Showing posts sorted by relevance for query pedoman-deteksi-dini-tumbuh-kembang. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query pedoman-deteksi-dini-tumbuh-kembang. Sort by date Show all posts

Monday, 4 February 2019

Jadi Bakir Panduan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Paud Ra Tk


Anak usia dini diharapkan tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya. Deteksi dini dibutuhkan untuk mengetahui apakah seorang anak tumbuh dan berkembang sesuai usianya. Kemampuan deteksi dini hasilnya dibutuhkan oleh pendidik. Hasil deteksi dini tumbuh kembang seorang anak menjadi dasar untuk menawarkan stimulasi dan intervensi yang sempurna sesuai dengan kebutuhannya. Stimulasi dan intervensi tersebut dituangkan ke dalam program-program kegiatan yang sesuai dengan karakteristik pertumbuhan dan perkembangan anak.

Deteksi dini ialah kegiatan untuk menemukan secara dini adanya potensi dan kendala pertumbuhan dan perkembangan pada anak usia dini. Pertumbuhan ialah bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan sehingga sanggup diukur dengan satuan panjang dan berat, contohnya berat tubuh, tinggi badan/panjang badan, lingkar kepala, pertumbuhan gigi dan pertumbuhan tulang.

Perkembangan ialah bertambahnya fungsi psikis dan fisik anak mencakup sensorik (mendengar, melihat, meraba, merasa, dan menghidu), motorik (gerakan motorik berangasan dan halus), kognitif (pengetahuan, kecerdasan), komunikasi (berbicara dan bahasa), serta perilaku religius, sosial-emosional dan kreativitas.

Wawancara dengan orang bau tanah dilakukan pada dikala anak mendaftar untuk menerima informasi awal wacana kemungkinan kendala untuk tumbuh kembang anak. Wawancara juga dilakukan untuk menawarkan informasi jikalau selama pembelajaran pendidik menemukan pertumbuhan dan perkembangan yang tidak sesuai dengan usia tertentu. Jika ditemukan kendala perkembangan dibutuhkan kesepahaman orang bau tanah dan pendidik untuk penanganan lebih lanjut.

Deteksi Pertumbuhan dan Perkembangan
Deteksi pertumbuhan dan perkembangan yang dilakukan mencakup antara lain:
1. Deteksi pertumbuhan

  • Menimbang berat tubuh anak setiap bulan untuk melihat pertumbuhan berat badan.
  • Mengukur tinggi/panjang tubuh anak setiap bulan untuk melihat pertumbuhan tinggi/panjang badan.
  • Mengukur besar lingkar kepala anak setiap untuk melihat pertumbuhan lingkar kepala.
  • Memeriksa bab kepala (rambut, mata, telinga, hidung, mulut, gigi), kulit, kuku, tangan dan kaki dilaksanakan minimal seminggu 1 (satu) kali untuk melihat kebersihan dan kesehatan.

2. Deteksi Perkembangan
a. Sosial emosional dan kemandirian Deteksi dini ini bekerjasama dengan kemampuan bersosialisasi dan pengendalian emosi serta kemampuan berdikari anak. Hambatan mungkin terjadi contohnya ketika anak:

  • kurang konsentrasi/pemusatan perhatian;
  • sulit berinteraksi dengan orang lain;
  • mudah menangis/cengeng;
  • sering murka jikalau keinginannya tidak dituruti.

b. Bahasa
Deteksi dini ini dilakukan untuk melihat kendala yang bekerjasama dengan kemampuan berbahasa yang mencakup kemampuan membedakan bunyi yang bermakna dan tidak bermakna (bahasa reseptif), bicara (bahasa ekspresif), komunikasi (pragmatik).

c. Fisik (motorik berangasan dan halus)

1) Motorik kasar
Deteksi dini pada motorik berangasan dilakukan untuk melihat kendala yang bekerjasama dengan keseimbangan dan koordinasi anggota tubuh dengan memakai otot-otot besar.

2) Motorik halus
Deteksi dini pada motorik halus dilakukan untuk melihat kendala yang melibatkan gerakan bab tubuh tertentu yang memerlukan koordinasi yang cermat antara otot-otot kecil/halus dan mata serta tangan.

d. Kognitif
Deteksi dini pada aspek kognitif dilakukan untuk melihat kendala yang bekerjasama dengan aspek kematangan proses berpikir.

e. Penglihatan
Deteksi dini pada penglihatan dilakukan untuk melihat kendala yang bekerjasama dengan:

  • pengamatan melalui indera penglihatan yang merupakan keterampilan untuk melihat persamaan dan perbedaan, bentuk, warna, benda, sebagai dasar untuk pengembangan kognitif; dan
  • keterampilan untuk mengingat apa yang sudah dilihatnya.

f. Pendengaran
Deteksi dini pada pendengaran dilakukan untuk melihat duduk perkara yang bekerjasama dengan:

  • pengamatan melalui indera pendengaran yang merupakan keterampilan untuk bisa mendengar perbedaan dan persamaan suara; dan
  • keterampilan untuk bisa mengingat suara-suara atau bunyi.

