 2. Terdapat tiga jenis perencanaan pembelajaran yang harus disusun dan disiapkan oleh guru sebelum melakukan pembelajaran yaitu:

  1. Program Semester (Prosem)
  2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM)
  3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH)

Dalam menyusun ketiga jenis perencanaan di atas, harus mengacu pada muatan pembelajaran yang telah dirumuskan dalam Dokumen 1 (pemetaan bahan pembelajaran menurut jadwal dan kompetensi dasar).

Dalam buku panduan ini akan dijelaskan beberapa poin berikut:

  • Mengapa Guru Perlu Merencanakan Pembelajaran
  • Apa yang Dimaksud Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
  • Apa Saja Jenis Perencanaan
  • Apa dan Bagaimana Penyusunan Program Semester
  • Langkah-Langkah Penyusunan Program Semester
  • Contoh Program Pengembangan dan Muatan Pembelajaran
  • Apa dan Bagaimana Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM)
  • Identitas Program Layanan
  • Kompetensi Dasar
  • Materi Pembelajaran
  • Apa dan Bagaimana Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH)

Selengkapnya silahkan unduh file pdf dari wacana Buku Panduan Penyusunan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) PAUD Taman Kanak-kanak RA pada link dibawah ini:

Buku panduan penyusunan rpp paud

Demikian dari kami, biar bisa membantu dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Amin...

Jadi Cendekia Buku Pedoman Pengembangan Tema Pembelajaran Paud Ra Tk Kurikulum 2013


Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini menggunakan pembelajaran tematik. Pembelajaran tematik dipandang sesuai dengan pola kerja otak alasannya ialah membahas satu tema dari banyak sekali konsep dan aspek perkembangan. Penentuan tema sangat terbuka. Artinya, satuan PAUD sanggup menentukan tema yang akan dipakai dalam pembelajaran sesuai dengan minat anak, situasi dan kondisi lingkungan, serta kesiapan guru mengelola kegiatan.

Penentuan tema tidak sekadar gampang diterapkan, tetapi perlu memperhatikan beberapa prinsip biar pembelajaran yang dilaksanakan lebih menarik dan mendalam. Keluasan tema bergantung pada kemampuan guru dalam menguasai tema tersebut.

Hal penting yang harus diperhatikan guru dalam menyebarkan tema ialah kebermaknaan tema dalam membangun pengalaman berguru yang bermutu bagi anak usia dini. Oleh alasannya ialah itu dalam menentukan tema menjadi penting kalau diawali dengan identifikasi tema dan sekaligus ketertarikan anak terhadap topik tertentu. Untuk memperlihatkan wawasan kepada para guru PAUD dalam menyebarkan tema pembelajaran, maka disusun “Pedoman Pengembangan Tema dalam Pembelajaran Anak Usia Dini”. Pedoman ini diperlukan sanggup menjadi pola bagi guru dalam menyebarkan tema di forum PAUD masing-masing.

Tema ialah topik yang menjadi payung untuk mengintegrasikan seluruh konsep dan muatan pembelajaran melalui aktivitas main dalam mencapai kompetensi dan tingkat perkembangan yang diharapkan. Pembelajaran tematik ialah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa muatan pembelajaran dalam mencapai kompetensi dasar (KD) dan tingkat perkembangan yang diharapkan.

Pelaksanaan tema dan subtema sanggup dilakukan dalam aktivitas pengembangan melalui bermain dan pembiasaan. Tema bukan merupakan tujuan pembelajaran melainkan sarana untuk mengintegrasikan keseluruhan perilaku dalam pengetahuan dan keterampilan yang ingin dibangun.

Karena itulah pedoman pengembangan tema ini dibutuhkan untuk membantu penyusunan tema yang akan diajarkan. Meliputi:

  • Mengapa Harus Menggunakan Tema dalam Pembelajaran PAUD
  • Mengapa menggunakan tema
  • Apa Pengertian tema
  • Apa manfaat tema
  • Program Pengembangan apa yang dibangun melalui tema
  • Apa prinsip-prinsip dalam menentukan tema
  • Teknik Pengembangan Tema
  • Bagaimana merumuskan tema
  • Objek apa saja yang sanggup dijadikan tema
  • Seberapa luas tema sanggup dikembangkan
  • Berapa usang waktu yang dibutuhkan
  • Bagaimana merumuskan kompetensi dasar dan bahan pembelajaran dikaitkan dengan tema
  • Apakah puncak tema itu
  • Bagaimana menyebarkan aktivitas dalam transisi antartema.

Seperti itulah sekilas dari ihwal Buku Pedoman Pengembangan Tema Pembelajaran PAUD RA Taman Kanak-kanak Kurikulum 2013 yang bisa anda unduh pada link dibawah ini:

Panduan pengembangan tema paud

Demikian dari kami, semoga bisa membantu dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Amin...

Sunday, 10 February 2019

Jadi Berilmu Buku Panduan Perkembangan Motorik Bernafsu Dan Halus Pada Anak Usia 2-4 Tahun


Buku Panduan Perkembangan Motorik Kasar dan Halus Pada Anak Usia 2-4 Tahun. Selama periode usia 2 - 4 tahun, anak memperlihatkan perubahan di seluruh aspek perkembangannya. Dari bayi yang sangat bergantung pada orang lain menjadi anak yang berdikari dan sanggup bergerak bebas ke mana pun ia inginkan. Dari hanya bisa menangis, kini anak sanggup berbincang-bincang dengan asyik mengenai banyak hal dengan ibu dan ayah. Demikian pula perkembangan sosialnya. Pada periode ini anak menikmati sekali bermain dengan belum dewasa sebayanya. Ia pun berguru aneka macam keterampilan sosial dalam interaksi bersama lingkungan sosialnya.

Buku berseri ini bertujuan biar ibu dan ayah sanggup memahami aspek perkembangan anak pada enam tahun pertama kehidupannya. Dengan pemahaman tersebut, diperlukan ibu dan ayah sanggup mendampingi dan menyediakan lingkungan yang lebih baik untuk anak menyebarkan kemampuannya. Terdapat empat aspek utama perkembangan anak yang dibahas dalam serial buku ini, yaitu : aspek gerakan bergairah dan gerakan halus, bahasa, kecerdasan, dan sosial-emosi. Pemahaman yang menyeluruh dan seimbang terhadap aspek perkembangan akan lebih efektif dibandingkan fokus terhadap satu aspek saja. Setiap acara yang diberikan di dalam buku ini bisa berdampak pada beberapa aspek dan bermanfaat bagi perkembangan kemampuan anak

Ibu dan ayah sanggup memahami setiap aspek perkembangan sesuai dengan usia anak. Khusus pada buku ini akan dibahas mengenai aspek gerakan bergairah dan gerakan halus anak usia 2 hingga 4 tahun. Perkembangan gerakan bergairah dan gerakan halus anak mengalami perubahan pesat dibanding periode usia sebelumnya. Inilah masa dimana anak melatih keterampilannya biar ia menguasai keterampilan gerakan bergairah dan gerakan halus dengan lebih baik sebagai bekal ketika ia memasuki usia sekolah.

Penting diingat, tujuan utama memahami tahap perkembangan anak ialah biar kita sanggup memperlihatkan perangsangan secara berhasil guna, dengan aneka macam cara dan variasi. Untuk itu, ibu dan ayah dituntut kreatif dalam membuat kegiatan-kegiatan yang merangsang perkembangan anak. Contoh acara yang ada di dalam buku ini sanggup dikembangkan sesuai dengan keadaan masing-masing anak. Setiap anak ialah unik dan kita harus sanggup memahami keunikannya.

Hindari memaksa anak melaksanakan acara yang barangkali belum dikuasainya. Apalagi bila ibu dan ayah merasa bahwa anak lain yang seusia dengan anak sudah sanggup melakukannya. Bila anak belum sanggup melaksanakan acara yang dirangsangkan atau terlihat belum tertarik, cobalah acara yang sama beberapa kali dengan diberi rentang waktu.

Di dalam pembahasan mengenai aspek gerakan bergairah dan gerakan halus, buku ini akan memperlihatkan rujukan perangsangan dan kemampuan yang sanggup dikuasai anak pada usia tertentu. Penjelasan tersebut tidak bersifat kaku atau suatu keharusan. Ingat, setiap anak ialah unik dan hasil dari suatu perangsangan sanggup berbeda antar anak.

Perkembangan motorik bergairah dan halus anak usia 2-4 tahun


Terdapat tiga sumber yang merupakan dasar dari kemampuan anak untuk mengendalikan lengan, kaki, badan, keseimbangan, dan kerja sama, yaitu kemampuan, perangsangan, dan perubahan fisik. Kemampuan gerak bergotong-royong sudah terlihat pada 15 bulan pertama kehidupan anak. Di awal kehidupannya, anggota gerak anak bergerak tanpa arah, kemudian seiring dengan perkembangannya, anak bisa mengarahkan geraknya dengan baik.

Perangsangan yang ibu dan ayah berikan sehingga anak bisa menguasai keterampilan dasar gerak tubuh menyerupai tengkurap dan berbaring, merangkak, hingga hasilnya berjalan. Anak masih memerlukan dukungan ibu dan ayah untuk melatih keterampilannya dalam aspek gerakan bergairah dan gerakan halus.

Perubahan fisik yang terjadi semenjak tahun kedua, antara lain:

  1. Berat dan Tinggi Badan. Anak mengalami tinggi dan berat tubuh yang berkembang pesat. Kakinya menjadi lebih panjang dan otot-ototnya menjadi lebih kuat. Dengan demikian anak bisa bergerak lebih lincah, lebih cepat, dan lebih bertujuan.
  2. Otak. Ketika lahir, berat otak anak kira-kira 25% dari berat otaknya ketika ia remaja kelak. Pada usia 2 tahun, berat otaknya mencapai 75%. Perkembangan otak sejalan dengan kematangan bab otak yang memungkinkan anak mengendalikan postur tubuh dan keseimbangannya.
  3. Penglihatan. Salah satu imbas dari kematangan otak yang terjadi pada periode ini ialah kemampuan penglihatan yang membaik dan anak bisa memusatkan perhatiannya lebih akurat. Untuk sanggup melaksanakan acara fisik yang menantang secara efektif, menyerupai memanjat, berlari, melempar, dan mempertahankan keseimbangan, anak harus bisa memakai penglihatannya dengan baik.

Meskipun kemampuan geraknya berkembang dengan pesat, anak juga menyebarkan kemampuan gerakan halus untuk menyebarkan kemampuan berguru dan pemahamannya. Pada periode ini, kemampuan anak mengendalikan tangan dan jari makin berkembang. Kemampuan ini memungkinkan anak memegang benda kecil dan mengendalikan tangannya pada acara makan, serta membawa benda-benda tanpa bantuan.

Memasuki masa usia prasekolah, anak makin memperlihatkan keterampilan fisik dan gerak yang ia kembangkan sebelumnya. Tantangan-tantangan acara kolaborasi fisik menyerupai melompat, kini sanggup dilakukannya dan ia makin berusaha biar sanggup melaksanakan acara yang lain. Tentu saja, sebelum ia bisa melaksanakan acara itu secara terampil, anak akan melalui banyak latihan. Tubuhnya pun menjadi lebih lincah dan berpengaruh dari sebelumnya. Akan terlihat perbedaan yang terang antara kemampuan gerakan bergairah dan gerakan halus anak usia batita dan usia prasekolah.

Perkembangan gerakan halus menjadi sangat penting pada usia prasekolah. Bukan hanya biar anak lebih mandiri, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan penyelesaian problem dan kemampuan belajar. Di usia ini, anak mulai berlatih untuk memakai jari tangannya dalam menulis. Keterampilan menulis akan menjadi penting. Dengan kematangan otot dan saraf-sarafnya, gerakan tangan dan kolaborasi penglihatan anak menjadi lebih baik. Pilihan penggunaan tangan yang menonjol, kanan atau kidal, biasanya akan terang terlihat pada ketika anak memulai sekolah.

Penelitian menunjukkan, penggunaan tangan yang menonjol berkaitan dengan penggalan otak. Jika anak lebih sering memakai tangan kanan, berarti penggalan otak kirinya yang mengendalikan seluruh bagain tubuh sebelah kanan. Sebaliknya, kalau penggunaan tangan kiri (kidal) yang lebih menonjol, maka penggalan otak kanannyalah yang mengendalikan seluruh bab tubuh sebelah kiri. Oleh alasannya itu, ibu dan ayah tidak perlu mengubah pilihan penggunaan tangan yang dilakukan oleh anak, kanan atau kidal sama saja. Justru kalau ibu dan ayah berusaha memindahkan penggunaan tangan yang menonjol ini, penelitian menunjukan ada kemungkinan terjadi keterlambatan bicara pada anak.

Melatih motorik anak usia 2-3 tahun


Sebagai hasil dari proses fisik yang berkembang, kematangan otot dan sarafnya, anak membuat perubahan besar pada keterampilan geraknya, menyerupai melompat, berlari, memanjat, dan mempertahankan keseimbangan. Anak terlihat lebih bersemangat dalam mengikuti acara fisik.

Pada periode ini, anak sudah mengenal sejauh mana kemampuannya, apa yang sudah bisa dan belum dilakukannya. Ia pun menjadi lebih berdikari dengan tidak perlu meminta santunan kepada ibu dan ayah untuk mengambil atau meletakkan mainannya. Anak juga sudah bisa memakai sendok dan garpu dengan cukup baik, bahkan mungkin ia mulai berlatih mengenakan dan melepas pakaiannya sendiri.

Melatih motorik anak usia 3-4 tahun


Keterampilan gerak anak menjadi lebih rumit dan terkendali. Ia bisa memakai dua area perkembangan sekaligus sehingga kegiatannya pun menjadi lebih bervariasi. Bahkan, di usia ini anak mulai berlajar merencanakan taktik tertentu untuk mencapai tujuannya. Anak makin percaya diri dengan kemampuan yang ia miliki. Ia mengetahui kemampuan keseimbangannya, kerja sama, dan kekuatan ototnya. Dengan pengetahuannya ini ia lebih tertantang dalam melaksanakan acara fisik.

Bentuk permainan dan mainan untuk anak usia ini menjadi sangat bervariasi. Ia sanggup bermain bongkar pasang yang lebih rumit, memakai pensil dan krayon sebagai alat permainan. Anak ingin mencoba apa saja yang membuatnya merasa tertantang. Ia pun bahagia bermain dengan anak lain.

Masa ini ialah masa yang menyenangkan bagi perkembangan anak. Ia sudah lebih berdikari dan bisa melaksanakan hampir semua acara yang bisa dilakukan orang dewasa. Keinginannya untuk mencoba banyak hal pun menjadi sangat menarik sebagai sarana perangsangan. Tetaplah mendampingi anak dalam melaksanakan semua kegiatannya. Tetaplah bersikap menyenangkan dan santai sehingga anak pun merasa nyaman dan mau mencoba aneka macam hal gres yang belum dikuasainya. Tak lupa, beri kesempatan pada anak untuk beristirahat atau bermain sendiri. Bila ia merasa segar dan santai, anak sanggup dengan nyaman melatih keterampilannya untuk menjadi lebih baik.

Selengkapnya bisa anda download pada link berikut ini:

Buku Panduan Perkembangan Motorik Kasar dan Halus Pada Anak Usia 2-4 Tahun

Demikian dari kami, semoga bisa mambantu dan bermanfaat untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Amin...

Referensi: http://paudjateng.xahzgs.com