Sebagai admin sekolah ingin juga rasanya membagikan Contoh Perangkat Belajar Kurikulum 2013 Taman Kanak-kanak RA atau PAUD yang dapat anda download di blog tercinta ini.
Perangkat ini termasuk salah satu komponen pendukung aktivitas mencar ilmu mengajar di tingkat Taman Kanak-kanak RA atau PAUD yang terdiri dari:
Muatan bahan kurikulum 2013 PAUD KI-KD
Standar tingkat pencapaian perkembangan anak
Promes semester 1 dan 2
Rangkuman penilaian perkembangan anak
Hasil nilai perkembangan anak
Instrumen penilaian perkembangan anak
Pembagian tema pembelajaran PAUD Taman Kanak-kanak RA
Rencana aktivitas harian PAUD Taman Kanak-kanak RA
Rencana pelaksanaan pembelajaran harian
Seperti biasa, bahwa ini hanya rujukan saja sehingga perlu pembiasaan dengan forum masing-masing.
Mungkin hanya itu saja supaya anda tidak ikut mudeng menyerupai aku alasannya membaca ocehan ihwal Contoh Perangkat Belajar Kurikulum 2013 Taman Kanak-kanak RA atau PAUD. Selanjutnya silahkan lihat pada link dibawah ini:
Kurikulum yaitu seperangkat planning dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan materi pelajaran serta cara yang dipakai sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (PP 32/2013 Pasal 1 ayat 16 yang merujuk pada UU 20/2003 Pasal 1 ayat 19)
Struktur Kurikulum 2013 PAUD merupakan pengorganisasian muatan kurikulum, kompetensi inti, kompetensi dasar dan usang belajar
MUATAN KURIKULUM PROGRAM PENGEMBANGAN:
Pengembangan akhlaq sikap sosial emosional dan kemandirian
Kompetensi Inti PAUD Kompetensi Inti PAUD merupakan citra pencapaian Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak pada final layanan PAUD usia 6 (enam) tahun yang dirumuskan secara terpadu dalam bentuk:
Kompetensi Inti Sikap Spiritual (KI-1);
Kompetensi Inti Sikap Sosial (KI-2);
Kompetensi Inti Pengetahuan (KI-3); dan
Kompetensi Inti Keterampilan (KI-4).
Kompetensi dasar
Kompetensi Dasar merupakan tingkat kemampuan dalam konteks muatan pembelajaran, tema pembelajaran, dan pengalaman berguru yang mengacu pada Kompetensi Inti.
Kompetensi Dasar merupakan pembagian terstruktur mengenai dari Kompetensi Inti dan terdiri atas:
Kompetensi Dasar sikap spiritual;
Kompetensi Dasar sikap sosial;
Kompetensi Dasar pengetahuan; dan
Kompetensi Dasar keterampilan.
Kompetensi Dasar dijabarkan lebih lanjut dalam indikator pencapaian perkembangan anak.
Tidak ada indikator khusus untuk KD pada KI 1 dan KI 2
Indikator pencapaian perkembangan anak untuk KD pada KI Sikap Spiritual dan KD pada KI Sikap Sosial tidak dirumuskan secara tersendiri. Pembelajaran untuk mencapai KD-KD ini dilakukan secara tidak langsung, tetapi melalui pembelajaran untuk mencapai KD-KD pada KI Pengetahuan dan KI Keterampilan, serta melalui pembiasaan dan keteladanan. Dengan kata lain, sikap konkret anak akan terbentuk saat beliau mempunyai pengetahuan dan mewujudkan pengetahuan itu dalam bentuk hasil karya dan/atau unjuk kerja. Contoh sikap konkret itu yaitu sikap hidup sehat, jujur, peduli, rasa ingin tahu, kreatif, kritis, percaya diri, disiplin, mandiri, bisa bekerja sama, bisa menyesuaikan diri, dan santun
MUATAN PEMBELAJARAN Muatan pembelajaran yaitu cakupan materi yang ada pada kompetensi dasar sebagai materi yang akan dijadikan kegiatan-kegiatan untuk mencapai kompetensi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan.
PERENCANAAN PEMBELAJARAN
Perencanaan Program Semester (PROSEM)
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM)
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH)
Perencanaan Program Semester (PROSEM), berisi daftar tema satu semester termasuk alokasi waktu setiap tema dengan menyesuaikan hari efektif kalender pendidikan yang bersifat fleksibel. Perencanaan PROSEM:
membuat daftar tema satu semester
menentukan alokasi waktu untuk setiap tema
menentukan KI dan KD pada setiap tema
memilih, menata dan mengurutkan tema
menjabarkan tema kedalam sub tema dan sanggup dikembangkan lebih rinci lagi menjadi sub-sub tema untuk setiap semester;
mencermati kompetensi dasar yang sesuai dengan sub tema yang akan dikembangkan
RPPM
RPPM disusun untuk pembelajaran selama satu minggu. RPPM sanggup berbentuk jaringan tema atau format lain yang dikembangkan oleh satuan/lembaga PAUD yang berisi projek-projek yang akan dikembangkan menjadi kegiatan pembelajaran.
Pada final satu atau beberapa tema sanggup dilaksanakan kegiatan puncak tema. Puncak tema sanggup berupa kegiatan antara lain menciptakan kue/makanan, makan bersama, pekan raya hasil karya, pertunjukan, panen tanaman, dan kunjungan.
RPPH
RPPH yaitu perencanaan kegiatan harian yang akan dilaksanakan oleh pendidik dan/atau pengasuh pada setiap hari atau sesuai dengan kegiatan lembaga.
Komponen RPPH, antara lain: tema/sub tema/sub-sub tema, kelompok usia, alokasi waktu, kegiatan berguru (pembukaan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup), indikator pencapaian perkembangan, evaluasi perkembangan penerima didik, serta media dan sumber.
Pendekatan tematik terpadu memakai tema yang telah dipilih
Model pengelolaan kelas yang diadaptasi dengan model pembelajaran yang akan digunakan, misalnya:
model pembelajaran kelompok dengan sudut-sudut kegiatan,
model pembelajaran kelompok dengan kegiatan pengaman,
model pembelajaran area, dan
model Pembelajaran sentra
Rangkaian proses pada pendekatan saintifik yaitu: mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, mengomunikasikan
Penilaian
Penilaian proses dan hasil berguru PAUD merupakan proses pengumpulan dan mengkaji informasi secara sistematis, terukur, berkelanjutan, serta menyeluruh wacana pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak selama kurun waktu tertentu. Lingkup evaluasi semua aspek perkembangan yang dirumuskan dalam kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan.
Alur Perencanaan Pembelajaran PAUD Taman Kanak-kanak RA Pada Kurikulum 2013 PDF. Sebelumnya aku sudah share kumpulan perangkat pembelajaran yang merangkum macam-macam perangkat pembelajaran pendidikan anak usia dini menyerupai kegiatan semester / tahunan, RPP / Silabus, RPPM / RPPH dan masih banyak lagi. Karena itu, patut kiranya jikalau dilengkapi dengan alur perencanaan pembelajaran biar para pendidik lebih gampang untuk membuatnya sendiri sesuai dengan kondisi masing-masing lembaga.
Alur perencanaan pembelajaran ini aku bagikan kepada para pendidik dalam bentuk format PDF yang dapat dijadikan acuan / teladan dalam menyusun aneka macam macam perangkat pembelajaran untuk PAUD / RA / Taman Kanak-kanak / KB atau yang sederajat.
Demikian saja dari NomIfrod.com wacana Alur Perencanaan Pembelajaran PAUD Taman Kanak-kanak RA Pada Kurikulum 2013 dalam bentuk format PDF yang dapat anda download pada link berikut ini:
Program tahunan dan aktivitas semester merupakan satu kesatuan dari semua perangkat pembelajaran yang ada, dimana semua guru / pendidik harus mempunyai kedua perangkat berguru ini supaya kegiatan berguru mengajar di kelas lebih terprogram dan maksimal serta menyenangkan terhadap siswa.
Program tahunan disusun oleh forum berisi wacana planning kegiatan penerapan kurikulum yang mendukung perkembangan dan berguru anak secara holistik-integratif (baik secara langsung, maupun tidak langsung), yang akan dilaksanakan dari awal tahun pedoman sampai final tahun pedoman terdiri dari:
Kegiatan yang terkait dengan kurikulum dan pelaksanaan pembelajaran (awal-akhir bulan, awal-akhir semester, awal-akhir TA)
Kegiatan penunjang kurikulum (mendatangkan nara sumber, mengunjungi daerah yang terkait dengan tema, kegiatan bazaar anak, pentas seni anak, dll)
Kegiatan ke-orang tuaan/parenting yang mendukung kurikulum/ pembelajaran (pertemuan orang tua, hari konsultasi, dll)
Perencanaan Program Semester (PROSEM), berisi daftar tema satu semester termasuk alokasi waktu setiap tema dengan menyesuaikan hari efektif kalender pendidikan yang bersifat fleksibel. Perencanaan Program Semester:
membuat daftar tema satu semester
menentukan alokasi waktu untuk setiap tema
menentukan KI dan KD pada setiap tema
memilih, menata dan mengurutkan tema
menjabarkan tema kedalam sub tema dan sanggup dikembangkan lebih rinci lagi menjadi sub-sub tema untuk setiap semester;
mencermati kompetensi dasar yang sesuai dengan sub tema yang akan dikembangkan
Demikian sekilas dari wacana aktivitas tahunan dan aktivitas semester untuk tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD), raudlatul athfal (RA), taman kanak-kanan (TK) atau yang sederajat. Untuk pola prota promes RA Taman Kanak-kanak PAUD Kurikulum 2013 ini sanggup anda download pada link dibawah ini:
Penilaian Kompetensi Sikap Sikap bermula dari perasaan yang terkait dengan kecenderungan seseorang dalam merespon sesuatu atau objek. Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. Sikap sanggup dibentuk, sehingga terjadi sikap atau tindakan yang diinginkan. Kompetensi sikap yang dimaksud dalam panduan ini yakni ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang dan diwujudkan dalam perilaku.
