Showing posts sorted by relevance for query jenis-model-pembelajaran-sentra-paud-tk-ra. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query jenis-model-pembelajaran-sentra-paud-tk-ra. Sort by date Show all posts

Tuesday, 26 February 2019

Jadi Arif Cara Penyusunan Dan Kerangka Kurikulum Tingkat Satuan Paud Tk Ra


Salam sejahtera untuk para sahabat semuanya. Kali saya ingin membuatkan kepada para sahabat yang bergelut dalam dunia pendidikan. Yakni seputar tips / cara menyusun kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) untuk jenjang PAUD, RA, dan TK. Meliputi: Pengertian KTSP PAUD, Prinsip Penyusunan KTSP, Prosedur Operasonal Pengembangan KTSP, Sistematika KTSP PAUD, dan latihan menyusun KTSP jenjang PAUD, RA, TK.

Pengertian KTSP PAUD


Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan PAUD (KTSP PAUD) diartikan sebagai kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan PAUD sesuai dengan kondisi, potensi, serta daya dukung yang tersedia dan sanggup diupayakan oleh satuan PAUD masing-masing.

Prinsip Penyusunan KTSP


  1. Pembentukan sikap spiritual dan sosial anak
  2. Mempertimbangkan tahapan tumbuh kembang anak, potensi, minat dan karakteristik anak
  3. Holistik-Integratif
  4. Dilaksanakan dengan cara berguru melalui bermain
  5. Mempertimbangkan kebutuhan anak termasuk anak berkebutuhan khusus
  6. Berkesinambungan atau kontinum perkembangan anak dari usia lahir sampai 6 tahun
  7. Memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
  8. Memperhatikan sosial budaya dan kontekstual

Prosedur Operasonal Pengembangan KTSP


a. Analisis Konteks
Melihat dan menelaah :

  1. Perundangan, Peraturan, Kebijakan dan aneka macam contoh lainnya
  2. Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum PAUD
  3. Visi, misi, dan tujuan yang ingin dibangun oleh satuan PAUD
  4. Strategi/Model pembelajaran yang dipilih/digunakan oleh satuan PAUD
  5. Daya dukung (Sarpras, SDM, lingkungan, biaya, dll)

b. Penyusunan Dokumen

  1. Membentuk Tim Pengembang KTSP (kelompok Kerja)
    • Tim pengembang kurikulum (TPK) KTSP di setiap satuan ditentukan oleh Satuan PAUD masing-masing.
    • TPK KTSP PAUD terdiri dari : Kepala Satuan PAUD, Pendidik PAUD, Komite PAUD, atau pihak lain yang diperlukan.
  2. Tim pengembang kurikulum bertugas
    • Melakukan analisis konteks
    • Menyusun draft KTSP
    • Melakukan revieu dan perbaikan KTSP
    • Finalisasi Dokumen KTSP

b. Pengesahan dan Pemberlakuan

  • Pengelola satuan PAUD mengajukan dokumen KTSP untuk disahkan oleh pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau pejabat kecamatan yang ditunjuk atas nama pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
  • Dokumen yang telah disahkan kemudian disosialisasikan ke seluruh pendidik dan tenaga kependidikan di Satuan PAUD yang bersangkutan untuk diterapkan bersama dan sebagai tanggung jawab bersama.

Sistematika KTSP PAUD


  • Halaman Judul
  • Kata Pengantar
  • Lembar Pengesahan
  • Daftar Isi

BAGIAN I. PROFIL LEMBAGA
A.Profil Satuan Lembaga PAUD (penyelenggara, pengelola dan pendidik)
B. Sejarah singkat Satuan forum PAUD
C. Alamat Dan Peta Lokasi Satuan forum PAUD
D. Status Satuan forum PAUD (negeri/swasta, izin operasional, akreditasi, dll)

BAGIAN II. DOKUMEN I
A. PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
  2. Tujuan Penyusunan KTSP PAUD
  3. Dasar Operasional Penyusunan KTSP PAUD

B. VISI, MISI DAN TUJUAN SATUAN PAUD

  1. Visi Satuan PAUD
  2. Misi Satuan PAUD
  3. Tujuan Satuan PAUD

C. KARAKTERISTIK SATUAN PAUD
D. STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM
E. KALENDER PENDIDIKAN
F. PROGRAM TAHUNAN

BAGIAN III. DOKUMEN I
A. Program Semester
B. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (Contoh)
C. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (Contoh)
D. Penilaian Pembelajaran (Contoh)

BAGIAN IV. PENUTUP
Isi dengan kata-kata penutup

BAGIAN V. LAMPIRAN

  1. Kalender Pendidikan
  2. Program Tahunan Satuan PAUD
  3. Program Semester Satuan PAUD
  4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan RPPM) (Contoh)
  5. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) (Contoh)
  6. Standar Operasional Prosedur (SOP) Layanan/ Pembelajaran anak
  7. Tata Tertib Satuan PAUD
  8. Dll. yang perlu

Mari Kita Latihan Penyusunan KTSP PAUD Tahap Demi Tahap


Langsung Menyusun Bagian II, yaitu: Dokumen I dan II

PENYUSUNAN Bagian II DOKUMEN I KTSP PAUD
DOKUMEN I BERISI:

  1. Pendahuluan : Latar belakang, tujuan KTSP dan dasar hukum,
  2. Visi, Misi dan Tujuan Satuan PAUD
  3. Karakteristik satuan PAUD
  4. Struktur Kurikulum satuan PAUD
  5. Kalender Pendidikan.
  6. Program Tahunan

Lembar Kerja 1

Buatlah rumusan latar belakang penyusunan KTSP untuk satuan PAUD Anda !

  1. Alenia 1 : berisi alasan yang mendorong satuan PAUD anda menciptakan KTSP.
  2. Alenia 2 : berisi pentingnya KTSP disusun di satuan PAUD anda.

