Wednesday, 30 November 2022

Pasti Dapat Mtq Ke 41 Masjid Raya Taluak Dibuka Oleh Wali Nagari

MTQ ke 41 di masjid raya taluak dibuka oleh wali nagari – Wali Nagari Taluak, Pendi Aswil membuka secara resmi pelaksanaan MTQ ke- 41 di Masjid Raya Taluak, Rabu malam (6/6). Dalam sambutan pembukaannya, wali nagari Taluak memberikan harapannya pada momen MTQ kali ini prestasi anak nagari Taluak dalam MTQ akan mengalami peningkatan.

 di masjid raya taluak dibuka oleh wali nagari PASTI BISA MTQ ke 41 Masjid Raya Taluak Dibuka oleh Wali Nagari

Dalam beberapa iven MTQ sebelumnya, anak nagari Taluak masih belum memberikan hasil yang optimal dan memuaskan. Peserta MTQ ke 41 ini berasal dari utusan TPA/TPSA di masjid/surau di Lintau Buo IX Koto 

“Padahal, di nagari taluak ini terdapat 23 TPA/TPSA sebagai daerah mengasah potensi anak nagari dalam berlomba di ajang MTQ. Masalahnya kini bagaimana pengurus TPA/TPSA dan orangtua lebih menggiatkan lagi fungsi forum tersebut,” kata Pendi Aswil.

Sementara itu, Aulia Rahmat, S.Pd dalam laporannya mewakili ketua panitia MTQ menyebutkan cabang yang diperolombakan. “Dalam cabang Tolawah diperlombakan untuk tingkat anak-anak, remaja dan dewasa. Sementara itu azan diperlombakan untuk tingkat belum dewasa saja. Kaligrafi juga diperlombakan kelompok umum.” Terang Aaat.

Anggota Dewan juri yang menilai MTQ ke 41 ialah Armensyah, S.Ag, Mardiyandi, S.Pd.I, Yoni Ade Saputra, S.Pd.I dan Zulfardi Malin Ameh.
MTQ ke 41 di Masjid Raya Taluak akan berlangsung selama dua malam. Dan, malam ini merupakan malam terakhir pelaksanaan MTQ sekaligus penutupannya. Oleh lantaran itu mari meramaikan Masjid Raya Taluak untuk mengetahui hasil perolehan penerima MTQ ke 41 ini.

Tuesday, 29 November 2022

Pasti Dapat Inilah Hasil Selengkapnya Mtq Ke- 41 Di Masjid Raya Taluak

Inilah hasil selengkapnya mtq ke- 41 di masjid raya taluak – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke- 41 di Masjid Raya Taluak telah berakhir dinihari dan  ditutup secara resmi oleh wali nagari Taluak diwakili oleh Aulia Rahmat, S.Pd.

 di Masjid Raya Taluak telah berakhir dinihari dan  PASTI BISA Inilah Hasil Selengkapnya MTQ  ke- 41 di Masjid Raya Taluak
Sarah Adha mendapatkan piala dari juri Yoni Ade Saputra (matrapendidikan.com)

“Saya atas nama pengurus masjid dan wali nagari memberikan ucapan terima kasih banyak kepada dewan juri, akseptor MTQ, guru pendamping dan seluruh panitia atas keikutsertaannya dalam menyemarakkan MTQ ke- 41 di Masjid Raya Taluak ini.” Ujar Aulia Rahmat, S.Pd.

Lebih jauh putra Drs. H.Aliyus ini berpesan supaya akseptor yang beruntung malam ini sanggup meningkatkan prestasinya, minimal mempertahankannya. Bagi yang belum berhasil supaya tidak patah semangat justru berusaha lebih ulet lagi berlatih sehingga MTQ berikutnya sanggup menjadi sukses.

Berdasarkan evaluasi dewan juri yang terdiri dari Armensyah, S.Ag, Mardiyandi, S.Pd.I, Yoni Ade Saputra, S.Pd.I dan Zulfardi malin Ameh maka ditetapkan hasil MTQ ke-41 Masjid raya taluak sebagai berikut.

 di Masjid Raya Taluak telah berakhir dinihari dan  PASTI BISA Inilah Hasil Selengkapnya MTQ  ke- 41 di Masjid Raya Taluak
Juri Mardiyandi, S.Pd menyerahkan piala kepada qori Muhammad Fadhlan Hakim (matrapendidikan.com)

Cabang MTQ tingkat anak-anak;
Juara I (Mutiara Mogaski), Juara II (Restu Amanda) dan Juara III (Muhammad Fadhlan Hakim).

Cabang MTQ tingakt Remaja
Juara I (Radila Rani), Juara II (Muhammad Ikhsan) dan Juara III (Syarah Adha)

Cabang MTQ tingkat Dewasa:
Juara I (Rahmayeni), Juara II (Nada Afrina) dan Juara III (Yusnel heri)

 di Masjid Raya Taluak telah berakhir dinihari dan  PASTI BISA Inilah Hasil Selengkapnya MTQ  ke- 41 di Masjid Raya Taluak
Juri Armensyah,S.Ag menyerahkan piala pada qoriah tingkat pintar balig cukup akal Rahmayaeni (matrapendidikan.com)

Cabang Adzan
Juara I (Muhammad Ikhsan), Juara II (Muhammad Yusuf) dan Juara III (Ferdiansyah).

Cabang Kaligrafi:
Juara I (Derda Nela), Juara II (Idil Kurniawan) dan Juara III (Marisa Rahmalia).
Simak juga : MTQ ke- 41 Masjid Raya Taluak Dibuka Wali Nagari
Demikian hasil MTQ ke- 41 Masjid Raya Taluak, Kecamatan Lintau Buo yang dilaksanakan tanggal 6 hingga 7 Juni.

Pasti Dapat Bukan Sekolahnya Dimana Tapi Cara Berguru Anda Bagaimana

Bukan sekolahnya dimana tapi cara berguru anda bagaimana – Proses PPDB di jenjang Taman Kanak-kanak hingga SMA/Sederajat diperkirakan sudah kelar hingga artikel ini diterbitkan. Ada yang sudah diterima di sekolah/madrasah unggulan atau favorit. Jika tidak berhasil masuk Sekolah/madrasah tersebut namun ternyata diterima di sekolah/madrasah reguler atau bahkan sekolah/madrasah swasta dan pesantren.

Bukan sekolahnya dimana tapi cara berguru anda bagaimana PASTI BISA Bukan Sekolahnya Dimana Tapi Cara Belajar Anda Bagaimana

Bahkan ada di antara anda yang harus ke sekolah/madrasah swasta alasannya yaitu tidak diterima di sekolah/madrasah favorit maupun unggul. Namun tidak sedikit pula di antara anda yang berniat dan sengaja masuk pesantren.

Sekarang anda sudah siap menghadapi tahun pelajaran baru. Dalam kalender pendidikan nasional, tahun pelajaran gres dimulai 9 Juli tahun ini. Nah, lupakan dulu di sekolah mana anda diterima dan akan bersekolah.
Yang perlu anda koreksi kembali yaitu bagaimana cara berguru anda di sekolah sebelumnya. Dimana pun anda sekolah, yang penting yaitu anda memperbaiki, meningkatkan cara berguru anda dari sebelumnya.

Percuma anda berguru di sekolah favorit atau unggulan jikalau cara berguru anda tidak ditingkatkan. Sebaliknya mungkin lebih baik anda berguru di sekoalh/madrasah swasta namun cara berguru anda diperbaiki. Anda terus berniat untuk terus berusaha berguru sebaik-baiknya.

Jadi, bukan dimana anda sekolah yang diutamakan melainkan bagaimana anda meningkatkan cara berguru sehingga sanggup meningkatkan hasil berguru untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah melalui proses pendidikan di forum sekolah.