Penilaian kompetensi sikap dalam pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan yang dirancang untuk mengukur sikap penerima didik sebagai hasil dari suatu acara pembelajaran. Penilaian sikap juga merupakan aplikasi suatu standar atau sistem pengambilan keputusan terhadap sikap. Kegunaan utama penilaian sikap sebagai bab dari pembelajaran yakni refleksi (cerminan) pemahaman dan kemajuan sikap penerima didik secara individual.
Cakupan Penilaian Pencapaian Kompetensi Sikap
Kurikulum 2013 membagi kompetensi sikap menjadi dua, yaitu sikap spiritual yang terkait dengan pembentukan penerima didik yang beriman dan bertakwa, dan sikap sosial yang terkait dengan pembentukan penerima didik yang berakhlak mulia, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab. Sikap spiritual sebagai perwujudan dari menguatnya interaksi vertikal dengan Tuhan Yang Maha Esa, sedangkan sikap sosial sebagai perwujudan eksistensi kesadaran dalam upaya mewujudkan harmoni kehidupan.
Pada jenjang SMP/MTs, kompetensi sikap spiritual mengacu pada KI-1: Menghargai dan menghayati anutan agama yang dianutnya, sedangkan kompetensi sikap sosial mengacu pada KI-2: Menghargai dan menghayati sikap jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
Penilaian Kompetensi Pengetahuan
Penilaian pencapaian kompetensi pengetahuan merupakan bab dari penilaian pendidikan. Dalam lampiran Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 66 Tahun 2013 perihal Standar Penilaian Pendidikan dijelaskan bahwa penilaian pendidikan merupakan proses pengumpulan dan pengolahan warta untuk mengukur pencapaian hasil berguru penerima didik yang mencakup: penilaian otentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan simpulan semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian nasional, dan ujian sekolah/madrasah. Penilaian hasil berguru penerima didik meliputi kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara berimbang sehingga sanggup dipakai untuk memilih posisi relatif setiap penerima didik terhadap standar yang telah ditetapkan.
Adapaun penilaian pengetahuan sanggup diartikan sebagai penilain potensi intelektual yang terdiri dari tahapan mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi (Anderson & Krathwohl, 2001). Seorang pendidik perlu melaksanakan penilaian untuk mengetahui pencapaian kompetensi pengetahuan penerima didik. Penilaian terhadap pengetahuan penerima didik sanggup dilakukan melalui tes tulis, tes lisan, dan penugasan. Kegiatan penilaian terhadap pengetahuan tersebut sanggup juga dipakai sebagai pemetaan kesulitan berguru penerima didik dan perbaikan proses pembelajaran. Pedoman penilaian kompetensi pengetahuan ini dikembangkan sebagai acuan teknis bagi pendidik untuk melaksanakan penilaian sebagaimana dikehendaki dalam Permendikbud Nomor 66 Tahun 2013.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013 perihal Standar Penilaian Pendidikan dalam lampirannya menuliskan bahwa untuk semua mata pelajaran di SMP, Kompetensi Inti yang harus dimiliki oleh penerima didik pada ranah pengetahuan yakni memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) menurut rasa ingin tahunya perihal ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait fenomena dan insiden tampak mata.
a.Pengetahuan Faktual
Pengetahuan faktual berisi konvensi (kesepakatan) dari elemen-elemen dasar berupa istilah atau simbol (notasi) dalam rangka memperlancar pembicaraan dalam suatu bidang disiplin ilmu atau mata pelajaran (Anderson, L. & Krathwohl, D. 2001). Pengetahuan faktual meliputi aspek-aspek pengetahuan istilah, pengetahuan khusus dan elemen-elemennya berkenaan dengan pengetahuan perihal peristiwa, lokasi, orang, tanggal, sumber informasi, dan sebagainya. Sebagai teladan dari pengetahuan faktual yakni sebagai berikut:
pengetahuan perihal langit, bumi, dan matahari;
pengetahuan perihal fakta-fakta mengenai kebudayaan dan pranata sosial;
pengetahuan perihal karya tulis ilmiah dalam bentuk buku dan jurnal;
pengetahuan perihal simbol-simbol dalam peta;
pengetahuan perihal matahari yang mengeluarkan sinar panas;
pengetahuan perihal fakta-fakta yang penting dalam bidang kesehatan;
pengetahuan perihal desa dan kota;
pengetahuan perihal bola dan bentuk peralatan olahraga lainnya;
pengetahuan perihal banyak sekali tindakan kriminal di masyarakat;
lambang-lambang dalam matematika
pengetahuan perihal banyak sekali bentuk lukisan yang dipamerkan.
b.Pengetahuan Konseptual
Pengetahuan konseptual memuat pandangan gres (gagasan) dalam suatu disiplin ilmu yang memungkinkan orang untuk mengklasifikasikan sesuatu objek itu teladan atau bukan contoh, juga mengelompokkan (mengkategorikan) banyak sekali objek. Pengetahuan konseptual meliputi prinsip (kaidah), hukum, teorema, atau rumus yang saling berkaitan dan terstruktur dengan baik (Anderson, L. & Krathwohl, D. 2001). Pengetahuan konseptual meliputi pengetahuan penjabaran dan kategori, pengetahuan dasar dan umum, pengetahuan teori, model, dan struktur. Contoh pengembangan konsep yang relevan contohnya sebagai berikut:
pengetahuan perihal teori evolusi dan rotasi bumi;
pengetahuan perihal macam-macam kekerabatan interaksi dan sistem sosial;
pengetahuan perihal struktur kalimat yang benar dan bagian-bagiannya;
pengetahuan perihal fungsi peta dalam geografi;
pengetahuan perihal hukum-hukum fisika dasar;
pengetahuan perihal makanan sehat;
pengetahuan perihal prinsip-prinsip pemerintahan desa;
pengetahuan perihal prinsip-prinsip pertandingan dan perlombaan dalam olahraga;
pengetahuan perihal dasar-dasar pengembangan huruf mulia;
pengetahuan perihal penjumlahan dan pengurangan;
pengetahuan perihal prinsip-prinsip dasar melukis.
c. Pengetahuan Prosedural
Pengetahuan prosedural yakni pengetahuan perihal bagaimana urutan langkah-langkah dalam melaksanakan sesuatu. Pengetahuan prosedural meliputi pengetahuan dari umum ke khusus dan algoritma, pengetahuan metode dan teknik khusus dan pengetahuan kriteria untuk memilih penggunaan mekanisme yang sempurna (Anderson, L. & Krathwohl, D. 2001). Contoh pengetahuan prosedural antara lain sebagai berikut:
pengetahuan perihal mekanisme pemanfaatan panas matahari sebagai sumber tenaga;
pengetahuan perihal mekanisme pendirian organisasi sosial;
pengetahuan perihal mengartikan kata yang didasarkan pada analisis struktur kalimat;
pengetahuan perihal langkah-langkah pembuatan gambar peta;
pengetahuan perihal pola makan yang baik dan sehat;
pengetahuan perihal tata cara pemilihan kepala desa;
pengetahuan perihal langkah-langkah yang benar dalam start pada nomor lari dan nomor jalan;
pengetahuan perihal langkah-langkah pengembangan huruf mulia bagi penerima didik di sekolah;
pengetahuan perihal langkah-langkah penjumlahan bilangan yang terdiri atas tiga angka;
pengetahuan perihal teknik-teknik penerapan dan pembuatan karya lukis memakai cat air di atas kanvas.
Penilaian Kompetensi Keterampilan
Penilaian pencapaian kompetensi keterampilan merupakan penilaian yang dilakukan terhadap penerima didik untuk menilaisejauh mana pencapaian SKL, KI, dan KD khusus dalam dimensi keterampilan. SKL dimensi keterampilan untuk satuan pendidikan tingkat SMP/MTs/SMPLB/Paket B yakni lulusan mempunyai kualifikasi kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah aneh dan konkret sesuai dengan yang dipelajari disekolah dan sumber lain sejenis (Permendikbud 54 tahun 2013 perihal SKL).SKL ini merupakan tagihan kompetensi minimal sehabis penerima didik menempuh pendidikan selama 3 tahun atau lebih dan dinyatakan lulus.
Cakupan penilaian dimensi keterampilan meliputi keterampilan penerima didik yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/ teori. Keterampilan ini meliputi: keterampilan mencoba, mengolah, menyaji, dan menalar. Dalam ranah konkret keterampilan ini meliputi acara menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat.Sedangkan dalam ranah abstrak, keterampilan ini meliputi acara menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang.
Itulah artikel membuatkan dari perihal Pedoman Penilaian Kompetensi Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan. Dan kalau ingin mempunyai dokument ini, bisa anda download pada link di bawah ini: