Showing posts with label Diniyah. Show all posts
Showing posts with label Diniyah. Show all posts

Tuesday, 1 October 2019

Jadi Bakir Panduan Pendirian Diniyah Formal Dan Pesantren


Panduan pendirian pendidikan diniyah formal dan pondok pesantren. Ini meliputi; Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan diniyah formal ulya, Pedoman dan pola usulan ijin operasional pondok pesantren, dan pola usulan pendirian pendidikan diniyah formal.

Pemberian izin operasional pondok pesantren maupun pendidikan diniyah formal merupakan bukti tertulis yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang melalui serangkaian proses dan mekanisme yang telah dilalui terlebih da hulu sebagai legalitas atas kelayakan sebuah forum disebut pondok pesantren. Izin operasional ini lahir dari sejumlah tahapan yang telah dilalui terlebih dahulu untuk memastikan akan terpenuhinya persyaratan dan proses yang telah ditentukan.

Pendirian pendidikan diniyah formal ialah penetapan pendirian satuan pendidikan diniyah formal yang diselenggarakan oleh pondok pesantren yang berbadan aturan sesudah memenuhi persyaratan administratif, teknis, dan kelayakan. Untuk menigkatkan mutu pelayanan publik terkait mekanisme permohonan ijin pendirian pendidikan diniyah formal yang mencakup tingkat ula, wustha, dan ulya.

Izin operasional merupakan bukti sah bahwa sebuah instansi disebut pondok pesantren. Jika dianalogikan dalam bidang transportasi, izin operasional pondok pesantren merupakan surat izin mengemudi yang sah bagi pengemudi kendaraan sehingga ia sanggup dan diperkenankan secara aturan mengoperasikan kendaraan tersebut sesuai peraturan yang berlaku.

Panduan Pendirian Diniyah Formal dan Pesantren

Demikian juga dengan izin operasional pondok pesantren, forum yang telah mempunyai izin operasional ini berhak untuk menjalankan fungsi-fungsi yang menempel pada pondok pesantren, menyerupai fungsi pendidikan, fungsi transformasi pedoman agama, dan fungsi sosial lainnya dan diakui oleh negara.

Referensi : http://pendis.kemenag.go.id

Thursday, 12 September 2019

Jadi Akil Kurikulum Rahmatal Lil Alamin Untuk Madrasah


Kita tahu bahwa islam di Indonesia itu beragam, alasannya itu tahun 2016 ini Ditjen Pendidikan Islam akan meluncurkan kurikulum rahmatal lil alaminbaik pada pendidikan formal (madrasah dan perguruan tinggi tinggi Islam) serta pendidikan non formal (diniyah dan pondok pesantren).

Pendidikan Agama Islam di sekolah umum (SD, Sekolah Menengah Pertama & SMA/SMK), madrasah formal (MI, MTs, MA), Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) hingga pendidikan non formal (pondok pesantren dan madrasah diniyah) akan memakai kurikulum yang toleran dan tentunya buku-bukunya yang mengajarkan kedamaian dan moderatisme.

Dengan perubahan kurikulum tersebut diperlukan ada proses pembelajaran dan pemahaman Islam yang lebih baik serta tidak mengarah pada radikalisme dan ekstrimisme apalagi berujung pada agresi terorisme.

Terkait dengan kesiapan forum dengan pemberlakuan kurikulum ini, para guru sedang melaksanakan pembinaan dan akan dilakukan uji coba ke beberapa madrasah. Makara kita tunggu saja perkembangannya ibarat apa sih kurikulum rahmatan lil alamin ini?

Jadi Bakir Teladan Lengkap Kurikulum Diniyah Formar Word / Doc


Kurikulum yaitu seperangkat planning dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan materi pelajaran serta cara yang dipakai sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Struktur kurikulum madrasah diniyah belum ditetapkan oleh pemerintah; dalam hal ini kementerian agama, menyerupai forum pendidikan formal, alasannya yaitu memang sulit atau bahkan tidak bisa untuk memutuskan hal ini. Standar pembelajaran madrasah diniyah yang ada di pesantren-pesantren tentu sangat berbeda dengan yang ada di desa atau kota (diluar pesantren).

baca: silabus tematik SD MI

Contohnya mata pelajaran (mapel) untuk kelas 1 diniyah di pesantren, menjadi mapel kelas 6 di desa. Karena santri yang masuk ke pesantren umumnya sudah lulus di desa.

Meskipun begitu, bukan berarti kegiatan pembelajaran di madrasah diniyah berlangsung tanpa kurikulum, dengan kata lain tanpa rencana, rancangan, tatanan, standar kelulusan, kenaikan kelas, dan standar penilaian. Berjalan apa adanya akan mempengaruhi kualitas pendidikan itu sendiri.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Madrasah diniyah sebagai bentuk kurikulum pendidikan dasar madrasah diniyah takmiliyah. Pengembangan kurikulum ini didasarkan pada prinsip - prinsip sebagai berikut :

  1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan akseptor didik/santri dan lingkungannya;
  2. Beragam dan terpadu;
  3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan seni;
  4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan;
  5. Menyeluruh dan berkesinambungan;
  6. Belajar sepanjang hayat, dan
  7. Seimbang antar kepentingan nasional dan kepentingan daerah.

Pada kesudahannya kurikulum ini tetap hanya sebuah dokumen yang akan menjadi kenyataan apabila terealisasi di lapangan dalam proses pembelajaran yang baik. Pembelajaran baik dikelas maupun di luar kelas hendaknya berlangsung secara efektif yang bisa membangkitkan kegiatan dan kreativitas anak.

Dalam hal ini Kurikulum yang menyenangkan dan mengasyikan bagi anak, sehingga anak betah di madrasah.atas dasar kenyatan tersebut, maka pembelajaran di madrasah diniyah dasar hendaknya bersifat mendidik, mencerdaskan, membangkitkan kegiatan dan kreativitas anak, efektif, demokratis, menantang, menyenangkan dan mengasyikan. Dengan spirit menyerupai itu kurikulum akan menjadi pedoman yang dinamis bagi penyelenggaraan pendidikan pengajaran di Madrasah Diniyah Takmiliyah.

A. Visi


Terwujudnya insan yang berfikir, beriman, bertakwa, berakhlakul kharimah, dan berwawasan luas serta terampil dan bisa bertanggung jawab dalam sosial kemasyarakatan.

B. Misi


  1. Memperdalam wawasan siswa terhadap makna yang terkandung dalam ibadah-ibadah yang diperintahkan Agama sehingga bisa mengimplementasikan nilai-nilai fatwa di dalamnya pada kehidupan sehari-hari.
  2. Membentuk kemampuan siswa dalam membaca al-Qur’an secara baik dan benar sesuai kaidah-kaidah bacaannya.
  3. Melatih keterampilan dan kedisiplinan siswa dalam menjalankan ritual Agamanya.
  4. Membentuk tata sikap yang sesuai dengan fatwa agama islam
  5. Membuka pemikiran-pemikiran menurut Al-qur’an dan hadits

C. Tujuan


  1. Meningkatkan pemahaman siswa terhadap ilmu Agama, sehingga bisa menyebarkan dirinya; sejalan dengan norma-norma agama dan bisa mengamalkan dalam perkembangan ilmu pengetahuan.
  2. Menumbuh kembangkan ilmu-ilmu Islami dalam integrasi hubungan dengan Allah SWT, Rasul, manusia, alam semesta bahkan dengan dirinya sendiri.
  3. Memberikan pemahaman mendalam kepada santri perihal fatwa Agama dan bagaimana mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari

Contoh Lengkap Kurikulum Diniyah

Demikian dari kami, biar bisa membantu dan bermanfaat.