Hasil deteksi awal dipakai untuk menyusun perencanaan kegiatan kegiatan secara sistematis, terarah dan terpadu sesuai kebutuhan anak. Perencanaan kegiatan dilakukan bersama oleh seluruh pendidik di bawah koordinasi kepala/pengelola PAUD. Jika dirasa perlu perencanaan kegiatan sanggup melibatkan tenaga jago yang relevan.

Pelaksanaan kegiatan stimulasi yang disusun menurut hasil deteksi dini mencakup tahapan:

  • pelaksanaan kegiatan yang terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran;
  • penilaian terhadap proses dan hasil stimulasi;
  • analisis terhadap evaluasi proses dan hasil stimulasi; dan
  • perencanaan dan pelaksanaan tindak lanjut.

Panduan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak PAUD RA TK

Catatan evaluasi proses dan hasil stimulasi deteksi dini tumbuh kembang anak dipakai pendidik dan orang bau tanah sebagai materi untuk menyusun tindak lanjut stimulasi. Jika dirasa perlu catatan ini sanggup menjadi materi yang dipakai untuk konsultasi ke jago yang relevan antara lain kepada staf Puskesmas, terapis, psikolog, dan/atau dokter.

Thursday, 31 January 2019

Jadi Berakal Permendikbud Ri Wacana Penerapan Kurikulum 2013 Pada Paud


Dalam dokumen kurikulum 2013 PAUD menjelaskan beberapa hal, yaitu: karakteristik kurikulum 2013 pendidikan anak usia dini, tujuan kurikulum 2013 pendidikan anak usia dini, struktur kurikulum 2013 paud, muatan kurikulum pendidikan anak usia dini, kompetensi inti dan kompetensi dasar, tabel struktur kegiatan pengembangan dan usang mencar ilmu paud, indikator pencapaian perkembangan anak usia dini lahir-6 tahun.

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan pendidikan yang paling mendasar sebab perkembangan anak di masa selanjutnya akan sangat ditentukan oleh banyak sekali stimulasi bermakna yang diberikan semenjak usia dini. Awal kehidupan anak merupakan masa yang paling sempurna dalam memperlihatkan dorongan atau upaya pengembangan semoga anak sanggup berkembang secara optimal.

Pendidikan harus dipersiapkan secara terpola dan bersifat holistik sebagai dasar anak memasuki pendidikan lebih lanjut. Masa usia dini yaitu masa emas perkembangan anak dimana semua aspek perkembangan sanggup dengan gampang distimulasi. Periode emas ini hanya berlangsung satu kali sepanjang rentang kehidupan manusia. Oleh sebab itu, pada masa usia dini perlu dilakukan upaya pengembangan menyeluruh yang melibatkan aspek pengasuhan, kesehatan, pendidikan, dan perlindungan.

baca juga:
Panduan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak PAUD RA TK
Pedoman Penilaian PAUD Taman Kanak-kanak RA Kurikulum 2013
Pedoman Pembelajaran PAUD K13 Pendekatan Saintifik

Penelitian memperlihatkan bahwa masa peka mencar ilmu anak dimulai dari anak dalam kandungan hingga 1000 hari pertama kehidupannya. Menurut mahir neurologi, pada dikala lahir otak bayi mengandung 100 hingga 200 milyar neuron atau sel syaraf yang siap melaksanakan sambungan antar sel. Sekitar 50% kapasitas kecerdasan insan telah terjadi ketika usia 4 tahun, 80% telah terjadi ketika berusia 8 tahun, dan mencapai titik kulminasi 100% ketika berusia 8 hingga 18 tahun. Penelitian lain juga memperlihatkan bahwa stimulasi pada usia lahir-3 tahun ini jikalau didasari pada kasih sayang bahkan sanggup merangsang 10 trilyun sel otak.

Download Permendikbud Tentang Kurikulum 2013 PAUD

Namun demikian, dengan satu bentakan saja 1 milyar sel otak akan rusak, sedangkan tindak kekerasan akan memusnahkan 10 miliar sel otak. Salah satu upaya yang sanggup dilakukan dalam rangka pengembangan potensi tersebut yaitu dengan kegiatan pendidikan yang terstruktur. Salah satu komponen untuk pendidikan yang terstruktur yaitu kurikulum.

Referensi: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI