Monday, 30 September 2019
Jadi Bakir Skripsi Student Facilitator And Explaining
Skripsi Student Facilitator and Explaining. Skripsi perbandingan hasil berguru siswa yang diajar dengan memakai metode pembelajaran student facilitator and explaining (SFAE) dengan metode ceramah pada bahan pokok bahasan statistika.
Cuplikan. Matematika merupakan ilmu wacana bagaimana memilih ukuran-ukuran, bentuk-bentuk, struktur-struktur, pola maupun lingkungan objek-objek maupun fenomena di alam semesta, serta pikiran sehat logis yang pengembangannya menurut pola pikir deduktif. Dengan kata lain, matematika yaitu ilmu wacana segala sesuatu yang terkait dengan pengukuran (termasuk kalkulasi), bentuk-bentuk, pola-pola, dan struktur-struktur, serta pikiran sehat logis yang dikembangkan secara deduktif (Arifin, 2010:10-11).
Dalam berguru matematika, para siswa dibiasakan untuk memperoleh pemahaman melalui pengalaman wacana sifat-sifat yang dimiliki dan yang tidak dimiliki dari sekumpulan objek (abstraksi). Dengan pengamatan terhadap contoh-contoh diharapkan siswa bisa menangkap pengertian suatu konsep selanjutnya dengan abstraksi ini, siswa dilatih untuk menciptakan perkiraan, terkaan, atau kecenderungan menurut kepada pengalaman atau pengetahuan yang dikembangkan melalui contoh-contoh khusus (generalisasi).
Di dalam proses penalarannya dikembangkan pola pikir induktif maupun deduktif. Namun tentu kesemuanya itu harus diadaptasi dengan perkembangan kemampuan siswa, sehingga pada jadinya akan sangat membantu kelancaran proses pembelajaran matematika di sekolah (Suherman, 2003: 57).
Untuk mencapai hasil berguru yang optimal diharapkan keaktifan siswa. Jadi, diharapkan metode pembelajaran secara khusus melibatkan siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran. Metode pembelajaran student facilitator and explaining (SFaE) merupakan metode pembelajaran dimana siswa mempresentasikan wangsit / pendapat kepada siswa lainnya.
Metode pembelajaran ini efektif melatih siswa berbicara untuk memberikan wangsit / gagasan atau pendapatnya sendiri, sanggup mengeluarkan ide-ide yang ada di fikirannya sehingga lebih gampang memahami materi. Metode pembelajaran ini akan relevan apabila siswa secara aktif ikut serta dalam merancang bahan pembelajaran yang akan diperesentasikan.
Skripsi Student Facilitator and Explaining
Semoga bisa membantu dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Amin...
Jadi Berakal Buku Aliran Guru Dan Siswa Ra
Buku Pedoman Guru dan Siswa RA. Buku aliran membantu kelancaran kegiatan berguru mengajar di sekolah salah satu perangkat belajar, tanpa buku guru atau siswa tidak sanggup berguru dengan baik.
Dan dengan buku aliran kita sanggup menerapkan aktivitas sekolah dalam meningkatkan kwalitas hasil berguru siswa RA (Raudlatul Athfal). Baca juga : Tentang aktivitas BOP RA
Terlepas dari itu, buku aliran ini aku share mungkin ada yang membutuhkan sebagai aliran atau hanya sebatas rujukan saja. Mungkin isi aliran ini tidak sesuai dengan yang anda harapkan alasannya ialah aliran setiap sekolah tidak sama satu dengan yang lain dalam penerapan kompetensi dasar. Makara silahkan anda edit menyesuaikan dengan aktivitas sekolah anda.
Semoga buku pedoman guru dan siswa RA ini sanggup memperlihatkan manfaat...
Buku Pedoman Guru dan Siswa RA
Demikian dari kami, supaya sanggup mambantu dan bermanfaat untuk pendidikan di Indonesia. Amin...
Jadi Akil Kenapa Harus Kitab Kuning Bukan Alquran Dan Hadits
Sebetulnya judul yang lebih pas "Kenapa Harus Bermadzhab dan Taqlid Kepada Ulama?" Karena yang dimaksud dengan memakai kitab kuning ialah ikut salah satu Madzhab dalam arti taqlid kepada Ulama. Fenomena penolakan sebagian kalangan terhadap konsep Taqlid untuk kaum awam menjadikan polemik bagi ummat Islam, terutama bagi orang menyerupai kita yang tidak mempunyai kemampuan untuk memahami agama pribadi dari sumbernya yakni al qur’an dan as sunnah (hadits).
