Aplikasi Raport SD dan MI. Raport ialah buku yang berisi keterangan mengenai nilai kepandaian dan prestasi belajar murid di sekolah, yang biasanya digunakan sebagai laporan guru kepada orang bau tanah siswa atau wali murid.
Raport memiliki fungsi yang berbeda-beda, yaitu:
Bagi Siswa : Mengetahui kemajuan hasil berguru diri, konsep-kosep atau teori-teori yang belum dikuasai, Memotivasi diri untuk berguru lebih baik, Memperbaiki seni administrasi belajar
Bagi Orang Tua : Mengetahui perkembangan anaknya sehingga orang tua sanggup membantu anaknya belajar, memotivasi untuk meningkatkan hasil berguru dan melengkapi kemudahan berguru di rumah.
Bagi Guru Mata Pelajaran : Sebagai feedback juga evaluasi digunakan guru untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan siswa dalam satu kelas. Hasil evaluasi harus sanggup mendorong guru biar mengajar lebih baik, dan membantu guru untuk memilih seni administrasi mengajar yang lebih tepat.
Bagi Wali Kelas : Melalui raport wali kelas sanggup mengetahui kekuatan dan kelemahan siswa dalam kelas yang diampunya wali kelas sanggup memilih seni administrasi dalam pengelolaan kelas yang menjadi tanggung jawabnya contohnya dengan menata ulang pengaturan kawasan duduk, pembagian anggota kelompok berguru dan langkah strategis lainnya untuk membantu siswa meningkatkan kompetensi siswa atau membantu mengatasi kesulitan berguru siswa yang lemah.
Revisi Penilaian Kelas Untuk SMP. Assessment is an integral component of any successful teaching effort.. students engage with subject matter based in part on their expectations about how their achievement will be evaluated. [M Lombardi, 2008]. “if you want to change student learning, then change the method of assessment.” [G Brown, et.al., 1997].
Prinsip Penilaian Mengukur capaian kompetensi siswa, Berdasar kriteria (criteria referenced), Berkelanjutan, untuk perbaikan dan peningkatan, Analisa untuk tindak lanjut pembelajaran, Sesuai pengalaman berguru siswa.
Penilaian satuan pendidikan: UTK kelas II, IV, VIII, XI, Ujian Sekolah
Penilaian eksternal (oleh Pemerintah/independent body) : UMTK kelas II, IV, VIII, XI (survey), UN (populasi)
Konsep penilaian
Penilaian dilakukan oleh pendidik baik selama proses pembelajaran (formative assessment) maupun final pembelajaran (summative assessment)
Tujuan penilaian: formatif (membentuk huruf dan perilaku, mengakibatkan pembelajar sepanjang hayat – to drive learning, terampil), diagnostik (melihat perkembangan siswa dan feedback-koreksi pembelajaran), serta mengukur achievement/capaian semoga sanggup dilakukan penilaian hasil pembelajaran
Ranah yang dinilai tidak hanya pengetahuan dan keterampilan, melainkan juga sikap dan sikap (attitude and behavior / penyesuaian dan pembudayaan)
Proses penilaian
lebih sederhana, terjangkau untuk dilakukan, tidak menjadi beban bagi guru/siswa, tetapi tetap mengutamakan prinsip dan kaidah penilaian
Penilaian yang dilakukan tidak hanya “assessment of learning” melainkan juga “assessment for learning” dan “assessment as learning”
Penilaian untuk mengetahui kesulitan berguru siswa sebagai dasar untuk melaksanakan perbaikan
Memungkinkan guru memakai isu kondisi siswa untuk pembelajaran
Formative assessment
Assessment as learning
Fokus pada pemantauan untuk meningkatkan pembelajaran siswa
Memungkinkan siswa untuk bercermin pada capaian dan kemajuan belajarnya sendiri serta menentukan sasaran belajarnya
Summative assessment
Assessment of learning
Menggambarkan capaian yang telah dicapai terhadap pola standar
Membantu guru untuk mengukur capaian siswa terhadap tujuan kompetensi dan standar yang ada
Penyempurnaan pada Penilaian Kelas
Kompetensi Inti
Penilaian Saat Ini
Penyempurnaan
Sikap Spiritual (KI-1) Sikap Sosial (KI-2)
Penilaian dilakukan pada setiap KD dengan memakai banyak sekali teknik (observasi, jurnal, penilaian diri, dan penilaian antar-teman)
KI-1 dan KI-2 tidak dinilai pada setiap KD, dinilai oleh guru berdasar observasi sikap dan sikap siswa sehari-hari dengan tujuan untuk menyebarkan sikap dan huruf (formatif), penilaian untuk laporan ditetapkan dalam rapat dewan guru.
Pengetahuan (KI-3) Keterampilan (KI-4)
Penilaian dilakukan untuk setiap KD dengan banyak sekali teknik: (1) Pengetahuan (Tes Tulis, Tes Lisan, Penugasan) dan (2) Keterampilan (Praktik, Projek, Portofolio). Adanya dikotomi penilaian otentik dan non-otentik
Guru dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan perihal banyak sekali teknik penilaian (beserta kekuatan dan kelemahan masing-masing) Guru diberi kebebasan menentukan teknik penilaian yang sesuai dengan karakteristik KD dan bahan pembelajaran Guru menyusun rencana penilaian yang sinkron dan menyatu dengan RPP Kombinasi banyak sekali teknik dan pendekatan penilaian untuk meningkatkan validitas pengukuran.
Penilaian pendidikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan isu untuk mengukur pencapaian hasil mencar ilmu akseptor didik meliputi evaluasi otentik, evaluasi diri, evaluasi berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, dan ulangan final semester yang diuraikan sebagai berikut:
1. Penilaian otentik merupakan evaluasi yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai aspek sikap, pengetahuan, keterampilan mulai dari masukan (input ), proses, hingga keluaran ( output) pembelajaran. Penilaian otentik bersifat alami, apa adanya, tidak dalam suasana tertekan.
2. Penilaian diri merupakan evaluasi yang dilakukan sendiri oleh akseptor didik secara reflektif untuk membandingkan posisi relatifnya dengan kriteria yang telah ditetapkan.
3. Penilaian berbasis portofolio merupakan evaluasi yang dilaksanakan untuk menilai keseluruhan entitas proses mencar ilmu akseptor didik termasuk penugasan perseorangan dan/atau kelompok di dalam dan/atau di luar kelas dalam kurun waktu tertentu.
4. Ulangan merupakan proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi akseptor didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil mencar ilmu akseptor didik.
5. Ulangan harian merupakan acara yang dilakukan secara periodik untuk menilai kompetensi akseptor didik setelah menuntaskan satu sub-tema. Ulangan harian terintegrasi dengan proses pembelajaran lebih untuk mengukur aspek pengetahuan, dalam bentuk tes tulis, tes lisan, dan penugasan.
6. Ulangan tengah semester merupakan acara yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi akseptor didik setelah melaksanakan 8 – 9 ahad acara pembelajaran.
7. Ulangan final semester merupakan acara yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi akseptor didik di final semester.
Selain penilaian di atas, ada beberapa jenis evaluasi antara lain:
Ujian Tingkat Kompetensi yang selanjutnya disebut UTK merupakan acara pengukuran yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk mengetahui pencapaian tingkat kompetensi. Cakupan UTK meliputi sejumlah Kompetensi Dasar yang merepresentasikan Kompetensi Inti pada tingkat kompetensi tersebut.
Ujian Mutu Tingkat Kompetensi yang selanjutnya disebut UMTK merupakan acara pengukuran yang dilakukan oleh pemerintahuntuk mengetahui pencapaian tingkat kompetensi. Cakupan UMTK meliputi sejumlah Kompetensi Dasar yang merepresentasikanKompetensi Inti pada tingkat kompetensi tersebut.
Penilaian dilakukan secara holistik meliputi aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan untuk setiap jenjang pendidikan, baik selama pembelajaran berlangsung (penilaian proses) maupun setelah pembelajaran usai dilaksanakan (penilaian hasil belajar). Pada jenjang pendidikan dasar, proporsi pelatihan huruf lebih diutamakan dari pada proporsi pelatihan akademik.
Penilaian di SD dilakukan dalam aneka macam teknik untuk semua kompetensi dasar yang dikategorikan dalam tiga aspek, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
1. Sikap a. Contoh muatan KI-1 (sikap spiritual) antara lain:
Ketaatan beribadah
Berperilaku syukur
Berdoa sebelum dan setelah melaksanakan kegiatan
Toleransi dalam beribadah
b. Contoh muatan KI-2 (sikap sosial) antara lain:
Jujur
Disiplin
Tanggung jawab
Santun
Peduli
Percaya diri
Bisa ditambahkan lagi sikap-sikap yang lain sesuai kompetensi dalam pembelajaran, misal : kerja sama, ketelitian, ketekunan, dll..
Penilaian apek sikap dilakukan melalui observasi, evaluasi diri, evaluasi antarteman, dan jurnal.
Observasi
Merupakan teknik evaluasi yang dilakukan secara berkesinambungan dengan memakai indera, baik secara pribadi maupun tidak pribadi dengan memakai format observasi yang berisi sejumlah indikator sikap yang diamati. Hal ini dilakukan dikala pembelajaran maupun diluar pembelajaran.
Penilaian Diri
Merupakan teknik evaluasi dengan cara meminta akseptor didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang dipakai berupa lembar evaluasi diri.
Penilaian Antarteman
Merupakan teknik evaluasi dengan cara meminta akseptor didik untuk saling menilai terkait dengan sikap dan sikap keseharian akseptor didik. Instrumen yang dipakai berupa lembar evaluasi antarpeserta didik.
Jurnal Catatan Guru
Merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi isu hasil pengamatan wacana kekuatan dan kelemahan akseptor didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku. Jurnal bisa dikatakan sebagai catatan yang berkesinambungan dari hasil observasi.
2. Pengetahuan Aspek Pengetahuan sanggup dinilai dengan cara berikut:
Tes tulis
Tes tulis ialah tes yang soal dan jawabannya tertulis berupa pilihan ganda, isian, Benar-salah, menjodohkan, dan uraian.
Tes Lisan
Tes verbal berupa pertanyaan- pertanyaan yang diberikan guru secara ucap (oral) sehingga akseptor didik merespon pertanyaan tersebut secara ucap juga, sehingga menjadikan keberanian. Jawaban sanggup berupa kata, frase, kalimat maupun faragraf yang diucapkan.
Penugasan
Penugasan ialah evaluasi yang dilakukan oleh pendidik yang sanggup berupa pekerjaan rumah baik secara individu ataupun kelompok sesuai dengan karakteristik tugasnya.
3. Keterampilan Aspek keterampilan sanggup dinilai dengan cara berikut:
Kinerja atau Performance
ialah suatu evaluasi yang meminta siswa untuk melaksanakan suatu kiprah pada situasi yang sebetulnya yang mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Misalnya kiprah memainkan alat musik, memakai mikroskop, menyanyi, bermain peran, menari. Contoh evaluasi tes performance atau kinerja akan diberikan pada pecahan Implementasi pada pecahan selanjutnya.
Projek
Penilaian Projek merupakan evaluasi terhadap kiprah yang mengandung pemeriksaan dan harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut meliputi perencanaan, pelaksanaan, pelaporan. Projek juga akan menunjukkan isu wacana pemahaman dan pengetahuan siswa pada pembelajaran tertentu, kemampuan siswa dalam mengaplikasikan pengetahuan, dan kemampuan siswa untuk mengomunikasikan informasi.
Penilaian projek sangat dianjurkan alasannya ialah membantu membuatkan ketrampilan berpikir tinggi (berpikir kritis, pemecahan masalah, berpikir kreatif) akseptor didik . contohnya menciptakan laporan pemanfaatan energy di dalam kehidupan, menciptakan laporan hasil pengamatan pertumbuhan tanaman.
Portofolio
Penilaian dengan memanfaatkan Portofolio merupakan evaluasi melalui sekumpulan karya akseptor didik yang tersusun secara sistematis dan terorganisasi yang dilakukan selama kurun waktu tertentu. Portofolio dipakai oleh guru dan akseptor didik untuk memantau secara terus menerus perkembangan pengetahuan dan keterampilan akseptor didik dalam bidang tertentu. Dengan demikian evaluasi portofolio menunjukkan citra secara menyeluruh wacana proses & pencapaian hasil mencar ilmu akseptor didik.
Portofolio merupakan pecahan terpadu dari pembelajaran sehingga guru mengetahui sedini mungkin kekuatan dan kelemahan akseptor didik dalam menguasai kompetensi pada suatu tema.Misalnya kompetensi pada tema “selalu berhemat energy”.Contoh kompetensi menciptakan laporan hasil percobaan. Kemampuan menciptakan laporan hasil percobaan tentu tidak seketika dikuasai akseptor didik, tetapi membutuhkan proses panjang, dimulai dari penulisan draf, perbaikan draf, hingga laporan final yang siap disajikan. Selama proses ini diharapkan bimbingan guru melalui catatan-catatan wacana karya akseptor didik sebagai masukan perbaikan lebih lanjut.
Kumpulan karya anak semenjak draf hingga laporan final berserta catatan-catatan sebagai masukan guru inilah, yang menjadi potofolio.
Di samping memuat karya-karya anak beserta catatan guru, terkait kompetensi menciptakan laporan hasil percobaan tersebut di atas, portofolio juga bisa memuat catatan hasil evaluasi diri dan sobat sejawat wacana kompetensi yang sama serta sikap dan sikap sehari hari akseptor didik yang bersangkutan.
Agar penilaian portofolio berjalan efektif guru beserta akseptor didik perlu menentuan hal-hal yang harus dilakukan dalam memakai portofolio Sebagai berikut:
masing-masing akseptor didik mempunyai porto folio sendiri yang di dalamnya memuat hasil mencar ilmu siswa setiap muatan pelajaran atau setiap kompetensi.
menentukan hasil kerja apa yang perlu dikumpulan/disimpan.
sewaktu waktu akseptor didik diharuskan membaca catatan guru yang berisi komentar, masukkan dan tindakan lebih lanjut yang harus dilakukan akseptor didik dalam rangka memperbaiki hasil kerja dan sikap.
peserta didik dengan kesadaran sendiri menindaklanjuti catatan guru.
catatan guru dan perbaikan hasil kerja yang dilakukan akseptor didik perlu diberi tanggal, sehingga perkembangan kemajuan mencar ilmu akseptor didik sanggup terlihat.
Bagi sekolah, hasil penilaian prestasi kerja sangat penting dalam rangka pelatihan dan pengembangan karier, antara lain untuk mengidentifikasi kebutuhan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan, promosi, dan banyak sekali aspek lain dari keseluruhan proses administrasi sumber daya insan secara efektif dan efisien.
Oleh sebab itu, hasil penilaian prestasi kerja sanggup menunjukkan apakah guru, kepala sekolah, dan guru diberi kiprah komplemen sudah memenuhi sasaran atau sasaran yang telah direncanakan baik secara kualitas, kuantitas, waktu, dan/atau biaya serta menunjukkan sikap kerja dalam pelaksanaan tugasnya.
Tujuan Penilaian Prestasi Kerja
Penilaian prestasi kerja ini bertujuan untuk menjamin obyektivitas pelatihan yang dilakukan menurut sistem prestasi kerja yang berdampak pada peningkatan karir dalam jabatan dan kepangkatan.
Manfaat Penilaian Prestasi Kerja
Penilaian prestasi kerja merupakan hasil penilaian kinerja dalam jangka waktu tertentu dan sebagai alat kendali biar setiap kegiatan pelaksanaan kiprah pokok selaras dengan tujuan yang telah ditetapkan dalam renstra dan planning kerja tahunan sekolah. Penilaian prestasi kerja dilaksanakan oleh pejabat penilai sekali dalam satu tahun yang dilakukan untuk menilai prestasi kerja dari bulan Januari hingga dengan Desember.
Hasil penilaian prestasi kerja dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan penetapan keputusan kebijakan pelatihan prestasi dan karier, yang berkaitan dengan bidang-bidang sebagai berikut.
Bidang Pekerjaan Sebagai dasar pertimbangan dalam kebijakan perencanaan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia, serta kegiatan perancangan pekerjaan dalam organisasi.
Bidang Pengangkatan dan Penempatan Sebagai dasar pertimbangan dalam proses rekrutmen, seleksi dan penempatan serta penugasan sesuai dengan kompetensi dan prestasi kerjanya.
Bidang Pengembangan Sebagai dasar pertimbangan pengembangan karier dan pengembangan kemampuan serta keterampilan yang berkaitan dengan referensi karier dan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan.
Bidang Penghargaan Sebagai dasar pertimbangan dukungan penghargaan dengan berbasis prestasi kerja menyerupai kenaikan pangkat, kenaikan gaji, promosi, atau kompensasi dan lain-lain.
Bidang Disiplin Sebagai dasar peningkatan kinerja dan kewajiban sebagai pegawai dalam mematuhi peraturan perundang-undangan perihal disiplin PNS
Penilaian prestasi kerja dilakukan menurut prinsip-prinsip sebagai berikut:
Obyektif Penilaian Prestasi Kerja harus sesuai dengan keadaan yang bekerjsama tanpa dipengaruhi oleh pandangan atau penilaian subyektif langsung dari pejabat penilai terhadap guru, kepala sekolah, dan guru yang diberi kiprah komplemen yang dinilai.
Terukur penilaian prestasi kerja harus sanggup diukur secara kuantitatif dan kualitatif sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
Akuntabel seluruh hasil penilaian prestasi kerja harus sanggup dipertanggung- jawabkan kepada pejabat yang berwenang.
Partisipatif seluruh proses penilaian prestasi kerja harus melibatkan secara aktif antara pejabat penilai dengan guru, kepala sekolah, dan guru yang diberi kiprah komplemen yang dinilai melalui proses diskusi untuk mencapai janji antara pejabat penilai dengan PNS yang dinilai.
Transparan seluruh proses dan hasil penilaian prestasi kerja terbuka dan tidak bersifat rahasia.
Tepat Waktu kegiatan diimplementasikan segera sesudah SKP ditandatangani sesuai dengan planning yang telah ditetapkan.
Pengembangan kegiatan yang dituangkan dalam SKP merupakan kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja kini dan yang akan datang, bukan hanya untuk mengukur kinerja yang telah berlalu.
Kali ini saya bagikan Model raport kurikulum 2013 untuk sd smp sma smk. Ini hanya teladan saja, selebihnya silahkan sesuaikan dengan kondisi di sekolah masing-masing. Dan untuk tingkat RA Taman Kanak-kanak PAUD, saya sudah buat file raport RA TK di artikel tersebut.
Penilaian kelas yaitu suatu perjuangan mengumpulkan dan menafsirkan banyak sekali gosip secara sistematis, berkala, berkelanjutan, menyeluruh ihwal proses dan hasil dari pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak melalui pembelajaran dan menginterpretasi gosip tersebut untuk menciptakan keputusan-keputusan.
Penilaian dilakukan melalui langkah-langkah perencanaan, pengumpulan gosip melalui sejumlah bukti yang mengatakan pencapaian hasil mencar ilmu anak didik, pelaporan, dan penggunaan gosip ihwal hasil mencar ilmu anak didik. Penilaian di Taman Kanak-kanak (TK) dilaksanakan melalui banyak sekali cara, menyerupai evaluasi hasil kerja anak melalui kumpulan hasil kerja/karya anak (portfolio), evaluasi produk, evaluasi proyek dan evaluasi unjuk kerja (performance ) anak didik.
Penilaian tidak hanya dilakukan di dalam kelas tetapi juga di luar kelas secara formal dan informal, atau dilakukan seca ra khusus. Penilaian dilakukan secara terpadu dengan kegiatan mencar ilmu mengajar. Data yang diperoleh guru selama pembelajaran berlangsung sanggup dijaring dan dikumpulkan melalui mekanisme dan alat evaluasi yang sesuai dengan kompetensi atau hasil mencar ilmu yang akan dinilai.
Manfaat Penilaian Kelas
Memberikan gosip ihwal tingkat pencapaian kompetensi anak yang berkaitan dengan bidang pengembangan adaptasi dan bidang pengembangan kemampuan dasar.
Memberikan umpan balik kepada guru untuk memperbaiki aktivitas dan kegiatan pembelajaran.
Sebagai materi pertimbangan bagi guru untuk melaksanakan kegiatan bimbingan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.
Sebagai materi pertimbangan bagi guru untuk menempatkan anak dalam kegiatan yang sesuai deng an minat dan kebutuhannya.
Memberikan informasi kepada orang tua ihwal pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak sebagai bentuk pertanggung-jawaban TK.
Sebagai gosip bagi orang renta untuk melaksanakan pendidikan keluarga yang sesuai dan berkesinambungan dengan proses pembelajaran di TK.
Sebagai materi masukan bagi banyak sekali pihak dalam rangka training selanjutnya terhadap anak didik.
Menemukan kesulitan mencar ilmu dan kemungkinan prestasi yang bisa dikembangkan anak.
Sebagai alat untuk mendiagnosis dan memilih perlakuan (treatment) yang sesuai untuk anak, serta me mbantu guru memilih apakah seseorang perlu mengikuti remedial atau pengayaan.
Penilaian dilakukan secara teratur dan terprogram dengan baik, dan dilakukan secara terpadu antara kegiatan mencar ilmu mengajar dan penilaian.
2. Menyeluruh
Penilaian harus dilakukan secara menyeluruh meliputi semua aspek perkembangan anak baik budpekerti dan nilai-nilai agama, sosial emosional, kemandirian, kognitif, fisik/motorik, bahasa, dan seni. Penilaian harus memakai bermacam-macam cara dan alat untuk menilai bermacam-macam kompetensi anak, sehingga tergambar profil kompetensi anak
3. Berkesinambungan
Penilaian dilakukan secara terencana, bertahap dan terus menerus untuk memperoleh citra ihwal pertumbuhan dan perkembangan anak didik dalam kurun waktu tertentu.
4. Obyektif
Penilaian dilakukan terhadap semua aspek perkembangan sebagaimana adanya, harus bersifat adil, dan harus mempertimbangkan banyak sekali kebutuhan khusus anak.
5. Mendidik
Proses dan hasil evaluasi sanggup dijadikan dasar untuk memotivasi, menyebarkan dan membina anak semoga tumbuh dan berkembang secara optimal.
6. Kebermaknaan
Hasil evaluasi harus memiliki arti dan bermanfaat bagi guru, orang tua, anak didik, dan pihak lain.
Memandang evaluasi dan kegiatan belajar-mengajar secara terpadu.
Mengembangkan seni administrasi yang mendorong dan memperkuat evaluasi sebagai cermin diri.
Melakukan banyak sekali seni administrasi evaluasi di dalam aktivitas pengajaran untuk menyediakan banyak sekali jenis gosip ihwal hasil mencar ilmu anak.
Mempertimbangkan banyak sekali kebutuhan khusus anak.
Mengembangkan dan menyediakan sistem pencatatan yang bervariasi dalam pengamatan kegiatan mencar ilmu anak.
Menggunakan cara dan alat evaluasi yang bervariasi. Penilaian kelas sanggup dilakukan dengan cara tertulis, lisan, produk portofolio, unjuk kerja, proyek, dan tingkah laku.
Aplikasi Cetak Rekap Nilai Siswa UTS UAS dan Raport. Aplikasi ini mempunyai kegunaan bagi guru kelas / wali kelas untuk me-rekap semua nilai siswa SD / MI, kelas 1 2 3 4 5 dan 6 semua mata pelajaran, baik itu nilai UTS, UAS, atau Raport.
Isi Aplikasi Cetak Rekap Nilai Siswa UTS UAS dan Raport ini sebagai berikut:
Contoh Format Rekap Nilai Ujian Nasional. Format Rekapitulasi Nilai Ujian Sekolah dan Nilai Ujian Nasional ini merupakan kumpulan hasil nilai ujian siswa baik ujian nasional atau ujian sekolah / madrasah yang dipakai sebagai referensi / pedoman pada waktu pengisian nilai ijazah / SKHU.
Contoh Format Rekapitulasi Nilai Ujian Sekolah dan Nilai Ujian Nasional ini juga dapat dipakai sebagai rekapitulasi nilai ujian semester. Karena kolom mata pelajaran hanya 3 maka harus menambah kolom untuk semua mata pelajaran termasuk muatan lokal (mulok).
Anda dapat nonton preview dibawah ini:
Dan untuk selanjutnya silahkan anda unduh pada link dibawah ini:
Standar Kompetensi Lulusan SD / MI / SDLB / Paket A, Sekolah Menengah Pertama / MTs / SMPLB / Paket B; dan Sekolah Menengan Atas / MA / SMALB / Paket C sesuai dengan Permendikbud No 20 2016 Terbaru. Standar Kompetensi Lulusan yaitu kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Standar Kompetensi Lulusan dipakai sebagai contoh utama pengembangan standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan.
Standar Kompetensi Lulusan terdiri atas kriteria kualifikasi kemampuan akseptor didik yang dibutuhkan sanggup dicapai sehabis menuntaskan masa belajarnya di satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Setiap lulusan satuan pendidikan dasar dan menengah mempunyai kompetensi pada tiga dimensi yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan untuk jenjang pendidikan SD / MI / SDLB / Paket A, Sekolah Menengah Pertama / MTs / SMPLB / Paket B; dan Sekolah Menengan Atas / MA / SMALB / Paket C sesuai dengan Permendikbud No 20 2016.
Untuk mengetahui ketercapaian dan kesesuaian antara Standar Kompetensi Lulusan dan lulusan dari masing-masing satuan pendidikan dan kurikulum yang dipakai pada satuan pendidikan tertentu perlu dilakukan monitoring dan penilaian secara terpola dan berkelanjutan dalam setiap periode. Hasil yang diperoleh dari monitoring dan penilaian dipakai sebagai materi masukan bagi penyempurnaan Standar Kompetensi Lulusan di masa yang akan datang.
Dokumen standar kompetensi lulusan untuk jenjang pendidikan SD / MI / SDLB / Paket A, Sekolah Menengah Pertama / MTs / SMPLB / Paket B; dan Sekolah Menengan Atas / MA / SMALB / Paket C sesuai dengan Permendikbud No 20 2016 ini bisa anda unduh pada link dibawah ini:
Aplikasi Penilaian Kurikulum 2013 Kelas 1 dan Kelas 4 Revisi 2016 format excel ini akan mempermudah para guru / pendidik dalam melaksanakan evaluasi terhadap siswa. Karena aplikasi ini lengkap dengan data siswa, biodata diri, ketidakhadiran siswa, prestasi, ekstra kurikuler, raport, lengkap dengan panilaian pengetahuan (K3) dan keterampilan (K4), K-1 PAI dan tematik, K-2 PAI dan tematik, dan lain-lain.
Penilaian hasil berguru dilakukan oleh pendidik, satuan pendidikan, pemerintah/lembaga mandiri. Penilaian hasil berguru dilakukan dalam bentuk evaluasi otentik, evaluasi diri, evaluasi proyek, UH, UTS, UAS, UTK, UMTK, US dan UN.
Pelaksanaan dan pelaporan oleh pendidik berupa : a. nilai/diskripsi pencapaian kompetensi (pengetahuan/ketrampilan) b. Deskripsi perilaku (kompetensi perilaku spiritual dan perilaku soaial ) Pelaksanaan dan pelaporan satuan pendidikan : dimulai darimenentukan kriteria minimal tingkat pencapaian kompetensi tiap mapel hingga dengan terbit ijazah.
Ruang Lingkup Penilaian yang mencakup : Kompetensi sikap, pengetahuan dan ketrampilan Teknik dan Instrumen Penilaian
Demikian dari wacana Aplikasi Penilaian Kurikulum 2013 SD MI Kelas 1 dan Kelas 4 Revisi 2016 format excel, agar dapat membantu anda sahabat guru / pendidik. Untuk lebih kelasnya silahkan unduh pada link dibawah ini:
Contoh Format Laporan Pencapaian Perkembangan Anak (LPPA) PAUD Taman Kanak-kanak RA Kurikulum 2013 ini berupa catatan seluruh kemajuan pertumbuhan fisik anak mencakup berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, panca indera, kesehatan secara umum, dll. Juga mengenai seluruh kemajuan perkembangan anak menurut kompetensi yang dicapai anak mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan.
Diawali dengan menguraikan kekuatan penerima didik dengan cara yang unik dan bermakna yang sanggup menjadi bab dari gambaran diri penerima didik serta menghindari pernyataan yang bersifat negatif.
Contoh pernyataan positif
anak unggul dalam...
menunjukkan inisiatif dalam hal ...
dapat berhubungan ...
bangga dengan karyanya ...
mau mendengarkan ...
dapat memberikan ide/gagasan ...
bekerja dengan rapi ...
menunjukkan pekerjaan dengan tuntas ...
memahami dengan cepat ...
sangat disukai oleh teman-teman ...
Contoh pernyataan yang harus dihindari misalnya:
anak tidak pernah ...
anak tidak akan ...
anak tidak sanggup ...
anak akan selalu ...
Untuk menghindari kesan negatif dalam mengomentari kelemahan anak sanggup memakai bahasa yang positif misalnya:
anak lebih menyukai...
anak ramah dan lebih disukai
anak akan sanggup manfaat dari berlatih...
anak memberikan peningkatan dalam ...
Beberapa pola kalimat yang sanggup mendorong
anak telah membuatkan perilaku positif terhadap ...
anak telah maju dalam ...
anak telah memberikan cita-cita untuk ...
anak telah memberikan kemajuan dalam ...
anak telah memberikan peningkatan yang konkret ...
anak telah memberikan keterampilan sosial ...
anak telah memberikan antusias untuk ...
anak bahagia berguru untuk ...
anak menjadi berdikari ...
anak sedang membuatkan keterampilan konsentrasi ...
anak mulai mendapat kepercayaan diri ...
anak menjadi pendengar yang baik ...
anak sedang membuatkan cara yang lebih positif untuk berinteraksi dengan orang lain ...
anak bersifat kooperatif dikala bekerja dalam kelompok ...
Kalimat di atas merupakan pola yang sanggup dipakai dalam menciptakan deskripsi pertumbuhan dan perkembangan penerima didik di LPPA. Format dan muatan khusus (keagamaan, kesenian, budaya, bahasa daerah) LPPA sanggup dikembangkan sesuai dengan kondisi daerah, satuan PAUD/lembaga PAUD, penerima didik.
Selengkapnya sanggup anda download pada link dibawah ini:
Penilaian proyek merupakan acara evaluasi terhadap suatu kiprah yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu pemeriksaan semenjak dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data. Penilaian proyek sanggup dipakai untuk mengetahui pemahaman, kemampuan mengaplikasikan, kemampuan penyelidikan dan kemampuan menginformasikan penerima didik pada mata pelajaran tertentu secara jelas.
Dalam evaluasi proyek setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu dipertimbangkan yaitu:
Kemampuan pengelolaan; Kemampuan penerima didik dalam menentukan topik, mencari info dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan.
Relevansi; Kesesuaian dengan mata pelajaran, dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam pembelajaran.
Keaslian; Proyek yang dilakukan penerima didik harus merupakan hasil karyanya, dengan mempertimbangkan donasi guru berupa petunjuk dan derma terhadap proyek penerima didik.
Teknik Penilaian Proyek
Penilaian proyek dilakukan mulai dari perencanaan, proses pengerjaan, hingga hasil simpulan proyek. Untuk itu, guru perlu tetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai, menyerupai penyusunan disain, pengumpulan data, analisis data, dan penyiapkan laporan tertulis. Laporan kiprah atau hasil penelitian juga sanggup disajikan dalam bentuk poster. Pelaksanaan evaluasi sanggup memakai alat/instrumen evaluasi berupa daftar cek ataupun skala penilaian.
Untuk selengkapnya, bisa anda unduh file teknik evaluasi proyek ini, lengkap dengan Contoh Penilaian Proyek, Penilaian Kinerja ilmiah. Pada artikel berikut ini: contoh model evaluasi kelas
Demikian dari kami, biar bisa mambantu dan bermanfaat untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Amin...
Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan seseorang dalam merespon sesuatu/objek. Sikap juga sebagai lisan dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. Sikap sanggup dibentuk, sehingga terjadinya sikap atau tindakan yang diinginkan.
Sikap terdiri dari tiga komponen, yakni: afektif, kognitif, dan konatif. Komponen afektif yaitu perasaan yang dimiliki oleh seseorang atau penilaiannya terhadap sesuatu objek. Komponen kognitif yaitu kepercayaan atau keyakinan seseorang mengenai objek. Adapun komponen konatif yaitu kecenderungan untuk berperilaku atau berbuat dengan cara-cara tertentu berkenaan dengan kehadiran objek sikap.
Secara umum, objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran aneka macam mata pelajaran yaitu sebagai berikut.
Sikap terhadap bahan pelajaran. Peserta didik perlu mempunyai sikap nyata terhadap mata pelajaran. Dengan sikap`positif dalam diri penerima didik akan tumbuh dan berkembang minat belajar, akan lebih gampang diberi motivasi, dan akan lebih gampang menyerap bahan pelajaran yang diajarkan.
Sikap terhadap guru/pengajar. Peserta didik perlu mempunyai sikap nyata terhadap guru. Peserta didik yang tidak mempunyai sikap nyata terhadap guru akan cenderung mengabaikan hal-hal yang diajarkan. Dengan demikian, penerima didik yang mempunyai sikap negatif terhadap guru/pengajar akan sukar menyerap bahan pelajaran yang diajarkan oleh guru tersebut.
Sikap terhadap proses pembelajaran. Peserta didik juga perlu mempunyai sikap nyata terhadap proses pembelajaran yang berlangsung. Proses pembelajaran meliputi suasana pembelajaran, strategi, metodologi, dan teknik pembelajaran yang digunakan. Proses pembelajaran yang menarik, nyaman dan menyenangkan sanggup menumbuhkan motivasi mencar ilmu penerima didik, sehingga sanggup mencapai hasil mencar ilmu yang maksimal.
Sikap berkaitan dengan nilai atau norma yang bekerjasama dengan suatu bahan pelajaran. Misalnya masalah atau duduk kasus lingkungan hidup, berkaitan dengan bahan Biologi atau Geografi. Peserta didik juga perlu mempunyai sikap yang tepat, yang dilandasi oleh nilai-nilai nyata terhadap masalah lingkungan tertentu (kegiatan pelestarian/kasus perusakan lingkungan hidup). Misalnya, penerima didik mempunyai sikap nyata terhadap kegiatan pemberian satwa liar. Dalam masalah yang lain, penerima didik mempunyai sikap negatif terhadap kegiatan ekspor kayu glondongan ke luar negeri.
Teknik Penilaian Sikap
Penilaian sikap sanggup dilakukan dengan beberapa cara atau teknik. Teknik-teknik tersebut antara lain: observasi perilaku, pertanyaan langsung, dan laporan pribadi. Teknik-teknik tersebut secara ringkas sanggup diuraikan sebagai berikut.
a). Observasi perilaku
Perilaku seseorang pada umumnya menawarkan kecenderungan seseorang dalam sesuatu hal. Misalnya orang yang biasa minum kopi sanggup dipahami sebagai kecenderungannya yang bahagia kepada kopi. Oleh alasannya itu, guru sanggup melaksanakan observasi terhadap penerima didik yang dibinanya. Hasil observasi sanggup dijadikan sebagai umpan balik dalam pembinaan.
Observasi sikap di sekolah sanggup dilakukan dengan memakai buku catatan khusus perihal kejadian-kejadian berkaitan dengan penerima didik selama di sekolah. Berikut teladan format buku catatan harian.
b). Pertanyaan langsung
Kita juga sanggup menanyakan secara pribadi perihal sikap seseorang berkaitan dengan sesuatu hal. Misalnya, bagaimana tanggapan penerima didik perihal kebijakan yang gres diberlakukan di sekolah mengenai "Peningkatan Ketertiban".
Berdasarkan balasan dan reaksi lain yang tampil dalam memberi balasan sanggup dipahami sikap penerima didik itu terhadap objek sikap. Dalam evaluasi sikap penerima didik di sekolah, guru juga sanggup memakai teknik ini dalam menilai sikap dan membina penerima didik.
c). Laporan pribadi
Melalui penggunaan teknik ini di sekolah, penerima didik diminta menciptakan ulasan yang berisi pandangan atau tanggapannya perihal suatu masalah, keadaan, atau hal yang menjadi objek sikap. Misalnya, penerima didik diminta menulis pandangannya perihal "Kerusuhan Antaretnis" yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia. Dari ulasan yang dibuat oleh penerima didik tersebut sanggup dibaca dan dipahami kecenderungan sikap yang dimilikinya.
Untuk selengkapnya, sanggup anda unduh file teknik evaluasi sikap ini, lengkap dengan teladan format pengamatan sikap, teladan evaluasi sikap, teladan format evaluasi sikap dalam praktek, teladan isi buku catatan harian,. Pada artikel berikut ini: contoh model evaluasi kelas
Demikian dari kami, supaya sanggup mambantu dan bermanfaat untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Amin...
Penilaian portofolio merupakan evaluasi berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan gosip yang memperlihatkan perkembangan kemampuan akseptor didik dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut sanggup berupa karya akseptor didik dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh akseptor didik.
Penilaian portofolio intinya menilai karya-karya siswa secara individu pada satu periode untuk suatu mata pelajaran. Akhir suatu priode hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleg guru dan akseptor didik. Berdasarkan gosip perkembangan tersebut, guru dan akseptor didik sendiri sanggup menilai perkembangan kemampuan akseptor didik dan terus melaksanakan perbaikan. Dengan demikian, portofolio sanggup memperlihatkan perkembangan kemajuan berguru akseptor didik melalui karyanya, antara lain: karangan, puisi, surat, komposisi, musik.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan evaluasi portofolio di sekolah, antara lain:
Karya siswa yaitu benar-benar karya akseptor didik itu sendiri. Guru melaksanakan penelitian atas hasil karya akseptor didik yang dijadikan materi evaluasi portofolio semoga karya tersebut merupakan hasil karya yang dibentuk oleh akseptor didik itu sendiri.
Saling percaya antara guru dan akseptor didik; Dalam proses evaluasi guru dan akseptor didik harus mempunyai rasa saling percaya, saling memerlukan dan saling membantu sehingga terjadi proses pendidikan berlangsung dengan baik.
Kerahasiaan bersama antara guru dan akseptor didik; Kerahasiaan hasil pengumpulan gosip perkembangan akseptor didik perlu dijaga dengan baik dan tidak disampaikan kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan sehingga memberi imbas negatif proses pendidikan
Milik bersama (joint ownership) antara akseptor didik dan guru; Guru dan akseptor didik perlu mempunyai rasa mempunyai berkas portofolio sehingga akseptor didik akan merasa mempunyai karya yang dikumpulkan dan hasilnya akan berupaya terus meningkatkan kemampuannya.
Kepuasan; Hasil kerja portofolio sebaiknya berisi keterangan dan atau bukti yang memperlihatkan dorongan akseptor didik untuk lebih meningkatkan diri.
Kesesuaian; Hasil kerja yang dikumpulkan yaitu hasil kerja yang sesuai dengan kompetensi yang tercantum dalam kurikulum.
Penilaian proses dan hasil; Penilaian portofolio menerapkan prinsip proses dan hasil. Proses berguru yang dinilai contohnya diperoleh dari catatan guru wacana kinerja dan karya akseptor didik.
Penilaian dan pembelajaran; Penilaian portofolio merupakan hal yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran. Manfaat utama evaluasi ini sebagai diagnostik yang sangat berarti bagi guru untuk melihat kelebihan dan kekurangan akseptor didik.
Teknik Penilaian Portofolio
Teknik evaluasi portofolio di dalam kelas memerlukan langkah-langkah sebagai berikut:
Jelaskan kepada akseptor didik bahwa penggunaan portofolio, tidak hanya merupakan kumpulan hasil kerja akseptor didik yang dipakai oleh guru untuk penilaian, tetapi dipakai juga oleh akseptor didik sendiri. Dengan melihat portofolionya akseptor didik sanggup mengetahui kemampuan, keterampilan, dan minatnya. Proses ini tidak akan terjadi secara spontan, tetapi membutuhkan waktu bagi akseptor didik untuk berguru meyakini hasil evaluasi mereka sendiri.
Tentukan bersama akseptor didik sampel-sampel portofolio apa saja yang akan dibuat. Portofolio antara akseptor didik yang satu dan yang lain bisa sama bisa berbeda.
Kumpulkan dan simpanlah karya-karya tiap akseptor didik dalam satu map atau folder di rumah masing atau loker masing-masing di sekolah.
Berilah tanggal pembuatan pada setiap materi gosip perkembangan akseptor didik sehingga sanggup terlihat perbedaan kualitas dari waktu ke waktu.
Tentukan kriteria evaluasi sampel portofolio dan bobotnya dengan para akseptor didik. Diskusikan cara evaluasi kualitas karya para akseptor didik. Contoh, Kriteria evaluasi kemampuan menulis karangan yaitu: penggunaan tata bahasa, pemilihan kosa-kata, kelengkapan gagasan, dan sistematika penulisan. Dengan demikian, akseptor didik mengetahui impian (standar) guru dan berusaha mencapai standar tersebut.
Minta akseptor didik menilai karyanya secara berkesinambungan. Guru sanggup membimbing akseptor didik, bagaimana cara menilai dengan memberi keterangan wacana kelebihan dan kekurangan karya tersebut, serta bagaimana cara memperbaikinya. Hal ini sanggup dilakukan pada ketika membahas portofolio.
Setelah suatu karya dinilai dan nilainya belum memuaskan, maka akseptor didik diberi kesempatan untuk memperbaiki. Namun, antara akseptor didik dan guru perlu dibentuk “kontrak” atau perjanjian mengenai jangka waktu perbaikan, contohnya 2 ahad karya yang telah diperbaiki harus diserahkan kepada guru.
Bila perlu, jadwalkan pertemuan untuk membahas portofolio. Jika perlu, undang orang renta akseptor didik dan diberi klarifikasi wacana maksud serta tujuan portofolio, sehingga orangtua sanggup membantu dan memotivasi anaknya.
Untuk selengkapnya, bisa anda unduh file teknik evaluasi portopolio ini, pada artikel berikut ini: contoh model evaluasi kelas
Demikian dari kami, semoga bisa mambantu dan bermanfaat untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Amin...
Penilaian secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis. Tes Tertulis merupakan tes dimana soal dan balasan yang diberikan kepada penerima didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal penerima didik tidak selalu merespon dalam bentuk menulis balasan tetapi sanggup juga dalam bentuk yang lain menyerupai memberi tanda, mewarnai, menggambar dan lain sebagainya.
Teknik Penilaian Ada dua bentuk soal tes tertulis, yaitu: a). Soal dengan menentukan jawaban
pilihan ganda
dua pilihan (benar-salah, ya-tidak)
menjodohkan
b).Soal dengan mensuplai-jawaban.
isian singkat atau melengkapi
uraian terbatas
uraian obyektif / non obyektif
uraian terstruktur / tidak terstruktur .
Dari banyak sekali alat evaluasi tertulis, tes menentukan balasan benar-salah, isian singkat, dan menjodohkan merupakan alat yang hanya menilai kemampuan berpikir rendah, yaitu kemampuan mengingat (pengetahuan). Tes pilihan ganda sanggup dipakai untuk menilai kemampuan mengingat dan memahami. Pilihan ganda memiliki kelemahan, yaitu penerima didik tidak menyebarkan sendiri jawabannya tetapi cenderung hanya menentukan balasan yang benar dan kalau penerima didik tidak mengetahui balasan yang benar, maka penerima didik akan menerka.
Hal ini menjadikan kecenderungan penerima didik tidak berguru untuk memahami pelajaran tetapi menghafalkan soal dan jawabannya. Selain itu pilihan ganda kurang bisa menawarkan isu yang cukup untuk dijadikan umpan balik guna mendiagnosis atau memodifikasi pengalaman belajar. Karena itu kurang dianjurkan pemakaiannya dalam evaluasi kelas.
Tes tertulis bentuk uraian ialah alat evaluasi yang menuntut penerima didik untuk mengingat, memahami, dan mengorganisasikan gagasannya atau hal-hal yang sudah dipelajari. Peserta didik mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis dengan memakai kata-katanya sendiri. Alat ini sanggup menilai banyak sekali jenis kompetensi, contohnya mengemukakan pendapat, berpikir logis, dan menyimpulkan. Kelemahan alat ini antara lain cakupan bahan yang ditanyakan terbatas.
Dalam menyusun instrumen evaluasi tertulis perlu dipertimbangkan hal-hal berikut:
materi, contohnya kesesuian soal dengan kompetensi dasar dan indikator pencapaian pada kurikulum tingkat satuan pendidikan;
konstruksi, contohnya rumusan soal atau pertanyaan harus terang dan tegas.
bahasa, contohnya rumusan soal tidak memakai kata/ kalimat yang menjadikan penafsiran ganda.
kaidah penulisan , harus berpedoman pada kaidah penulisan soal yang baku dari banyak sekali bentuk soal evaluasi .
Untuk selengkapnya, bisa anda unduh file teknik evaluasi tertulis ini, lengkap dengan Contoh Penilaian Tertulis, Contoh alat evaluasi terlampir. Pada artikel berikut ini: contoh model evaluasi kelas
Demikian dari kami, supaya bisa mambantu dan bermanfaat untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Amin...
Aplikasi Analisis Butir Soal Pilihan Ganda Format Excel Terbaru akan memperlihatkan tanggapan cara cepat untuk mengoreksi tanggapan dari soal UAS, UTS atau ulangan harian yang diberikan guru pada penerima didik baik dalam soal pilihan ganda. aplikasi analisis ini juga membantu memetakan kualitas soal dalam skala kerumitan atau sebaliknya soal terlalu gampang dan ini tentu mengakibatkan opsi apakah harus remedial atau mungkin mengakibatkan hasil nilai yang didapat untuk dijadikan pengayaaan.
Sekarang ini dunia pendidikan tidak hanya fokus pada pendidikan saja. Misalnya seorang guru tidak hanya mengajar saja, tapi dituntuk untuk sanggup memanfaatkan teknologi yang ada guna memudahkan pelaksanaan berguru mengajar di sekolah / madrasah. Maka dengan adanya akomodasi Aplikasi Analisis Butir Soal Pilihan Ganda Format Excel Terbaru ini sanggup menambah semangat para sobat guru dalam melaksanakan koreksi soal.
Itulah dari ihwal artikel membuatkan Aplikasi Analisis Butir Soal Pilihan Ganda Format Excel Terbaru. Selanjutnya silahkan anda download pada link dibawah ini, dan biar sanggup membantu...
Aplikasi Raport MI Terbaru Versi Kemenag Jatim untuk semua kelas semester ganjil dan genap.. Jika sebelumnya dominan madrasah memakai raport manual, dikala ini kementerian agama jawa timur (kemenag jatim) mulai memberlakukan penggunaan aplikasi raport yang memuat nilai berupa angka dan deskripsi sebab dikala ini madrasah masih memakai kurikulum ktsp untuk mapel umum, sedangkan mapel agama sudah memakai kurikulum 2013.
Dengan kata lain bahwa dikala ini madrasah dibawah naungan kementerian agama memakai kurikulum adonan alias gado-gado (hehe... kayak blog saja). Karena itulah kemenag jatim merilis penggunaan aplikasi raport yang sudah di set sesuai dengan struktur kurikulum madrasah.
Aplikasi ini memuat: Input Data Guru Input Data Base siswa Input Daftar Nilai mencakup semua Mata Pelajaran Input Nilai Ekstra Kurikuler yang diikuti siswa Input Nilai tiap-tiap Mata Pelajaran yang mencakup :
Penilaian Harian (PH)
Penilaian Tengah Semester (PTS)
Penilaian Akhir Semester (PAS)
Hasil Yang akan dicetak
Data identitas penerima didik
RAPOR
Leger
Buku Induk Peserta Didik
Catatan : Ukuran Kertas Yang dipakai untuk mencetak yakni A4 =21 cm x 29,7 cm
Jika sebelumnya setiap selesai ulangan tamat semester (uas) mengisi raport secara manual (tulisan tangan) dengan raport berbentuk buku, maka akan berubah drastis memakai aplikasi yang lebih gampang sebab sesudah mengisi nilai, jumlah dan rata-rata kelas akan terisi otomatis tanpa hitung manual lagi, namun akan menambah kerjaan si admin madrasah bila si wali kelas tidak dapat IT.
Iya sudah ya... mau tidur dulu supaya besok dapat berdiri shalat shubuh. Ups... hampir lupa dengan judul postingan ini wacana Aplikasi Raport MI Terbaru Versi Kemenag Jatim, silahkan di download pada link dibawah ini:
Penilaian harus menunjukkan hasil yang sanggup diterima oleh semua pihak, baik yang dinilai, yang menilai, maupun pihak lain yang akan memakai hasil evaluasi tersebut. Hasil evaluasi akan akurat kalau instrumen yang dipakai untuk menilai, proses penilaian, analisis hasil penilaian, dan objektivitas penilai sanggup dipertanggungjawabkan. Untuk itu perlu dirumuskan prinsip-prinsip evaluasi yang sanggup menjaga biar orientasi evaluasi tetap pada framework atau rel yang telah ditetapkan.
Penilaian harus memperhatikan prinsip-prinsip berikut. 1. Sahih Agar evaluasi sahih (valid) harus dilakukan berdasar pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur. Untuk memperoleh data yang sanggup mencerminkan kemampuan yang diukur harus dipakai instrumen yang sahih juga, adalah instrumen yang mengukur apa yang seharusnya diukur.
2. Objektif Penilaian tidak dipengaruhi oleh subjektivitas penilai. Karena itu perlu dirumuskan pedoman evaluasi (rubrik) sehingga sanggup menyamakan persepsi penilai dan meminimalisir subjektivitas. Apalagi evaluasi kinerja yang mempunyai cakupan, otentisitas, dan kriteria evaluasi sangat kompleks. Untuk penilai lebih dari satu perlu dilihat reliabilitas atau konsistensi antar penilai untuk menjamin objektivitas setiap penilai.
3. adil Penilaian tidak menguntungkan atau merugikan penerima didik alasannya perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, susila istiadat, status sosial ekonomi, gender, dan hal hal lain. Perbedaan hasil evaluasi semata mata harus disebabkan oleh berbedanya capaian berguru penerima didik pada kompetensi yang dinilai.
4. Terpadu Penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran. Penilaian merupakan proses untuk mengetahui apakah suatu kompetensi telah tercapai? Kompetensi tersebut dicapai melalui serangkaian acara pembelajaran. Karena itu evaluasi dihentikan terlepas apalagi melenceng dari pembelajaran. Penilaian harus mengacu pada proses pembelajaran yang dilakukan.
5. Terbuka Prosedur evaluasi dan kriteria evaluasi harus terbuka, jelas, dan sanggup diketahui oleh siapapun. Dalam masa keterbukaan menyerupai sekarang, pihak yang dinilai dan pengguna hasil evaluasi berhak tahu proses dan teladan yang dipakai dalam penilaian, sehingga hasil evaluasi sanggup diterima oleh siapapun.
6. Menyeluruh dan Berkesinambungan Penilaian oleh pendidik meliputi semua aspek kompetensi dengan menggunakan banyak sekali teknik evaluasi yang sesuai, untuk memantau perkembangan kemampuan penerima didik atau penerima didik. Instrumen evaluasi yang digunakan, secara konstruk harus merepresentasikan aspek yang dinilai secara utuh. Penilaian dilakukan dengan banyak sekali teknik dan instrumen, diselenggarakan sepanjang proses pembelajaran, dan memakai pendekatan assess -ment as learning, for learning, dan of learning secara proporsional.
7. Sistematis Penilaian dilakukan secara berencana dan sedikit demi sedikit dengan mengikuti langkah langkah baku. Penilaian sebaiknya diawali dengan pemetaan. Dilakukan identifikasi dan analisis KD (kompetensi dasar), dan indikator ketercapaian KD. Berdasarkan hasil identifikasi dan analisis tersebut dipetakan teknik penilaian, bentuk instrumen, dan waktu evaluasi yang sesuai.
8. Beracuan kriteria Penilaian pada kurikulum berbasis kompetensi memakai teladan kriteria. Artinya untuk menyatakan seorang penerima didik telah kompeten atau belum bukan dibandingkan terhadap capaian temanteman atau kelompoknya, melainkan dibandingkan terhadap kriteria minimal yang ditetapkan.
Peserta yang sudah mencapai kriteria minimal disebut tuntas, sanggup melanjutkan pembelajaran untuk mencampai kompetensi berikutnya, sedangkan penerima didik yang belum mencapai kriteria minimal wajib menempuh remedial.
9. akuntabel Penilaian sanggup dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prosedur, maupun hasilnya. Akuntabilitas evaluasi sanggup dipenuhi kalau evaluasi dilakukan secara sahih, objektif, adil, dan terbuka, sebagaimana telah diuraikan di atas. Bahkan perlu dipikirkan konsep meaningfull assessment. Selain dipertanggung jawab kan teknik, prosedur, dan hasilnya, evaluasi juga harus dipertanggungjawabkan kebermaknaan nya bagi penerima didik dan proses belajarnya.
Penilaian portofolio merupakan teknik lain untuk melaksanakan evaluasi terhadap aspek keterampilan. Tujuan utama dilakukannya portofolio ialah untuk menentukan hasil karya dan proses bagaimana hasil karya tersebut diperoleh sebagai salah satu bukti yang sanggup memperlihatkan pencapaian mencar ilmu penerima didik, yaitu mencapai kompetensi dasar dan indikator yang telah ditetapkan.
Selain berfungsi sebagai daerah penyimpanan hasil pekerjaan penerima didik, portofolio juga berfungsi untuk mengetahui perkembangan kompetensi peserta didik.
1. Prinsip Penilaian Portofolio
Ada beberapa prinsip yang harus dijadikan sebagai pedoman dalam penggunaan evaluasi portofolio. Berikut ialah prinsip-prinsip tersebut.
Saling percaya (mutual trust) antara pendidik dan penerima didik; Dalam proses evaluasi portofolio pendidik dan penerima didik harus memiliki rasa saling mempercayai, saling terbuka dan jujur satu sama lain supaya tercipta hubungan yang masuk akal dan alami untuk berlangsungnya proses pendidikan yang baik.
Kerahasiaan bersama (confidentiality) antara pendidik dan penerima didik; Kerahasiaan hasil pengumpulan materi dan hasil penilaiannya perlu dijaga dengan baik dan tidak disampaikan kepada pihak-pihak lain yang tidak berkepentingan.
Milik bersama (joint ownership) antara pendidik dan penerima didik; Pendidik dan penerima didik perlu mempunyai bersama berkas portofolio. Dengan adanya rasa mempunyai terhadap hasil karyanya, diperlukan akan tumbuh rasa tanggung jawab pada diri penerima didik.
Kepuasan (satisfaction); Hasil karya portofolio hendaknya berisi keterangan-keterangan dan / atau bukti-bukti yang memuaskan bagi penerima didik dan pendidik dan merupakan bukti prestasi cemerlang penerima didik dan keberhasilan pelatihan pendidik.
Kesesuaian (relevance); Hasil karya yang dikumpulkan ialah hasil karya yang berafiliasi dengan tujuan pembelajaran.
Penilaian proses dan hasil; Proses mencar ilmu yang dinilai contohnya diperoleh dari catatan sikap harian penerima didik. Penilaian hasil merupakan evaluasi hasil final suatu kiprah yang diberikan oleh pendidik.
2. Jenis Portofolio
Secara umum evaluasi portofolio, berdasarkan Fosters and Masters (1998), sanggup dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu portofolio kerja (working portfolio), portofolio dokumentasi (documentary portfolio), dan portofolio penampilan (show portfolio).
Diharapkan pendidik menciptakan minimal portofolio penam pilan (show portfolio) alasannya dalam pelaporan hasil mencar ilmu pendidik dituntut untuk sanggup melaporkan capaian mencar ilmu penerima didik. Portofolio penampilan (show portfolio) tidak diskor lagi dengan angka alasannya penskoran sudah dilakukan melalui evaluasi praktik, produk, dan projek. Namun, tidak menutup kemungkinan bagi pendidik untuk menciptakan dua jenis portofolio lainnya untuk kepentingan-kepentingan yang berbeda. Pendidik sanggup menentukan portofolio jenis apa saja sesuai dengan kepentingan mereka. Berikut ialah uraian masing-masing jenis portofolio.
a. Portofolio Kerja (Working Portfolio)
Portofolio kerja merupakan pekerjaan penerima didik yang berupa draf, pekerjaan setengah jadi, dan pekerjaan yang telah jadi yang dipakai untuk memantau perkembangan dan menilai cara penerima didik mengatur atau mengelola mencar ilmu mereka. Hasil pekerjaan penerima didik yang paling baik sanggup menjadi petunjuk apakah penerima didik telah memahami materi pembelajaran dan sanggup merupakan materi masukan bagi pendidik untuk mengetahui pencapaian kurikulum maupun sebagai alat evaluasi formatif.
Fungsi Portofolio Kerja
Portofolio kerja berfungsi sebagai sumber info bagi pendidik untuk mengetahui kemajuan penerima didik dan memungkinkan pendidik untuk membantu penerima didik mengidentifikasi kelemahan, kelebihan, serta kelayakan dalam merancang dan meningkatkan pembelajaran.
Tujuan Portofolio Kerja
Portofolio kerja mempunyai tujuan untuk menyediakan data perihal cara penerima didik mengorganisasikan dan mengelola kerja. Dengan demikian, hal-hal yang dinilai berupa draft, pekerjaan yang belum selesai, atau pekerjaan terbaik penerima didik. Hasil kerja ini dipakai dalam diskusi antara penerima didik dan pendidik.
Manfaat Portofolio Kerja
Bagi penerima didik portofolio kerja mempunyai beberapa manfaat, yaitu mengendalikan pekerjaannya, menciptakan penerima didik merasa gembira atas pekerjaannya, merefleksikan seni administrasi belajar, merancang tujuan belajar, dan memantau perkembangan belajar. Bagi pendidik portofolio kerja memberi kesempatan untuk memikirkan kembali arti suatu hasil pekerjaan, meningkatkan motivasi mengajar, dan memperbaiki proses pembelajaran.
b. Portofolio Dokumentasi (Documentary Portfolio)
Portofolio dokumentasi ialah koleksi hasil kerja penerima didik yang khusus dipakai untuk penilaian. Berbeda dari portofolio kerja yang pengumpulannya dilakukan dari hari ke hari, dokumentasi portofolio merupakan seleksi hasilkerja terbaik penerima didik yang akan diajukan dalam penilaian. Jadi, portofolio jenis ini ialah koleksi sekumpulan hasil kerja penerima didik selama kurun waktu tertentu.
Tujuan Portofolio Dokumentasi
Tujuan utama dilakukannya portofolio dokumentasi ialah untuk penilaian sehingga pendidik harus bisa menentukan hasil kerja peserta didik sebagai salah satu bukti yang sanggup memperlihatkan pencapaian mencar ilmu penerima didik.
c. Portofolio penampilan (Show portfolio)
Portofolio penampilan (show portfolio) merupakan kumpulan sampel karya terbaik dari KD – KD pada KI-4. Portofolio setiap penerima didik disimpan dalam suatu folder (map) dan diberi tanggal pengumpulan oleh pendidik. Portofolio sanggup disimpan dalam bentuk cetak dan/ atau elektronik. Portofolio jenis ini dipakai untuk menentukan hal-hal yang paling baik yang memperlihatkan karya terbaik yang dihasilkan pe serta didik. Dengan demikian, portofolio ini hanya berisi karya penerima didik yang telah selesai, dan bukan proses pengerjaan, perbaikan, dan penyempurnaan karya penerima didik.
Fungsi Portofolio penampilan
Portofolio penampilan (show portfolio) berfungsi sebagai sumber in deretan bagi pendidik dalam mendeskripsikan capaian kompetensi penerima didik baik dalam aspek pengetahuan atau keterampilan dalam KD tertentu. Bagi penerima didik, portofolio ini berfungsi sebagai sumber info untuk melaksanakan refleksi diri. Bagi orang tua, portofolio berfungsi sebagai sumber info perihal capaian mencar ilmu penerima didik.
Tujuan Portofolio penampilan
Portofolio penampilan (show portfolio) sanggup dipakai untuk mencapai beberapa tujuan, yaitu;
mendokumentasikan hasil karya atau capaian kompetensi penerima didik,
memberi perhatian pada pres tasi kerja penerima didik yang terbaik,
bertukar info dengan orang tua/wali murid pendidik lain,
membina dan mempercepat pertumbuhan konsep diri kasatmata penerima didik,
meningkatkan kemampuan penerima didik melaksanakan refleksi diri.
Portofolio penampilan (show portfolio) dirancang untuk menunjukkan karya terbaik penerima didik dalam mengukur kompetensi tertentu sesuai dengan tujuan pembelajaran dalam kurun waktu tertentu. Portofolio ini harus menggambarkan hasil karya penerima didik yang asli. Hasil karya yang orisinil merupakan hal yang paling penting. Selain itu, pendidik juga harus mempertimbangkan seberapa anggun karya yang telah diselesaikan tersebut.
Manfaat Portofolio penampilan
Portofolio penampilan (show portfolio) sangat mempunyai kegunaan bagi penerima didik, pendidik, dan orang tua/wali penerima didik. Bagi penerima didik evaluasi portofolio penampilan (show portfolio) sangat mempunyai kegunaan untuk mengetahui kemajuan dan kemampuan belajarnya, terutama dalam hal memberi umpan balik terhadap kemampuan pemahaman dan penguasaan penerima didik perihal kiprah yang diberikan pendidik selama kurun waktu tertentu, memperlihatkan umpan balik dalam mempertahankan prestasi yang telah dicapai, dan memahami keterbatasan kemampuan untuk menguasai materi atau bidang kajian tertentu.
Bagi pendidik evaluasi portofolio penampilan (show portfolio) sangat mempunyai kegunaan untuk mengetahui kemajuan dan kemampuan belajarnya, terutama dalam hal memperlihatkan umpan balik terhadap kemampuan pemahaman dan penguasaan penerima didik perihal kiprah yang diberikan pendidik selama kurun waktu tertentu, mengetahui bab yang belum diketahui penerima didik, dan memperoleh citra tingkat pencapaian keberhasilan proses mencar ilmu mengajar yang telah dilaksanakan penerima didik.
Bagi orang tua/wali penerima didik, evaluasi portofolio penampilan (show portfolio) sangat mempunyai kegunaan bagi orang tua/wali penerima didik untuk mengetahui kemajuan dan kemampuan mencar ilmu belajar putera-puterinya antara lain dalam hal pemahaman perihal kelebihan dan kelemahan putera-puterinya dalam belajar, peningkatan bimbingan yang hendak dilakukan orang renta penerima didik untuk meraih prestasi putera-puterinya, dan peningkatan komunikasi dengan pihak sekolah dalam mendidik puteri-puterinya.
Dalam Permendikbud Nomor 21 Tahun 2016 wacana Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah dinyatakan secara eksplisit bahwa capaian pembelajaran (learning outcome) ranah pengetahuan mengikuti Taksonomi Bloom yang te lah direvisi oleh Lorin Anderson dan David Krathwohl (2001).
Di sini ranah pengetahuan merupakan kombinasi dimensi pengetahuan yang diklasifikasi kan menjadi faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif dengan dimensi proses kognitif yang tersusun secara hirarkis mulai dari mengingat (remem bering), memahami (understanding), menerapkan (applying), menganalisis (analyzing), menilai (evaluating), dan mengkreasi (creating).
Berdasarkan uraian di atas maka yang dimaksud dengan penilaian pengetahu an dalam panduan ini ialah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur proses dan hasil pencapaian kompetensi penerima didik yang berupa kombinasi penguasaan proses kognitif (kecakapan berpikir) meng ingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mengkreasi dengan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, maupun metakognitif.
A.Teknik Penilaian
Penilaian pengetahuan dilakukan dengan banyak sekali teknik. Pendidik sanggup me milih teknik penilaian yang paling sesuai dengan karakteristik kompetensi da sar, indikator, atau tujuan pembelajaran yang akan dinilai. Segala sesuatu yang akan dilakukan dalam proses penilaian perlu ditetapkan terlebih dahulu pada dikala menyusun planning pelaksanaan pembelajaran (RPP). Teknik yang biasa dipakai ialah tes tertulis, tes lisan, dan penugasan.
a.Tes Tertulis
Tes tertulis ialah tes yang soal dan tanggapan disajikan secara tertulis berupa pilihan ganda, isian, benar-salah, menjodohkan, dan uraian. Instrumen tes ter tulis dikembangkan atau disiapkan dengan mengikuti langkah-langkah berikut.
1). Memeriksa kompetensi dasar dan indikatornya
KD dan indikator biasanya sudah dicantumkan dalam RPP. Indikator un tuk KD tertentu sebaiknya ditingkatkan, dalam arti memutuskan kata kerja operasional yang lebih tinggi daripada yang dirumuskan dalam KD. Misal nya jikalau kata kerja operasional KD sebatas memahami, maka pendidik da pat memutuskan indikator hingga menganalisis atau mengevaluasi. Tentu saja tidak semua KD sanggup dan perlu ditingkatkan.
2). Menetapkan tujuan penilaian
Menetapkan tujuan penilaian apakah untuk keperluan mengetahui ca paian pembelajaran ataukah untuk memperbaiki proses pembelajaran, atau untuk kedua-duanya. Tujuan ulangan harian berbeda dengan tujuan ulangan tengah semester (PTS), dan tujuan untuk ulangan simpulan semester (PAS). Sementara ulangan harian biasanya diselenggarakan untuk menge tahui capaian pembelajaran atau untuk memperbaiki proses pembelajaran (formatif ), Perguruan Tinggi Swasta dan PAS umumnya untuk mengetahui capaian pembel anutan (sumatif).
3). Menyusun kisi-kisi
Kisi-kisi merupakan spesifikasi yang memuat kriteria soal yang akan di tulis yang meliputi antara lain KD yang akan diukur, materi, indikator soal, bentuk soal, dan jumlah soal. Kisi-kisi disusun untuk memastikan butir-butir soal mewakili apa yang seharusnya diukur secara proporsional. Pe ngetahuan faktual, konseptual, prosedural dan metakognitif dengan keca kapan berfikir tingkat rendah hingga tinggi akan terwakili secara memadai.
4). Menulis soal menurut kisi-kisi dan kaidah penulisan soal
5). Menyusun pedoman penskoran
Untuk soal pilihan ganda, isian, menjodohkan, dan tanggapan singkat dise diakan kunci jawaban. Untuk soal uraian disediakan kunci/model tanggapan dan rubrik.
b.Tes Lisan
Tes mulut merupakan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan pendidik secara mulut dan penerima didik merespon pertanyaan tersebut secara mulut pada dikala proses pembelajaran berlangsung. Selain bertujuan mengecek penguasaan pe ngetahuan penerima didik (assessment of learning), tes mulut terutama dipakai untuk perbaikan pembelajaran (asessment for learning). Tes mulut juga sanggup menumbuhkan perilaku berani berpendapat, percaya diri, dan kemampuan berkomunikasi secara efektif. Tes mulut juga sanggup dipakai untuk melihat ke tertarikan penerima didik terhadap bahan yang diajarkan dan motivasi penerima didik dalam berguru (assessment as learning).
c. Penugasan
Penugasan ialah pinjaman kiprah kepada penerima didik untuk mengukur dan/ atau memfasilitasi penerima didik memperoleh atau meningkatkan pengetahu an. Penugasan untuk mengukur pengetahuan sanggup dilakukan sehabis proses pembelajaran (assessment of learning). Sedangkan penugasan untuk mening katkan pengetahuan diberikan sebelum dan/atau selama proses pembelajaran (assessment for learning).
B. Perancangan Penilaian
Salah satu langkah penting dalam melaksanakan penilaian pengetahuan ialah perancangan. Perancangan dilakukan biar tujuan penilaian yang akan dilaku kan menjadi jelas. Perancangan penilaian juga akan menawarkan citra dan desain operasional terkait perencanaan penilaian yang meliputi tujuan, bentuk, teknik, frekuensi, pemanfaatan dan tindak lanjut penilaian.
a. Perencanaan Penilaian
Perencanaan penilaian pengetahuan oleh pendidik merupakan kegiatan pe rancangan penilaian yang dilakukan sebelum kegiatan tersebut dilaksanakan.
Perencanaan dilakukan untuk memutuskan tujuan penilaian dan KD tertentu akan dinilai memakai bentuk apa, teknik apa, berapa frekuensinya, untuk apa pemanfaatannya, serta bagaimana tindak lanjutnya. Perencanaan peni laian tersebut harus dilaksanakan secara sistematis biar tujuan sanggup tercapai. Perancangan taktik penilaian dilakukan pada dikala penyusunan planning pe laksanaan pembelajaran (RPP) menurut silabus. Berikut ini ialah lang kah-langkah penting dalam perencanaan penilaian.
1). Menetapkan Tujuan Penilaian
Tujuan penilaian ditetapkan dengan mengacu pada RPP yang telah disusun. Misalnya saja sebuah penilaian dimaksudkan untuk mengukur penguasaan pengetahuan penerima didik pada KD 3.7 dari KI-3 pada mata pelajaran Bahasa Inggris.
Membandingkan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan beberapa teks deskriptif mulut dan tulis dengan memberi dan meminta informasi terkait dengan deskripsi orang, binatang, dan benda, sangat pendek dan sederhana, sesuai dengan konteks penggunaannya.
Tujuan pembelajaran yang tertulis dalam RPP adalah:
Peserta didik sanggup mengidentifikasi fungsi sosial teks deskriptif tulis dengan memberi dan meminta informasi terkait dengan deskripsi orang.
Peserta didik sanggup mengidentifikasi struktur teks deskriptif tulis dengan memberi dan meminta informasi terkait dengan deskripsi orang.
Peserta didik sanggup mengidentifikasi unsur kebahasaan teks deskriptif tulis dengan memberi dan meminta informasi terkait dengan deskripsi orang.
Tujuan Penilaian
Berdasarkan tujuan pembelajaran yang terdapat dalam RPP tersebut maka sanggup ditetapkan tujuan penilaiannya, yakni mengukur penguasaan pe serta didik dalam mengidentifikasi fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan beberapa teks deskriptif mulut dan tulis dengan memberi dan meminta informasi terkait dengan deskripsi orang, sangat pendek dan se derhana, sesuai dengan konteks penggunaannya.
2). Menentukan Bentuk Penilaian
Langkah selanjutnya ialah memutuskan bentuk penilaian. Dalam pola ini, tujuan penilaian ditetapkan menurut tujuan pembelajaran yang terdapat dalam RPP, oleh sebab itu bentuk penilaian yang dipilih ialah ulangan. Se lain ulangan, bentuk penilaian lain yang sanggup dipilih oleh pendidik ialah pengamatan, penugasan, dan atau bentuk lain yang diperlukan. Pemilihan ben tuk penilaian sepenuhnya diserahkan kepada pendidik dengan mempertim bangkan kesesuaiannya dengan KD yang akan dinilai.
3). Memilih Teknik Penilaian
Setelah bentuk penilaian ditetapkan, langkah selanjutnya ialah menentukan tek nik yang akan digunakan. Untuk mengukur penguasaan kompetensi pengeta huan pendidik sanggup memakai teknik tes tertulis, tes lisan, dan penugasan sesuai dengan kompetensi yang dinilai.
b. Penyusunan Kisi-Kisi
Langkah pertama yang harus dilakukan dalam menyusun instrumen penilaian pengetahuan dalam penilaian harian (PH) ialah memutuskan tujuan. Seba gaimana yang telah disinggung di atas, tujuan penilaian didasarkan atas tujuan pembelajaran yakni untuk mengukur ketercapaian penguasaan kompetensi dasar. Selain untuk mengetahui capaian pembelajaran, penilaian ini sanggup juga dimaksudkan untuk memperbaiki proses pembelajaran.
(1). Menyusun kisi-kisi
Kisi-kisi merupakan spesifikasi yang memuat kriteria soal yang akan di tulis yang meliputi antara lain KD yang akan diukur, materi, indikator soal, bentuk soal, dan jumlah soal. Kisi-kisi disusun untuk memastikan butir-butir soal mewakili apa yang seharusnya diukur secara proporsional. Pe ngetahuan faktual, konseptual, dan prosedural dengan kecakapan berfikir tingkat rendah hingga tinggi akan terwakili secara memadai.
(2). Menulis soal menurut kisi-kisi dan kaidah penulisan soal.
(3). Menyusun pedoman penskoran.
Untuk soal pilihan ganda, isian, menjodohkan, dan tanggapan singkat dise diakan kunci jawaban. Untuk soal uraian disediakan kunci/model tanggapan dan rubrik.
4.Pelaksanaan Penilaian
Pelaksanaan penilaian ialah sanksi atas perencanaan dan penyusunan in strumen penilaian. Waktu dan frekuensi pelaksanaan penilaian dilakukan berda sarkan pemetaan dan perencanaan yang dilakukan oleh pendidik sebagaimana yang tercantum dalam aktivitas semester dan aktivitas tahunan. Berdasarkan bentuknya, pelaksanaan penilaian terdiri dari pelaksanaan penilaian harian (PH) dan penilaian tengah semester (PTS). Penilaian harian dilaksanakan se telah serangkaian kegiatan pembelajaran berlangsung sebagaimana yang di rencanakan dalam RPP. Penilaian tengah semester (PTS) merupakan kegiatan penilaian yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi dasar mata pelajaran sehabis kegiatan pembelajaran berlangsung 8-9 minggu. Cakupan Perguruan Tinggi Swasta meliputi seluruh KD pada periode tersebut.
Frekuensi penilaian pengetahuan yang dilakukan oleh pendidik ditentukan menurut hasil pemetaan penilaian dan selanjutnya dicantumkan dalam aktivitas tahunan dan aktivitas semester. Penentuan frekuensi penilaian ter sebut didasarkan pada analisis KD. KD-KD “gemuk” sanggup dinilai lebih dari 1 (satu) kali, sedangkan KD-KD “kurus” sanggup disatukan untuk sekali penilaian atau diujikan bersama. Dengan demikian frekuensi dalam penilaian atau ulangan dalam satu semester sanggup bervariasi tergantung pada tuntutan KD dan hasil pemetaan oleh pendidik.
5.Pengolahan Hasil Penilaian
Nilai pengetahuan diperoleh dari hasil penilaian harian (PH), penilaian tengah semester (PTS), dan penilaian simpulan semester (PAS) yang dilakukan dengan beberapa teknik penilaian sesuai tuntutan kompetensi dasar (KD). Penulisan capaian pengetahuan pada rapor memakai angka pada skala 0 – 100 dan deskripsi.
a.Hasil Penilaian Harian (HPH)
Hasil Penilaian Harian merupakan nilai rata-rata yang diperoleh dari hasil pe nilaian harianmelalui tes tertulis dan/atau penugasan untuk setiap KD. Dalam perhitungan nilai rata-rata DAPAT diberikan pembobotan untuk nilai tes ter tulis dan penugasan MISALNYA 60% untuk bobot tes tertulis dan 40% untuk penugasan. Pembobotan ini ditentukan sepenuhnya oleh pendidik berkoordinasi dengan satuan pendidikan.
Penilaian harian sanggup dilakukan lebih dari satu kali untuk KD yang “gemuk” (cakupan bahan yang luas) sehingga PH tidak perlu menunggu selesainya pem belajaran KD tersebut. Materi dalam suatu PH untuk KD “gemuk” meliputi sebagian dari keseluruhan bahan yang dicakup oleh KD tersebut. Bagi KD de ngan cakupan bahan sedikit, PH sanggup dilakukan sehabis pembelajaran lebih dari satu KD.
Pada Tabel 3.19 diberikan pola pengolahan HPH dengan memunculkan kasus KD “gemuk” dan KD “kurus”. Pada pola tersebut, KD 3.6 merupakan pola kasus sebagai KD “gemuk” sehingga perlu dilakukan PH sebanyak 2 kali, misalnya PH-4 dan PH-5. Untuk menentukan nilai KD 3.6, maka hasil PH-4 dan hasil PH-5 perlu dirata-rata terlebih dahulu dikala melaksanakan peng olahan HPH.
b. Hasil Penilaian Tengah Semester (HPTS)
Hasil Penilaian Tengah Semester (HPTS) merupakan nilai yang diperoleh dari penilaian tengah semester (PTS) melalui tes tertulis dengan bahan yang diuji kan terdiri atas semua KD dalam tengah semester. Dalam pola pada Gambar 3.1, maka bahan untuk Perguruan Tinggi Swasta berasal dari KD 3.1, KD 3.2, KD 3.3, KD 3.4, dan KD
3.5. Jumlah butir soal yang diujikan dari setiap KD ditentukan secara propor sional, bergantung tingkat “kegemukan” KD dalam tengah semester tersebut.
c.Hasil Penilaian Akhir Semester (HPAS)
Hasil Penilaian Akhir Semester (HPAS) merupakan nilai yang diperoleh dari penilaian simpulan semester (PAS) melalui tes tertulis dengan bahan yang diuji kan terdiri atas semua KD dalam satu semester. Dalam pola pada Gambar 3.1, maka bahan untuk PTA berasal dari KD 3.1, KD 3.2, KD 3.3, KD 3.4, KD 3.5, KD 3.6, KD 3.7, dan KD 3.8. Jumlah butir soal yang diujikan dari setiap KD ditentukan secara proporsional, bergantung tingkat “kegemukan” KD dalam satu semester tersebut.
d.Hasil Penilaian Akhir (HPA)
Hasil Penilaian Akhir (HPA) merupakan hasil pengolahan dari HPH, HPTS, dan HPAS dengan memakai formulasi dengan atau tanpa pembobotan yang ditetapkan oleh satuan pendidikan.
Berikut ini diberikan pola pengolahan nilai untuk memperoleh HPA. Berda sarkan pola pengolahan HPH menyerupai yang ditunjukkan pada Tabel 3.19, Ani memperoleh HPH sebesar 73,19; dan Budi memperoleh nilai HPH sebesar 76,13. Selanjutnya, misalkan Ani dan Budi berturut-turut memperoleh HPTS sebesar 90 dan 75, serta memperoleh HPAS sebesar 80 dan 80.
Berdasarkan perolehan HPH, HPTS, dan HPAS setiap penerima didik, selanjutnya sanggup dilakukan penghitungan HPA. Dalam penghitungan HPA, satuan pendidikan sanggup memakai formulasi tertentu, contohnya dilakukan de ngan atau tanpa pembobotan.
6.Pemanfaatan dan Tindak Lanjut Hasil Penilaian
Hasil penilaian sanggup dipakai untuk mengetahui kemampuan dan perkem bangan penerima didik. Di samping itu hasil penilaian sanggup juga memberi gam baran tingkat keberhasilan pendidikan pada satuan pendidikan. Berdasarkan hasil penilaian, kita sanggup menentukan langkah atau upaya yang harus dilaku kan dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil berguru oleh pendidik, sa tuan pendidikan, orang tua, penerima didik, maupun pemerintah.
Hasil penilaian yang diperoleh harus diinformasikan eksklusif kepada penerima didik sehingga sanggup dimanfaatkan untuk kepentingan penerima didik (assess ment as learning), pendidik (assessment for learning), dan satuan pendidikan selama proses pembelajaran berlangsung (melalui PH/pengamatan harian) maupun sehabis beberapa kali aktivitas pembelajaran (PTS), atau sehabis selesai aktivitas pembelajaran selama satu semester (PAS). Penilaian yang dilaku kan oleh pendidik dengan tujuan untuk memperoleh nilai guna pengisian ra por, maka penilaian ini merupakan assessment of learning.
Hasil analisis penilaian pengetahuan berupa informasi wacana penerima didik yang telah mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) dan penerima didik yang belum mencapai KKM. Bagi penerima didik yang belum mencapai KKM perlu ditindaklanjuti dengan remedial, sedangkan bagi penerima didik yang telah mencapai KKM diberikan pengayaan.