Sunday, 11 August 2019

Jadi Cendekia Juknis Pengisian Data Emis Dekstop Pd Pontren


Aplikasi Desktop EMIS (education administrasi information sistem) ialah salah satu jenis aplikasi pendataan pendidikan Islam yang dikembangkan oleh Subbag Sistem Informasi, Bagian Perencanaan dan Sistem Informasi, Setditjen Pendidikan Islam (Tim EMIS Pusat) untuk mendukung proses validasi data EMIS yang dijaring dari setiap sumber data.

Aplikasi Desktop EMIS PD‐Pontren (Pondok Pesantren, PPS Wajar Dikdas, Diniyah Takmiliyah dan LPQ), PAI (Guru PAI dan Pengawas PAI) serta Pengawas Madrasah Semester Genap TP 2015/2016.

Untuk menjalankan Aplikasi Desktop EMIS, klik file yang bertype application untuk masing-masing jenis aplikasi dengan nama file sebagai berikut:

  1. Validasi Pontren untuk Aplikasi Desktop Pontren;
  2. Validasi TPQ Madin untuk Aplikasi Desktop Diniyah Takmiliyah dan LPQ;
  3. Validasi PAIS untuk Aplikasi Desktop PAI (Guru PAI dan Pengawas PAI); dan
  4. Validasi Wasmad untuk Aplikasi Desktop Pengawas Madrasah.

Dalam petunjuk ini, hanya akan dibahas mengenai tahapan proses validasi memakai Aplikasi Desktop untuk forum Pondok Pesantren (Pontren Umum dan Pontren Wajar Dikdas berikut data santrinya).

Untuk jenis forum lain (Diniyah Takmiliyah, LPQ, Guru PAIS, Pengawas PAI dan Pengawas Madrasah) prosesnya sanggup mengikuti langkah‐langkah yang sama dengan yang dijelaskan dalam petunjuk yang sanggup anda download pada link dibawah ini:

juknis emis PD Pontren

Demikian dari kami, agar sanggup membantu dan bermanfaat.

Saturday, 10 August 2019

Jadi Akil Referensi Buku Raport Madrasah Diniyah Format Word


Contoh Raport Madrasah Diniyah Format Word. Buku raport atau buku laporan hasil mencar ilmu merupakan kumpulan nilai siswa dalam mengikuti ujian semester, sebagai laporan dari sekolah / madrasah kepada orang tuanya wacana perkembangan anaknya selama berada di sekolah / madrasah. Buku raport tidak hanya berisi laporan nilai ujian, tapi juga berisi wacana nilai kerajinan, kelakuan, ketertiban, akhlak, dan lain-lain. Baik memakai angka atau deskripsi.

Dengan adanya laporan dari pihak sekolah / madrasah, orang bau tanah sanggup mengetahui ibarat apa dan bagaimana anaknya belajar. Dengan begitu orang bau tanah sanggup menunjukkan motivasi, mendidik, memberi pengertian kepada anaknya untuk lebih ditingkatkan lagi dari hasil laporan tersebut.

Karena itu akan membagikan rujukan raport Madrasah Diniyah dalam bentuk formar MS Word yang selanjutnya sanggup anda edit sendiri menyesuaikan dengan kebutuhan Madrasah masing-masing. Terkadang untuk raport Madrasah Diniyah tidak sama antara satu dengan yang lain alasannya tidak ketentuan dari Kementerian Agama (kemenag) harus memakai model raport ibarat apa, hanya pihak Kemenag menunjukkan rujukan format saja. Beda halnya dengan forum pendidikan formal ibarat MI MTs atau MA yang memang ada keharusan penggunaan model raport.

Selengkapnya sanggup anda unduh pada link dibawah ini dan supaya sanggup menunjukkan manfaat untuk kita semua...

Contoh Buku Raport Madrasah Diniyah Format Word

Oke hingga disini saja artikel mengembangkan wacana Contoh Raport Madrasah Diniyah Format Word.

Jadi Cerdik Pola Lengkap Manajemen Madrasah Diniyah Format Excel


Administrasi Madrasah Diniyah yaitu perjuangan pencatatan dalam mempergunakan banyak sekali sumber, baik personil maupun material secara efektif dan efisien untuk menunjangan tercapainya tujuan pendidikan di Madrasah Diniyah. Pencatatan dilakukan dengan cermat untuk menjaga layanan manajemen yang cepat, sempurna dan memuaskan.

Oleh alasannya yaitu itu, saya akan membagikan Contoh Lengkap Administrasi Madrasah Diniyah dalam bentuk MS Excel yang sanggup anda jadikan referensi atau rujukan dalam penyusunan seperangkat kebutuhan manajemen Madrasah Diniyah. sebagai berikut:

  1. Kas umum, silahkan menuju kesini aplikasi buku kas sekolah
  2. Kas pembantu
  3. Buku induk siswa, silahkan cek disini aplikasi buku induk siswa
  4. Buku pembelian alat / sarana
  5. Buku inventaris
  6. Buku kegiatan
  7. Buku aktivitas kelas
  8. Buku laporan keadaan guru dan siswa
  9. Buku jadwal madrasah
  10. Buku tamu
  11. Daftar hadir guru
  12. Buku tabungan siswa, silahkan cek aplikasi buku tabungan siswa
  13. Rekapitulasi nilai siswa
  14. Buku raport siswa
  15. Data Kepribadian siswa
  16. Contoh pengisian ijazah
  17. Untuk referensi tawaran pendirian madrasah sanggup anda cek disini

Dengan adanya referensi dan referensi administasi madrasah ini sanggup mempermudah pengelolaan data, Baik berupa data siswa, guru, kelas, sarana prasarana dan lain-lain. Silahkan anda download pada link dibawah ini:

Contoh Lengkap Administrasi Madrasah Diniyah Format Excel

Demikianlah dari kami ihwal Contoh Lengkap Administrasi Madrasah Diniyah Format Excel, biar sanggup membantu.

Jadi Berilmu Pedoman, Petunjuk, Rujukan Pengisian Ijazah Madrasah Diniyah


Petunjuk pengisian blangko ijazah oleh Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah jenjang Awwaliyah, Wustha dan Ulya, atau petugas yang ditunjuk oleh Kepala Madrasah.