Disamping itu keengganan untuk bermadzhab telah mendorong semangat sebagian ummat islam untuk beristinbath (menggali aturan pribadi dari sumbernya, yakni al qur’an dan as sunnah) tanpa disertai sarana yang memadahi. Dan kesudahannya sanggup kita rasakan, betapa spirit agama yang semestinya yaitu “Rahmatan Lil ‘Alamiin” bermetamorfosis “Fitnah Perpecahan” diantara sesama ummat islam.
Oleh karenanya sebelum kita melepaskan diri dari bermadzhab (Taqlid) sebaiknya kita bercermin diri setidaknya wacana beberapa hal :
1. Apa kita telah memahami bahasa arab dengan benar ?
Memahami bahasa arab dengan benar yaitu sarana pertama yang mesti kita kuasai, mengingat dua sumber utama dalam islam yakni al qur’an dan as sunnah yang memakai Bahasa Arab dengan mutu yang sangat tinggi. Ilmu yang mesti kita kuasai dalam bidang ini setidaknya mencakup Gramatika Arab (Nahwu-Shorof), Sastra Arab /Balaghoh (Badi’, Ma’ani, Bayan), Logika Bahasa (Manthiq) Sejarah Bahasa, Mufrodat, dst...
Hal ini penting guna meminimalisir kesalahan dalam mengidentifikasi makna yang dikehendaki syari’at dari sumbernya secara Harfiyah (Tekstual), juga untuk mengidentifikasi nash-nash yang bersifat ‘Am (umum), Khosh (khusus), berlaku Hakiki, Majazi dst...
Adalah hal yang naif jikalau kita berani menyampaikan “Halal-Haram, Sah-Bathil, Shohih-‘Alil” hanya berdasar pemahaman dari terjemah al qur’an atau as sunnah. Sebagai ilustrasi sederhan berikut kami kutipkan tugas pemahaman bahasa arab yang baik dan benar dalam memahami al qur’an dan as sunnah :
Contoh Fungsi Gramatika Arab
Firman Allah yang menjelaskan tata cara berwudhu :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kalian hendak melaksanakan sholat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu hingga ke siku, dan usaplah kepalamu dan kedua kakimu hingga kedua mata kaki.” (QS. Al Maidah : 6)
Terkait : Wudhu berdasarkan pendapat 4 madzhab
Coba anda perhatikan kalimat وَاَرْجُلَكُمْ (dan kedua kaki kalian) dalam firman Allah diatas, dimana kata tersebut dibaca Nashob (dibaca Fathah pada abjad lam) padahal kata tersebut lebih bersahabat dengan kata بِرُءُوسِكُمْ (kepala kalian) yang dibaca Jar (dibaca kasroh pada abjad Ro’) dengan konsekwensi makna sebagai berikut :
- Jika kata وَاَرْجُلِكُمْ (dan kedua kaki kalian) dibaca Jar (kasroh) maka yang harus dilakukan untuk kaki ketika berwudhu yaitu mengusap bukan membasuh, hal ini disebabkan kata وَاَرْجُلِكُمْ disambung dengan kata بِرُءُوسِكُمْ yang berarti amil (kata kerjanya) yaitu وَامْسَحُوا (dan usaplah)
- Jika kata وَاَرْجُلَكُمْ (dan kedua kaki kalian) dibaca nashob (fathah) maka yang harus dilakukan untuk kaki ketika berwudhu yaitu membasuh bukan mengusap, hal ini disebabkan kata وَاَرْجُلَكُمْ disambung dengan kata وُجُوهَكُمْ yang berarti amil (kata kerjanya) yaitu فَاغْسِلُوا (basuhlah)
Coba anda perhatikan: betapa dengan sedikit perbedaan, berimplikasi makna dan kewajiban yang berbeda. Dimana ketika kata وَاَرْجُلَكُمْ dibaca fathah/nashab maka kewajibannya yaitu Membasuh, sedang jikalau kata وَاَرْجُلِكُمْ dibaca kasroh/jar, maka kewajibannya yaitu mengusap. Adakah hal ini kita dapati dari al qur’an terjemah ?