Monday, 28 November 2022

Pasti Dapat Cara Pelajar Dalam Mengisi Acara Di Bulan Ramadhan

Cara siswa dalam mengisi acara di bulan ramadhan – Ketika bulan Ramadhan sudah memasuki sepuluh hari terakhir, telah banyak acara amaliyah yang sudah diperbuat oleh pelajar. Cara ini sesuai dengan komoitmen pelajar dengan pihak guru di sekolah maupun orangtua di rumah.

Cara siswa dalam mengisi acara di bulan ramadhan PASTI BISA Cara Pelajar dalam Mengisi Kegiatan di Bulan Ramadhan
Mengikuti perlombaan dalam MTQ salah satu cara pelajar isi acara ramadhan (matrapendidikan.com)

Para pelajar telah ikut dalam banyak sekali acara dewasa di masjid dan surau. Mereka tergabung dalam organisasi gerakan dewasa masjid maupun ikatan dewasa masjid. Selain mengadakan shalat tarwih, tadarusan, mereka juga menjadi pelaksana acara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di masjid/surau mereka terdekat.
Kegiatan yang dilakukan tersebut berkaitan dengan maraknya acara amaliyah di bulan Ramadhan. Dengan penuh kegembiraan mereka berpartisipasi, walaupun kadang kala harus begadang hingga dinihari bahkan masuknya waktu sahur.

Pelajar juga ikut berlomba mengatakan kepiawaiannya dalam acara MTQ. Banyak cabang MTQ yang diikuti oleh pelajar, menyerupai lomba adzan, tilawah al qur’an, tahfizul al qur’an, kaligrafi dan masih banyak yang lainnya.

Pelajar yang sukses dalam acara MTQ akan menerima penghargaan berupa tropi dan sejumlah uang. Cukup banyak pelajar yang berhasil menggondol tropi dan membawa sejumlah uang untuk dipersembahkan kepada orangtua. Tentu saja orangtua mereka akan besar hati mempunyai anak yang cerdik mengaji, tahfizul Qur’an, adzan dan lain sebagainya.

Bagi yang sudah ikut berlomba, ternyata belum memperoleh apa-apa. Tidak meski berkecil hati alasannya tujuan mengikuti perlombaan MTQ bukanlah hadiah melainkan kesempatan untuk menampilkan kebolehan sesuai lomba yang diikuti.
Baca juga : Inilah Hasil Selengkapnya MTQ ke- 41 di Masjid Raya Taluak
Jika Ramadhan kali ini belum mengatakan hasil yang memuaskan, mungkin masih ada kesempatan di tahun depan. Namun yang paling penting yakni terus berltih meskipun puasa Ramadhan akan berakhir.

Sunday, 27 November 2022

Pasti Dapat Nilai Angka Merah Versus Nilai Tidak Tuntas

Nilai angka merah versus nilai tidak tuntas – Bapak dan Ibu guru yang sudah dua atau tiga puluh tahun mengajar. Pasti masih mengingat ihwal hasil berguru siswa yang tertera di buku rapor. Nilai siswa dinyatakan dengan angka merah (angka 5 ke bawah) dan angka biru atau hitam (nilai 6 ke atas).

Nilai angka merah versus nilai tidak tuntas PASTI BISA Nilai Angka Merah Versus Nilai Tidak Tuntas
Ilustrasi penulisan nilai di rapor siswa (matrapendidikan.com)

Angka bertinta merah (angka 5) menunjukkan siswa yang tidak menguasai bahan pelajaran. Di buku rapor nyata-nyata dituliskan angka 5 itu dengan tinta berwarna merah.

Saat mengisi rapor siswa, rapor semester ganjil atau genap, guru kelas atau guru wali kelas harus menyediakan dua pena atau pulpen. Pena bertinta merah dan pulpen bertinta hitam atau biru.
Jika angka merah hingga tiga atau empat maka siswa dinyatakan tidak naik kelas. Orang tidak lagi akan bertanya kenapa siswa tidak naik kelas. Justru mereka sudah mengira alasannya ialah banyak angka merah di rapor siswa tersebut.

Bagi siswa yang mempunyai nilai rapor bertinta merah, akan besar lengan berkuasa besar terhadap psikologis anak tersebut. Begitu pula bagi orangtua mereka. Nilai merah yang tercantum pada buku rapor  menjadi sesuatu yang angker dan memalukan.