CONTOH : DOKUMEN 1

LATAR BELAKANG :
Latar belakang menjelaskan :

  • Alasan yang mendorong pengembangan kurikulum di satuan pendidikan.
  • Pentingnya pengembangan kurikulum bagi satuan PAUD

Contoh dokument kurikulum PAUD

CONTOH RUMUSAN LATAR BELAKANG :

Pendidikan anak usia dini diyakini menjadi dasar bagi penyiapan sumber daya insan yang berkualitas di masa datang. Oleh alasannya ialah itu layanan PAUD harus dirancang dengan seksama dengan memperhatikan perkembangan anak, perubahan ilmuPengetahuan dan tehnologi serta budaya berkembang. Memahami kondisi tersebut maka Taman Kanak-Kanak ... memandang perlu untuk mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan PAUD, dst ...

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Taman Kanak-Kanak ... disusun oleh ... (unsur yang terlibat dalam penyusunan KTSP) keberadaannya sangat penting alasannya ialah KTSP sebagai contoh penyelenggaraan dan pengelolaan keseluruhan acara dan pelaksanaan pembelajaran . KTSP juga dijadikan sebagai patokan untuk melakukan pengukuran keberhasilan pencapaina tujuan, acara keseluruhan kegiatan pembelajaran ,dst ...

TUJUAN KTSP
KTSP bertujuan untuk :

  1. Memberikan contoh bagi pengelola dan pendidik dalam menyusun acara layanan , kegiatan pembelajaran dan kegiatan lain yang mendukung pencapaian keberhasilan anak.
  2. Memberikan informasi wacana acara layanan PAUD yang diberikan oleh satuan PAUD kepada penerima didik.
  3. Dokumen acara yang diharapkan untuk proteksi pembinaan
  4. Dst ...

Selengkapnya, simak artikel wacana tujuan dan kerangka dasar kurikulum 2013 paud

DASAR PENYUSUNAN

  1. UU Nomer 20 Tahun 2003 wacana Sistem Pendidikan Nasional
  2. Permendikbud Nomer 137 tahun 2014 wacana Standar PAUD
  3. Permendikbud Nomer 146 wacana Kurikulum PAUD
  4. Pedoman Penyusunan KTSP PAUD Tahun 2013 PAUD
  5. Dst ...

VISI SATUAN PAUD
Visi merupakan harapan jangka panjang yang ingin diwujudkan atau diraih oleh Satuan PAUD.

Visi yang dirumuskan sanggup menjadi motivasi bagi semua fihak yang terlibat dalam penyelenggaraan dan pengelolaan PAUD.

  • Menjadi arah yang ingin dicapai oleh satuan.
  • Membangun kesamaan pemahaman pada semua pelaksana (pendidik, tenaga kependidikan, dan warga satuan lainnya) yang ada di satuan PAUD sebagai harapan bersama yang ingin diwujudkan
  • Membangun motivasi pendidik, tenaga kependidikan, dan orang bau tanah untuk meraih harapan bersama

baca: contoh visi misi dan pengembangan kurikulum PAUD

CONTOH VISI Taman Kanak-kanak "AL-FIRDAUS"
Sehat, Cerdas, Kreatif, Mandiri, Ceria, dan berakhlak mulia

MISI SATUAN PAUD
Upaya umum yang ditempuh oleh satuan PAUD dalam rangka mewujudkan visi yang telah dirumuskan.

Misi penting ditetapkan oleh satuan PAUD

  1. Menjadi contoh dalam mewujudkan profil anak yang diharapkan oleh satuan PAUD
  2. Menjadi contoh dalam pengembangan kurikulum dan seni administrasi pencapaiannya di satuan PAUD
  3. Menggambarkan kekhasan atau keunggulan layanan di satuan PAUD

CONTOH MISI Taman Kanak-kanak "AL-FIRDAUS"

  1. Menyelenggarakan layanan pengembangan holistik-integratif.
  2. Memfasilitasi kegiatan berguru yang aktif dan menyenangkan sesuai dengan tahapan perkembangan, minat, dan potensi anak.
  3. Membangun pembiasaan sikap hidup bersih, sehat dan berakhlak mulia secara mandiri.
  4. Membangun kerjasama dengan orang tua, masyarakat, dan lingkup terkait dalam rangka pengelolaan PAUD yang professional, akuntabel, dan berdaya saing nasional.

TUJUAN SATUAN PAUD
Tujuan satuan berisi rumusan hasil keluaran/output yang ingin dicapai oleh satuan PAUD.

Keterangan:
Visi dirumuskan untuk pencapaian jangka waktu panjang, sedangkan tujuan dirumuskan untuk pencapaian jangka waktu pendek atau biasanya dikaitkan dengan lulusan yang diharapkan.

Contoh: Tujuan Satuan PAUD

  1. Mewujudkan anak yang mempunyai sikap, pengetahuan dan keterampilan yang seimbang pada setiap aspek perkembangannya sebagai bekal mengikuti pendidikan lebih lanjut.
  2. Mewujudkan anak yang sehat, ceria, bisa merawat diri serta peduli terhadap diri sendiri, teman, dan lingkungan sekitarnya
  3. Menjadikan anak Alqur’ani dan Islami semenjak dini sebagai bekal menjalani kehidupan di masa dewasanya.

Lembar Kerja 2

  1. Buatlah Rumusan Visi satuan PAUD Anda !
  2. Buatlah Rumusan Misi Satuan PAUD !
  3. Susunlah Tujuan Satuan PAUD !


KARAKTERISTIK KTSP
Karakteristik KTSP diisi dengan pembagian terstruktur mengenai wacana nilai, strategi/model serta kegiatan-kegiatan yang ditetapkan dan diterapkan di satuan PAUD dalam rangka mewujudkan visi, misi dan tujuan satuan PAUD serta mewujudkan output PAUD.

Isi karakteristik KTSP setidaknya memuat:

  1. Nilai/prinsip yang dipakai oleh satuan lembaga
  2. Model pembelajaran yang digunakan
  3. Kegiatan-kegiatan yang menjadi kekhasan Satuan PAUD anak

CONTOH KARAKTERISTIK KURIKULUM Taman Kanak-kanak "AL-FIRDAUS"

Kurikulum Taman Kanak-Kanak AL-Firdaus disusun dengan mengusung nilai-nilai islami sebagai dasar untuk pengembangan huruf penerima didik ...

Dalam mengelola kegiatan pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, dan partisipatif, Taman Kanak-Kanak Al- FIrdaus menerapkan model pembelajaran sentra, dimana kelompok anak dalam satu hari bermain dalam satu pusat yang didalamnya berisi aneka macam kegiatan sebagai pemenuhan densitas main. Sentra yang disiapkan adalah: pusat imtaq, pusat balok, pusat materi alam, pusat persiapan, dan pusat main kiprah ...

STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PAUD

Struktur kurikulum Satuan PAUD diturunkan dari kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini dengan ditambah kekhasan satuan PAUD atau mengadopsi sebagian kurikulum lain (misal: dari kurikulum asing).

Struktur kurikulum Satuan PAUD berisi:

  1. Program perkembangan yang terdiri dari 6 bidang perkembangan yakni: nilai moral dan agama, motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni.
  2. Ranah pengembangan berisi dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang ada dalam Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar dan Kompetensi dasar komplemen yang mewakili kekhasan satuan PAUD.
  3. Alokasi waktu yang diharapkan untuk melakukan acara kurikulum.

baca: Struktur Kurikulum Satuan PAUD

KALENDER PENDIDIKAN

Kalender pendidikan berisi planning kegiatan yang akan dilaksanakan selama setahun. Kalender pendidikan diturunkan dari planning tahunan satuan PAUD. Kalender pendidikan memuat:

  1. Permulaan tahun ajaran
  2. Waktu berguru efektif
  3. Hari-hari libur
  4. Perayaan hari-hari besar
  5. Kegiatan puncak tema
  6. Kegiatan pendukung.

PROGRAM TAHUNAN

Program tahunan disusun oleh forum berisi wacana planning kegiatan penerapan kurikulum yang mendukung perkembangan dan berguru anak secara holistik-integratif (baik secara langsung, maupun tidak langsung), yang akan dilaksanakan dari awal tahun pedoman sampai simpulan tahun pedoman terdiri dari:

  1. Kegiatan yang terkait dengan kurikulum dan pelaksanaan pembelajaran (awal-akhir bulan, awal-akhir semester, awal-akhir TA)
  2. Kegiatan penunjang kurikulum (mendatangkan nara sumber, mengunjungi kawasan yang terkait dengan tema, kegiatan bazaar anak, pentas seni anak, dll)
  3. Kegiatan ke-orang tuaan/parenting yang mendukung kurikulum/ pembelajaran (pertemuan orang tua, hari konsultasi, dll)

Contoh acara tahunan

PENYUSUNAN DOKUMEN II KTSP PAUD
DOKUMEN II:

  1. Program Semester
  2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM)
  3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH)
  4. Penilaian/ Evaluasi Perkembangan


PROGRAM SEMESTER, RPPM, RPPH DAN PENILAIAN (sesi tersendiri)

  1. Penyusunan acara semester, RPPM, RPPH dituangkan dalam Juknis perencanaan pembelajaran
  2. Secara rinci evaluasi pembelajaran tertuang dalam juknis evaluasi pembelajaran

baca: Contoh RPPM, RPPH PAUD Taman Kanak-kanak RA

PENGESAHAN, PEMBERLAKUAN DAN PENINJAUAN KTSP

  1. Dokumen KTSP PAUD ditandatangani oleh penyelenggara dan kepala sekolah/pengelola serta disahkan oleh dinas pendidikan setempat yang diketahui oleh penilik/pengawas bidang PAUD
  2. Masa pemberlakuan KTSP PAUD sanggup diadaptasi dan ditetapkan oleh satuan PAUD
  3. KTSP yang telah disusun harus siap untuk selalu ditinjau ulang jika terjadi perubahan kebijakan, jenis acara layanan , visi, misi dan tujuan , dsb ...

Lembar Kerja 3

Buatlah acara tahunan dengan memperhatikan visi, misi dan kekhasan atau keunggulan di satuan PAUD Anda.

Sunday, 24 February 2019

Jadi Cerdik Teladan Model Pembelajaran Paud Ra Tk Kurikulum 2013


Penataan lingkungan berguru dengan memakai pendekatan SAINTIFIK akan terkait dengan model pembelajaran yang digunakan. Model Pembelajaran yang banyak dipakai di Indonesia: Sudut, Kelompok, Area, dan Sentra. PAUD perlu di desain semoga menarik dan fungsional untuk bermain dan belajar.

Menurut ki hajar dewantara, PAUD sebaiknya dirancang sehingga merupakan "taman" bagi anak. Penataan Lingkungan Belajar harus Sesuai dengan jumlah anak, Sesuai dengan tahapan perkembangan anak, Sesuai dengan sosial budaya masyarakat setempat, dan Sesuai dengan jenis layanan PAUD.

Model-Model Pembelajaran PAUD RA TK


Model Sudut meliputi; Sudut kehidupan praktis, Sudut sensorik, Sudut matematika, Sudut bahasa, dan Sudut budaya. Model Area meliputi; Area Balok, Area Drama, Area Seni, Area Keaksaraan, Area Pasir dan Air, Area Gerak dan Musik, Area Sain, Area Matematika, Area Imtaq. Model Sentra meliputi; Bahan Alam, Peran, Rancang Bangun, Persiapan.

Semuanya bagikan dalam bentuk file format pdf yang dapat diunduh pada link dibawah ini:

Contoh Model Pembelajaran PAUD RA Taman Kanak-kanak Kurikulum 2013

Demikian daria kami, semoga bermanfaat...

Thursday, 25 January 2018

Jadi Bakir 3 Model Area Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini Tk Ra


Ada banyak model pembelajaran yang sanggup diterapkan. Semua model mempunyai karakteristik yang berbeda. Namun demikian semuanya memuat prinsip pembelajaran PAUD yang sama.

Di Indonesia model pembelajaran yang banyak dipakai di satuan PAUD ada tiga macam yakni; model sudut, area, dan sentra.

1. Model Taman Indria (model sudut)


Model pembelajaran sudut memperlihatkan kesempatan kepada anak didik mencar ilmu erat dengan kehidupan sehari-hari. Dalam model/model sudut ruangan ditata berdasarkan kelompok pengetahuan yakni:

a. Alam Sekitar


sudut alam sekitar berisi kegiatan IPA, diantaranya:

  1. Bak Pasir dan Bak air, tanah liat, lilin /plastisin, campuran terigu, kain perca, materi sisa, kotak bekas, koran. (mengenal benda padat dan cair. Bermain/ bereksplorasi dengan/tanpa menggunakan alat perlengkapannya dan membuat sesuatu dari benda-benda tersebut)
  2. Aqurium ikan; mengenal hewan yang hidup diair dn menumbuhkan cinta sesama mahluk ciptaan Tuhan: memberi makan, membersihkan tempat hidup binantang
  3. Tempat biji-bijian; mengenal bermacan-macam biji-bijian, mengobservasi pertumbuhan dari biji, batang daun, umbi yang ditanam.
  4. Kerikil permukaan bernafsu dan kerikil permukaan licin/halus, kulit kerang, kerikil bata. kegiatan ini menstimulasi panca indra dan sanggup dikembangkan dengan bermacam kegiatan menyerupai mengklasifikasi berdasarkan jenis, tekstur, warna, besar kecil, kasar-halus
  5. Daun kering; mengenalkan benda alam yang ada dilingkungan anak salah satunya daun. Dapat dilakukan dengan kegiatan , mozaik, mengisi pola, menggunting, merobek, menempel, melipat, mencap, meronce dan karya lainnya yang mengembangkan kreativitas anak
  6. Tumbuhan; mengenal tanaman, untuk menumbuhkan cinta sesama mahluk ciptaan Tuhan: menyiram, membersihkan, memberi pupuk
  7. Bumbu dapur; memperlihatkan pengetahuan ihwal tumbuhan yang sanggup menjadi penyedap masakan, dengan cara meraba, mencium, merasakan, mengenalkan bentuk, warna dan ciri-cirinya
  8. Jam ,Kaca pembesar, magnit/besi berani, timbangan, gelas ukur.
  9. timbangan merupakan alat untuk mengukur berat dan ringan, banyak dan sedikit, lebih dan kurang, sehingga sanggup menggunakan bentuk timbangan yang formal dan tidak formal. Media tersebut sanggup dibagi menjadi 4 pengertian ukuran :
    • ukuran waktu; 1) menyangkut kurun waktu sehari pagi, siang sore, malam. 2) menyangkut kurun waktu cukup lama, kini , nanti, kemarin, hari ini, besok, lama, yang lalu, yang akan datang. 3) menyangkut waktu khusus, waktu sembahyang, waktu makan, waktu tidur ,dll.
    • ukuran isi; 1) mengukur isi benda dengan alat ukur yang tidak formal. Misalnya dengan gelas, cangkir, sendok, piring dll. 2) mengukur isi dengan ukuran formal, contohnya mengukur air atau pasir kedalam literan atau gelas ukur.
    • ukuran berat; 1) menimbang dengan alat timbangan yang tidak formal menyerupai dengan menggunakan kedua tangan. 2) menimbang dengan alat timbangan formal.
    • ukuran panjang; 1) mengukur dengan alat yang tidak formal ( rentangan tangan, rentangan lengan, tali, kayu, tangan. 2) mengukur dengan alat yang formal, pita ukuran, penggaris, meteran. ( anak membangun pengetahuannya dengan menggunakan alat-alat tersebut )
  10. kaca pembesar untuk melihat benda-benda kecil
  11. Magnit/besi berani untuk mengenalkan grafitasi.
  12. Pewarna; cat warna, arang, kapur menstimulasi anak dalam mengenal warna dan memberi kesempatan pada anak untuk mengekplorasi warna-warna sehingga menemukan warna lain.
  13. Permainan Kantong Pintar (menstimulasi indra peraba yang diasosiasiakan dengan perbendaharaan bahasa). Media yang disiapkan di sudut ini untuk menstimulasi motorik, panca indra, pembagian terstruktur mengenai berdasarkan warna dan bentuk, besar dan kecil dan ciri-ciri tertentu, eksplorasi, lantaran akibat, memecahkan problem anak membangun pengetahuanya sendiri dengan melaksanakan prinsip-prinsip saintifik, dengan menggunakan materi alam dan mengenal basah, kering, perubahan benda kering kebasah, peresapan, mengapung, tenggelam, melayang, mencium, merasa.

b. Ketuhanan


Miniatur rumah ibadah menyerupai masjid, gereja, pura, kelenteng, wihara, kitab suci, peralatan sembahyang , poster gambar rumah ibadah dan model miniatur gerakkan solat.

c. Pembangunan


  1. Balok kayu dengan banyak sekali ukuran dan bentuk
  2. Lego
  3. Puzzle
  4. Baut, mur, tang model miniatur
  5. Binatang dan kendaraan model miniatur dari materi kayu/plastik yang aman.

