Saturday, 25 June 2022

Pasti Dapat Pentingnya Proteksi Orangtua Siswa Tingkatkan Mutu Pendidikan

Pentingnya tunjangan orangtua siswa tingkatkan mutu pendidikan – Kegiatan operasional sekolah tidak lepas dari tugas orangtua siswa dan pemerintah. Sementara pihak pemerintah membantu kegiatan operasional, salah satunya melalui Dana BOS. Penggunaan dana BOS tersebut telah diatur oleh perangkat perundang-undangan yang ada.

Pentingnya tunjangan orangtua siswa tingkatkan mutu pendidikan PASTI BISA Pentingnya Dukungan Orangtua Siswa Tingkatkan Mutu Pendidikan
Pentingnya tunjangan orangtua siswa untuk tingkatkan mutu pendidikan di sekolah (Rahid S/matrapendidikan.com)

Dana BOS membantu kegiatan operasional sekolah untuk kegiatan kepentingan pengembangan abjad dan kegiatan berkaitan dengan siswa. Namun demikian tidak semua kegiatan operasional sekolah yang sanggup dibantu oleh Dana BOS.

Demikain antara lain disampaikan kepala SMPN 2 Lintau Buo, Fauzi, S.Pd dalam menutup kegiatan penyempurnaan RKAS Tahun 2018 di ruang laboratorium IPA, Sabtu (10/02/2018)

“Dana BOS sebesar satu juta rupiah per siswa per tahun belum memadai untuk pelaksanaan kegiatan operasional sekolah. Disinilah pentingnya tugas orangtua siswa dalam meningkatkan pelayanan terhadap proses pendidikan anak di sekolah,”   ujar Fauzi, S.Pd di hadapan anggota penyusun RKAS.

Jika orangtua siswa melalui Komite Sekolah tidak menyampaikan kiprahnya maka pelayanan proses pendidikan di sekolah akan berjalan seadanya. Misalnya, bila orangtua siswa tidak mendukung mencar ilmu perhiasan sore maka kegiatan ini belum sanggup dijalankan. Hal ini disebabkan aktivitas mencar ilmu perhiasan sore tidak sanggup didanai dengan dana BOS.

Gerakan gemar berinfak

Sementara itu Pembina Osis yang juga turut dalam penyusunan RKAS, Edy Samsul, menyampaikan penarikan infak di sekolah oleh siswa setiap ahad dan peringatan hari besar Islam bertujuan untuk menumbuhkan nilai spiritual pada diri siswa dalam rangka pendidikan abjad sesuai kurikulum yang berlaku.

“Namun, penarikan infak tersebut tidak bersifat pemaksaan terhadap siswa. Kesadaran diri akan keikhlasan dan sukarela melalui gerakan gemar beramal ialah implementasi penanaman abjad faktual pada siswa,” kata Pembina Osis tersebut.

Lebih jauh aktivis program gerakan gemar berinfak di sekolah tersebut mengutarakan dasar penarikan infak oleh siswa dengan merujuk pada UU RI Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat.  Dalam UU tersebut telah diatur bagaimana prinsip penarikan dan penggunaan infak. Sukarela dan dipakai untuk kemaslahatan umat.

“Kegiatan-kegiatan keagamaan menyerupai peringatan hari besar islam, operasional mushalla, membantu kaum dhuafa, fakir miskin, menerima peristiwa alam dan lain sebagainya diambil dari infak siswa,” katanya mencontohkan.

Penarikan infak dilakukan oleh siswa dari anggota dan pengurus Osis yang ditunjuk oleh pihak sekolah. 


Friday, 24 June 2022

Pasti Dapat Tujuan Pemanasan Dalam Berolahraga

Tujuan pemanasan dalam berolahraga – Latihan olahraga di sekolah selalu diawali dengan kegiatan pemanasan (warming up). Kenapa siswa harus melaksanakan kegiatan pemanasan sebelum latihan olahraga? Bagaimana jikalau berolahraga tanpa didahului dengan pemanasan?

 Latihan olahraga di sekolah selalu diawali dengan kegiatan pemanasan  PASTI BISA Tujuan pemanasan dalam Berolahraga
Siswa sedang menjalani kegiatan pemanasansebelum berolahraga (matrapendidikan.com)

“Kegiatan pemanasan itu sangat penting dilakukan sebelum berolahraga. Tidak hanya bagi siswa di sekolah, semua orang yang akan berolahraga perlu melaksanakan kegiatan pemanasan,” tutur Hary Delfingra, S.Pd kepada admin matrapendidikan.com beberapa hari lalu.

Seperti diungkapkan guru Penjaskes SMPN 2 Lintau Buo ini, kegiatan pemanasan bertujuan untuk mempersiapkan bagian-bagian anggota tubuh, menyerupai sendi, otot, tulang dan bab lain dalam melaksanakan kegiatan olahraga..

“Secara khusus, kegiatan pemanasan sebelum latihan olahraga bertujuan untuk mempersiapkan badan terutama dalam meningkatkan frekuensi jantung dan pengendoran otot sehingga kondisi emosional, fisiologis dan psikologis siap untuk melaksanakan banyak sekali macam latihan olahraga” kata Hary..

Jika siswa tidak melaksanakan pemanasan terlebih dulu dikhawatirkan siswa akan mengalami cedera, apalagi ketika latihan olahraga berat menyerupai sepakbola, lontar peluru, dan lain sebagainya.

Dalam suatu kesempatan, admin matra pendidikan memperhatikan sekelompok siswa sedang melaksanakan pemanasan di tengah lapangan sekolah. Kegiatan pemanasan dipandu oleh seorang siswa dan gerakan pemandu diikuti oleh siswa lainnya.

Para siswa melaksanakan gerakan-gerakan badan secara serempak sehingga menarik perhatian. Gerakan pemanasan nyaris menyerupai dengan senam kesejukan jasmani namun pemanasan ini tidak memakai musik sebagai latarbelakangnya.

Thursday, 23 June 2022

Pasti Dapat Kiprah Dan Beban Kerja Guru (Sertifikasi), Makin Berat?

Tugas dan beban kerja guru (sertifikasi), makin berat? – Tahun pelajaran 2017/2018, beban kerja guru (sertifikasi) di sekolah ialah 40 jam per minggu. Jika sekolah menerapkan 5 hari sekolah maka guru berada di sekolah rata-rata 8 jam sehari atau 6,5 jam sehari bagi sekolah yang menerapkan 6 hari sekolah per minggu.

 hari sekolah maka guru berada di sekolah rata PASTI BISA Tugas dan Beban Kerja Guru (Sertifikasi), Makin Berat?
Korwas Erdineri, S.Pd (kanan) menawarkan pencerahan kiprah dan beban kerja guru, Fauzi, S.Pd (kepsek) dan Rosyid Mahmudi, S.Pd.M.Pd, Pengawas Satpend. (matrapendidikan.com)

Ketentuan ini telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 23 Tahun 2017 Tentang Hari Sekolah. Demikian disampaikan Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar, Erdineri, S.Pd di hadapan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di ruang Laboratorium IPA SMPN 2 Lintau Buo, Senin (12/02/2018).

Erdineri, S.Pd memaparkan bahwa beban kerja guru tersebut meliputi 3 jenis kegiatan, masing-masing kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan kegiatan ekstrakurikuler.

“Kegiatan guru selama berada di sekolah antara lain menyiapkan perangkat mengajar, melakukan tatap muka di ruang kelas, melakukan penilaian, remedial/pengayaan, membimbing siswa dalam aneka macam kegiatan ekstrakurikuler dalam rangka Penguatan Pendidikan Karakter.” urai Korwas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Datar. 


Dalam kesempatan breafing dengan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan SMPN 2 Lintau Buo, Erdineri, S.Pd menyinggung beban kerja guru sebagaimana tercantum dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2017.


Beban kerja guru  antara lain; merencanakan pembelajaran dan pembimbingan, melakukan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran dan pembimbingan, membimbing dan melatih penerima didik dan melakukan kiprah pemanis yang melekaty pada pelaksanaan kegiatan pokok sesuai dengan beban kerja guru.

 hari sekolah maka guru berada di sekolah rata PASTI BISA Tugas dan Beban Kerja Guru (Sertifikasi), Makin Berat?
Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan serius mendengar pencerahan kiprah dan beban kerja guru (matrapendidikan.com)

Rencana 5 hari sekolah

Dalam sambutan pembukaan, Kepala SMPN 2 Lintau Buo, Fauzi, S.Pd menyinggung planning menerapkan ketentuan 5 hari sekolah. Saat ini SMPN 2 Lintau Buo belum melakukan ketentuan tersebut. Namun demikian berencana untuk menerapkan 5 hari sekolah.

“Menindaklanjuti planning tersebut, sekolah sudah memulai mengkaji untuk menerapkan ketentuan 5 hari sekolah. Tindaklanjut awal ialah menyusun program, termasuk kegiatan kegiatan 5 hari sekolah,” ujar Fauzi, S.Pd.

Menanggapi hal ini, Korwas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar Erdineri, S.Pd menyarankan planning ini disosialisasikan kepada siswa, orangtua siswa serta komite sekolah.

Sementara itu, Rosyid Mahmudi, S.Pd, M.Pd, Pengawas Satuan Pendidikan SLTP/SM Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar mengingatkan kembali ihwal perangkat mengajar guru.

“Keberhasilan guru dalam menjalankan pembelajaran tidak terlepas dari persiapan dan penyusunan perangkat mengajar.” ungkap mantan kepala Sekolah Menengah Pertama dan pakar aplikasi evaluasi ini.

Wednesday, 22 June 2022

Pasti Dapat Training Kesiswaan Di Sekolah, Tujuan Dan Lingkup Materi

Pembinaan kesiswaan di sekolah, tujuan dan lingkup materi – Sekolah merupakan salah satu forum pendidikan formal yang menyelenggarakan proses pendidikan dalam bentuk aktivitas kurikuler, kokurikuler dan aktivitas ekstrakurikuler. Kegiatan kurikuler berlangsung dalam waktu yang sudah dialokasikan dalam kurikulum pendidikan di sekolah.

 Sekolah merupakan salah satu forum pendidikan formal yang menyelenggarakan proses pendi PASTI BISA Pembinaan Kesiswaan di Sekolah, Tujuan dan Lingkup Materi
Tari menjadi salah satu wujud penyaluran talenta dan minat siswa di sekolah (doc.matrapendidikan.com)

Bagaimana dengan aktivitas kokurikuler dan ekstrakurikuler? Dua aktivitas ini dilaksanakan di luar pelajaran tatap muka. Pembinaan terhadap siswa dilakukan secara terstruktur dan terpadu. Oleh lantaran itu para pembina perlu memahami tujuan dan bahan perihal training siswa melalui aktivitas kokurikuler dan ekstrakurikuler.

Berdasarkan Permendikbud Nomor 39 Tahun 2008 perihal Pembinaan Kesiswaan, ada 4 tujuan training kesiswaan di sekolah:

1.Potensi siswa

Pembinaan siswa di sekolah ditujukan pada pengembangan potensi siswa secara optimal. Diyakini bahwa setipa siswa mempunyai potensi berbeda satu sama lainnya. Potensi tersebut akan dikembangkan melalui aktivitas terpadu. Salah satu potensi siswa yaitu bakat, minat dan kreativitas.

2.Ketahanan sekolah

Tujuan lain training kesiswaan yaitu mewujudkan ketahanan sekolah. Sekolah dipandang sebagai lingkungan pendidikan. Sekolah betul-betul menyelenggarakan proses pendidikan yang bebas dari imbas negatif dan jadinya yang bertentangan dengan tujuan pendidikan.

Menciptakan ketahanan sekolah perlu dimantapkan dengan menyebarkan keperibadian.

3.Prestasi unggulan

Pembinaan terhadap siswa bertujuan untuk mewujudkan potensi siswa biar memperoleh prestasi unggulan sesuai talenta dan minat siswa. Prestasi unggulan yaitu wujud aktualisasi diri siswa melalui pengembangan potensi bakat, minat dan kreativitas.

4.Masyarakat madani

Pembinaan terhadap siswa bertujuan mewujudkan suatu masyarakat madani (civil society). Masyarakat madani berawal dari masyarakat yang berakhlak mulia, demokratis dan menghormati hak azasi manusia.

Selain tujuan training kesiswaan, lebih lanjut Permendikbud Nomor 39 Tahun 2008 perihal training kesiswaan juga menguraikan bahan aktivitas dalam training kesiswaan yang tercakup dalam aktivitas kokurikuler dan ekstrakurikuler.

Materi training kesiswaan meliputi :

1.Keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
2.Budi pekerti luhur atau budbahasa mulia
3.Kepribadian unggul, wawasan kebangsaan, dan bela negar
4.Prestasi akademik, seni, dan/atau olahraga sesuai talenta dan minat
5.Demokrasi, hak asasi manusia, pendidikan politik, lingkungan hidup, kepekaan dan toleransi sosial dalam konteks masyarakat plural
6.Kreativitas, keterampilan, dan kewirausahaan
7.Kualitas jasmani, kesehatan, dan gizi berbasis sumber gizi yang terdiversifikasi
8.Sastra dan budaya
9.Teknologi isu dan komunikasi
10.Komunikasi dalam bahasa Inggris;
Materi training kesiswaan tersebut dalam pelaksanaannya di sekolah diadaptasi dengan kebutuhan dan kondisi sekolah. Misalnya untuk jenjang SMP, bahan yang sesuai kebutuhan dan kondisi sekolah meliputi 8 materi. Namun untuk tingkat SMA/K perlu diterapkan 10 bahan tersebut.