Spesifikasi, Bentuk, Ukuran, Isi dan Redaksi blanko Ijazah MDT halaman depan

  1. Ijazah berukuran kertas A4 (210 mm x 297 mm).
  2. Jenis kertas Ijazah : kartu tik.
  3. Ijazah diisi dengan abjad KAPITAL dan goresan pena tangan yang baik, benar, jelas, rapih dan higienis memakai tinta warna hitam yang tidak gampang luntur dan tidak gampang terhapus
  4. Jika terjadi kesalahan dalam pengisian/penulisan, ijazah dilarang dicoret, ditimpa atau ditip-ex, dan harus diganti dengan blanko yang baru.
  5. Ijazah yang salah dalam pengisian/penulisan dan belum dimusnahkan, disilang dengan tinta warna merah pada kedua sudut yang berlawanan pada halaman depan, lalu dikembalikan ke kantor kementerian agama kabupaten/kota dengan dilengkapi isu program yang ditandatangani oleh Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah.
  6. Stempel Madrasah memakai tinta warna ungu dibubuhkan antara pasfoto dan tanda tangan Kepala Madrasah, stempel harus menyentuh pasfoto.
  7. Kode Provinsi dan kabupaten/kota yaitu sesuai dengan indeks yang dikeluarkan Ditjen Pendidikan Islam, sebagaimana terlampir.
  8. Diisi dengan nama pemegang/pemilik ijazah sesuai dengan yang tercantum pada akte kelahiran/kenal lahir/bukti/dokumen kelahiran yang sah serta ditulis dengan abjad kapital pada seluruh hurufnya secara terang dan tebal.
  9. Diisi nomor induk pemilik ijazah sesuai dengan nomor yang tercantum pada buku induk di madrasah yang bersangkutan.
  10. Pengisian nilai ujian final diisi dengan rentang nilai 0 – 10 dengan dua desimal di belakang koma.
  11. Pengisian nama tempat, tanggal, bulan dan tahun yaitu sebagai berikut: nama kabupaten/kota daerah penerbitan ijazah diikuti tanggal penerbitan ijazah sesuai dengan tanggal pengumuman kelulusan.
  12. Pengisian nama Kepala Madrasah yaitu nama Kepala Madrasah satuan pendidikan yang menerbitkan ijazah.
  13. Kepala madrasah membubuhkan tanda tangan dan lalu distempel atau dicap dengan stempel madrasah yang menerbitkan ijazah.

Silahkan unduh filenya pada link dibawah ini:
Pedoman, Petunjuk, Contoh Pengisian Ijazah Madrasah Diniyah

Demikian dari kami, biar bermanfaat...

Jadi Pandai Pola Kiprah Kepala Madrasah Dan Wakil, Wali Kelas Dan Guru Diniyah


Struktur organisasi Madrasah Diniyah berisi wacana sistem penyelenggaraan dan manajemen yang harus dijelaskan secara transparan. Sehingga fungsi, peran, wewenang dan tanggung jawab menjadi jelas. alasannya ialah itulah semua pimpinan, guru, dan tenaga kependidikan harus dijelaskan uraian tugas, wewenang, dan tanggung jawabnya. Sehingga semuanya berjalan sesuai hukum tanpa saling menyalahkan atau berebut satu sama lain.

Berikut NomIfrod berikan sedikit tumpuan kiprah kepala madrasah, wakil kepala madrasah, wali kelas, guru mata pelajaran, dan staf tata perjuangan (TU).

Tugas kepala madrasah


  1. Memimpin proses jalannya forum pendidikan secara umum
  2. Mengatur kiprah guru dan manajemen TU
  3. Membuat rencara kegiatan tahunan, semester dan bulanan
  4. Membuat RAPBM (rencara anggaran pendapatan dan belanja madrasah)
  5. Mengatur acara administrasi TU dan keuangan madrasah
  6. Mengambil kebijakan kepada guru yang tidak aktif
  7. Berusaha meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan serta aktifitas pengajaran
  8. Menjaga kedisiplinan pengelola pendidikan dalam menjalankan kiprah dan kewajibannya
  9. Memberikan layanan supervisi dan evaluasi terhadap kiprah guru dan staf TU
  10. Menentukan sidang / rapat
  11. Mengikuti rapat yang diselenggarakan oleh Dinas / forum terkait
  12. Melaporkan acara penyelenggaraan pendidikan kepada pengurus madrasah diniyah setiap simpulan tahun

Tugas wakil kepala madrasah


  1. Mengatur acara warga berguru yang mencakup penerimaan siswa baru, penetapan jadwal, deretan guru dan kedisiplinan dalam proses berguru mengajar
  2. Mengatur dan menyusun standar kompetensi kurikulum
  3. Mengatur kekerabatan madrasah dengan masyarakat
  4. Mengatur tata tertib madrasah dan acara ekstra-kurikuler
  5. Menjaga dan memelihara sarana dan prasarana pendidikan
  6. Sebagai panitia pelaksana dalam acara semester dan ujian akhir
  7. Memberikan bimbingan kurikulum kepada semua guru
  8. Mengatur kekosongan jam pelajaran di kelas
  9. Membantu atau mengganti kepala madrasah kalau berhalangan

Tugas wali kelas


  1. Mendata siswa kelas masing-masing
  2. Mengisi raport siswa
  3. Berusaha membuat ketertiban dan kedisiplinan siswa
  4. Memberikan laporan wacana keadaan siswa dan kelas secara rutin
  5. Berusaha menjaga kualitas pendidikan
  6. Mengisi kekosongan jam pelajaran kalau guru maple tersebut berhalangan
  7. Memberika motivasi kepada siswa dalam keaktifan belajar

Tugas guru mata pelajaran


  1. Menguasai materi materi pelajaran yang akan disampaikan kepada siswa
  2. Mengisi jurnal dan mengabsen siswa
  3. Mengisi daftar hadir di kantor
  4. Membuat penilaian siswa dalam ulangan harian, semester, sesuai dengan format yang telah ditentukan
  5. Mengelola acara pembelajaran dengan memperhatikan perkembangan fisik dan psikis siswa
  6. Membuat rencana pengajaran / RPP dan silabus
  7. Menyampaikan materi pelajaran pada siswa sesuai dengan jadwalnya
  8. Memberiakn kiprah kepada siswa kalau berhalangan hadir

Tugas staf TU


  1. Melaksanakan acara manajemen pendidikan secara umum
  2. Menerima dan menyimpan keuangan madrasah
  3. Mengarsip surat masuk dan keluar
  4. Melayani kebutuhan madrasah sesuai surat dari kepala madrasah
  5. Mengabsen guru mata pelajaran
  6. Menjadi notulen dalam setiap rapat
Itulah sekedar Contoh Tugas Kepala dan Wakil Madrasah, Wali Kelas dan Guru mata pelajaran, serta staf TU. Dengan begitu semua yang tercatat dalam struktur organisasi madrasah bertugas sesuai dengan kewenangan masing-masing sesuai dengan yang telah ditetapkan.

Jadi Bakir Prinsip Pembelajaran Madrasah Diniyah Pendidikan Rahmatan Lil Alamin


Prinsip pembelajaran Madrasah Diniyah yaitu hal yang harus ada dan menempel dalam setiap proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru bersama anak didiknya. Prinsip pembelajaran diterapkan semoga proses pendidikan sanggup memperlihatkan dampak nyata yang mendidik. Dengan demikian proses pendidikan berjalan efektif untuk mencapai tujuan pendidikan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Meski judulnya prinsip pembelajaran Madrasah Diniyah, tapi intinya sanggup diterapkan pada forum pendidikan yang lain. Seperti PAUD RA TK, SD MI, Sekolah Menengah Pertama MTs dan MA. Prinsip Pembelajaran Madrasah Diniyah Pendidikan Rahmatan Lil Alamin yang sanggup diterapkan sebagai berikut:

1. Semua hal pada guru yaitu berbicara banyak


Bahwa apapun yang menempel dan ada pada diri guru mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki sebetulnya bercerita banyak kepada siswa. Namun bukan dengan kata-kata, tapi dengan bahasa yang diterjemahkan oleh siswa. Misalnya guru mengenakan baju seenaknya, lusuh dan tidak rapi itu berarti sedang menyampaikan kepada siswa “saya orang yang kacau, sembarangan, jorok, maka kau boleh mempermainkan saya”

2. Nasehat sikap lebih baik dari ucapan


Kebiasaan guru dalam besikap dan bertindak sehari-hari beruapa ucapan atau perbuatan lebih berkesan di hati siswa dari pada yang dinasehatkan. Siswa akan lebih memperhatikan tindakan dari pada ucapan guru yang bertentangan dengan tindakan. Jangan salahkan siswa jikalau mereka mengabaikan nasehat guru yang tindakannya berbeda dengan apa yang diucapkan.

3. Anak bukan orang cukup umur mini


Siswa dengan segala katakteristiknya yaitu anak yang sedang belajar. Ia bukan orang cukup umur dalam bentuk kecil. Hindari menilai siswa dengan ukuran / standar orang dewasa.

Kenakalan anak yaitu kepingan dari perkembangannya. Karena itu pelanggaran, kesalahan kecil dan kenakalan, iseng dan tindakan yang mengakibatkan murka lainnya harus dimengerti, diterima apa adanya lalu diarahkan menjadi lebih baik.

4. Hukum yaitu alat mendidik


Tidak salah guru memakai hukuman, tapi harus dalam konteks mendidik. Penggunaan eksekusi harus diniatkan baik dan dilakukan dengan cara yang baik. Niat yang baik berarti didorong oleh kasih sayang, menolong dan membantu  siswa untuk kesadaran, bukan menyakiti.

5. Perkembangan siswa harus layak dihargai


Sekecil apapun kemajuan siswa layak dan harus diberi penghargaan. Berilah ratifikasi dan kebanggaan sebagai penguatan semoga terulang di masa mendatang. Penghargaan diberikan dengan cara yang bervariasi; sanggup berupa pujian, kata-kata, kalimat, senyuman, tepukan pundak, tepuk tangan, acungan jempol. Diberikan seketika siswa menerima prestasi, baik diberikan didepan siswa yang lain.

6. Guru dan orang renta yaitu tim


Yakinkan semenjak awal bahwa orang renta dan guru yaitu satu tim dalam pembelajaran siswa. Kegagalan guru juga menjadi kegagalan orang tua. Jika ada sikap siswa yang menyimpang yang susah diatasi, maka libatkan orang tua. Guru dan orang renta bekerja sama membimbing siswa.

7. Hubungan guru dan siswa dunia akhirat


Ikatan guru dan siswa tidak hanya di dunia, namun hingga di darul abadi nanti. Guru sanggup memberi syafaat di akhirat, begitu juga sebaliknya jikalau kedudukan siswa lebih tinggi berdasarkan Allah SWT. Karena itu harus diciptakan relasi mahabbah (cinta) dan kasih sayang yang kuat. Saling membantu dan menolong dalam kebaikan secara tolong-menolong menuju ridla Allah SWT.

8. Ilmu yang disampaikan dari hati akan diterima dengan hati


Apapun yang disampaikan guru harus dipertimbangkan dengan hati nurani. Semua tindakan ditenagai oleh rasa keikhlasan. Sehingga bernilai baik dan sanggup diterima oleh hati siswa. Emosi siswa akan tersentuh dan menjadikan kesadaran, selanjutnya merubah sikap siswa menjadi lebih baik.

Hindari menyampaikan atau bertindak yang didorong oleh kesenangan nafsu, ingin dipuji, emosi, marah, dan niat riya lainnya.

9. Siswa akan tertarik dengan hal yang berkaitan dengan dirinya


Dalam membarikan bahan pembelajaran guru harus menyesuaikan dengan kehidupan dan kebutuhan siswa. Contoh yang ditampilkan sesuai dengan kehidupan siswa. Semua bahan pembelajaran disangkut kaitkan dengan kehidupan siswa sehari-hari, sehingga bermakna bagi siswa dalam menghadapi kehidupannya.

Jadi Berakal Standar Kompetensi Lulusan Madrasah Diniyah Takmiliyah


Standar Kompetensi Lulusan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah, Wustha, dan Ulya yaitu kesatuan dari pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak santri sebagai efek dari proses pendidikan yang diikutinya.

Secara umum standar kompetensi lulusan madrasah diniyah takmiliyah awwaliyah, wustha, dan ulya terbagi dalam 3 aspek, yaitu:

1. Pengetahuan (kognitif) dengan indicator
  • Mempunyai pengetahuan ihwal aliran Islam secara lebih luas
  • Mempunyai pengetahuan Bahasa Arab secara lebih luas sebagai alat untuk memahami aliran agama Islam

2. Pengamalan (psikomotorik), yaitu:
  • Mengamalkan aliran Islam yang ditunjukkan dengan pengamalan ibadah dengan cara yang baik.
  • Kemampuan berguru dengan cara yang baik
  • Kemampuan berhubungan dengan orang lain dan sanggup mengambil bab secara aktif dalam acara di masyarakat
  • Mampu memakai Bahasa Arab dan membaca serta memahami kitab berbahasa arab
  • Mampu memecahkan duduk kasus menurut pengamalan dan prinsip ilmu pengetahuan yang dikuasai menurut aliran agama Islam.

3. Sikap dan Akhlak (afektif), yaitu:
  • Mencintai dan taat terhadap aliran agama Islam dan bertekad untuk menyebarkannya
  • Menghargai kebudayaan nasional dan kebudayaan lain yang tidak bertentangan dengan aliran Islam
  • Memiliki sikap demokratis, empati dan menyayangi sesame manusia, bangsa serta lingkungan sekitarnya.
  • Mencintai ilmu pengetahuan dan semangat untuk mendalaminya
  • Terbiasa disiplin dan patuh terhadap peraturan yang berlaku
  • Menghargai setiap pekerjaan dan usaha yang halal
  • Menghargai waktu, sikap ekonomis dan produktif

Keseluruhan kompetensi tersebut dijabarkan secara lebih detai ke dalam standar kompetensi lulusan pada setiap mata pelajaran yang diajarkan diseluruh jenjang pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah awwaliyah, wustha, dan ulya, yaitu al-Quran, Hadits, Aqidah, Akhlak, Fiqih, Tarikh Islam, dan Bahasa Arab.

Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah, Wustha, dan Ulya.

A. Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah


1. Al-Quran

  • Mampu menghafal, menulis, dan memahami secara sederhana kandungan surat al-Fatihah dan beberapa surat pendek di dalam juz amma (dari an-naas hingga ad-dhuhaa)
  • Mengenal, memahami, dan menerapkan kaida-kaidah ilmi tajwid meliputi: makharujul huruf, aturan tanwin, nun dan mim mati, serta mad, aturan alif lam, serta tafhim dan tarqiq.
  • Mencintai dan mengakibatkan al-Quran sebagai pedoman hidup

2. Hadits

  • Mampu membaca, menulis, menghafal, memahami dan mengamalkan matan hadits pendek yang berkaitan dengan iktikad dan amal shaleh;
  • Mencintai dan mengakibatkan hadits sebagai pedoman hidup.