Contoh Fungsi Balaghoh/Sastra Arab
Masih dalam tema ayat diatas, coba anda perhatikan kata إِذَا قُمْتُمْ dengan memakai fi’il madhi (kata kerja masa lampau) yang jikalau dialih bahasakan secara harfiyah memberi makna : “Apabila kalian telah bangun /menjalankan”... sedang yang dimaksud yaitu sebelum sholat. Inilah yang dalam pelajaran sastra arab disebut dengan “Ithlaqul Madhii Wa Uridal Mustaqbal”
Contoh Fungsi Manthiq
Diantara fungsi “Manthiq”/Logika Bahasa dalam konteks ayat diatas yaitu guna men-Tashowwur-kan (menjelaskan dengan makna yang Jami’ dan Mani’) dari masing-masing kata dalam ayat diatas, misal yang dimaksud dengan “Yad” (tangan) adakah ia yaitu “Tangan” dalam bahasa kita? “Wajah” seberapakah tempat yang masuk kategori “Wajah”? dan “Ru’us” (kepala), Membasuh, Mengusap, dst.... adakah semuanya sanggup kita definisikan dengan kamus bahasa indonesia? Sedang al qur’an memakai bahasa arab dengan mutu paling tinggi ?
2. Sudahkah kita menghafal al-Qur’an (seluruhnya) dan juga sekurang-kurangnya seratus ribu hadits ?
Syarat kedua diatas sangatlah dibutuhkan lantaran dengan terpenuhnya syarat tersebut akan tergambar semua ayat dan hadits terkait jikalau anda hendak tetapkan suatu perkara, dengan demikian keputusan/pendapat anda akan terhindar dari bertabrakan dengan nash-nash yang lain.
Sebagai ilusrtrasi sederhana kita gunakan ayat ayat diatas dengan terjemah : “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kalian hendak melaksanakan sholat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu hingga ke siku, dan usaplah kepalamu dan kedua kakimu hingga kedua mata kaki.” (QS. Al Maidah : 6)
Jika kita memahami hanya dari ayat tersebut, maka akan kita dapati aturan wajibnya berwudhu yaitu bagi setiap orang yang hendak melaksanakan sholat, baik ia orang yang masih dalam keadaan suci maupun berhadats. mengingat keumuman perintah pada ayat diatas yang ditujukan pada setiap orang yang hendak melaksanakan sholat.
Syarat kedua tsb, juga berkhasiat untuk menghindarkan anda menempatkan dalil bukan pada tempatnya, misal menempatkan ayat-ayat yang sejatinya untuk orang-orang kafir namun anda hantamkan untuk orang-orang islam. Bukankah Abdulloh Ibn Umar –rodhiyallohu ‘anhu- pernah berkata, ketika dia ditanya wacana gejala kaum Khowarij ?
وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يَرَاهُمْ شِرَارَ خَلْقِ اللَّهِ وَقَالَ إِنَّهُمْ انْطَلَقُوا إِلَى آيَاتٍ نَزَلَتْ فِي الْكُفَّارِ فَجَعَلُوهَا عَلَى الْمُؤْمِنِينَ
Dan yaitu Ibnu Umar, ia memandang mereka (Khowarij) sebagai seburuk-buruk makhluk Allah, dan ia berkata : “Mereka (Khowarij) berkata wacana ayat-ayat yang (sejatinya) turun terhadap orang-orang kafir, mereka timpahkan ayat tersebut untuk orang-orang beriman”. (HR. Al Bukhori, Bab Qotlil Khowaarij)
3. Sudahkah kita menguasai ilmu-ilmu pendukung yang lain guna memahami al qur’an dan as sunnah?
Perangkat lain yang mesti anda kuasai dalam menggali aturan dari Al Qur’an dan As Sunnah yang memang luas dan dalamnya melebihi luas dan dalamnya samudera, diantaranya yaitu :
- Anda harus mengetahui “Asbaabun Nuzul” dari setiap ayat dan juga “Asbaabul Wuruud” dari setiap hadits, hal ini penting semoga anda bisa menempatkan dalil-dalil sesuai porsinya dan bisa membedakan dalil-dalil yang “Nasikh” (Pengganti/penyalin) dari dalil-dalil yang “Mansukh” (diganti/disalin)
- Anda juga harus menguasai sekurang-kurangnya “Qiro’ah Sab’ah” dalam ilmu qur’an, mengingat akan Naif rasanya seorang “Calon Mujtahid” melafadzkan al qur’an tidak dengan pengucapan yang fashih.
Disamping itu anda juga harus menguasai ilmu-ilmu pendukung guna memahami As Sunnah, menyerupai Mushtholah Hadits, Jarh Wat Ta’dil, Taroojim, dst... hai ini penting setidaknya semoga anda tidak berhukum dengan hadits yang lemah dengan menabrak hadits yang shohih.
4. Sudahkah kita menguasai kaidah ber-istinbath dari para imam mujtahid ?
Syarat keempat diatas juga sangat penting setidaknya guna mengetahui cara mensikapi nash-nash yang Mujmal, Mubayyan, ‘Am, Khosh, dan cara men-Jami’-kan (mencari titik temu) jikalau terdapat nash-nash yang dzahirnya Mukholafah (berselisih) atau Ta’aarudh (bertentangan).
Sebagai ilustrasi sederhana kami kutipkan Firman Alloh berikut :
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالنَّصَارَى وَالصَّابِئِينَ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, dan orang-orang Shobiin, siapa saja (diantara mereka) yang beriman kepada Alloh dan hari akhir, dan melaksanakan kebajikan, mereka menerima pahala dari tuhannya, tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati.” (QS. Al Baqoroh : 62)
Sepintas ayat diatas memberi pemahaman adanya peluang yang sama bagi orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, dan orang-orang Shobiin, untuk menerima pahala disisi Alloh atas kebajikan yang mereka perbuat. Sehingga seakan ayat tsb menyatakan bahwa orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, dan orang-orang Shobiin, bisa masuk sorga. Adakah kenyataannya memang demikian ? sedang dalam ayat lain Alloh berfirman :
وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Dan barang siapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di alam abadi dia termasuk orang yang rugi.” (QS. Alu Imron : 85)
Perhatikan dua ayat diatas !!! adakah pengetahuan yang memadahi pada diri anda untuk men-Jami’-kan dua nash yang dzahirnya Mukholafah (tidak sejalan) tsb ?.... sungguh apa yang kami sampaikan diatas hanyalah sebagian kecil perangkat yang harus anda kuasai untuk Ber-Istinbath (menggali aturan pribadi dari sumbernya)
Pembaca... kami sampaikan hal-hal diatas bukan dalam rangka mematahkan semangat berguru anda, akan tetapi ketika anda mencoba menggali aturan dari sumbernya pribadi tanpa perangkat yang memadai, maka yakinlah Kelancangan Anda Hanya Akan Berakibat Perpecahan Ummat Islam.
Li kulli Syaiin ahlun, idza wusidal amru lighoiri ahlihi fantadhiris saa'ah : “Setiap segala sesuatu ada ahlinya, Jika suatu kasus diembankan (diserahkan) pada yang bukan ahlinya, maka nantikanlah ketika kehancurannya”.
Sebagaimana fenomena yang terjadi ketika ini banyak kehancuran, musibah, dan saling menjatuhkan pendapat di dunia maya(media sosial) dikarenakan banyak orang berfatwa menyesatkan yang sebetulnya disebabkan ia pribadi menggali aturan dari alqur'an dan Hadits tanpa melalui mekanisme ijtihad dan tanpa mempelajari kitab Kuning.
Wallahu A’lam...
Jadi Arif Konsep Evaluasi Autentik Kurikulum 2013
Penilaian autentik (Authentic Assessment) ialah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil mencar ilmu penerima didik untuk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Istilah Assessment merupakan sinonim dari penilaian, pengukuran, pengujian, atau evaluasi. Istilah autentik merupakan sinonim dari asli, nyata, valid, atau reliabel.
Secara konseptual penilaian autentik lebih bermakna secara signifikan dibandingkan dengan tes pilihan ganda terstandar sekali pun. Ketika menerapkan penilaian autentik untuk mengetahui hasil dan prestasi mencar ilmu penerima didik, guru menerapkan kriteria yang berkaitan dengan konstruksi pengetahuan, acara mengamati dan mencoba, dan nilai prestasi luar sekolah.
Penilaian Autentik dan Tuntutan Kurikulum
- Penilaian autentik mempunyai relevansi berpengaruh terhadap pendekatan ilmiah dalam pembelajaran sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013.
- Penilaian tersebut bisa menggambarkan peningkatan hasil mencar ilmu penerima didik, baik dalam rangka mengobservasi, menalar, mencoba, membangun jejaring, dan lain-lain.
- Penilaian autentik cenderung fokus pada tugas-tugas kompleks atau kontekstual, memungkinkan penerima didik untuk menawarkan kompetensi mereka dalam pengaturan yang lebih autentik.
- Penilaian autentik sangat relevan dengan pendekatan tematik terpadu dalam pembejajaran, khususnya jenjang sekolah dasar atau untuk mata pelajaran yang sesuai.
- Penilaian autentik sering dikontradiksikan dengan penilaian yang memakai standar tes berbasis norma, pilihan ganda, benar-salah, menjodohkan, atau menciptakan balasan singkat.
- Tentu saja, teladan penilaian ibarat ini tidak diantikan dalam proses pembelajaran, sebab memang lazim dipakai dan memperoleh legitimasi secara akademik.
- Penilaian autentik sanggup dibentuk oleh guru sendiri, guru secara tim, atau guru bekerja sama dengan penerima didik.
- Dalam penilaian autentik, seringkali pelibatan siswa sangat penting. Asumsinya, penerima didik sanggup melaksanakan acara mencar ilmu lebih baik dikala mereka tahu bagaimana akan dinilai.
Penilaian Autentik dan Pembelajaran Autentik
- Penilaian autentik mengharuskan pembelajaran yang autentik pula.
- Menurut Ormiston, mencar ilmu autentik mencerminkan kiprah dan pemecahan persoalan yang diharapkan dalam kenyataannya di luar sekolah.
- Penilaian autentik terdiri dari banyak sekali teknik penilaian. Pertama, pengukuran eksklusif keterampilan penerima didik yang bekerjasama dengan hasil jangka panjang pendidikan ibarat kesuksesan di daerah kerja. Kedua, penilaian atas tugas-tugas yang memerlukan keterlibatan yang luas dan kinerja yang kompleks. Ketiga, analisis proses yang dipakai untuk menghasilkan respon penerima didik atas perolehan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang ada.
Konsep Penilaian Autentik Kurikulum 2013
Jadi Cendekia Hikmah Dogma Kepada Qadha Dan Qadar
Hikmah Iman Kepada Qadha dan Qadar. Menurut bahasa Qadha mempunyai beberapa pengertian yaitu: hukum, ketetapan, pemerintah, kehendak, pemberitahuan, penciptaan. Menurut istilah Islam, Qadha ialah ketetapan Allah semenjak zaman Azali (sebelum membuat apapun) sesuai dengan iradah-Nya perihal segala sesuatu yang berkenan dengan makhluk. Sedangkan Qadar berdasarkan bahasa adalah: kepastian, peraturan, ukuran. baca : Kenapa harus kitab kuning
Qadar ialah perwujudan atau kenyataan ketetapan Allah terhadap semua makhluk dalam kadar dan berbentuk tertentu sesuai dengan iradah-Nya. Allah berfirman :
الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُن لَّهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا
yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagiNya dalam kekuasaan(Nya), dan ia telah membuat segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya. (QS .Al-Furqan, 2)
Macam-macam takdir
Takdir mua’llaq: yaitu takdir yang dekat kaitannya dengan ikhtiar manusia. Contoh seorang siswa bercita-cita ingin menjadi insinyur pertanian. Untuk mencapai cita-citanya itu ia mencar ilmu dengan tekun. Akhirnya apa yang ia cita-citakan menjadi kenyataan. Ia menjadi insinyur pertanian.
لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِّن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللّهِ إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلاَ مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِ مِن وَالٍ
Bagi insan ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang sanggup menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (Q.S Ar-Ra’d ayat 11)
Takdir mubram; yaitu takdir yang terjadi pada diri insan dan tidak sanggup diusahakan atau tidak sanggup di tawar-tawar lagi oleh manusia. Contoh; Ada orang yang dilahirkan dengan mata sipit , atau dilahirkan dengan kulit gelap sedangkan ibu dan bapaknya kulit putih dan sebagainya.
Hikmah Beriman kepada Qada dan qadar
1. Melatih diri untuk banyak bersyukur dan bersabar
وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَإِلَيْهِ تَجْأَرُونَ
dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah( datangnya), dan jikalau ditimpa oleh kemudratan, maka hanya kepada-Nya lah kau meminta pertolongan. ”( QS. An-Nahl ayat 53).
2. Menjauhkan diri dari sifat sombong dan putus asa
يَابَنِيَّ اذْهَبُوا فَتَحَسَّسُوا مِنْ يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ
Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah gosip perihal Yusuf dan saudaranya dan jangan kau berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir" (QS.Yusuf ayat 87)
3. Memupuk sifat optimis dan ulet bekerja
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kau melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat sepakat (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kau berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS Al- Qashas ayat 77)
4. Menenangkan jiwa
يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ , ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً , فَادْخُلِي فِي عِبَادِي , وَادْخُلِي جَنَّتِي
Hai jiwa yang tenang... Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku. (QS. al-Fajr, 27-30).
