Showing posts with label Sekolah. Show all posts
Showing posts with label Sekolah. Show all posts

Saturday, 3 December 2022

Pasti Dapat Meski Berpuasa, Calon Penerima Ajar Gres Tetap Antusias

Meski berpuasa, calon peserta didik gres tetap antusias – Sampai hari kedua, registrasi calon peserta didik gres berjalan lancar di SMPN 2 Lintau Buo. Berdasar pemantauan matrapendidikan.com di lokasi, calon peserta didik gres dari banyak sekali sekolah dasar dalam zonasi sekolah, tetap antusias mendaftar di sekolah yang diduga bakal ‘terancam’ kekurangan murid gres tersebut.

 calon peserta didik gres tetap antusias PASTI BISA Meski Berpuasa, Calon Peserta Didik Baru Tetap antusias
Panitia PPDB tetap semangat alasannya calon peserta didik antusias mendaftar (Hadi R/matrapendidikan.com)

Informasi yang diperoleh dari Ketua PPDB SMPN 2 Lintau Buo, Jab Sri Arinda, S.Pd, hingga hari kedua tahap penerimaan calon peserta didik gres berjalan lancar. Siswa tetap antusias mendaftar meski dalam suasana berpuasa.

“Mudah-mudahan sasaran 3 rombel terpenuhi,” ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum ini optimis kepada admin matrapendidikan.com di sekolah tersebut.

Target 3 rombel sebagaimana disampaikan ketua PPDB, minimal siswa diterima sebanyak 96 siswa. Jika sasaran ini terpenuhi maka rombel di SMPN 2 Lintau Buo tahun pelajaran ini berjumlah 10 rombel. Kekurangan jam mengajar beberapa guru akan teratasi.

Skedul aktivitas PPDB

Dari print-out skedul PPDB di SMPN 2 Lintau Buo disebutkan bahwa masa registrasi calon peserta didik gres berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 4 hingga 6 Juni. Pengolahan data peserta didik gres berlangsung 7 Juni.

Sedangkan pengumuman calon peserta didik gres dan cadangan yang diterima sanggup dilihat Jumat, 8 Juni. Kemudian, registrasi ulang bagi calon peserta didik gres yang diterima dilangsungkan tanggal 8 dan 9 Juni.

Sementara itu, salah seorang guru di SMPN 2 Lintau Buo berinisial ED merasa optimis sasaran itu tercapai. Pimpinan sekolah dan majelis guru akan tetap menyajikan layanan pendidikan secara optimal kepada peserta didik.
“Berdasar hasil rapat lokakarya guru, sekolah tetap menyediakan layanan pendidikan dalam bentuk intra, ko dan ekstrakurikuler,” katanya kepada admin matra pendidikan.

Tuesday, 29 November 2022

Pasti Dapat Bukan Sekolahnya Dimana Tapi Cara Berguru Anda Bagaimana

Bukan sekolahnya dimana tapi cara berguru anda bagaimana – Proses PPDB di jenjang Taman Kanak-kanak hingga SMA/Sederajat diperkirakan sudah kelar hingga artikel ini diterbitkan. Ada yang sudah diterima di sekolah/madrasah unggulan atau favorit. Jika tidak berhasil masuk Sekolah/madrasah tersebut namun ternyata diterima di sekolah/madrasah reguler atau bahkan sekolah/madrasah swasta dan pesantren.

Bukan sekolahnya dimana tapi cara berguru anda bagaimana PASTI BISA Bukan Sekolahnya Dimana Tapi Cara Belajar Anda Bagaimana

Bahkan ada di antara anda yang harus ke sekolah/madrasah swasta alasannya yaitu tidak diterima di sekolah/madrasah favorit maupun unggul. Namun tidak sedikit pula di antara anda yang berniat dan sengaja masuk pesantren.

Sekarang anda sudah siap menghadapi tahun pelajaran baru. Dalam kalender pendidikan nasional, tahun pelajaran gres dimulai 9 Juli tahun ini. Nah, lupakan dulu di sekolah mana anda diterima dan akan bersekolah.
Yang perlu anda koreksi kembali yaitu bagaimana cara berguru anda di sekolah sebelumnya. Dimana pun anda sekolah, yang penting yaitu anda memperbaiki, meningkatkan cara berguru anda dari sebelumnya.

Percuma anda berguru di sekolah favorit atau unggulan jikalau cara berguru anda tidak ditingkatkan. Sebaliknya mungkin lebih baik anda berguru di sekoalh/madrasah swasta namun cara berguru anda diperbaiki. Anda terus berniat untuk terus berusaha berguru sebaik-baiknya.

Jadi, bukan dimana anda sekolah yang diutamakan melainkan bagaimana anda meningkatkan cara berguru sehingga sanggup meningkatkan hasil berguru untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah melalui proses pendidikan di forum sekolah.

Tuesday, 25 October 2022

Pasti Dapat Semangat Hari Pertama Sekolah Dan Pembukaan Mpls

Semangat hari pertama sekolah dan pembukaan mpls – Tahun pelajaran gres sudah dimulai hari ini. Kegiatan pertama di Hari Pertama Sekolah (HPS) ialah upacara bendera rutin di halaman sekolah. Bersamaan dengan upacara bendera juga dilaksanakan pembukaan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru.

Semangat hari pertama sekolah dan pembukaan mpls PASTI BISA Semangat Hari Pertama Sekolah dan Pembukaan MPLS
Kepala sekoalh menyalami guru usai upacara dan pembukaan MPLS (Hadi R./matrapendidiakn.com)

Hari pertama mengajar bagi guru dan berguru bagi siswa sesudah menjalani masa liburan panjang tentu saja sangat menggembirakan. Dengan semangat dan penampilan cerah para guru mengikuti prosesi upacara bendera dan pembukaan MPLS.

Hal serupa juga terjadi di SMPN 2 Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar. Guru dengan lebih banyak didominasi berkelamin wanita sangat antusias mengikuti upacara bendera. Kepala sekolah yang menjadi pembina upacara memperkenalkan guru satu persatu kepada murid yang berbaris di lapangan upacara.
Kegiatan itu menjadi langkah awal yang anggun untuk memulai kegiatan berguru dan mengajar di tahun pelajaran ini. Sebelum memulai kegiatan MPLS, siswa gres sudah mulai mengetahui nama guru dan akan mengenalnya lebih bersahabat dikala MPLS berlangsung.

Saat pembukaan MPLS, kepala sekolah membuka MPLS dengan pemasangan tanda akseptor secara simbolis kepada siswa gres putra dan putri. Ini menunjukkan kepada siswa gres untuk mengikuti kegiatan MPLS ini dengan baik mulai dari hari pertama hingga hari terakhir.

Usai seluruh kegiatan MPLS, pada kegiatan penutupan diadakan pemilihan “King and Queen”. Iven ini merupakan ciri khas dari pelaksanaan kegiatan MPLS (dulu MOS) bagi siswa gres di sekolah.
Semoga kegiatan MPLS berjalan lancar dan tertib sehingga tujuan utama MPLS terwujud secara optimal dan siswa gres sanggup memulai berguru dengan modal pengenalan terhadap lingkungan fisik dan sosial yang memadai.

Sunday, 16 October 2022

Pasti Dapat Perpustakaan Sebagai Kunci Gerakan Literasi Sekolah

Perpustakaan sebagai kunci gerakan literasi sekolah – Gerakan Literasi Sekolah (GLS)  merupakan agenda pemasyarakatan kegemaran membaca dan menulis di kalangan komunitas sekolah. Gerakan ini didasarkan atas Permendikbud Nomor 21 Tahun 2015 Tentang Penumbuhan Budi Pekerti.

Perpustakaan sebagai kunci gerakan literasi sekolah PASTI BISA Perpustakaan Sebagai Kunci Gerakan Literasi Sekolah
Perpustakaan sebagai kunci gerakan literasi di sekolah (Nefrida/matrapendidikan.com)

Bagi guru, budaya membaca dan menulis bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan dan wawasan berkaitan dengan mata pelajaran yang diampu. Sedangkan bagi siswa, kegemaran membaca dan menulis bermanfaat untuk meningkatkan proses dan hasil berguru siswa.

Atau dengan kata lain, budaya membaca dan menulis akan berdampak pada proses pembelajaran sehingga meningkatkan prestasi berguru siswa.
GLS bahu-membahu tidak hanya berkaitan dengan acara membaca dan menulis. Sebagaimana amat Kurikulum 2013, literasi meliputi kemampuan melihat, mengamati, memahami, membaca dan menulis.

Salah satu basis GLS yaitu perpustakaan sekolah. Banyak orang bilang bila perpustakaan yaitu jantungnya sebuah sekolah. Hal ini cukup beralasan sebab unit perpustakan menjadi daerah disediakannya banyak sekali macam sumber dan media belajar.

Di perpustakaan terdapat aneka buku pelajaran wajib maupun penunjang. Di perpustakaan juga tersedia media audio dan visual sebagai media pembelajaran. Buku pelajaran wajib merupakan buku pegangan guru dan siswa untuk setiap mata pelajaran.

Selain itu juga terdapat buku penunjang sebagai acuan bagi guru maupun siswa dalam mendukung acara belajar. Media berguru di perpustakaan sekolah antara lain perangkat elektronik dan digital dalam bentuk audio dan visual.

Agar GLS mencapai sasarannya, buku-buku di perpustakaan hendaknya buku yang sanggup menumbuhkan akal pekerti. Sebagaimana dikutip dari situs kemdikbud.go.id, buku yang dijadikan pola sebagai literasi di sekolah di antaranya buku dongeng atau dongeng lokal.

Selain itu juga disediakan buku-buku yang menginspirasi, menyerupai buku biografi tokoh lokal dan biografi anak berprestasi, buku-buku sejarah yang membentuk semangat kebangsaan atau cinta tanah air.
Dengan demikian sanggup dikatakan bahwa perpustakaan sekolah akan menjadi salah satu kunci kesuksesan gerakan literasi di sekolah.

Friday, 16 September 2022

Pasti Dapat Kepsek Sman 2 Lintau Buo Serahkan Hadiah Pemenang Lomba

Kepsek sman 2 lintau buo serahkan hadiah pemenang lomba – Dra. Irda Suryani, MM, Kepala SMAN 2 Lintau Buo menyerahkan hadiah bagi pemenang lomba antar kelas dalam rangka memeriahkan HUT RI ke- 73, Senin (20/8).

 lintau buo serahkan hadiah pemenang lomba PASTI BISA Kepsek SMAN 2 Lintau Buo Serahkan Hadiah Pemenang Lomba
Kepala Sekolah, Dra. Irda Suryani,MM menyerahkan hadiah lomba memasak kepada perwakilan kelas di dampingi Walas Fitria Milda, S.Pd  (Nedi A/matrapendidikan.com)

Informasi yang dikirim kontributor matrapendidikan.com, Nedi Alexander menyebutkan bahwa aneka macam lomba yang telah dilaksanakan kesudahannya telah diumumkan secara resmi sekaligus diserahkan hadiahnya oleh kepala sekoalh kepada perwakilan kelas masing-masig didampingi oleh wali kelasnya.

Kontributor blog bertajuk pendidikan anak ini juga menulis bahwa Lomba memasak dimenangkan oleh siswa kelas XII IPS.4, disusul kelas X IPS 2 dan kelas XI IPA.1. Sementara itu Juara I untuk Lomba Bola Dangdut direbut oleh kelas XII IPA.1 disusul kelas X IPS.2 di daerah kedua.

Seperti diinfokan sebelumnya, lomba yang diadakan antar kelas ahad kemudian berlangsung meriah. Misalnya dalam lomba memasak nasi goreng, setiap kelas menampilkan kebolehannya dalam menciptakan sajian sarapan ini.

Hal serupa terjadi pada lomba bola dangdut dan lomba lainnya yang mengundang gelak tawa penonton dari siswa maupun guru dan tenaga administrasi.  
Simak juga : SMAN 2 Lintau Buo Gelar Berbagai Lomba Menarik
Demikian informasi yang diperoleh dari SMAN 2 Linttau Buo melalui kontributor Nedi Alexander beberapa menit sebelum info ini dipublikasikan.

Monday, 27 June 2022

Pasti Dapat Menghidupkan ‘Roh’ Acara Ekstrakurikuler Di Sekolah

Menghidupkan ‘roh’ acara ektrakurikuler di sekolah – Ada 11 komponen penggunaan dana BOS di sekolah dan mengacu pada 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP). Besarnya dana BOS untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama yakni satu juta rupiah per siswa per tahun. Dan, sebesar 20 % dari total dana BOS yang diterima sekolah wajib dipakai untuk belanja buku pada komponen pengembangan perpustakaan.

 komponen penggunaan dana BOS di sekolah dan mengacu pada  PASTI BISA Menghidupkan ‘Roh’ Kegiatan Ekstrakurikuler di Sekolah
Kepala SMPN 2 Lintau Buo memperlihatkan isyarat dalam sosialisasi dana Bos dan penyusunan draft RKAS (Rahid S/matrapendidikan.com)

Hal tersebut disampaikan oleh kepala SMPN 2 Lintau Buo, Fauzi, S.Pd ketika membuka acara sosialisasi Dana BOS dan penyusunan draft RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah) di hadapan tim penyusun RKAS di ruang Labioratorium IPA, Selasa (6/2).

“BOS bukanlah ‘biaya’ operasional sekolah melainkan bentuk ‘bantuan’ pemerintah dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Namanya bantuan, tidak semua acara sekolah yang sanggup didanai dengan Dana Bos. Kegiatan-kegiatan yang boleh didanai melalui BOS sudah ditetapkan komponen-komponennya oleh pemerintah melalui Permendikbud Nomor 1 Tahun 2018,” ungkap Fauzi, S.Pd.

Dalam penjelasannya, Fauzi, S.Pd menjelaskan secara ringkas ihwal 11 item penggunaan dana Bos untuk tahun 2018. “Dengan sosialisasi ini dibutuhkan tim penyusun draft RKAS sanggup memahami penggunaan Dana BOS dan ditularkan kepada seluruh komponen sekolah dan walimurid..” kata Fauzi, S.Pd.

Ekstrakurikuler merupakan salah satu butir acara sekolah dari komponen pembelajaran dan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler yang tidak didanai oleh pemerintah sanggup dianggarkan dan didanai oleh dana BOS. Termasuk acara perlombaan, acara yang membutuhkan alat tulis kantor (ATK), narasumber dan lain sebagainya.

Kegiatan ekstrakurikuler di sekolah

Jenis acara ekstrakurikuler yang diprogramkan di sekolah diubahsuaikan dengan kondisi sekolah, potensi talenta dan minat siswa. Di SMPN 2 Lintau Buo, beberapa jenis acara yang telah/sedang dan akan dilaksanakan di sekolah antara lain acara training kesiswaan, olahraga prestasi, kepramukaan, seni, keagamaan.

Sedangkan bentuk acara yang diprogramkan dengan menganggarkan dana BOS antara lain; Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), Sepakbola, Pramuka, Passusbra, OSN, O2SN, paduan bunyi dan tahfizul Qur’an.

Sepakbola merupakan salah satu andalan pengembangan olahraga berprestasi di sekolah. Olimpiade Sain Nasional (OSN) terdiri dari kelompok mata pelajaran IPA, IPS dan Matematika.

Passusbra sanggup dikatan ikon acara ekstrakurikuler di sekolah, begitu pula acara pramuka. Kelompok paduan bunyi dan drumband (kesenian) serta tahfizul qur’an untuk bidang kegamaan.

Dana penyelenggaraan yang didanai oleh BOS akan menjadi roh terlaksananya acara ekstrakurikuler tersebut di sekolah. Artinya, banyak sekali acara ekstrakurikuler akan sanggup berjalan dengan maksimal apabila ditunjang oleh anggaran dana yang memadai.

Roh acara ekstrakurikuler akan diberdayakan dan dihidupkan oleh pembina acara ekstrakurikuler bekerja sama dengan unsur pemangku kepentingan di sekolah. Kerja sama ini berkaitan dengan pencairan dana BOS bagi setiap pelaksanaan kegiatan.

Kuncinya yakni setiap acara yang dilaksanakan perlu dilengkapi dengan manajemen acara sebagai bukti fisik dalam pertanggungjawaban penggunaan Dana Bos di sekolah.

Thursday, 23 June 2022

Pasti Dapat Kiprah Dan Beban Kerja Guru (Sertifikasi), Makin Berat?

Tugas dan beban kerja guru (sertifikasi), makin berat? – Tahun pelajaran 2017/2018, beban kerja guru (sertifikasi) di sekolah ialah 40 jam per minggu. Jika sekolah menerapkan 5 hari sekolah maka guru berada di sekolah rata-rata 8 jam sehari atau 6,5 jam sehari bagi sekolah yang menerapkan 6 hari sekolah per minggu.

 hari sekolah maka guru berada di sekolah rata PASTI BISA Tugas dan Beban Kerja Guru (Sertifikasi), Makin Berat?
Korwas Erdineri, S.Pd (kanan) menawarkan pencerahan kiprah dan beban kerja guru, Fauzi, S.Pd (kepsek) dan Rosyid Mahmudi, S.Pd.M.Pd, Pengawas Satpend. (matrapendidikan.com)

Ketentuan ini telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 23 Tahun 2017 Tentang Hari Sekolah. Demikian disampaikan Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar, Erdineri, S.Pd di hadapan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di ruang Laboratorium IPA SMPN 2 Lintau Buo, Senin (12/02/2018).