Tuesday, 21 June 2022

Pasti Dapat Shalat Sebagai Landasan Pendidikan Abjad Di Lingkungan Keluarga

Shalat sebagai landasan pendidikan huruf di lingkungan keluarga – Shalat yaitu tiang agama dan barangsiapa yang mendirikan shalat berarti telah menengakkan agama dalam hidup dan kehidupan sehari-hari. .Shalat juga sebagai upaya untuk mencegah perbuatan yang tidak terpuji dan menjadi motivasi bagi anak untuk berbuat baik guna mencapai masa depan yang lebih baik.

Shalat sebagai landasan pendidikan huruf di lingkungan keluarga PASTI BISA Shalat Sebagai Landasan Pendidikan Karakter di Lingkungan Keluarga
Ilustrasi sholat (viva.co.id)

Hal tersebut disampaikan oleh Arnis, S.Pd, pemerhati dan praktisi pendidikan di forum madratsah di Kecamatan Lintau Buo.

“Jika orangtua merasa kewalahan dan kesulitan dalam membina karakter anak di rumah tangga maka yang perlu dievaluasi sebagai orangtua yaitu problem shalat si anak. Shalat menjadi landasan paling ideal dalam training huruf pada anak,” ungkap ibu dari 5 orang anak ini kepada admin matrapendidikan.com beberapa waktu lalu.

Lebih jauh sarjana Pendidikan Fisika jebolan UNP ini mengkritisi bahwa penilaian terhadap shalat anak hanya berjalan efektif jika kedua orangtua juga mendrikan shalat. “Bagaimana mungkin orangtua yang tidak shalat bakal dapat menanyakan anaknya sudah shalat apa belum?”

Ibu dari 5 anak masing-masing Restu Abdul Hafizh (Mahasiswa Teknik Perminyakan, UIR), Nadya Mayestika (Mahasiswi Fisika, Unand ), Amri Mahmud Rizaldi (Mahasiswa Teknik Elektro, Unand), Widya Iswara Putri (Siswi SMAN 3 Batusangkar) dan Muhammad Fadhlan Hakim (siswa SDN 12 Lintau Buo) ini tidak menafikan bahwa semua orangtua islam niscaya telah memahami dan mendidik anaknya shalat semenjak dini.

“Yang membedakan antara orangtua yang satu dengan yang lainnya yaitu pola dan cara mendidik anak di lingkungan keluarga. Pendidikan huruf di rumah tangga tidak dapat diterapkan dengan dokrin dan nasehat belaka. Pendidikan huruf ditanamkan dengan pola dan keteladanan kedua orangtua dan orang sampaumur lainnya di rumah tangga itu,” kata salah seorang pendidik di salah satu madratsah ini mengakhiri pembicaraan dengan admin blog matra pendidikan.

Monday, 20 June 2022

Pasti Dapat 5 Prinsip Pelatihan Osis Di Sekolah

5 Prinsip pelatihan Osis di sekolah – Pembinaan kesiswaan Osis di forum sekolah merupakan bab kegiatan pelatihan kesiswaan yang dilakukan secara terpadu. Pembinaan dilakukan menurut potensi yang dimiliki oleh siswa. Potensi siswa dimaksud yakni bakat, minat dan kreativitas.

 Pembinaan kesiswaan Osis di forum sekolah merupakan bab kegiatan pelatihan kesiswaan PASTI BISA 5 Prinsip Pembinaan Osis di Sekolah

Namun demikian prinsip pelatihan Osis berorientasi pada upaya mendukung aktivitas Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Pembinaan potensi kesiswaan di forum sekolah/madrasah dilakukan melalui OSIS/OSIM. Untuk forum madrasah, organisasi kesiswaan dikenal dengan nama OSIM (Organisasi Siswa Intra Madrasah)

Prinsip pelatihan kesiswaan didasarkan 5 prinsip, yaitu :

1.Organisasi

Osis yakni sebuah organisasi wadah daerah bergabungnya siswa di sekolah. Sebagai organisasi maka Osis mempunyai struktur secara hirarkhis. Ada pelindung,penanggung jawab, pembina, pengurus dan anggota.

Sebagai sebuah organisasi, Osis mempunyai hukum dan ketentuan yang tercakup dalam Anggaran dasar/Anggaran Rumah Tangga. Selain itu Osis juga mempunyai aktivitas kerja yang disusun berdasar tujuan dan lingkup kegiatan.

