Showing posts sorted by relevance for query proses-pengolahan-nilai-rapor-siswa. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query proses-pengolahan-nilai-rapor-siswa. Sort by date Show all posts

Sunday, 27 November 2022

Pasti Dapat Nilai Angka Merah Versus Nilai Tidak Tuntas

Nilai angka merah versus nilai tidak tuntas – Bapak dan Ibu guru yang sudah dua atau tiga puluh tahun mengajar. Pasti masih mengingat ihwal hasil berguru siswa yang tertera di buku rapor. Nilai siswa dinyatakan dengan angka merah (angka 5 ke bawah) dan angka biru atau hitam (nilai 6 ke atas).

Nilai angka merah versus nilai tidak tuntas PASTI BISA Nilai Angka Merah Versus Nilai Tidak Tuntas
Ilustrasi penulisan nilai di rapor siswa (matrapendidikan.com)

Angka bertinta merah (angka 5) menunjukkan siswa yang tidak menguasai bahan pelajaran. Di buku rapor nyata-nyata dituliskan angka 5 itu dengan tinta berwarna merah.

Saat mengisi rapor siswa, rapor semester ganjil atau genap, guru kelas atau guru wali kelas harus menyediakan dua pena atau pulpen. Pena bertinta merah dan pulpen bertinta hitam atau biru.
Jika angka merah hingga tiga atau empat maka siswa dinyatakan tidak naik kelas. Orang tidak lagi akan bertanya kenapa siswa tidak naik kelas. Justru mereka sudah mengira alasannya ialah banyak angka merah di rapor siswa tersebut.

Bagi siswa yang mempunyai nilai rapor bertinta merah, akan besar lengan berkuasa besar terhadap psikologis anak tersebut. Begitu pula bagi orangtua mereka. Nilai merah yang tercantum pada buku rapor  menjadi sesuatu yang angker dan memalukan.

Tidak mengherankan, kalau ada siswa yang sengaja merobek buku rapor alasannya ialah aib banyak mendapat nilai 5 atau kurang yang ditulis dengan tinta warna merah.

Versus nilai tidak tuntas

Bagaimana dengan sistem evaluasi sekarang? Hasil berguru siswa dinyatakan dengan ketuntasan. Siswa dikatakan mengalami ketuntasan kalau telah mencapai hasil minimal syarat ketuntasan berguru minimal pada mata pelajaran tertentu.

Misalnya, syarat ketuntasan berguru suatu mata pelajaran 74. Siswa yang memperoleh nilai minimal 74 ke atas dikatakan anak telah tuntas belajar. Pada kolom deskripsi hasil ditulis dengan kata tuntas (T).
Jika anak hanya mencapai nilai 73 maka dikatakan anak tidak tuntas (TT) berguru dan harus diremedial. Jika hingga 3 atau lebih mata pelajaran mengalami tidak tuntas maka anak tidak akan naik kelas.

Apa pengaruhnya terhadap siswa ihwal deskripsi tuntas dan tidak tuntas? Pengaruh ini tidak sedahsyat kontribusi nilai angka merah (5) pada siswa. Cukup banyak siswa yang tidak terpengaruh oleh hasil berguru yang mereka raih. Kecuali kalau siswa tidak naik kelas jawaban mata pelajaran banyak yang tidak tuntas.

Bahkan banyak juga orangtua yang merasa kebingungan dengan istilah yang tercantum dalam buku rapor. Apa lagi dengan sistem evaluasi Kurikulum 2013 yang terurai dalam buku rapor siswa. Apakah semua orangtua siswa sempat membaca komponen dan isi serta deskripsi yang tertera di buku rapor? Allahuallam bissowaab!
Bagi sekolah yang gres menerapkan Kurikulum 2013 mungkin perlu sosialisasi yang lebih intens kepada siswa maupun orangtua siswa ihwal sistem evaluasi Kurikulum 2013 ini.

Monday, 4 February 2019

Jadi Berakal Aplikasi Rapor Mi Kelas 1 2 4 5 Kurikulum 2013 Format Excel


Aplikasi Rapor Madrasah Ibtidaiyah Kelas 1 2 4 5 Kurikulum 2013 dapat menjadi pilihan tumpuan anda dalam melaksanakan rekapitulasi nilai siswa, untuk keseragaman sebaiknya minta rekomendasi kepada atasan yakni Kementerian Agama. Aplikasi ini dinamakan Aplikasi Raport Untuk Madrasah Ibtidaiyah Kurikulum 2013 disingkat ARUMI K-13

ARUMI memungkinkan memuat 50 nama siswa yang dibentuk dan dikembangkan dengan berdasar pada: Permen No. 57 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 SD/MI; Permenag No. 000912 Tahun 2013 Tentang Kurikulum 2013 Mapel PAI dan Bahasa Arab; Panduan Teknis Penilaian Kurikulum 2013 di Madrasah Ibtidaiyah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia Dirjen Pendidikan Islam Direktorat Pendidikan Madrasah Tahun 2014 Permendikbud RI No 53 Tahun 2015 wacana Penilaian Hasil Belajar Oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah; dan Panduan Penilaian Untuk Sekolah Dasar yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan SD Tahun 2015.

Teknik dan Pengolahan Nilai sebagai berikut :

1. KI-1 Aspek Spiritual


  • Asumsi setiap siswa berprilaku Baik ( B )
  • Bila Menonjol Baik dinilai Sangat Baik ( SB )
  • Bila Menonjol Kurang Baik dinilai Perlu Pembinaan ( PB )
  • Laporan di raport dalam bentuk DESKRIPSI

2. KI-2 Aspek Sosial


  • Asumsi setiap siswa berprilaku Baik ( B )
  • Bila Menonjol Baik dinilai Sangat Baik ( SB )
  • Bila Menonjol Kurang Baik dinilai Perlu Pembinaan ( PB )
  • Laporan di raport dalam bentuk DESKRIPSI

3. KI-3 Aspek Pengetahuan


  • Menggunakan angka dengan rentang 0 - 100 dan Deskripsi
  • Penilaian Harian ( PH ) : (1) PH memakai 3 teknik yaitu Tes Tertulis, Lesan atau Penugasan; (2) PH secara Tes Tertulis dilakukan minimal satu kali per satu
  • Penilaian Tengah Semester ( Perguruan Tinggi Swasta ) : (1) Perguruan Tinggi Swasta dilaksanakan sesudah simpulan separuh dari jumlah tema dalam 1 atau 8 - 9 ahad efektif; (2) Perguruan Tinggi Swasta berbentuk Tes Tertulis; dan (3) Jadwal PTS.
  • Penilaian Akhir Semester ( PAS ) : (1) PAS dilaksanakan sesudah simpulan tema dalam 1; (2) PAS berbentuk Tes Tertulis; dan (3) Jadwal PAS.
  • Nilai Akhir memakai MEAN ( rata-rata nilai ) masing-masing KD dari PH, Perguruan Tinggi Swasta dan PAS
  • Rumus Nilai Akhir pada Raport ialah = NA= 2(PH)+(PTS)+(PAS) / 4
  • Laporan dalam raport dalam bentuk ANGKA (0-100), PREDIKAT dan DESKRIPSI
  • Deskripsi yang muncul di raport ialah deskripsi KD tertinggi dan KD terendah

4. KI-4 Aspek Ketrampilan


  • Menggunakan angka dengan rentang 0 - 100 dan Deskripsi
  • Penilaian Ketrampilan memakai 3 teknik yaitu Kinerja, Proyek atau Portofolio
  • satu KD dapat dinilai dengan salah satu dari 3 teknik atau lebih dari satu teknik: (1) Nilai Proses memakai MAX ( Nilai Tertinggi ) jika memakai 1 teknik; (2) Nilai Proses memakai MEAN ( Rata-rata Nilai ) jika memakai lebih dari 1 teknik.
  • Nilai Akhir memakai MEAN ( rata-rata nilai ) dari semua KD
  • Laporan dalam raport dalam bentuk ANGKA (0-100), PREDIKAT dan DESKRIPSI
  • Deskripsi yang muncul di raport ialah deskripsi KD tertinggi dan KD terendah

Download Aplikasi rapor MI kelas 1 2 4 5 kurikulum 2013 excel


Aplikasi Rapor MI Kelas 1
Aplikasi Rapor MI Kelas 2
Aplikasi Rapor MI Kelas 4
Aplikasi Rapor MI Kelas 5

Itulah sekedar tumpuan dari kami wacana Aplikasi Rapor MI Kelas 1 2 4 5 Kurikulum 2013 Format Excel, biar bermanfaat...

Thursday, 31 January 2019

Pasti Dapat Siswa Terima Rapor Tengah Semester Bersama Orangtua

Siswa terima rapor tengah semester bersama orangtua – Siswa UPT SMPN 2 Lintau Buo telah mendapatkan hasil berguru Tengah Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019.. Laporan hasil berguru siswa merupakan evaluasi paruh semester, termasuk evaluasi yang diadakan awal Oktober lalu.

Siswa terima rapor tengah semester bersama orangtua PASTI BISA Siswa Terima Rapor Tengah Semester Bersama Orangtua
Kepala sekolah, Fauzi, S.Pd  memberikan sambutan di hadapan orangtua siswa menjelang terima rapor (Hadi R./matrapendidikan.com)

Buku Rapor hasil berguru siswa diterima oleh orangtua siswa dari masing-masing wali kelas, Sabtu (03/11).

Seperti laporan kontributor matrapendidikan.com, Hadi Rahim, sekitar dua ratusan orangtua siswa berkumpul di aula darurat UPT SMPN 2 Lintau Buo. Pertemuan antara pihak sekolah dengan orangtua murid juga dihadiri oleh Ketua Komite Sekolah, Maisal.

Dari sambutan kepala sekolah dan komite sekolah sanggup disimpulkan bahwa di SMPN 2 Lintau Buo masih berlaku dua kurikulum pendidikan, yakni kurikulum 2013 untuk siswa kelas VII dan VIII. Sedangkan kelas IX masih memakai kurikulum 2016.

Rapor yang diterima siswa kelas IX merupakan hasl murni ujian mid semester yang dilaksanakan awal Oktober. Sedangkan untuk kelas VII dan VIII rapor hasil belajarnya meliputi banyak sekali aspek.

Siswa terima rapor tengah semester bersama orangtua PASTI BISA Siswa Terima Rapor Tengah Semester Bersama Orangtua
Wali murid siswa mendengar gosip perihal nilai, perilaku dan tingkah laris serta porogram sekoalh (Hadi.R/matrapendidikan.com)

Proses pengolahan hingga pencetakan nilai siswa kelas VII dan VIII memerlukan waktu yang cukup panjang. Sehingga antara ulangan tengah semester dan penerimaan rapor tengah semester sedikit terlambat.

Selain membicarakan hasil berguru siswa, juga mengetengahkan gosip mengenai perkembangan perilaku dan tingkah laris anak didik di kala zaman now! Pihak sekolah mengharapkan pertolongan orangtua murid untuk mengawasi anak selama berada di rumah.

Sekolah ketika ini sedang berusaha untuk meningkatkan kualitas proses pendidikan yang selama ini pernah diraih sebelumnya. Oleh lantaran itu semua komponen, mulai dari kepala sekoalh, majelis guru, orangtua murid dan komite sekoalh perlu bekerja sama untuk mewujudkan harapan tersebut.

Sunday, 10 February 2019

Jadi Berakal Evaluasi Aspek Pengetahuan Dan Keterampilan Sd Mi Kurikulum 2013


Penilaian Hasil Belajar oleh Satuan Pendidikan ialah proses pengumpulan informasi/data perihal capaian pembelajaran penerima didik yang dilakukan secara terjadwal dan sistematis dalam bentuk evaluasi simpulan dan ujian sekolah/madrasah.

Penilaian aspek pengetahuan, dan keterampilan dilakukan oleh pendidik. Penilaian oleh pendidik dilakukan untuk me m peroleh informasi deskriptif mengenai sikap penerima di dik, dan pengadministrasian pelaporan kepada pihak terkait dilakukan oleh satuan pendidikan. Penilaian aspek pengetahuan dan aspek keterampilan dilakukan oleh satuan pendidikan.

1. Penilaian Harian (PH)


Penilaian Harian dilakukan dalam bentuk tes tertulis, lisan, atau penugasan. Penilaian harian tertulis direncanakan menurut pemetaan KD dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan minimal satu kali dalam satu tema untuk setiap KD muatan pelajaran. Hal itu memungkinkan evaluasi harian dilakukan untuk KD satu muatan pelajaran atau adonan KD-KD beberapa muatan pelajaran sesuai kebutuhan. Sebelum menyusun soal-soal tes tertulis, guru perlu menciptakan kisi-kisi soal. Apabila tes tertulis dilakukan untuk mencapai KD satu muatan pelajaran, soal-soal dibentuk per muatan pelajaran. Soal-soal tes tertulis sanggup juga dibentuk terpadu untuk beberapa muatan pelajaran.

Penilaian harian berfungsi untuk perbaikan pembelajaran dan juga sebagai salah satu materi untuk pengolahan nilai rapor. Nilai pengetahuan yang diperoleh dari evaluasi harian (NPH) merupakan nilai rerata yang ditulis dengan memakai angka pada rentang 0-100.

2. Penilaian Tengah Semester (PTS)


Penilaian tengah semester dilaksanakan sesudah menuntaskan separuh dari jumlah tema dalam satu semester atau sesudah 8-9 ahad berguru efektif. Perguruan Tinggi Swasta berbentuk tes tulis dan berfungsi untuk perbaikan pembelajaran selama setengah semester serta sebagai salah satu materi pengolahan nilai rapor.

Soal atau instrumen Perguruan Tinggi Swasta disusun menurut muatan pelajaran sesuai dengan KD yang dirakit secara terintegrasi. Nilai pengetahuan yang diperoleh dari Perguruan Tinggi Swasta (NPTS) merupakan nilai tengah semester dan penulisannya memakai angka pada rentang 0-100.

3. Penilaian Akhir Semester (PAS) dan Penilaian Akhir Tahun (PAT)


Penilaian simpulan semester (PAS) dan evaluasi simpulan tahun (PAT) dilaksanakan sesudah menuntaskan seluruh tema dalam satu semester berguru efektif.

Penilaian simpulan semester/tahun untuk aspek pengetahuan dilakukan dengan teknik tes tertulis yang berfungsi untuk mengukur pencapaian hasil pembelajaran selama satu semester serta sebagai salah satu materi pengisian rapor.

Instrumen evaluasi simpulan semester/tahun untuk aspek pengetahuan disusun menurut muatan pelajaran sesuai dengan karakteristik KD. Nilai dari evaluasi simpulan semester ditulis NPAS dan nilai dari evaluasi simpulan tahun ditulis NPAT. Penulisan nilai NPAS dan NPAT memakai angka pada rentang 0-100.

Selengkapnya sanggup anda simak artikel berikut ini
Panduan evaluasi siswa SD MI K13