Erdineri, S.Pd memaparkan bahwa beban kerja guru tersebut meliputi 3 jenis kegiatan, masing-masing kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan kegiatan ekstrakurikuler.

“Kegiatan guru selama berada di sekolah antara lain menyiapkan perangkat mengajar, melakukan tatap muka di ruang kelas, melakukan penilaian, remedial/pengayaan, membimbing siswa dalam aneka macam kegiatan ekstrakurikuler dalam rangka Penguatan Pendidikan Karakter.” urai Korwas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Datar. 


Dalam kesempatan breafing dengan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan SMPN 2 Lintau Buo, Erdineri, S.Pd menyinggung beban kerja guru sebagaimana tercantum dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2017.


Beban kerja guru  antara lain; merencanakan pembelajaran dan pembimbingan, melakukan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran dan pembimbingan, membimbing dan melatih penerima didik dan melakukan kiprah pemanis yang melekaty pada pelaksanaan kegiatan pokok sesuai dengan beban kerja guru.

 hari sekolah maka guru berada di sekolah rata PASTI BISA Tugas dan Beban Kerja Guru (Sertifikasi), Makin Berat?
Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan serius mendengar pencerahan kiprah dan beban kerja guru (matrapendidikan.com)

Rencana 5 hari sekolah

Dalam sambutan pembukaan, Kepala SMPN 2 Lintau Buo, Fauzi, S.Pd menyinggung planning menerapkan ketentuan 5 hari sekolah. Saat ini SMPN 2 Lintau Buo belum melakukan ketentuan tersebut. Namun demikian berencana untuk menerapkan 5 hari sekolah.

“Menindaklanjuti planning tersebut, sekolah sudah memulai mengkaji untuk menerapkan ketentuan 5 hari sekolah. Tindaklanjut awal ialah menyusun program, termasuk kegiatan kegiatan 5 hari sekolah,” ujar Fauzi, S.Pd.

Menanggapi hal ini, Korwas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar Erdineri, S.Pd menyarankan planning ini disosialisasikan kepada siswa, orangtua siswa serta komite sekolah.

Sementara itu, Rosyid Mahmudi, S.Pd, M.Pd, Pengawas Satuan Pendidikan SLTP/SM Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar mengingatkan kembali ihwal perangkat mengajar guru.

“Keberhasilan guru dalam menjalankan pembelajaran tidak terlepas dari persiapan dan penyusunan perangkat mengajar.” ungkap mantan kepala Sekolah Menengah Pertama dan pakar aplikasi evaluasi ini.

Friday, 10 June 2022

Pasti Dapat Tugas Sekolah Dalam Mendukung Jadwal Genre

Peran sekolah dalam mendukung jadwal genre – Pemerintah melalui BKKBN Pusat telah meluncurkan Program Genereasi Berencana (disingkat, GenRe) semenjak beberapa tahun belakangan. Program ini diluncurkan dalam rangka menyiapkan dan merencanakan kehidupan berkeluarga bagi generasi muda sebagai generasi penerus bangsa.

Peran sekolah dalam mendukung jadwal genre PASTI BISA Peran Sekolah dalam Mendukung Program GenRe
Sekolah berperan penting dukung jadwal GenRe (doc.matrapendidikan.com)

Salah satu sasaran jadwal GenRe bagi generasi muda yaitu kaum berilmu balig cukup akal berusia antara 10 hingga 24 tahun dan belum menikah. Pada usia ini umumnya kaum berilmu balig cukup akal berada di kursi sekolah dan akademi tinggi.

Kaum berilmu balig cukup akal diperlukan menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas. Generasi yang berilmu pengetahuan dan mempunyai abjad baik. Namun kaum berilmu balig cukup akal ini tak luput dari permasalahan, terutama sikap dan sikap yang sering diidentifikasi sebagai Kenakalan Remaja.

Penanganan duduk masalah kenakalan berilmu balig cukup akal sering ditumpukan pada pihak keluarga, sekolah, masyarakat dan pemerintah setempat. Penanganan ibarat itu ternyata belum cukup efektif jikalau tidak melibatkan berilmu balig cukup akal itu sendiri dalam menangani masalahnay.

Program GenRe bertujuan untuk memfasilitasi kaum berilmu balig cukup akal untuk berguru dan memahami serta mempraktikkan sikap hidup sehat.  Selain itu juga mempunyai adat mulia untuk mencapai ketahanan berilmu balig cukup akal sebagai dasar mewujudkan GenRe, khususnya pada jenjang pendidikan di forum sekoalah.

Peran sekolah

Kaum berilmu balig cukup akal umumnya berada pada usia sekolah. Dengan demikian sekolah mempunyai tugas penting dalam mewujudkan tujuan jadwal GenRe. Implementasi tugas sekolah dalam mendukung Program Genre antara lain melalui pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler dan acara ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler di sekolah berada di bawah naungan training kesiswaan.

Osis merupakan organisasi satu-satunya di forum sekolah. Di forum madrasah dikenal dengan istilah OSIM. Organisasi ini berperan penting dalam mewujudkan tujuan Program GenRe.

Dengan berorganisasi dan mengikuti acara Osis memberi peluang kepada siswa untuk mengisi waktu luang dengan acara positif sesuai minat, talenta dan kemampuannya.

Dari pada keluyuran kesana kemari sepulang sekolah, alangkah bagusnya siswa bergabung dalam Osis. Mengikuti acara Osis dan acara ekstrakurikuler ibarat kepramukaan, Passusbra, PBB, Kelompok Ilmiah remaja, Olahraga prestasi dan sebagainya.

Selain itu, forum sekolah sanggup mengkondisikan pemodelan siswa dalam kehidupan sekolah sehari-hari. Berkaitan dengan hal ini, pemerintah kawasan telah dan sedang menyelenggarakan acara Pemilihan Duta Genre 2018. Untuk kalangan siswa, pemilihan duta GenRe ditujukan pada siswa di tingkat Sekolah Menengan Atas dan SMK.

Sunday, 17 February 2019

Pasti Dapat Pangkalan Sman 2 Lintau Buo Terima Catam

Gudep sman 2 lintau buo terima catam – Gugus Depan (Gudep) 10.695-10.696, Ambalan H.Agus Salim dan Hj.Rasuna Said, Pangkaaln SMAN 2 Lintau Buo mendapatkan Calon Tamu Ambalan (Catam). Upacara penerimaan Catam tersebut berlangsung hidmad di halaman Pangkalan SMAN Lintau Buo, Minggu sore (25/8).

 Lintau Buo mendapatkan Calon Tamu Ambalan  PASTI BISA Pangkalan SMAN 2 Lintau Buo Terima Catam
Benni Rikki,S.Kom bertindak selaku pembina upacara pada penerimaan calon tamu ambalan di pangkalan SMAN 2 Lintau Buo (Rahid S/matrapendidikan.com)

Kontributor matra pendidikan, Rahid Sikumbang yang terjun pribadi dalam upacara penerimaan Catam di Pangkalan SMAN 2 Lintau Buo melaporkan via mesenger facebook bahwa bertindak selaku pembina upacara yakni Benni Rikki, S.Kom.

Sementara itu Ulil Ambri dan Hafizah Sakinah bertindak selaku Pemangku Adat serta Alfiadi Akbar selaku Pradana dalam upacara penerimaan Catam tersebut.

Dalam penerimaan Catam maupun pelepasan anggota ambalan, sebagaimana disampaikan Rahid Sikumbang terkandung nilai-nilai pendidikan karakter. Hal ini sesuai dengan tujaun kegiatan ekstrakurikuler di sekolah khususnya bidang kepramukaan. 

Selain itu dalam penerimaan Catam dan pelepasan anggota Ambalan, sesuai dengan falsafah Minangkabau, Datang Tampak Muka, Pergi Tampak Punggung. Pada dikala penerimaan Catam, anggota ambalan diterima secara resmi melalui upacara khusus.

 Lintau Buo mendapatkan Calon Tamu Ambalan  PASTI BISA Pangkalan SMAN 2 Lintau Buo Terima Catam
Inilah barisan pasukan Catam yang akan diterima di Pangkalan SMAN 2 Lintau Buo (Rahid S./matrapendidikan.com)

Begitu pula dikala ambalan meninggalkan sekolah sebab sudah menuntaskan pendidikannya..

Selain pendidikan karakter, calon tamu ambalan juga dibekali dengan aneka macam bahan dalam kepramukaan dan kebiasaan-kebiasaan yang berlaku di pangkalan SMAN 2 Lintau Buo. 

Setelah kegiatan ini Catam akan dikukuhkan menjadi anggota ambalan di SMAN 2 Lintau Buo, ujar Rahid Sikumbang.

Saturday, 16 February 2019

Pasti Dapat 4 Calon Guru Akan Praktek Mengajar Di Smpn 2 Lintau Buo

4 Calon guru akan praktek mengajar di smpn 2 lintau buo – Sebanyak 4 orang calon guru akan praktek mengajar di SMPN 2 Lintau Buo. Mereka yakni mahasiswa IAIN Batusangkar dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Keempat calon guru tersebut  akan melakukan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL), dari Jurusan PAI (2 orang) dan Matematika (2 orang).

 Calon guru akan praktek mengajar di smpn  PASTI BISA 4 Calon Guru Akan Praktek Mengajar di SMPN 2 Lintau Buo
Unsur pimpinan sekolah terdiri dari Fauzi, S.Pd. (kepsek), Jab Sri Arinda, S.Pd (Waka Kurikulum) dan Waka Kesiswaan, Ropi.u, S.Pd (doc.matrapendidikan.com)

“Insyaallah kami akan menjalani Praktek Lapangan dari tanggal 31 Agustus ini hingga 15 Desember nanti, pak.” ujar Akmal, salah seorang mahasiswa calon guru kepada admin matrapendidikan.com  usai menghadap pimpinan sekolah, Kamis (30/8).

Program ini sehubungan dengan pelaksanaan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) dan Praktek Lapangan Konseling Pendidikan Sekolah (PLKP-S) Semester ganjil Tahun Akademik 2018/2019 Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Batusangkar.

Usai melapor dan mendapat persetujuan dari pimpinan sekolah, mahasiswa tersebut melakukan survey berupa gosip awal yang dipandu oleh beberapa tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di SMPN 2 Lintau Buo.

Sementara itu, salah seorang unsur pimpinan sekolah, Ropi’u, S.Pd mengemukakan secara resmi akan dilakukan penyambutan hari Senin mendatang, ketika upacara bendera.

“Ahamdulillah, sekolah kita kembali mendapat akidah dari pihak akademi tinggi, khususnya IAIN Batusangkar untuk membekali mahasiswa calon guru dengan pengalaman mengajar,” ujar Ropi’u,S.Pd di sela-sela percakapan ringan.

Selain itu guru (PL) akan berguru menerapkan ilmu yang diperoleh di sekolah kawasan mereka PPL.

“Mengajar itu pekerjaan menyenangngkan. Nanti ananda akan menemukan pengalaman-pengalaman menarik selama praktek mengajar di ruang kelas. Apakah ilmu yang ananda peroleh di akademi tinggi sesuai dan sanggup diterapkan selama mengajar di ruang kelas.

Ilmu tersebut menjadi bekal penting ketika ananda terjun menjadi guru sebenarnay,” pesan seorang tenaga pendidik kepada mahasiswa PL.

Pasti Dapat Smpn 5 Batusangkar Kembali Gelar Pesta Akbar Semarak Muharram

Smpn 5 batusangkar kembali gelar pesta akbar semarak muharram – SMPN 5 Batusangkar akan menggelar kembali pesta akbar Semarak Muharram dalam rangka memeriahkan Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1430 H. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Osis tersebut akan berlangsung selama 3 hari, adalah tanggal 12,13 dan 15 September 2018.

 batusangkar kembali gelar pesta akbar semarak muharram PASTI BISA SMPN 5 Batusangkar Kembali Gelar Pesta Akbar Semarak Muharram
Gedung SMPN 5 Batusangkar di Kompleks pendidikan Bukit Gombak Batusangkar (matrapendidikan.com)

Undangan untuk mengikuti acara tersebut telah disebar ke sekolah-sekolah. Berdasar isu yang diperoleh melalui dokumen permintaan yang dilayangkan pihak SMPN 5 Batusangkar ke setiap sekolah menyebutkan bahwa acara Semarak Muharram ke-XII dimeriahkan dengan banyak sekali lomba.

Ada 5 jenis lomba yang dilaksanakan adalah Lomba Nasyid, Lomba Story Telling, Lomba Tahfizh, Lomba Cerdas Cermat dan Lomba OSN. Untuk Lomba Nasyid, Lomba Story Telling dan Lomba Tahfizh Tingkat SMP/MTs se-Sumatera Barat. Lomba ini akan dilaksanakan 15 September 2018 (5 Muharram 1440 H).

Sedangkan Lomba Cerdas Cermat dilaksanakan untuk Tingkat SD/MI se- Sumatera Barat dan Lomba Olimpiade Sains untuk Tingkat SD/MI se-Kabupaten Tanah Datar.

Untuk motivasi bagi peserta, Panitia Lomba menyediakan Piagam Penghargaan dan hadiah berupa Tropi uang training kepada pemenang lomba.

"Setiap sekolah dibutuhkan mempersiapkan siswa untuk mengikutsertakan dalam lomba yang diadakan di SMPN 5 Batusangkar," kata Thomas Hendrika, S.Pd.I, salah seorang guru anggota Panitia ketika mengantar permintaan perlombaan.

Selain melalui permintaan peserta, isu ihwal Semarak Muharram ke- XII juga sanggup anda lihat melalui website resmi SMPN 5 Batusangkar di http://www.smp5batusangkar.sch.id

Friday, 15 February 2019

Pasti Dapat Guru Pl Mulai Acara Dengan Perkenalan Di Sekolah

Guru pl mulai acara mengajar dengan perkenalan diri di sekolah – Guru Praktek Lapangan  (PL) yang berasal dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Batusangkar telah memulai aktivitasnya di SMPN 2 Lintau Buo pada hari ini.

Guru pl mulai acara mengajar dengan perkenalan diri di sekolah PASTI BISA Guru PL Mulai Aktivitas dengan Perkenalan di Sekolah
Guru PL bersama tenaga pendidik dan tenaga kependidikan ketika upacara bendera (Rahid S/matrapendidikan.com)

Hal itu ditandai dengan keikutsertaan guru PL tersebut dalam upacara bendera rutin di sekolah, Senin (03/09). Usai upacara bendera, guru PL memperkenalkan diri satu persatu di hadapan akseptor upacara.

Seperti diinformasikan sebelumnya, pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2018/2019 ini 4 calon guru dari IAIN Batusangkar akan praktek mengajar di SMPN 2 lIntau Buo.
Keempat guru PL tersebut yakni Syahrul Akmal dan Fitri Turyani dari Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI). Sementara itu Rike Meidita dan Anita Marlina berasal dari Jurusan Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Batusangkar.

Pembina upacara, Arlis Anwar S.Pd mengawali amanatnya memberikan selamat tiba kepada 4 orang calon guru dan berharap untuk melakukan kegiatan mengajar dengan baik. Sementara kepada akseptor upacara dari murid, Arlis meminta semoga berguru dengan baik bersama para guru PL tersebut.

Syahrul Akmal kelahiran Sikabau, 02 Juni 1996 dan berasal dari Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung, Kab. Dharmasraya. Akmal yakni alumnus MTI Canduang. Sementara itu Fitri Turyani merupakan kelahiran Batusangkar, 4 Februari 1997 dan berasal dari Limo Kaum Batusangkar.

Sama dengan Fitri, Rike Meidita juga berasal dari tempat yang sama, Lima Kaum Batusangkar dan lahir 16 Mei 1997. Anita Marlina berasal dari Simabur, Kecamatan Pariangan dan lahir di Koto Tuo, 12 Juli 1997.

Pada hari perdana beraktivitas diperlukan semoga guru PL sanggup mengenali lingkungan sekolah terlebih dulu. Lingkungan sekolah dimaksud yakni lingkungan sosial, alam, fisik sekoalh.
Pengenalan yang baik terhadap lingkungan sekolah akan memudahkan para calon guru untuk melakukan tugasnya mengajar di sekolah.

Wednesday, 13 February 2019

Pasti Dapat Penanganan Terpadu Sampah Plastik Di Sekolah

Penanganan terpadu sampah plastik di sekolah – Banyaknya sampah plastik yang berasal dari kemasan makanan dan minuman menjadi dilema yang dianggap pelik akhir-akhir ini. Di satu sisi hal itu sanggup dimaklumi, kondisi demikian sebagai tanggapan logis dari kemajuan industri plastik dan pengemasan materi makanan dan minuman yang semakin moderen.

Penanganan terpadu sampah plastik di sekolah PASTI BISA Penanganan Terpadu Sampah Plastik di Sekolah
Ilustrasi sampah plastik dan asap pembakaran sampah (doc.matrapendidikan.com)

Namun di sini lain, sampah plastik yang semakin banyak menjadikan kekhawatiran lantaran sanggup mencemari tanah dan air. Seperti diketahui sampah plastik tidak akan terurai oleh basil pengurai di tanah maupun air.

#Membakar sampah plastik

Membakar merupakan salah satu alternatif yang dilakukan selama ini untuk menanggulangi sampah plastik. Namun perjuangan  tersebut dinilai belum efektif mengurangi sampah plastik.

Justru yang terjadi sampah plastik yang dihasilkan setiap hari bukannya semakin berkurang. Selain itu, asap pembakaran sampah plastik sanggup mencemarkan udara dan akan terhirup oleh insan sehingga menjadikan dilema pada pernapasan.
Dampak sampah plastik terhadap lingkungan  memang menyerupai makan buah simalakama. Kenapa tidak? Dibiarkan begitu saja akan menjadikan kerusakan pada tanah dan air. Sebaliknya kalau dibakar akan menjadikan pencemaran udara.

Oleh alasannya ialah itu selama ini penanganan sampah, termasuk sampah plastik, sering terlambat dilakukan. Setelah sampah plastik dirasakan semakin banyak dan menggunung, orang 'terpekik' untuk menanggulanginya.

#Penanganan dari awal secara terpadu

Padahal, kalau dari awal penanganan sampah dilakukan secara berkesinambungan, kondisinya tidak akan semakin berat. Penanganannya di mulai dari lingkungan keluarga, lembaga/instansi dan masyarakat.

Di forum sekolah misalnya, penanganan sampah plastik sanggup dilakukan secara terpadu. Kantin atau warung sekolah sebagai penyedia makanan dan minuman kemasan, sanggup melaksanakan gerakan dari awal dalam penanganan sampah plastik.

Misalnya menciptakan hukum tersendiri bagi siswa yang jajan sehingga sampah plastik tidak berserakan.

Kantin/warung sekolah sekolah berperan penting dalam menunjang proses berguru mengajar di sekolah. Dengan menyediakan makanan dan minuman, termasuk kemasan plastik, membantu siswa mencukupi pasokan energi sehingga berpengaruh untuk menjalani proses berguru di sekolah.
Namun pihak kantin perlu telaten mengambil tindakan biar siswa tidak membuang sampah plastik di lingkungan sekolah. Misalnya, melaksanakan gerakan pencucian sampah plastik di sekitar kantin atau sekitar gedung berguru yang berdekatan dengan kantin/warung sekolah sebelum tutup setiap hari.

Sementara pihak sekolah juga sudah melaksanakan gerakan penanganan sampah plastik setiap saat. Piket kelas membebaskan lingkungan kelas dari sampah plastik yang bertebaran dan mengumpulkannya pada daerah sampah..
Kemudian sampah tersebut dibuang ke daerah pembuangan sampah terakhir. Petugas jaga sekolah aben sampah tersebut sesudah siswa tidak lagi berada di sekolah.

Keterpaduan antara pihak sekolah dan kantin/warung sekolah dalam menangani  sampah plastik dibutuhkan sanggup meminimalisir dampak sampah plastik terhadap lingkungan. Hal ini dilakukan secara bijak sehingga tidak menyinggung pihak-pihak tertentu Semoga!

Sunday, 10 February 2019

Pasti Dapat Mengelola Sampah Plastik Kemasan Makanan Dan Minuman Secara Bijaksana

Mengelola sampah plastik kemasan makanan dan minuman secara bijaksana – Permasalahan sampah plastik semakin serius diperbincangkan akhir-akhir ini. Pasalnya, sampah plastik terutama yang berasal dari bekas kemasan makanan dan minuman itu, semakin hari semakin meningkat volumenya. Padahal langkah untuk mereduksinya juga sudah diupayakan. 

Mengelola sampah plastik kemasan makanan dan minuman secara bijaksana PASTI BISA Mengelola Sampah Plastik Kemasan Makanan dan Minuman Secara Bijaksana
Membakar sampah plastik kemasan makanan dan minuman ialah langkah bijaksana (matrapendidikan.com)

Sekolah termasuk salah satu daerah yang banyak menghasilkan sampah terutama sampah plastik. Sampah plastik di lingkungan sekolah umumnya berasal dari kemasan makanan dan minuman.

Jajanan siswa yang disediakan di kantin sekolah umumnya makanan dan minuman dengan kemasan plastik. Sampah plastik kemasan ini berjenis polyethylene terdapat pada kemasan-kemasan minuman ringan berbentuk cangkir dan botol. 

Meskipun sudah disediakan daerah sampah plastik namun sering tidak dimanfaatkan oleh siswa.

Oleh alasannya itu sampah plastik bekas kemasan makanan dan minuman ini harus ditangani lebih lanjut secara bijaksana di sekolah. Kemudian penanganannya  sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan sekolah.

Prinsip penanganan sampah plastik ialah 3 R (reduce, reuse dan recycle). Namun tidak semua prinsip itu cocok diterapkan pada suatu sekolah. 

Prinsip penanganan melalui pengurangan (reduce)  sampah plastik di sekolah, ialah langkah yang umum dilakukan namun sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah.

Langkah bijaksana

Mengumpulkannya pada suatu daerah dan kemudian membakarnya pada waktu tertentu ialah tindakan bijaksana dalam mengelola sampah plastik kemasanan makanan dan minuman di sekolah.

Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang guru pemerhati duduk kasus sampah plastik dari kemasan makanan dan minuman di sekolah, Isral, S.Pd.

"Untuk mempercepat terkumpulnya sampah plastik kemasan makanan dan minuman,  diadakan aktivitas bank sampah. Masing-masing siswa mempunyai kardus/tempat sampah dan mengumpulkan sampah sebanyak mungkin." katanya kepada admin matrapendidikan.com, beberapa waktu lalu.

Guru pembina UKS perlu mengapresiasi tindakan siswa ini dengan menawarkan semacam penghargaan kepada siswa yang aktif dan terbanyak mengumpulkan sampah plastik.

"Walau pun penghargaan tersebut hanya dalam bentuk alat-alat tulis, menyerupai ballpoint, buku tulis, penggaris dan pensil, itu sudah sangat berati dan memberi motivasi kepada siswa untuk mengeloal sampah plastik." Isral, S.Pd memberi contoh.

Masalah sampah plastik kemasan makanan dan minuman yang masih bertebaran perlu ditangani bersama termasuk dengan pihak kantin sekolah. 

Baca juga : Penanganan Terpadu Sampah Plastik di Sekolah
"Bukan. Bukan dengan melarang pihak warung/kantin menjual makanan dan munuman kemasan,” potong Isral, S.Pd dikala ditanya perlu tidaknya pelarangan menjual makanan dan minuman berkemasan plastik.

Justru langkah itu kurang bijaksana bahkan akan mengakibatkan duduk kasus gres dikemudian hari. Oleh alasannya itu Isral juga mengingatkan semoga pihak sekolah tidak 'mencari-cari' cara penanganan sampah plastik kemasan makanan dan minuman, yang belum sesuai dengan situasi dan kondisi siswa di sekolah.
“Misalnya, mewajibkan siswa membawa makanan dan atau minuman dari rumah, dengan membeli peralatan dari produk tertentu. Ini belum tentu sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah serta keadaan ekonomi orangtua siswa,” Isral memberi contoh.

Thursday, 7 February 2019

Pasti Dapat 'Menyulap' Satu Unit Gedung Berguru Untuk Tiga Fungsi Layanan

'Menyulap' satu unit gedung berguru untuk tiga fungsi layanan – Satu unit gedung berguru (UGB) sanggup dijadikan untuk aneka macam pelayanan teknis di sekolah. Contohnya di Unit Pelayanan Teknis (UPT) SMPN 2 Lintau Buo, dimana satu UGB 'disulap' menjadi 3 ruangan pelayanan sekaligus. Warga sekolah menyebutnya gedung pelayanan three in one.

atu unit gedung berguru untuk tiga fungsi PASTI BISA 'Menyulap' Satu Unit Gedung Belajar untuk Tiga Fungsi Layanan
3 Layanan teknis di sekolah (Rahid S/matrapendidikan.com)

Ketiga ruang pelayanan tersebut yakni perjuangan kesehatan sekolah (UKS), Bimbingan dan Konseling (BK), serta Osis. Ruang UKS dan BK sudah representatif alasannya yakni sesuai dengan standard. Sedangkan ruang Osis sedang dibenahi terutama bab taman.

 

1.Ruang UKS

Ruang UKS berfungsi untuk melaksanakan perawatan siswa dalam kondisi fisik lemah dan terluka. Misalnya merawat siswa yang jatuh sakit alasannya yakni fisik lemah ketika upacara bendera dan olah raga. Begitu pula merawat siswa mengalami luka ringan ketika bermain di lingkungan sekolah.

Ruang UKS sudah sesuai standard yang ditentukan oleh Peraturan Menteri pendidikan Nasional Tentang Program Usaha Pelayanan Kesehatan dan Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat demi mewujudkan akseptor didik yang sehat dan cerdas.

atu unit gedung berguru untuk tiga fungsi PASTI BISA 'Menyulap' Satu Unit Gedung Belajar untuk Tiga Fungsi Layanan
Satu Unit Gedung Belajar gres saja dibenahi untuk 3 ruangan layanan teknis (Rahid S/matrapendidikan.com)
Pembinaan dan pengembangan UKS dilaksanakan secara terpadu, terarah dan bertanggung jawab dalam menanamkan, menumbuhkan dan menanamkan prinsip hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Penataan ruang UKS, sebagaimana dituturkan pembina UKS, Suci Indriani, S.Pd lebih diintensifkan sehubungan ditunjuknya sekolah sebagai salah satu sekolah sehat di Kecamatan Lintau Buo.

 

2.Ruang bimbingan dan konseling

Sementara itu guru BK Hildayanti, S.Pd mengemukakan penataan ruang BK untuk meningkatkan layanan dan bimbingan kepada siswa. Ruangan yang representatif akan sanggup mengantarkan guru BK dalam memperlihatkan layanan secara efektif dan efisie.

Pada hakikatnya layanan BK bertujuan untuk membuatkan diri secara optimal untuk mencapai kemandirian. Siswa yang mengalami problem sanggup dilayani dengan baik sehingga permasalahan tersebut sanggup dikelola sebagaimana mestinya.

 

3.Ruangan Osis

Sedangkan Edy Samsul, pembina Osis menuturkan bahwa kegiatan Osis memerlukan ruangan yang cukup luas. Dalam ruangan tersebut siswa sanggup membenahi organisasi dan mengadakan rapat penting.

atu unit gedung berguru untuk tiga fungsi PASTI BISA 'Menyulap' Satu Unit Gedung Belajar untuk Tiga Fungsi Layanan
Pengurus Osis sedang membenahi taman depan ruang Osis (Rahid S/matrapendidikan.com)

Ruangan Osis sanggup menampung seluruh pengurus Osis untuk mengadakan rapat. Dengan demikian Osis tidak lagi memakai ruangan berguru kalau mengadakan rapat Osis.

Seperti hasil pemantauan kontributor matra pendidikan, Rahid Sikumbang, bab depan ruangan UKS dan BK sudah dilengkapi dengan taman. Sedangkan taman ruang Osis masih dalam tahap pengerjaan.

Jika taman Osis sudah simpulan dikerjakan dibutuhkan pekarangan satu UGB dengan formula three in one ini akan nampak hijau dan asri.