Jadi Terpelajar Tips Investasi Biar Aset Anda Terus Berkembang
Tips Investasi Agar Aset Anda Terus Berkembang. Kesalahan pengelolaan uang dan aset sanggup menimpa siapa saja baik pengusaha mikro, kecil, menengah dan besar. Bahkan tercatat sejumlah kesalahan yang sangat biasa dilakukan para pengusaha tanpa disadari sanggup membawa kebangkrutan perusahaan. Dengan deteksi dini dan langkah-langkah taktis para pengusaha sanggup menghindari kesalahan tersebut.
Biasanya yang sering dialami pengusaha ialah ketika dirinya mendapatkan laba yang lebih tinggi dari sebelumnya. Seringkali para pengusaha terlalu fokus pada bisnisnya sehingga terus mengguyurkan dana segar pada mesin pencetak uangnya tersebut. Sayangnya, sejumlah pengamat keuangan menyatakan, pengelolaan keuangan menyerupai itu cukup berisiko dan justru sanggup merugikan pengusaha. Untuk itu, berikut tiga cara yang sanggup dilakukan para pengusaha guna menghindari kesalahan pengelolaan keuangan pribadi:
Terkait :
Cara gampang rencanakan keuangan keluarga
5 Langkah gampang penghasilan jadi berkah
Tidak berinvestasi pada satu asset
Sebagai pengusaha, Anda tentu mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi dibandingkan para karyawan Anda. Jangan lupa, pendapatan Anda sanggup jauh lebih meningkat melalui taktik investasi yang tepat. Pasalnya seringkali seorang pengusaha hanya bertumpu pada satu aset saja. Seharusnya para pengusaha harus lebih variatif dalam membenamkan modalnya untuk memperoleh laba yang lebih besar. Misalnya pengusaha sanggup menentukan berinvestasi pada obligasi syariah dengan memadukannya dengan saham syariah.
Menabung
Memang, kata menabung terdengar sebagai saran yang klasik. Tetapi ini jarang dilakukan sebagian besar pengusaha yang terkesan mati-matian membangun bisnis dengan menginvestasikan seluruh uangnya. Itu merupakan salah satu kesalahan yang umum dilakukan pengusaha. Meski benar adanya, berinvestasi merupakan hal yang penting, tapi tidak ada salahnya menabung untuk sekadar berjaga-jaga. Misal berinvestasi ke BMT Sidogiri
Jangan jatuh cinta pada satu sektor
Salah satu kesalahan pengusaha yang paling umum ketika berinvestasi hanya pada satu sektor industri saja. Sektor tersebut sama dengan bisnis yang tengah ditekuninya. Padahal, para pengusaha seharusnya mencoba melihat peluang investasi yang lebih baik di luar sektor bisnis pribadinya. Dengan begitu, pengusaha sanggup memperoleh laba yang lebih variatif. (ani)
Referensi : https://www.bisnissyariah.co.id
Jadi Bakir Kurikulum Madrasah Sesuai Dengan Islamnya Indonesia
Materi kurikulum pada Madrasah, dari tingkat Raudlatul Athfal (RA/TK), Madrasah Tsanawiyah (MTs/SMP) dan Madrasah Aliyah (MA/SMA) harus sesuai dengan Islam Indonesia. Nilai keislaman yang membuatkan semangat perdamaian, santun, toleran dan bisa memahami kebhinekaan.
Dalam menerapkan kurikulum terhadap anak didik harus dipastikan mematuhi dan bisa menerapkan nilai-nilai ke-indonesiaan, kita tinggal di Indonesia dan berguru di Indonesia maka bingkai ke-indonesiaan harus terbingkai dalam suasana ke-indonesiaan. Ini harus benar-benar terpatri dalam suasana pembelajaran di madrasah dan kampus.
Terkait :
Dokumen kurikulum RA
Download review KTSP MI MTs
Misalnya, dalam praktiknya menghargai kearifan lokal, baik secara fisik gedung bangunan, model arsitektur bisa menampilkan kekhasan tempat madrasah ataupun forum Pendidikan Islam tersebut berdiri, jadi tidak hanya pemahaman otak saja. Tapi seni susila dan istiadat juga.
Secara nasional, posisi Direktorat Jenderal Pendidikan Islam sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sehingga memiliki kiprah utama dalam hal pemerataan dan ekspansi saluran pendidikan terhadap masyarakat. Lainnya yaitu ekspansi kualitas dan meningkatkan daya saing. Dan terakhir tata kelola dan akuntabilitas pelaksanaan forum pendidikan Islam.
Subscribe to:
Posts (Atom)