Sudut pembangunan ini memperlihatkan kesempatan mewujudkan imajinasi anak untuk membangun suatu bentuk dan mengembangkan kreativitas, kemampuan matematika, memecahkan masalah, dan konsentrasi.

d. Keluarga


Peralatan meja tamu, meja makan, dapur, alat setrika dan baju-baju karakter, dengan ukuran anak. Dilengkapi dengan boneka bayi pria dan perempuan, baju boneka, peralatan mandi boneka. Sandal sepatu dan baju ukuran orang dewasa. Peralatan makan, peralatan dapur.

e. Budaya


  1. Buku perpustakaan
  2. Alat musik perkusi
  3. Model miniatur boneka berpakaian daerah
  4. Kertas, krayon, pinsil warna, pinsil

2.Model High Scope/CRI (model area)


Model ini berkembang di Amerika Serikat, dimana proses demokratisasi dikembangkan. Model area memfasilitasi kegiatan anak secara individu untuk pengembangan kognitif. Anak mendapat pengetahuan melalui pengalaman eksklusif (melakukan eksklusif dengan alat dan benda- bukan melalui Lembaran Kertas Siswa). Area yang dikembangkan terdiri dari: area bahasa, keaksaraan dan komunikasi, sosial-emosional, fisik motorik, kesehatan dan sikap sehat, seni dan sain.

Kegiatan area yang bisa dipilih anak diantaranya:

a.Area Drama


Area Drama merupakan tempat yang memperlihatkan kesempatan pada anak untuk mengeksplorasi dan mengembangkan pengalaman bermain peran.
Area Drama mempunyai baju-baju dan benda-benda lain yang mendorong anak memperagakan apa yang mereka lihat dikehidupan mereka, membantu mereka untuk memahami dunia mereka dan memainkan banyak sekali macam peran.
Pemilihan benda-benda tergantung dari minat belum dewasa dan tema yang sedang berlangsung pada ketika itu..

b.Area membaca


Area ini merupakan tempat bagi anak untuk mengeksplorasi pengalaman membaca dan menuliskan kata-kata yang ada disekitar mereka.
Area Membaca dan Menulis menyediakan banyak sekali buku-buku atau tulisan-tulisan dan bahan-bahan untuk kegiatan menyimak atau mendengar bahasa dan menulis.Area membaca berisi buku-buku dan bahan-bahan untuk kegiatan membaca.

c.Area Sains


Area Sains menyediakan banyak kesempatan bagi belum dewasa untuk menggunakan panca indera dan menyalurkan eksklusif minat mereka terhadap kejadian-kejadian alamiah dan benda-benda yang mereka temukan.
Dengan mengeksplorasi bahan-bahan alami, anak menciptakan, berpikir, dan berkomunikasi. Anak-anak melatih otot halus dan kasar, mengembangkan konsep-konsep matematika, gagasan-gagasan ilmiah, dan kreativitas.

d.Area Musik


Musik sanggup dipergunakan sepanjang hari untuk menyatukan kegiatan pembelajaran. Bernyanyi, menggerakkan badan, bertepuk tangan, menari, dan memainkan alat-alat musik, atau menyimak dengan damai kesemuanya sanggup diberikan sebagai kegiatan pembelajaran sepanjang hari.
Musik mengembangkan panca indera, mengajarkan ritme, berhitung dan teladan kalimat, memperkuat otot halus dan kasar, dan mendorong kreatifitas

e.Area Balok


Area Balok dilengkapi dengan banyak sekali macam bentuk dan ukuran balok untuk membuat susunan khayal atau sanggup dikenali menyerupai bangunan, kota, pertanian, dll.
Melalui bermain balok, anak mengembangkan kemampuan matematika, kemampuan berpikir dan memecahkan masalah, kreativitas, dan memperkuat daya konsentrasi.

f. Area Matematika


Area Matematika dan Berhitung merupakan tempat yang menyediakan permainan-permainan yang sanggup membantu anak mencar ilmu mencocokkan, berhitung, dan mengelompokkan, serta membuat sendiri permainan yang mereka sukai, dan berlatih kemampuan berbahasa mereka.
Area Matematika dan Berhitung mempunyai bahan-bahan yang sanggup dipisah-pisahkan dan disatukan anak.
Kegiatan-kegiatan di area ini mendorong anak mengembangkan kemampuan intelektual, otot-otot halus, koordinasi mata-tangan, dan keterampilan sosial menyerupai berbagi, bernegosiasi, dan memecahkan masalah

g. Area Seni, Motorik Halus


Area Seni dan Motorik merupakan tempat untuk mengembangkan dan mengeksplorasi kreativitas mereka serta bersenang-senang dengan materi gres dan pengalaman fisik (tactile).
Area Seni dan Motorik memacu kreativitas, komunikasi verbal dan non verbal, percaya diri, perkembangan motorik halus dan kasar, dan kemampuan intelektual.

h. Sentra Agama


Area Agama merupakan tempat yang memperlihatkan pengalaman pada anak untuk mengenal agama dan mempraktekkan tatacara beribadah sesuai agama yang dianutnya.
Area Agama menyediakan miniatur rumah ibadah, perlengkapan ibadah, buku-buku bacaan, kertas gambar dan alat-alat gambar

i. Area Bahasa


Area Bahasa merupakan tempat yang damai sehingga belum dewasa sanggup melihat-lihat buku, membacakan temannya, atau meminta guru atau orang renta semoga membacakan buku untuk mereka.
Kesusastraan dipergunakan selama hari-hari mencar ilmu anak. Anak-anak diminta untuk membuat buku sendiri, mendramatisasi dan menyimak cerita.