2.Kepemimpinan

Pemberdayan Osis di forum sekolah dilakukan melalui pengembangan prinsip kepemimpinan. Melalui prinsip kepemimpinan ini diperlukan akan lahir pemimpin bangsa yang berwawasan dan berkarakter.
Prinsip ini mendasari perlunya diadakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi Pengurus Osis. Namun penyelenggaraan dan kegiatan LDK diadaptasi dengan kondisi dan keperluan Osis di sekolah.

3.Karakter positif

Organisasi siswa ini menjadi ajang pengembangan huruf faktual bagi siswa. Oleh alasannya itu pengurus dan anggota pengurus yang dipilih telah memenuhi kriteria dan  syarat-syarat minimal. Pengurus Osis menjadi pioner bagi anggota Osis dan seluruh siswa dalam hal kedisiplinan. Disiplin belajar, berpakaian dan berpenampilan.

Pengurus Osis bukan mengajari anggotanya untuk menerapkan disiplin sekoalh melainkan memperlihatkan pola sebagaii bahasa untuk mengajak anggotanya mengikuti disiplin sekoalh.

4.Kebersamaan

Osis terdiri dari kumpulan siswa sebagai pengurus dan sebagai anggota. Program kerja disusun dilaksanakan menurut prinsip kebersaamaan. Artinya gerak langkah osis akan lancar dengan adanya kebersamaan.

5.Sosial

Osis yakni oragnisasi bersifat sosial. Pengurus Osis maupun anggotanya bekerja bukan digaji. Gerakan Osis merupakan gerakan sosial untuk kemaslahatan anggotanya. Gerakan ini juga bertujuan untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai sosial dalam diri siswa.
Demikian pembahasan prinsip pelatihan kesiswaan di forum sekolah berdasar potensi minat, talenta dan kreativitas siswa.

Pasti Dapat Osis Smpn 2 Lintau Buo Adakan Aktivitas Ldk

Osis smpn 2 lintau buo adakan aktivitas LDK – Osis SMPN 2 Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar akan mengadakan aktivitas LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan) bagi pengurus Osis periode 2017/2018 di sekolah tersebut. Info dari panitia LDK menyebutkan bahwa aktivitas LDK tersebut akan diadakan, Sabtu, 17 Februari Mendatang.

 Kabupaten Tanah Datar akan mengadakan aktivitas LDK  PASTI BISA Osis SMPN 2 Lintau Buo Adakan Kegiatan LDK
Yuhelmi, S.Pd  (no.2 dari kanan) ketua Panitia LDK, Hasma Umneti, S.Pd.Ing (Pembina Pramuka), H. Husni Anwart,S.Pd dan Hj.Jismaini, SE (Kaur TU) (matrapendidikan.com)

Yuhelmi, S.Pd, ketua panitia pelaksana program aktivitas LDK  menyebutkan bahwa aktivitas tersebut diadakan sehari penuh dengan banyak sekali bahan menyerupai kepemimpinan, Tatib Lantas, ITC, Problem Solving dan Organisasi dan Manajemen. Sedangkan pemateri berasal dari dalam dan luar sekoalh. Pemateri dari luar didatangkan dari Angota Polsek Lintau Buo dan guru SMAN 2 Lintau Buo.

Sementara itu pemateri dari dalam antara lain Kepala SMPN 2 Lintau Buo, Pembina Passusbra dan Pembina Osis SMPN 2 Lintau Buo. Ketiak ditanya perihal pelaksanaan LDK, ketua Panitia menjelaskan bahwa aktivitas ini gres pertama kali diadakan di sekolah ini.

“Semestinya LDK bagi Osis diadakan sebelum pelantikan pengurus Osis dan paling tidak diadakan dalam waktu 2 hari. Namun aktivitas ini sebagai langkah awal untuk mempersiapkan LDK di tahun pelajaran berikutnya,” kata Yuhelmi, S.Pd

Pada kesempatan lain, Kepala SMPN 2 Lintau Buo, Fauzi, S.Pd menyambut baik inisiatif pembina Osis untuk membekali pengurus Osis dengan banyak sekali pengetahuan dan wawasan dalam aktivitas LDK.

“Kita mendukung sepenuhnya aktivitas LDK ini sehingga berkat kolaborasi panitia dan guru pembina sangat diharapkan.” ungkap Fauzi, S.Pd dalam pembukaan penyusunan RKAS beberapa waktu lalu.