3. Aqidah

  • Memahami dan meyakini rukun iktikad dengan pembuktian dalil naqli dan aqli sederhana;
  • Memahami dan menghayati as-asmaa ul husnaa, serta sifat-sifat wajib dan mustahi bagi Allah SWT dan rasulNya;
  • Menghafal, memahami, dan membiasakan kalimat thayyibah menyerupai syahadatain, ta’awwudz, basmalah, hamdalah, takbir, tahlil, dan tasbih.

4. Akhlak

Pembiasaan dalam pengamalan tabiat terpuji dan budbahasa islami serta menjauhi tabiat tercela dalam sikap sehari-hari.

5. Fiqih

  • Mengenal, memahami pokok-pokok rukun Islam serta ketentuan pelaksanaannya;
  • Melaksanakan ketentuan aturan Islam yang terkait dengan thaharah, shalat, puasa, zakat, haji, infaq, sedekah dan wakaf.

6. Tarikh Islam
Mengenal, mengidentifikasi, meneladani, dan mengambil ibrah dari sejarah arab pra Islam, sejarah Rasulullah SAW, khulafaur rasyidin, serta usaha tokoh-tokoh agama Islam di kawasan masing-masing.

7. Bahasa arab
Berkomunikasi memakai minimal 120 kosakata gres dalam struktur kalimat sederhana yang dihafal untuk memahami bacaan, menulis, dan bercakap ihwal topik seputar lingkungan madrasah dan rumah.

B. Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha


1.Al-Quran

  • Meningkatkan pemahaman terhadap beberapa surat pilihan (al-a’laa, al-Ghasyiyah, dll) melalui penerapan hafalan, menulis, memahami kandungan makna dan mengaitkannya dengan pengamalan kehidupan nyata;
  • Memahami pengertian dasar ilmu al-Quran ihwal tafsir dan mengenal beberapa kitab tafsir berbahasa arab;
  • Memahami, mencintai, dan mengakibatkan al-Quran sebagai pedoman hidup.

2. Hadits

  • Memiliki kemampuan membaca, menulis, menghafal, memahami dan mengamalkan matan beberapa hadits pendek yang berkaitan dengan ketentuan-ketentuan ibadah dan amal shaleh lainnya serta mengakibatkan hadits sebagai dasar pengamalan ibadah sehari-hari;
  • Mengenal dan memahami konsep dasar ilmu hadits;
  • Memahami, mencintai, dan mengakibatkan hadits sebagai pedoman hidup.

3. Aqidah

  • Meningkatkan pemahaman dan keyakinan terhadap rukun iktikad dengan pembuktian dalil naqli dan dalil aqli;
  • Meningkatkan pemahaman dan penghayatan terhadap dasar-dasar tauhid, al-asmaa ul husnaa, serta sifat-sifat wajib dan tidak mungkin bagi Allah SWT dan rasulNya;
  • Menunjukkan sikap, referensi pikir, dan sikap yang belandaskan nilai-nilai tauhid.

4. Akhlak

Membiasakan tabiat terpuji menyerupai ikhlas, taat, khauf, taubat, tawakal, ikhtiar, syukur, qana’ah, tawadhu’, husnudh dhan, berilmu, kreatif, produktif, dan pergaulan remaja, serta menghindari tabiat tercela menyerupai riya, nifak, ananiah, putus asa, marah, tamak, takabur, hasad, dendam, ghibah, fitnah, dan lain-lain.

5. Fiqih

  • Meningkatkan pemahaman terhadap rukun Islam serta bisa mengidentifikasi ibadah makhdlah dan ghairu makhdlah;
  • Menjalankan ketentuan aturan Islam serta benar dalam kehidupan sehari-hari.

6. Tarikh Islam

  • Meningkatkan pengenalan dan kemampuan mengambil ibrah (manfaat) terhadap kejadian penting sejarah kebudayaan Islam mulai perkembangan Islam pada masa Nabi Muhammad SAW dan para khulafaur rasyidin, masa klasik, masa kemajuan, pertangahan, kemunduran, dan masa modern, serta perkembangan Islam di Indonesia  dan pecahan dunia lain;
  • Mengapresiasi fakta dan makna kejadian bersejarah dan mengaitkannya dengan fenomena kehidupan sosial, budaya, politik, ekonomi, iptek dan seni;
  • Meneladani nilai-nilai dan tokoh-tokoh yang berprestasi dalam kejadian bersejarah.

7. Bahasa arab

Berkomunikasi memakai minimal 440 kosakata gres dalam struktur kalimat komplek untuk memahami bacaan, menulis, menyimak, dan berbicara ihwal topik keislaman dan kemasyarakatan.

C. Madrasah Diniyah Takmiliyah Ulya


1. Al-Quran

  • Memahami isi pokok al-Quran, fungsi dan bukti keutamaannya;
  • Mengenal dan mengidentifikasi pemikiran beberapa hebat tafsir di dunia arab dan Indonesia;
  • Memahami, menyayangi dan mengakibatkan al-Quran sebagai pedoman hidup.

2. Hadits

  • Meningkatkan kemampuan membaca, menulis, menghafal, memahami, dan mengamalkan matan beberapa hadits yang berkaitan dengan ketentuan ibadah dan menjadikannya sebagai dasar pengamalan ibadah sehari-hari;
  • Meningkatkan pemahaman terhadap ilmu hadits;
  • Memahami, mencintai, dan mengakibatkan hadits sebagai pedoman hidup.

3. Aqidah

  • Meningkatkan pemahaman dan keyakinan terhadap rukun iktikad dengan pembuktian dalil naqli dan dalil aqli;
  • Meningkatkan pemahaman dan penghayatan terhadap dasar-dasar tauhid, al-asmaa ul husnaa, serta sifat-sifat wajib dan tidak mungkin bagi Allah SWT dan rasulNya;
  • Menunjukkan sikap, referensi pikir, dan sikap yang belandaskan nilai-nilai tauhid.

4. Akhlak

Memahami istilah-istilah tabiat dan tasawuf, menerapkan metode peningkatan kualitas akhlak, dan membiasakan sikap terpuji serta menghindari sikap tercela.


5. Fiqih

  • Meningkatkan pemahaman terhadap rukun Islam, ibadah makhdlah dan ghairu makhdlah, serta maqashid asy-syari’ah.
  • Memahami dan menerapkan fiqih ibadah, mu’amalah, munakahat, mawarits, jinayah, siyasah, serta dasar-dasar ushul fiqih;
  • Menunjukkan sikap, referensi pikir dan sikap taat aturan dalam agama maupun kehidupan sosial.

6. Tarikh Islam

  • Memahami dan mengambil ibrah sejarah Islam di Indonesia dan perkembangan pesantren di dalamnya;
  • Mengapresiasi fakta dan makna kejadian bersejarah dan mengaitkannya dalam fenomena kehidupan sosial, budaya, politik, ekonomi, iptek dan seni;
  • Meneladani tokoh-tokoh yang berprestasi dalam perkembangan sejarah kebudayaan / peradaban Islam.

Silahkan download pada link dibawah ini:
Standar Kompetensi Lulusan Madrasah Diniyah Takmiliyah

7. Bahasa arab

Berkomunikasi memakai minimal 440 kosakata gres dalam struktur kalimat dan gaya arab yang diprogramkan untuk memahami bacaan, menulis, menyimak, dan berbicara ihwal topik keislaman dan kemasyarakatan.

Jadi Berilmu Prinsip Kurikulum Madrasah Diniyah Takmiliyah


Prinsip Kurikulum Madrasah Diniyah Takmiliyah. Kurikulum yakni seperangkat planning dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan materi pelajaran serta cara yang dipakai sebagai pedoman penyelenggaraan acara pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Fungsi utamanya yakni sebagai pedoman penyelenggaraan acara pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. baca: Prinsip pembelajaran madrasah diniyah

Dalam Madrasah Diniyah Takmiliyah, kurikulum dijalankan dengan menyebarkan prinsip-prinsip berikut ini:

Fleksibilitas


Fleksibilitas menitikberatkan pada pengembangan materi dan metodologi yang dipakai dalam proses pembelajaran. Hal yang harus diperhatikan yakni bagaimana mendapat pilihan yang sempurna semoga terjadi komunikasi yang baik antara guru dan siswa, sehingga materi yang diberikan benar-benar sanggup ditangkap dan dipahami.

Oleh alasannya yakni itu, guru harus memperhatikan keberadaan siswa dari segi kecerdasan, kemampuan dan pengetahuan yang telah dikuasainya, lalu menciptakan pilihan materi berguru dan metode-metode pembejalaran yang sempurna dan sesuai.

Berorientasi pada tujuan


Kegiatan berguru mengajar harus berorientasi pada tujuan. Pemilihan kegiatan-kegiatan dan pengalaman berguru didasarkan pada ilmu pengetahuan dan pengembangan masyarakat. Oleh Karena itu, sebelum memilih waktu dan materi pelajaran terlebih dahulu ditetapkan tujuan yang harus dicapai oleh siswa dalam mempelajari suatu mata pelajaran.

Efektifitas dan efisiensi


Struktur kurikulum Madrasah Diniyah Takmiliyah intinya merupakan suplemen dari pendidikan agama Islam yang diperoleh siswa pada forum pendidikan formal atau sekolah umum. Meski demikian, struktur kurikulum Madrasah Diniyah Takmiliyah tidaklah sederhana, sehingga memerlukan keterampilan tersendiri dalam pengorganisasiannya semoga waktu yang tersedia sanggup dimanfaatkan secara efektif dan efisien tanpa mengurangi capain tujuan yang diharapkan.

Kontinuitas


Kurikulum Madrasah Diniyah Takmiliyah dikembangkan dengan pendekatan hubngan hirarki fungsional yang menghubungkan antar jenjang dan tingkatan. Oleh alasannya yakni itu, perencanaan acara berguru mengajar harus dibentuk secara optimal dan sistematis, sehingga kemungkinan terjadinya proses peningkatan, ekspansi serta pengalaman yang terus berkembang dari suatu pokok bahasan mata pelajaran.

Pendidikan seumur hidup


Pendidikan merupakan kewajiban yang utama bagi umat Islam. Bahkan dalam pemikiran Islam dinyatakan bahwa pendidikan harus dijalani oleh setiap orang selama masa hidupnya. Selogan masyarakat dunia "education for all" yang ditetapkan UNESCO juga mengandung prinsip pembelajaran seumur hidup.

Oleh alasannya yakni itu, materi yang diberikan di Madrasah Diniyah Takmiliyah, selain sanggup menunjukkan pengetahuan dan pengalaman keilmuan kepada siswa, juga harus dikembangkan sebagai pendorong utama bagi tumbuhnya semangat belajar tiada henti dan untuk semua lapisan masyarakat. Dengan demikian, Madrasah Diniyah Takmiliyah menjadi sentra pendidikan yang membuka kanal pendidikan bagi masyarakat seluas-luasnya dan berlangsung seumur hidup.

Jadi Cerdik Referensi Format Sk-Kd Madrasah Diniyah Awwaliyah


SK-KD Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah. Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) ini khusus dipakai untuk madrasah diniyah takmiliyah awwaliyah sebagai pola dan rujukan dalam menyusunan pembelajaran alasannya ialah umumnya Kurikulum dan perangkat pembelajaran pada Madrasah Diniyah disusun sendiri oleh forum yang bersangkutan.

Berbeda dengan forum pendidikan formal lainnya yang penyusunan kurikulumnya mengikuti kurikulum nasional, Kementerian Agama menawarkan keleluasaan kepada penyelenggara Madrasah Diniyah di semua tingkatan Awwaliyah, Wustha dan Ulya untuk menyusun kurikulum sendiri. Tidak sama Perangkat Pembelajaran atau mata pelajaran setiap Madrasah Diniyah, pola antara Madrasah yang ada di desa dengan pesantren. Bisa jadi mata pelajaran kelas 4 di desa menjadi mata pelajaran kelas 1 di pesantren.

Jadi, SK-KD Madrasah Diniyah Awwaliyah ini hanya sekedar pola saja, silahkan anda sesuaikan dengan keadaan mata pelajaran / perangkat pembelajaran di Madrasah masing-masing. Namun demikian, perlu diperhitungkan pola SK-KD Madrasah Diniyah Awwaliyah ini sebagai rujukan anda dalam membuatkan kualitas pendidikan Madrasah Diniyah. Selanjutnya monggo di download pada link-link download dibawah ini:

akhlak
al-quran
aqidah
bahasa arab
fiqih
hadits
tarikh islam

Hanya itu saja dari perihal download pola Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah. Semoga dapat membantu dan bermanfaat...

Sunday, 3 February 2019

Jadi Cerdik Pembelajaran Efektif Pada Madrasah Diniyah Takmiliyah


Belajar merupakan proses mental dalam diri akseptor didik (santri) sehingga bermetamorfosis lebih baik. Melalui acara berpikir santri tahu sesuatu, dan kemudian dari pengetahuannya diperlukan ada perubahan sikap dan sikap sehari-hari. Melalui proses belajar, siswa berubah dari tidak tahu menjadi tahu, malas menjadi rajin, pembangkang menjadi taat, dan seterusnya.

Karena mencar ilmu merupakan proses mental, maka kiprah guru diniyah yaitu bagaimana mengkondisikan lingkungan biar santri bisa mengoptimalkan kekuatan berpikirnya, kemudian mengolah gosip dan bermetamorfosis lebih mengerti, terampil dan bersikap baik. Dengan demikian, santri mengetahui sesuatu bukan lantaran diberi tahu, tapi lantaran berpikir.

Capaian pembelajaran sanggup dikelompokkan dalam 3 ranah; yakni kognitif, afektif, dan psikomotor. Proses pembelajaran sepenuhnya diarahkan pada pengembangan ketiga ranah tersebut secara utuh, artinya pengembangan ranah yang satu tidak bisa dipisahkan dari ranah lainnya. Dengan demikian proses pembelajaran secara utuh melahirkan kualitas langsung yang mencerminkan keutuhan penguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Pembelajaran pada pendidikan madrasah diniyah takmiliyah (MDT) diarahkan untuk memperlihatkan bekal ilmuyang cukup kepada santri biar berkembang dan menerapkan pemikiran agamanya dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajaran tidak berhenti hingga santri tahu, tapi harus hingga bisa dan membiasakan diri beragama dalam kehidupan faktual sehari-hari. Baik kebiasaan dalam beribadah, bergaul dengan sobat sebaya, bermasyarakat dan pergaulan di lingkungan keluarga dengan moral yang mulia.

Oleh lantaran itu biar proses pembelajaran di madrasah diniyah takmiliyah menjadi menarik, tidak membosankan, perlu diterapkan pendekatan, metode, teknik dan strategi yang bervariasi dengan didukung oleh guru yang kompeten dan layak dipegang ucapannya serta ditiru perilakunya.