3. Model Creative Curriculum/BCCT (sentra)


Model yang dikembangkan Creative Curiculum mengelola kegiatan pembelajaran yang seimbang antara bimbingan guru dengan inisiatif anak. Pembelajaran menekankan pada sumbangan pengembangan minat, potensi dan kekuatan anak. Bermain dipandang sebagai kerja sehingga anak diberi kesempatan untuk memulai dari pengembangan pandangan gres sampai tuntas menuntaskan hasil karyanya "start and finish".

baca: Tujuan jenis pembelajaran sentra

Dukungan guru sebagai fasilitasi anak mengembangkan kecakapan berpikir aktif dan anak diberi keleluasaan untuk melaksanakan eksplorasi untuk memahami dunia sekelilingnya. Sentra yang dikembangkannya tidak berbeda dengan system area. Perbedaan yang nampak tatkala pengelolaan kelas, dimana dalam system area semua anak bebas bergerak di semua area, sedangkan di system pusat anak bebas bergerak dalam bermain dalam satu pusat setiap harinya.

a. Sentra Balok


Sentra balok memfasilitasi anak bermain ihwal konsep bentuk, ukuran, keterkaitan bentuk, kerapihan, ketelitian, bahasa, dan kreativitas. Bermain balok selalu dikaitkan dengan main tugas mikro, dimana bangunan yang dibangun anak dipakai untuk bermain peran.

b. Sentra Main Peran Kecil (mikro)


Main tugas kecil mengembangkan kemampuan berpikir abstrak, kemampuan berbahasa, sosial-emosional, menyambung-kan pengetahuan yang sudah dimiliki dengan pengetahuan baru.

c. Sentra Main Peran Besar


Sentra main tugas mengembangkan kemampuan mengenal lingkungan sosial, mengembangkan kemampuan bahasa, kematangan emosi.

d. Sentra Imtaq


Sentra Imtaq mengenalkan kehidupan beragama dengan keterampilan yang terkait dengan agama yang dianut anak. pusat Imtaq untuk satuan PAUD umum mengenalkan atribut banyak sekali agama, sikap menghormati agama.

e. Sentra Seni


Sentra seni sanggup dibagi dalam seni music, seni tari, seni kriya, atau seni pahat. Penentuan pusat seni yang dikembangkan tergantung pada kemampuan satuan PAUD. Disarankan minimal ada dua kegiatan yang dikembangkan di pusat seni ialah seni munik dan seni kriya. Sentra seni mengembangkan kemampuan motorik halus, keselarasan gerak, nada, aspek sosial-emosional dan lainnya.

f. Sentra Persiapan


Sentra persiapan lebih menekankan pengenalan keaksaraan awal pada anak. penggunaan buku, alat tulis sanggup dilakukan di semua sentra, tetapi di pusat persiapan lebih diperkaya jenis kegiatan bermainnya. Pada kelompok anak paling besar yang segera masuk sekolah dasar, frekuensi main di pusat persiapan lebih banyak.

g. Sentra Bahan Alam


Sentra materi alam kental dengan pengetahuan sain, matematika, dan seni. Sentra materi alam diisi dengan banyak sekali materi main yang berasal dari alam, menyerupai air, pasir, bebatuan, daun. Di pusat materi alam anak mempunyai kesempatan menggunakan materi main dengan banyak sekali cara sesuai pikiran dan gagasan masing-masing dengan hasil yang berbeda.

Model-model tersebut diatas merupakan hasil penelitian dan penerapan para pakar pendidikan anak usia dini yang berlangsung bertahun-tahun sebelum disosialisasikan lebih luas. Pengkajian oleh para hebat dilakukan untuk mengetahui sejauhmana efektifitas model model tersebut bisa membantu anak dalam belajar. Setiap model model mempunyai kekuatan dan keunggulan masing-masing. Oleh lantaran itu tidak penting apapun model yang digunakan, yang terpenting bagaimana anak bisa bermain nyaman, aman, dan berkembang kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan sikap baiknya.

Sunday, 24 February 2019

Jadi Berilmu 5 Model Sudut Untuk Penataan Lingkungan Kelas Ra Tk Paud


Mengapa Lingkungan Belajar Penting bagi Anak?
Lingkungan yaitu guru ketiga bagi anak. Dari lingkungan, anak berguru wacana kebersihan, kerapian, disiplin, kemandirian, semangat pantang menyerah, dan banyak hal lainnya. Oleh alasannya itu, lingkungan pada Pendidikan Anak Usia Dini harus direncanakan, ditata, dimanfaatkan, dan dirawat secara cermat semoga bisa mendukung pencapaian hasil berguru yang telah ditetapkan bersama.

Lingkungan belajar, baik di dalam maupun di luar mempengaruhi apa dan bagaimana anak belajar. Lingkungan yang mengundang; mendorong dan membantu anak bereksplorasi, bereksperimen; memanipulasi benda dan alat main secara bermakna, menyenangkan, dan menantang kemampuan berpikir mereka menciptakan kegiatan pembelajaran menjadi semakin menyenangkan.

Lingkungan berguru tidak selalu identik dengan banyaknya alat permainan yang dimiliki, tetapi terlebih penting yaitu bagaimana semoga anak sanggup terlibat aktif di dalam lingkungan berguru tersebut. Tidak pula menjadi berilmu jikalau satuan PAUD yang terbatas luas halaman bermainnya diisi dengan alat permainan di luar yang penuh sesak. Anggapan bahwa PAUD yang tidak mempunyai alat bermain di luar yaitu PAUD yang kurang bermutu, sudah harus ditinggalkan.

Apa Saja Model Sudut yang Dapat Digunakan?


Penataan lingkungan berguru terkait dengan model pembelajaran yang digunakan. Ada banyak model pembelajaran yang sanggup diterapkan. Semua model mempunyai karakteristik yang berbeda. Namun, semuanya memuat prinsip pembelajaran PAUD yang sama. Di Indonesia model pembelajaran yang banyak dipakai di satuan PAUD ada tiga macam, yakni model sudut, area, dan sentra.

