Peran sekolah dalam mendukung jadwal genre – Pemerintah melalui BKKBN Pusat telah meluncurkan Program Genereasi Berencana (disingkat, GenRe) semenjak beberapa tahun belakangan. Program ini diluncurkan dalam rangka menyiapkan dan merencanakan kehidupan berkeluarga bagi generasi muda sebagai generasi penerus bangsa.
Sekolah berperan penting dukung jadwal GenRe (doc.matrapendidikan.com)
Salah satu sasaran jadwal GenRe bagi generasi muda yaitu kaum berilmu balig cukup akal berusia antara 10 hingga 24 tahun dan belum menikah. Pada usia ini umumnya kaum berilmu balig cukup akal berada di kursi sekolah dan akademi tinggi.
Kaum berilmu balig cukup akal diperlukan menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas. Generasi yang berilmu pengetahuan dan mempunyai abjad baik. Namun kaum berilmu balig cukup akal ini tak luput dari permasalahan, terutama sikap dan sikap yang sering diidentifikasi sebagai Kenakalan Remaja.
Penanganan duduk masalah kenakalan berilmu balig cukup akal sering ditumpukan pada pihak keluarga, sekolah, masyarakat dan pemerintah setempat. Penanganan ibarat itu ternyata belum cukup efektif jikalau tidak melibatkan berilmu balig cukup akal itu sendiri dalam menangani masalahnay.
Program GenRe bertujuan untuk memfasilitasi kaum berilmu balig cukup akal untuk berguru dan memahami serta mempraktikkan sikap hidup sehat. Selain itu juga mempunyai adat mulia untuk mencapai ketahanan berilmu balig cukup akal sebagai dasar mewujudkan GenRe, khususnya pada jenjang pendidikan di forum sekoalah.
Peran sekolah
Kaum berilmu balig cukup akal umumnya berada pada usia sekolah. Dengan demikian sekolah mempunyai tugas penting dalam mewujudkan tujuan jadwal GenRe. Implementasi tugas sekolah dalam mendukung Program Genre antara lain melalui pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler dan acara ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler di sekolah berada di bawah naungan training kesiswaan.
Osis merupakan organisasi satu-satunya di forum sekolah. Di forum madrasah dikenal dengan istilah OSIM. Organisasi ini berperan penting dalam mewujudkan tujuan Program GenRe.
Dengan berorganisasi dan mengikuti acara Osis memberi peluang kepada siswa untuk mengisi waktu luang dengan acara positif sesuai minat, talenta dan kemampuannya.
Dari pada keluyuran kesana kemari sepulang sekolah, alangkah bagusnya siswa bergabung dalam Osis. Mengikuti acara Osis dan acara ekstrakurikuler ibarat kepramukaan, Passusbra, PBB, Kelompok Ilmiah remaja, Olahraga prestasi dan sebagainya.
Selain itu, forum sekolah sanggup mengkondisikan pemodelan siswa dalam kehidupan sekolah sehari-hari. Berkaitan dengan hal ini, pemerintah kawasan telah dan sedang menyelenggarakan acara Pemilihan Duta Genre 2018. Untuk kalangan siswa, pemilihan duta GenRe ditujukan pada siswa di tingkat Sekolah Menengan Atas dan SMK.
Duta genre tanah datar 2018 sosialisasikan krr pada berakal balig cukup akal siswa - Bertempat di gedung SMAN 2 Lintau Buo, Selasa 10 Juli 2018. Duta GenRe Tanah Datar 2018 bersama pemateri dari Puskesmas Lintau Buo II telah mengembangkan pengetahuan dengan siswa gres dalam acara Masa Pengenalan Lingkungan sekolah (MPLS) dengan judul bahan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR).
Duta GenRe Tanah Datar 2018 dalam acara sosialisasi KRR di SMAN 2 Lintau Buo (Dhea A/matrapendidikan.com)
Admin matrapendidikan.com bekerja sama dengan Dhea Ademauna, Duta Genre Fotogenik, mengajak anda untuk mengetahui kiprah Duta GenRe Tanah Datar 2018 dalam mensosialisasikan KRR kepada generasi muda, khususnya siswa gres di SMAN 2 Lintau Buo.
Anda tentu masih ingat Duta GenRe Tanah Datar 2018 utusan dari SMAN 2 Lintau Buo yang hingga dan berjaya di babak Grand Final, awal maret lalu. Bahkan halaman blog artikel pendidikan ini, banyak memuat gosip perihal 4 Duta GenRe Tanah Datar 2018 utusan SMAN 2 Lintau Buo tersebut.
Mereka ialah Dhea Ademauna, Indah Pumadari, Zeoni Saputra dan Digha Kurnia. Ananda Putra.
Berikut kami sajikan bahan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) dan hubungannya dengan GenRe (Generasi Berencana):
Apa sih GenRe itu?
GenRe itu abreviasi dari Generasi Berencana yang bernaung di bawah BKKBN. Tujuannya ialah memfasilitasi berakal balig cukup akal semoga berguru memahami serta mempraktikkan sikap hidup sehat.dan berakhlak untuk mencapai ketahanan berakal balig cukup akal sebagai dasar mewujudkan generasi berencana tersebut.
Salah satu sasaran GenRe yaitu berakal balig cukup akal yang berumur 10 hingga 24 tahundan belum menikah.
Hubungan sama Kesehatan Reproduksi, apa?
Nah, di GenRe ini ada yang namanya Triad (3) KRR. Apa saja Triad KRR itu?
1.Say no to early marriage (tidak menikah di usia anak)
2.Say no to s*x before marriage ( tidak melaksanakan s*ks pra-nikah)
3.Say no tu dr*g*s (tidak mencoba-coba n*a*k*b*a)
Nah, ketiga poin di atas sangat berafiliasi akrab dengan KRR. Kenapa? Singkatnya begini,:
-Tidak menikah di usia anak
Usia yang matang bagi perempuan untuk menikah yaitu umur 21 tahun, sedangkan pria berumur 25 tahun. Lho? Kenapa? Dalam undang-undang Perkawinan, usia 16 tahun sudah boleh, koq.
Alasannya menikah pada umur 21 begini, kematangan, kesiapan seorang perempuan untuk dibuahi (fertilisasi). Ini bukan berarti GenRe bertentangan dengan undang-undang Perkawinan.
Umur 16 atau 20 tahun ke bawa, para berakal balig cukup akal perempuan rentan atau sanggup dikatakan belum siap atau belum matang dalam proses fertilisasi. Akan banyak dampak negatif akan muncul pada alat reproduksi wanita.
“BTW, ini berdasarkan aku. Diusia begitu kita masih menjadi pelajar. So, skolah aja dolo..wkwkwk. Begitupun dengan laki-laki. Coba aja pikirin, kita belum kerja, Nikah di usia minim, kebutuhan tidak tercukupi, alhasil terjadi pro/kontra. Ending nya berpisah....”
-Tidak melaksanakan s*ks pra-nikah (di luar nikah)
Nah, ini nih yang paling miris. Bukan nya apa-apa, alasannya imbas dari hal ini sangat berbahaya bagi kita seorang berakal balig cukup akal yang belum menikah, imbas negatifnya banyak sekali.
Salah satunya hamil di luar nikah, alasannya kita hamil trus… aborsi, di gugurin. Dosaa besar gaiss… ( bukan cuma itu, melaksanakan hal ini juga ada dampak negatif selain hamil loh.. Kita juga bakal sanggup terkena kanker serviks.
Bukan cuma yang paling ancaman dan hingga sekarng obatnya cuma satu yaitu janjkematian ialah HIV/AIDS. Kenapa demikian terjadi? Karena disaat melaksanakan hal tersebut, salah satu alat reproduksi terdapat virus. Sehingga menular ke alat reproduksi satunya yang berhubungan. Inget, ciri-ciri orang yang terkena HIV/AIDS tidak sanggup di tebak, tidak sanggup dilihat pokoknya. Masih perihal reproduksi juga kan?
Kita lanjut..
-Tidak mencoba-coba n*rk*ba
Nah, yang satu ini berakal balig cukup akal pria nih rata-rata. Tapi perempuan juga ada satu".. Udah tau kan n*rk*ba itu merusak diri? Kenapa masih memakai? Mencoba? Karena penasaran? Tunggu ada efeknya didiri gres sadar? Baru berhenti? Karena narkoba ituu, alat reproduksi menjadi gak sehat. Salah satunya.
Bukan cuma itu, efeknya memang gak terlihat dikala ini. Tapi beberapa tahun kedepan. Masa berakal balig cukup akal kini gak punya impian sih? Cita-cita buat rusak di masa depan? Sakit-sakitan di masa depan? Janganlah pokoknya, n*rk*ba itu sanggup menyebabkan kemandulan juga loh, mau ga punya anak??? Juga sanggup menyebabkan hal-hal lain nya. Liver, kanker paru. Rugiii pokoknya. Masih perihal KRR-kan?
Jadi itulah kiprah kami sebagai Duta GenRe. Kami mengajak berakal balig cukup akal semoga tidak, tidak, tidak melakukan, mencoba hal di atas.Sayangilah diri kalian, rugi loh…Silahkan dibagikan atau share info ini kepada sobat lain melalui sosial media di bawah ini.
Setiap orang renta menginginkan anaknya cerdas. Kecerdasan intinya bisa dibedakan menjadi dua, yaitu kecerdasan mental dan kecerdasan intelektual. Di sinilah penting peranan orang renta dalam berbagi kecerdasan anak. Masih banyak orang renta yang memuja kecerdasan intelektual yang mengandalkan kemampuan berlogika semata. Orang renta merasa besar hati dan berhasil mendidik anak, jika melihat anak-anaknya mempunyai nilai rapor yang bagus, menjadi juara kelas. Tentu saja hal ini tidak salah, tetapi tidak juga benar seratus persen.
Beberapa penelitian justru memperlihatkan bahwa kecerdasan emosional, kecerdasan sosial dan kecerdasan spiritual yang lebih kuat bagi kesuksesan seorang anak. Untuk itu membangun anak yang cerdas harus bersamaan dengan mengantarkan keimanan dan ketakwaan. Kecerdasan anak akan melahirkan sikap ketundukan dan akreditasi akan keberadaan Allah SWT. Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan juga harus disertai dengan penanaman kebijaksanaan pekerti luhur supaya anak mempunyai berpengetahuan sekaligus mempunyai huruf dan beradab, sehingga anak memilki ilmu yang utuh, seimbang dan lengkap dalam semua aspek pembelajaran, atau yang dikenal dengan pendidikan holistik.
Pembelajaran terpadu, yang lebih dikenal intergrated learning (pembelajaran yang memadukan aneka macam penguasaan dari beberapa mata pelajaran yang keterkaitan pada suatu tema), sehingga anak terbiasa memandang segala sesuatu dalam citra yang utuh. Integrasi proses pembelajaran di sekolah, dirasa perlu untuk menginterpretasikan kembali seluruh materi pelajaran sekolah dengan muatan-muatan nilai yang Islami.
Sementara itu integrated learning berbasis Asmaul Husna sanggup memperlihatkan peluang kepada siswa dari aneka macam sumber infomasi berbeda dalam suatu tema, sehingga siswa sanggup memecahkan problem dengan memperhatikan faktor- faktor berbeda (ditinjau dari aneka macam aspek). Selain itu dengan kurikulum terintegrasi, proses berguru menjadi relevan dan kontekstual sehingga siswa sanggup berpartsipasi aktif dalam seluruh dimensi, baik fisik, social, emosi, dan pengetahuan.
Misalnya, Tema besar yang diambil dalam satu tahun ialah "IBU KOTA JAKARTA" dengan tujuan mengenalkan pusat pemerintahan negara Indonesia.Tema besar dikembangkan menjadi tema kecil dengan seluruh tema di kaitkan dengan Asmaul Husna guna mendidik akseptor didik supaya senantiasa mengagungkan Allah SWT. Tema yang dikembangkan contohnya ibarat tema di bawah ini:
Allah الواسع (Al-Waasi) memperlihatkan lingkungan Jakarta menjadi ibukota negara yang padat dan ramai.
Allah الفتاح (Al-Fattaah) membuka pintu rahmat untuk memperingati hari Kemerdekaan Indonesia di bulan Ramadhan
Allah النافع (An-Naafi) Maha Memberi manfaat buah-buahan yang merupakan kebutuhan bagi masyarakat Jakarta
Allah الحليم (Al-Haliim) Maha Pemberi kesabaran kepada seniman Betawi.
Allah الخالق (Al-Khaaliq) telah membuat hewan yang hidup di dua alam
Allah السلام (As-Salaam) Maha menyelamatkan masyarakat Jakarta dari peristiwa banjir
Allah الرشيد (Ar-Rasyiid) Maha Pemberi kepandaian kepada insan untuk membuat televisi
Allah النور (An-Nuur) Maha Pemberi Cahaya api pada kehidupan manusia
Allah الهادئ (Al-Haadii) telah memberi petunjuk kepada insan untuk membuat bus way sebagai alat transportasi untuk rekreasi
Allah الماجد (Al-Majiid) maha memuliakan para jagoan pejuang tanah Betawi
Pembelajaran diatas yang dilaksanakan dengan memperhatikan tumbuh kembang anak dan tetap memperhatikan prinsisp-prinsip pendidikan anak usia dini, diantaranya; proses pembelajaran berlandaskan pada teori dan pengalaman empirik, upaya dalam merangsang seluruh aspek kecerdasan anak (kecerdasan jamak) melalui bermain yang berkala dan terarah serta santunan pendidik. Selain itu Pembelajaran diubahsuaikan pula dengan tahapan, karakteristik dan perkembangan anak.
Pendekatan model pembelajaran yang di lakukan melalui pengembangan model yang berpusat kepada anak, sangat efektif dalam melejitkan kecerdasan anak. Untuk itu integrated learning berbasis Asmaul Husna dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan yangmenyenangkan, merangsang semua aspek kecerdasan, sesuai tahap perkembangan, potensi, dan kebutuhan masing-masing anak, dan dilaksanakan secara bertahap, berulang dan tuntas.
Dengan demikian upaya melejitkan semua potensi anak, baik motorik, bahasa, kognitif, emosional, dan sosial dengan mengedepankan kebebasan memilih, merangsang kreativitas, dan penumbuhan huruf berlandaskan kepada sifat-sifat Illahiyah menimbulkan anak lebih bisa mengenal Allah lebih dekat. Keinginan orang renta untuk mewujudkan anak yang cerdas, bertaqwa dan berakhlak mulia dengan sendirinya sanggup tercapai dengan optimal.
Adapun acara pembelajaran yang dipakai dalam model sentra, mengadopsi dan berbagi teori yang dikemukakan oleh Jean Piaget, Lev Vigotsky, Anna Freud, dan Sarah Smilansky. Para jago psikolog tersebut percaya bahwa ada empat unsur atau konsep dasar yang harus diperhatikan dalam menyelenggarakan pembelajaran untuk anak usia dini, yaitu teori pengetahuan (theory of knowledge), teori perkembangan (theory of development), teori berguru (theory of learning), dan teori mengajar (theory of teaching). Adapun teori-teori tersebut adalah:
a. Teori pengetahuan
Piaget menyampaikan bahwa insan itu mempunyai pengetahuan yang dimiliki oleh setiap individu dalam menjalani hidupnya. Pengetahuan ini sudah ada dalam diri insan dan tinggal mengkonstruk saja.
b. Teori Perkembangan (Theory of Development)
Manusia mempunyai pola perkembangan dan karakteristik dari bayi hingga dewasa. Para jago psikologi beropini bahwa insan dalam perkembangannya mempunyai karakteristik tertentu.
c. Teori Belajar (Learning Theory)
Sesuai dengan acara pendidikan bagi anak usia dini yaitu penerapan pembelajaran yang sempurna dengan pendekatan bermain, bahwa dari teori pengembangan tersebut sanggup dilihat anak memperoleh pengetahuan yang sanggup berbagi kemampuan dirinya melalui kegiatan bermain sambil berguru (learning by playing). Pada hakikatnya anak bahagia bermain, anak sangat menikmati permainan, tanpa terkecuali.
Melalui bermain, anak sanggup beradaptasi dengan lingkungannya dan sanggup menjadi lebih dewasa. Hal terpenting yang harus diperhatikan dalam bermain ialah :
Bermain harus muncul dalam diri anak.
Bermain harus bebas dari hukum yang mengikat.
Bermain ialah acara yang faktual dan sesungguhnya.
Bermain harus difokuskan pada proses dari pada hasil.
Bermain harus didominasi oleh pemain.
Bermain harus melibatkan tugas aktif dari pemain.
Peran orang remaja dalam bermain sangat penting, dimana orang remaja memperlihatkan makna pada permainan si anak, supaya dalam bermain anak sanggup memperoleh pengetahuan.
Adapun jenis-jenis main yang dikembangkan adalah:
1. Sensorimotor atau main fungsional
Kebutuhan sensorimotor anak didukung saat mereka diberi kesempatan untuk bergerak secara bebas, bermain di halaman atau di lantai atau di meja dan di kursi. Kebutuhan bermain sensorimotor anak didukung jika lingkungan baik di dalam maupun di luar ruangan menyediakan kesempatan untuk berafiliasi dengan banyak tekstur dan barbagai jenis materi bermain yang berbeda yang mendukung setiap kebutuhan perkembangan anak.
2). Main tugas (mikro dan makro)
Main tugas juga disebut main simbolik, pura-pura, make believe, fantasi, imajinasi, atau main drama sangat penting untuk perkembangan kognisi, sosial dan emosi anak pada usia tiga hingga enam tahun (Vigotsky, 1967, Erikson, 1962). Fungsi main tugas memperlihatkan kemampuan berpikir anak yang lebih tinggi. Sebab anak bisa menahan pengalaman yang didapatnya melalui panca indra dan menampilkannya kembali dalam bentuk sikap berpura-pura. Main tugas membolehkan anak memproyeksikan diri ke masa depan, membuat kembali ke masa kemudian dan berbagi ketrampilan khayalan.
3). Main Pembangunan
Main pembangunan juga dibahas dalam kerja Piaget (1962) dan Smilansky (1968). Piaget menjelaskan bahwa kesempatan main pembangunan membantu anak untuk berbagi keterampilannya yang akan mendukung keberhasilan sekolahnya di kemudian hari. 13 Main pembangunan bertujuan merangsang kemampuan anak mewujudkan pikiran, ide, dan gagasannya menjadi karya nyata.
Selain itu, anak menghadirkan dunia mereka melalui main pembangunan, mereka berada di posisi tengah antara main dan kecerdasan menampilkan kembali. Ketika anak bermain pembangunan, anak terbantu berbagi keterampilam koordinasi motorik halus juga berkembangnya kognisi ke arah berpikir operasional, dan membangun keberhasilan sekolah di kemudian hari, rujukan materi main berupa materi pembagunan yang terstruktur, ibarat balok unit, balok berongga, balok berwarna, logo, puzzle, cat, pulpen hingga pensil.
d. Teori Pembelajaran (Theory of Instruction)
Pembelajaran pada anak usia dini selalu memakai pendekatan bermain anak. Program ini memperlihatkan kesempatan pada anak untuk bermain dan mengeksplorasi permainannya seluas-luasnya sesuai dengan tahapan perkembangan yang dimiliki oleh individu masing-masing anak.
Pada model pembelajaran sentra, seorang guru lebih sebagai pengkonstruksi pemikiran anak dan pengobserver perkembangan anak serta sebagai model bagi anak.
Agar tercapai pelaksanaan pembelajaran, tentu saja yang harus diperhatikan ialah karakteristik perkembangan anak, alasannya ialah dalam pembelajaran model pusat ini, yang dibutuhkan ialah tercapainya perkembangan psikologis anak sesuai dengan usia biologisnya secara natural sesuai dengan irama perkembangan masing-masing anak.
Agar penyampaian materi kepada penerima didik sanggup diterima baik dan menarik, tidak cukup hanya memanfaatkan pendengaran saja, yaitu penyampaiannya hanya dengan metode ceramah atau dengan kalimat-kalimat lisan saja. Tetapi sebaiknya juga memanfaatkan alat peraga yang bisa dinikmati oleh indera penglihatan.
Ada beberapa macam media pembelajaran berupa alat bantu yang sangat simpel dan umumnya tersedia dikelas, yang bisa menciptakan suatu kegiatan pembelajaran mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Yaitu sesudah berakhirnya pembelajaran menghasilkan perubahan tingkah laris atau hasil perbuatan yang memberi petunjuk bahwa suatu proses mencar ilmu telah berlangsung. Atau pernyataan-pernyataan perihal apa yang harus dilakukan penerima didik atau perihal tingkah laris yang bagaimana yang diperlukan dari penerima didik sesudah ia menuntaskan pembelajaran tertentu.
Namun hal-hal yang idealis diatas tadi kemungkinan tidak akan tercapai apabila cara penyampaiannya tidak tepat. Meskipun materi pelajaran menarik minat bagi penerima didik atau situasi dan lingkungan sangat mendukung semuanya bisa saja menemui kegagalan apabila cara penyampaiannya materi pelajaran tidak menarik. Sangat berbagai cara-cara penyampaian materi pelajaran supaya sanggup diterima dan diingat dengan baik oleh penerima didik.Salah satu cara yang sangat efektif ialah pamakaian alat bantu media pembelajaran.
Mangapa kita harus memakai alat bantu pembelajaran?
Menurut penyelidikan para hebat , daya serap panca indera seseorang tidaklah sama, sebagai berikut :
Penciuman: 1 %
Perasa : 2,5 %
Peraba : 3,5 %
Pendengaran: 11 %
Penglihatan: 82 %
Dari data tersebut diatas bisa kita lihat bagaimana peranan masing-masing kelima indera insan didalam membantu proses seseorang untuk belajar. Dan kemampuan mendapatkan pesan yang paling tinggi ialah pendengaran dan penglihatan, Darisitu bisa ditarik kesimpulan apabila penyampaian materi lebih banyak memanfatakan indera penglihatan akan memperoleh hasil yang pa;ing tinggi. Dan apabila jika bisa memanfaatkan indera penglihatan dan dipadu dengan pendengaran secara berbarengan hasilnya tentu akan lebih maksimal lagi.
Pengertian Media Pembelajaran
Media pembelajaran: ialah segala sesuatu yang sanggup dipakai untuk memberikan pesan atau informasi dalam proses mencar ilmu mengajar sehingga sanggup merangsang perhatian dan minat siswa dalam belajar.
Tujuan Penggunaan Media Pembelajaran
Memberi fasilitas kepada penerima didik untuk memahami materi pelajaran
Memberikan pengalaman mencar ilmu yang berbeda dan bervariasi
Menumbuhkan perilaku dan keterampilan dalam penggunaan teknologi
Menciptakan situasi mencar ilmu yang tidak gampang dilupakan
Fungsi media pembelajaran
Menciptakan situasi pembelajaran yang efektif
Bagian integral dari keseluruhan situasi pembelajaran
Meletakkan dasar-dasar yan kongkrit dan konsep yang aneh sehingga sanggup mengurangi verbalisme
Membangkitkan motivasi belajar
Mempertinggi mutu pembelajaran
Manfaat media pembelajaran
memperlancar proses interaksi
penyampaian materi pelajaran sanggup diseragamkan
proses pembelajaran menjadi menarik
proses pembelajaran menjadi iteraktif
jumlah waktu pembelajaran sanggup dikurangi
kualitas mencar ilmu siswa sanggup ditingkatkan
proses mencar ilmu sanggup terjadi dimana dan kapan saja
meningkatkan perilaku positif siswa
peran guru lebih positif dan produktif
mengatasi keterbatasan ruang
menimbulkan pengalaman sama
Prinsip-prinsip pemilihan media pembelajaran
Berdasarkan tujuan pembelajaran.
Sesuai karakteristik penerima didik.
Sesuai dengan kemampuan guru/dosen.
Sesuai dengan situasi kondisi, waktu dan tempat.
Sesuai dengan karakteristik media pembelajaran.
Sesuai dengan ketersediaan media pembelajaran.
Prinsip umum penggunaan media
media tidak sanggup 100 % menggantikan tugas guru
perlu persiapan yang matang: ( siswa, guru, alat/program, tempat)
pertimbangkan mutu media : (handal, sistem, spesipikasi, praktis, keselamatan/ keamanan)
media harus terperinci dan menarik
ketersediaan media
pertimbangkan waktu yang ada
Jenis- jenis media pembelajaran
Media visual dua dimensi tidak transparan
Media visual dua dimensi yang transparan
Media visual tiga dimensi
Media Audio
Media Audio–Visual
Multimedia
1. Media visual bukan transparasi
grafik
chart atau bagan
Peta
Diagram
Poster
Karikatur
komik
gambar
photo
buku, majalah,
diktat, makalah dll
2. Media visual dua dimensi transparan
film slide
Ohp/oht
Film strip
Micro film
3. Media visual 3 dimensi
benda sesungguhnya
model
diorama
mock up
specimen
4. Media audio
radio
audio tape recorder
alat musik modern / tradisional
cd player
ph
sound system
telephone / hp
5. Media audio visual
television
video system
sinema/ film
computer
6. Multimedia
film/ tv / vcd/
radio
musik
e- mail, e- learning
media cetak/ berita
telecomprence
KESIMPULAN Pemakaian media pembelajaran perlu adanya pengebangan media pengajaran, adapun berdasarkan arief s. Sadiman, mengemukakan urutan-urutan dalam pengembangan aktivitas media sebagai berikut :