Pembelajaran efektif berarti pembelajaran yang membawa perubahan, imbas dan manfaat tertentu sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Pembelajaran yang efektif ditandai dengan sifatnya yang menekankan pada pemberdayaan santri secara aktif. Pembelajaran efektif tidak hanya menekankan pada penguasaan pengetahuan wacana apa yang dikerjakan, tapi juga proses internalisasi dari apa yang dikerjakan tersebut, sehingga nilainya tertanam dan berfungsi sebagai muatan nurani dan hayati serta dipraktekkan dalam kehidupan oleh santri.

Hakikat pembelajaran efektif yaitu proses mencar ilmu mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai akseptor didik, tapi juga memperlihatkan pemahaman yang baik, kecerdasan, ketekunan, kesempatan dan mutu serta sanggup memperlihatkan perubahan sikap dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka.

Pembelajaran efektif juga melatih dan menanamkan sikap demokratis bagi santri. Dalam bentuknya, pembelajaran efektif berjalan sebagai proses yang menyenangkan, sehingga memperlihatkan kreatifitas santri untuk bisa mencar ilmu dengan potensi yang sudaha mereka miliki.

Jadi Berakal Inilah 9 Prinsip Pembelajaran Pada Madrasah Diniyah Takmiliyah


Inilah 9 Prinsip Pembelajaran Pada Madrasah Diniyah Takmiliyah. Prinsip pembelajaran ialah hal yang harus ada dan menempel dalam setiap proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru bersama anak didiknya. Menerapkan metode atau pendekatan apapun, prinsip pembelajaran harus diperhatikan. Prinsip pembelajaran diterapkan semoga proses pendidikan memperlihatkan dampak nyata yang mendidik; bukan malah merusak atau mencederai mental, emosi dan martabat kemanusiaan santri (peserta didik / siswa).

Hubungan santri dengan guru harmonis, diliputi ikatan kasih sayang. Dengan demikian proses pendidikan berjalan efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pendidikan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Prinsip pembelajaran yang diterapkan pada madrasah diniyah dikala berhadapan dengan santri ialah sebagai berikut:


1. semua hal pada guru ialah berbicara banyak


Bahwa apapun yang menempel dan ada pada diri guru mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki bekerjsama bercerita banyak kepada santri. Namun bukan dengan kata-kata, melainkan dengan bahasa hal (kondisi) yang diterjemahkan oleh santri. Misalnya guru yang menggunakan baju sesukanya, lusuh dan tidak rapi itu berarti ia sedang menyampaikan kepada santri “saya orang yang kacau, jorok, maka kau boleh mempermainkan saya”.

Oleh sebab itu, guru harus menjaga penampilan yang sopan, rapi, bersih, dan sederhana.

2. Nasehat berupa sikap lebih efektif dari pada berupa ucapan


Kebiasaan guru dalam bersikap dan bertindak sehari-hari, baik berupa ucapan maupun perbuatan lebih terkesan oleh santri dari pada apa yang dinasehatkan. Santri akan lebih memperhatikan tindakan dari pada ucapan guru yang bertentangan dengan tindakan. Jangan salahkan santri kalau mereka mengabaikan nasehat guru yang tindakannya berbeda dengan apa yang diucapkan.

3. Anak ialah anak, anak bukahlah orang remaja dalam bentuk mini


Santri dengan segala karakteristiknya ialah anak yang sedang belajar. Mereka bukan orang remaja dalam bentuk kecil, maka hindari menilai santri dengan ukuran standar orang dewasa. Kenakalan anak ialah penggalan dari perkembangannya. Karena itu pelanggaran, kesalahan kecil dan kenakalan, iseng dan tindakan yang mengakibatkan murka harus dimengerti, diterima apa adanya lalu arahkan kepada yang lebih baik. Tugas guru adlah masuk ke dunia anak, dan membawa dari dunia anak menuju dunia orang dewasa.

4. Hukuman ialah alat yang mendidik


Tidak salah kalau guru menggunakan hukuman, namun harus tetap dalam konteks mendidik. Penggunaan eksekusi harus diniatkan baik dan dilakukan dengan cara yang baik. Niat baik berarti didorong oleh kasih sayang, menolong dan membantu santri menuju kesadaran, bukan menyakiti.

Dilakukan dengan cara yang baik berarti tidak melampaui aturan syariat. Tidak mencederai kehormatan, kemanusiaan, dan harga diri santri. Hukuman sebagai alat, pastinya mengandung nilai nyata dan negatif, mengandung sifat membantu dan merepotkan di sisi lain. Karena itu kalau menggunakan cara hukuman, guru harus lebih bijak dan mempertimbangkan dengan benar.

5. Perkembangan santri layak dihargai


Sekecil apapun kemajuan santri layak dan harus diberi penghargaan. Berilah legalisasi atau kebanggaan sebagai penguatan supaya terulang di masa yang akan datang. Penghargaan diberikan dengan cara yang bervariasi; sanggup berupa pujian, kata-kata, kalimat, senyuman, tepukan pundak, tepuk tangan, acungan jempol dan sebagainya. Diberikan segera dikala santri tersebut berprestasi, jangan ditunda.

6. Guru dan orang bau tanah santri ialah tim


Yakinkan semenjak awal bahwa orangtua / wali santri dan guru diniyah ialah tim dalam membelajarkan anak didik. Kegagalan santri ialah kegagalan guru sekaligus kegagalan orangtua. Karena kalau ada sikap yang menyimpang, susah diatasi, maka libatkan orangtua. Guru dan orangtua gotong royong dan bekerja sama dalam membimbing santri.

7. Hubungan guru dan santri ialah dunia akhirat


Ikatan guru dan santri tidak hanya di dunia, namun hingga kelak di akhirat. Guru sanggup memberi syafa’at kelak di akhirat, begitu juga sebaliknya kalau kedudukan santri lebih tinggi berdasarkan Allah SWT. Karena itu harus diciptakan hubungan mahabbah dan kasih sayang yang kuat, saling membantu dan menolong dalam kebaikan secara gotong royong menuju ridla Allah SWT.

8. Ilmu yang disampaikan dari hati akan diterima dengan hati


Apapun yang disampaikan guru harus dipertimbangkan dengan hati nurani, semua tindakan ditenagai oleh rasa keikhlasan. Sehingga  bernilai baik dan sanggup diterima oleh hati penerima didik. Emosi santri akan tersentuh dan akan mengakibatkan kesadaran untuk selanjutnya merubah sikap santri menjadi lebih baik. Hindari menyampaikan atau bertindak yang hanya didorong oleh kesenangan nafsu, ingin dipuji, emosi, marah, dan niat riya lainnya.

9. Seseorang cenderung tertarik terhadap hal yang berkaitan dengan dirinya


Dalam memperlihatkan bahan pembelajaran, guru harus mengusahakan kontekstual, sesuaikan dengan kehidupan dan kebutuhan santri. Contoh-contoh yang ditampilkan sesuai dengan kehidupan santri, semua bahan pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan santri sehari-hari, sehingga lebih bermakna bagi santri dalam menghadapi kehidupannya. Baik kehidupan kini maupun kelak di masyarakat. Bahkan dikaitkan dengan kebutuhan santri kelak di akhirat.

Itulah 9 prinsip pembelajaran madrasah diniyah. Semoga sanggup memperlihatkan motivasi, referensi, dan bermanfaat untuk kita semua. Amin...

Saturday, 2 February 2019

Jadi Arif Etika Guru Madrasah Diniyah Terhadap Diri Sendiri, Penerima Didik, Dalam Pembelajaran


Etika Guru Madrasah Diniyah Terhadap Diri Sendiri, Peserta Didik, Dalam Pembelajaran. Guru madrasah harus bisa dipegang ucapannya dan ditiru sikap dan perilakunya. Maka guru madrasah harus berakhlak tinggi. Karena itu dalam segala situasi dan kondisi senantiasa menerapkan etika yang baik yang mencakup etika terhadap diri sendiri, etika terhadap siswa / penerima didik, dan etika dalam proses pembelajaran.

Guru harus bisa memperlihatkan rujukan teladan yang baik terhadap semua orang tanpa terkecuali. Sehubungan dengan itu maka guru harus menjadi langsung yang profesional supaya tidak ada penyimpangan / hal yang tidak diinginkan. Berikut ini isyarat etik / etika guru madrasah:

Etika Guru Madrasah Terhadap Diri Sendiri, Siswa / Peserta Didik, dan Dalam Proses Pembelajaran


Etika Guru Madrasah Terhadap Diri Sendiri


  1. Selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT, yaitu merasa selalu dipantau oleh Allah SWT dalam segala sikap dan tindakan, kapan dan dimana saja berada.
  2. Selalu merasa takut kepada Allah SWT dalam setiap gerakan, perkataan, dan perbuatannya alasannya ialah bahu-membahu seorang guru memiliki tanggung jawab atas apa yang ada pada dirinya dalam bentuk ilmu, hikmah, dan rasa takut kepada Allah SWT.
  3. Selalu memiliki rasa ketenangan jiwa
  4. Selalu bersikap waro’, berhati-hati dan waspada terhadap hal-hal yang tidak pantas dilakukan.
  5. Selalu bersikap rendah diri (tawadlu), tidak menganggap dirinya melebihi orang lain.
  6. Selalu khusyu’ kepada Allah SWT.
  7. Setiap urusannya hanya bergantung kepada Allah SWT.
  8. Ilmunya tidak dijadikan sarana untuk memperoleh kesenangan dunia semata menyerupai jabatan, harta, popularitas, dan ilmunya tidak untuk menyaingi ilmu orang lain.
  9. Seorang guru dihentikan mengagungkan orang yang sibuk dengan urusan dunia saja.
  10. Mempunyai hari yang tidak bergantung pada duniawi.
  11. Menghindari diri dari pekerjaan yang tidak layak (hina) berdasarkan pandangan orang banyak dan syariat islam.
  12. Menghindari dan menjauhkan diri dari tempat-tempat yang dianggap jelek (tempat maksiat), jikalau memang terpaksa alasannya ialah ada keperluan hendaknya memberitahukan orang lain untuk menyaksikan ihwal alasan dan keperluannya.
  13. Menjaga tegaknya syiar islam menyerupai shalat berjamaah di masjid, menebarkan salam kepada semua orang, menegakkan amar makruf nahi munkar, serta sabar atas segala yang menyakiti hati.
  14. Menghidupkan sunnah-sunnah Rasul dan menghapus kasus yang bid’ah dengan cara yang baik secara syariat, adat, budaya dan tradisi.
  15. Menjaga amalan-amalan sunnah baik yang berupa perkataan atau perbuatan menyerupai membaca al-Quran dan lain-lain.
  16. Beradaptasi dengan masyarakat dengan etika yang mulia menyerupai berwajah ceria, murah senyum, memberi salam, menahan emosi, bersedekah, dan lain-lain.
  17. Suci lahir batin dari etika yang buruk, menhiasi diri dengan etika terpuji.
  18. Haus ilmu dan amal
  19. Tidak sungkan meminta pendapat orang lain yang lebih rendah sekalipun.

Etika Guru Madrasah Terhadap Siswa / Peserta Didik


  1. Seorang guru dalam memberikan proses berguru kepada siswa hendaknya dengan niat mencari ridla Allah SWT dan berbagi ilmu.
  2. Tidak ada alasan untuk tidak mengejar alasannya ialah belum adanya keikhlasan. Mengajarlah sekalipun belum ikhlas, sambil membenahi niat yang benar.
  3. Mencintai siswa menyerupai halnya seorang guru yang mengasihi diri sendiri.
  4. Memberi fasilitas dan pemahaman dalam memberikan bahan pelajaran.
  5. Bersungguh-sungguh dalam memberikan bahan pelajaran dengan semangat yang tinggi.
  6. Menegur siswa yang berguru di luar nalar dan kemampuan berpikirnya.
  7. Tidak boleh menonjolkan rasa pilih kasih, semua siswa diperlakukan sama.
  8. Membuat suasana serasi dalam ruang kelas, mengingatkan siswa yang tidak hadir dengan cara yang baik, dan menanyakan kondisi siswa tersebut.
  9. Memperhatikan apa saja yang dikerjakan siswa menyerupai cara mereka memberikan salam, berkomunikasi, berdiplomasi, berdiskusi dan  lainnya.
  10. Bersikap rendah diri terhadap seseorang yang meminta petunjuk.
  11. Berbicara dan berkomunikasi dengan baik dan halus menyerupai memanggil siswa dengan nama yang pantas sebagai pujian, ucapan selamat, memperlihatkan rasa besar hati dan semangat siswa.

Etika Guru Madrasah Dalam Proses Pembelajaran


  1. Apabila seorang guru hendak masuk kelas, hendaknya masuk dalam keadaan suci dari hadats dan kotoran, bersih, wangi, menggunakan pakaian yang pantas dilihat orang.
  2. Hendaknya guru madrasah meluruskan niat mengajar semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, menyebarluaskan ilmu, memberi nafas kehidupan agama islam, memberikan hukum-hukum Allah yang diperintahkan untuk diterangkan, juga niat untuk menambah hazanah ilmu dengan transparant menjelaskan kebenaran, niat menebarkan salam dan mendoakan sesama muslim dan mendoakan para ulama shalihin.
  3. Keluar rumah menuju madrasah, hendaknya berdoa sebagaimana yang diajarkan Nabi SAW.
  4. Masuk kelas mengucapkan salam, tenang, rendah hati, konsentrasi mengajar, menjaga pandangan jangan hingga menimbulkan pandangan yang tidak ada artinya.
  5. Saat mengajar hendaknya tidak terlalu banyak bergurau, bercanda, banyak tertawa, alasannya ialah hal itu sanggup mengurangi kewibawaan seorang guru dan menghilangkan rasa hormat siswa kepada guru.
  6. Saat mengajar hendaknya tidak dalam keadaan lapar dan haus, susah, marah, ngantuk.
  7. Seorang guru mengambil posisi duduk yang strategis terang terlihat oleh siswa / penerima didik.
  8. Memberikan perhatian terhadap siswa / penerima didik yang menanyakan sesuatu dan menjawab dengan penuh keilmuan.
  9. Mengawali acara pembelajaran dengan membaca ayat-ayat al-Qur'an, dan mengakhiri dengan berdoa serta membaca surat al-Ashr.

Demikian dari kami ihwal Etika Guru Madrasah, supaya bisa memperlihatkan manfaat untuk kita semua. Amin...