Model pembelajaran sudut menunjukkan kesempatan kepada anak didik untuk berguru bersahabat dengan kehidupan sehari-hari. Model ini bersumber pada teori pendidikan dan perkembangan Montessori. Pada model ini acara pembelajaran difokuskan pada lima hal, yakni:
  1. Praktik kehidupan. Anak-anak diajarkan aneka macam hal dalam kehidupan sehari-hari yang melibatkan keterampilan dan kemandirian, ibarat mengikat tali sepatu, menyiapkan bekal makan mereka, pergi ke toilet tanpa bantuan, dan membersihkan diri sendiri ketika mereka menumpahkan sesuatu.
  2. Pendidikan kesadaran sensori. Di sini anak dilatih untuk peka memakai lima indera yang mereka miliki.
  3. Seni berbahasa. Anak-anak didorong untuk mengekspresikan diri mereka secara lisan. Anak-anak juga berguru membaca, mengeja, tata bahasa, dan menulis.
  4. Matematika dan bentuk geometris. Anak-anak diajarkan wacana angka, baik itu dengan memakai tangan maupun dengan alat.
  5. Budaya. Pendidikan budaya di sini meliputi geografi , hewan, waktu, sejarah, musik, gerak, sains, dan seni.

Selaras dengan fokus acara pembelajaran di atas, ruangan pembelajaran ditata secara fungsional bagi anak, yang memungkinkan anak bekerja, bergerak, dan berkembang secara bebas. Kondisi ruangan dan peralatan diadaptasi dengan ukuran anak. Bahan dan alat main diatur dalam rak-rak yang gampang dijangkau anak. Ruang kelas ditata indah dan menarik bagi anak alasannya pada usia awal rasa estetika mulai berkembang. Tersedia buku-buku yang sanggup diambil anak kapan saja. Dalam ruangan ini dibagi menjadi lima sudut sebagai berikut.

1. Sudut Latihan Kehidupan Mudah (Practical Life Corner)


Di sudut ini bawah umur diberi kesempatan untuk menggandakan apa yang dilakukan oleh orang cukup umur di sekitar mereka setiap hari. Misalnya, mereka menyapu, mencuci, memindahkan suatu barang dengan aneka macam alat yang berbeda (sendok, sumpit dan lain-lain), membersihkan kaca, membuka dan menutup kancing atau resleting, membuka dan menutup botol/kotak/kunci, mengelap gelas yang sudah dicuci dan sebagainya. Melalui aneka macam acara yang menarik ini, bawah umur berguru untuk membantu diri mereka sendiri (self help ), berkonsentrasi dan menyebarkan kebiasaan bekerja dengan baik.

Bahan dan alat main yang disediakan pada sudut ini sanggup berupa:
  • kursi
  • kertas
  • kacang-kacangan
  • teko/botol
  • beras
  • air
  • sendok
  • kerang
  • penjepit
  • biji-bijian
  • kancing aneka macam warna dan ukuran
  • berbagai macam bentuk Benda
  • lem
  • kuas
  • kertas kertas garis lurus, zigzag, lengkung, geometris, bentuk binatang
  • bingkai baju, kancing besar, kancing kecil, prepet, kancing cetet, tali, kait, risleting, pita,tali sepatu, peniti, gesper, kancing sepatu
  • sepatu dan alat semir
  • cotton buds dan tissue
  • gunting kuku
  • shampoo anak dan sisir
  • karet rambut, pita
  • lap kaca, kayu, perak, kuningan
  • meja
  • timbangan dan materi bahan untuk ditimbang
  • alat ukur
  • saringan /ayakan

2. Sudut Sensorik


Sudut sensorik menyebarkan sensitivitas penginderaan anak, yakni penglihatan, pendengaran, penghiduan, perabaan, dan pengecapan. Di sudut sensorik kegiatan berfokus pada pengenalan benda ibarat aneka macam perbedaan warna, mencicipi berat ringan, aneka macam bentuk dan ukuran, mencicipi tekstur halus dan kasar, tinggi-rendah suara, aneka macam bebauan dari aneka macam benda, dan mengecap aneka macam rasa dari benda yang dijumpai sehari-hari. Bahan dan alat main yang disediakan pada sudut ini sanggup berupa:
  • berbagai bumbu dapur di dalam botol untuk dicium
  • berbagai sumber rasa asin, manis, pahit, asam
  • kain dan biji-bijian dengan aneka macam tekstur
  • menara gelang
  • bola palu
  • lonceng tangan, dll.

3. Sudut Matematika (Pre Math and Perception Corner)


Di sudut ini matematika diperkenalkan kepada bawah umur melalui konsep-konsep matematika yang terang dan menarik mulai dari hal yang nyata sampai abstrak. Anak-anak berguru memahami konsep dasar kuantitas/jumlah dan hubungannya dengan lambang-lambang serta mempelajari angka-angka yang lebih besar dan operasi matematika ibarat penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian secara alami. Selain itu, di sudut ini anak sanggup berguru matematika melalui pengukuran, ibarat mengukur jarak, mengukur literan, dan mengukur besar kecil.

Bahan dan alat main yang disediakan pada sudut ini sanggup berupa:
  • berbagai jenis botol
  • berbagai jenis batu
  • berbagai jenis kancing
  • kartu bilangan
  • kotak pernak pernik berwarna
  • papan geobord
  • gambar -gambar himpunan bilangan
  • balok –balok
  • alat bermain konstruksi
  • lotto
  • berbagai macam puzzle
  • manik manik
  • alat untuk meronce
  • tempat telur

4. Sudut Bahasa (Language and Vocabulary Corner)


Di sudut ini bawah umur berguru mendengar dan memakai kosakata yang sempurna untuk seluruh kegiatan, mempelajari nama-nama susunan, bentuk geometris, komposisi, tumbuh-tumbuhan, dan sebagainya. Selain itu, bawah umur mulai diperkenalkan wacana komposisi/susunan kata, kalimat, dan cerita.

Bahan dan alat main yang disediakan pada sudut ini sanggup berupa:
  • rak barang
  • kartu huruf
  • folder anak
  • macam-macam gambar
  • kartu kata
  • kertas, alat tulis
  • gambar seri
  • karpet puzzle huruf
  • karpet puzzle benda-benda

5. Sudut Kebudayaan (Culture and Library Corner)


Di sudut ini bawah umur diperkenalkan mempelajari Geografi , Sejarah, iImu wacana tumbuh-tumbuhan dan iImu pengetahuan yang sederhana. Anak-anak berguru secara individual, kelompok, dan diskusi mengenai dunia sekitar mereka pada dikala ini dan masa lalu. Pengenalan akan tumbuh-tumbuhan dan kehidupan binatang ibarat juga pengalaman sederhana untuk mengetahui lebih jauh wacana ilmu pengetahuan alam. Selain itu, bawah umur pun diperkenalkan wacana kuliner khas kawasan melalui kegiatan memasak.

Bahan dan alat main yang disediakan pada sudut ini sanggup berupa:
  • berbagai macam buku cerita
  • ensiklopedia anak
  • meja
  • bantal baca
  • alat gambar/lukis/mencap
  • alat pertukangan
  • alat elektronik
  • playdoug h/plastisin
  • tanah liat
  • alat eksperimen tumbuh-tumbuhan, batu-batuan, binatang
  • pinset
  • berbagai jenis botol/tube
  • corong air

Sudut-sudut di atas saling berkaitan dan dibuka secara bersamaan setiap harinya. Anak-anak dibolehkan untuk menentukan sudut mana yang paling diminatinya. Mereka sanggup berpindah ke sudut lainnya dengan tidak mewajibkan untuk menguasai sudut sensorik dan kemampuan di sudut sebelumnya. Sudut latihan kehidupan simpel merupakan fondasi yang fundamental bagi sudut yang lain.

Artinya, anak usia yang lebih muda lebih banyak bermain di dua sudut tersebut. Sepanjang hari di sekolah diperkenalkan pula aktivitas-aktivitas yang memungkinkan bawah umur menikmati dan menyebarkan keahlian dan kepekaan sosial mereka. Di Indonesia ditambahkan dengan sudut ketuhanan untuk mengenalkan nilai-nilai dan kegiatan simpel kegiatan agama.

Monday, 4 February 2019

Jadi Pintar Cara Menyusun Rppm Dan Rpph Ra Tk Paud Kurikulum 2013


Rencana pelaksanaan pembelajaran mingguan (RPPM) merupakan planning kegiatan yang disusun untuk pembelajaran selama satu minggu. Perencanaan kegiatan mingguan sanggup berbentuk jaringan tema (web). Jaringan tema berisi projek-projek yang akan dikembangkan menjadi kegiatan-kegiatan pembelajaran. Pada tamat satu atau beberapa tema sanggup dilaksanakan kegiatan puncak tema yang menawarkan prestasi penerima didik. Puncak tema sanggup berupa kegiatan antara lain menciptakan kue/makanan, makan bersama, bazar hasil karya, pertunjukan, panen tanaman, dan kunjungan.

Rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH) ialah perencanaan kegiatan harian yang akan dilaksanakan oleh pendidik / pengasuh pada setiap hari atau sesuai dengan kegiatan lembaga. Komponen RPPH, antara lain: tema/sub tema/sub-sub tema, alokasi waktu, hari/tanggal, kegiatan pembukaan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

RPPH ialah perencanaan kegiatan harian yang akan dilaksanakan oleh pendidik/pengasuh pada setiap hari atau sesuai dengan kegiatan lembaga. Komponen RPPH, antara lain: tema/sub tema/sub-sub tema, alokasi waktu, hari/tanggal, kegiatan pembukaan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

Penyusunan RPPM memperhatikan hal-hal berikut:


  1. Diturunkan dari program
  2. Berisi sub tema – KD – bahan – planning kegiatan
  3. Penyusunan kegiatan mingguan diubahsuaikan dengan seni administrasi pengelolaan kelas (area, sentra, kelompok usia) yang ditetapkan masing-masing satuan PAUD..

baca: Contoh RPPM Kurikulum 2013 format word

Cara penyusunan RPPM


1. Tuliskan Identitas Program

  • Semester/ bulan/ minggu
  • Tema
  • Kelompok sasaran
  • Kompetensi dasar


2. Mengembangkan planning mingguan

  • Nomor urut diisi sesuai urutan
  • Sub tema diambil dari bab tema di kegiatan semester
  • Materi diturunkan dari pengetahuan yang akan dikenalkan sesuai KD
  • Rencana kegiatan diisi dengan jenis kegiatan yang akan dilakukan anak selama satu minggu.

3. Pengulangan Materi
Materi yang ditetapkan pada setiap sub tema akan dipakai terus selama sub tema tersebut dibahas tetapi disampaikan melalui kegiatan bermain yang berbeda di setiap model pembelajaran sentra / area / kegiatan sudut.

Contoh RPPM

Cara Penyusunan RPPH


  1. Disusun menurut kegiatan mingguan.
  2. Kegiatan harian berisi kegiatan pembuka, inti, dan penutup.
  3. Pelaksanaan pembelajaran dalam satu hari dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran.
  4. Penyusunan kegiatan harian diubahsuaikan dengan kondisi satuan pendidikan masing-masing dan memakai pendekatan saintifik.
  5. Kegiatan harian sanggup dibentuk oleh satuan pendidikan dengan format sesuai kebutuhan masing-masing.