Tidak mengherankan, kalau ada siswa yang sengaja merobek buku rapor alasannya ialah aib banyak mendapat nilai 5 atau kurang yang ditulis dengan tinta warna merah.

Versus nilai tidak tuntas

Bagaimana dengan sistem evaluasi sekarang? Hasil berguru siswa dinyatakan dengan ketuntasan. Siswa dikatakan mengalami ketuntasan kalau telah mencapai hasil minimal syarat ketuntasan berguru minimal pada mata pelajaran tertentu.

Misalnya, syarat ketuntasan berguru suatu mata pelajaran 74. Siswa yang memperoleh nilai minimal 74 ke atas dikatakan anak telah tuntas belajar. Pada kolom deskripsi hasil ditulis dengan kata tuntas (T).
Jika anak hanya mencapai nilai 73 maka dikatakan anak tidak tuntas (TT) berguru dan harus diremedial. Jika hingga 3 atau lebih mata pelajaran mengalami tidak tuntas maka anak tidak akan naik kelas.

Apa pengaruhnya terhadap siswa ihwal deskripsi tuntas dan tidak tuntas? Pengaruh ini tidak sedahsyat kontribusi nilai angka merah (5) pada siswa. Cukup banyak siswa yang tidak terpengaruh oleh hasil berguru yang mereka raih. Kecuali kalau siswa tidak naik kelas jawaban mata pelajaran banyak yang tidak tuntas.

Bahkan banyak juga orangtua yang merasa kebingungan dengan istilah yang tercantum dalam buku rapor. Apa lagi dengan sistem evaluasi Kurikulum 2013 yang terurai dalam buku rapor siswa. Apakah semua orangtua siswa sempat membaca komponen dan isi serta deskripsi yang tertera di buku rapor? Allahuallam bissowaab!
Bagi sekolah yang gres menerapkan Kurikulum 2013 mungkin perlu sosialisasi yang lebih intens kepada siswa maupun orangtua siswa ihwal sistem evaluasi Kurikulum 2013 ini.

Saturday, 26 November 2022

Pasti Dapat Memetik Manfaat Acara Berbuka Bersama

Memetik manfaat acara berbuka bersama – Berbuka bersama (bukber) merupakan momentum unik di kalangan komunitas tertentu. Misalnya berbuka bersama antar keluarga besar, alumni, rekan sejawat dan antar anggota organisasi tertentu.

Memetik manfaat acara berbuka bersama PASTI BISA Memetik Manfaat Kegiatan Berbuka Bersama
Berbuka bersama (bukber) komunitas siswa (doc.matrapendidikan.com)

Namanya bukber, tentu saja diadakan khusus pada bulan ampunan Ramadhan. Biasanya program bukber ini diadakan di ujung-ujung bulan ampunan Ramadhan. Atau sepuluh hari ketiga bulan suci Ramadhan.

Di forum pendidikan sekolah, wujud acara bukber mencakup bukber sekolah, alumni sekolah, organisasi sekolah dan bukber komunitas tertentu.

Bukber sekolah diadakan oleh sekolah dengan anggota seluruh warga sekolah. Bukber alumni sekolah dilaksanakan oleh para alumni dari sekolah tersebut.  Begitu pula organisasi kesiswaan di sekolah, contohnya bukber OSIS sekolah diadakan oleh anggota OSIS dan bukber Passusbra sekolah diselenggarakan oleh anggota Passusbra sekolah.

Di luar itu, ada pula komunitas siswa yang menjadi serpihan dari alumni suatu sekolah, contohnya nine Dee Community. Komunitas ini beranggotakan mantan siswa kelas IX D SMPN 4 Lintau Buo Tahun pelajaran 2012/2013. Sejak tahun itu, komunitas kelas IX D ini selalu mengadakan program bukber setiap tahunnya di bulan ramadhan. Bagaimana bulan Ramadhan kali ini?

Banyak manfaat dan nasihat yang sanggup dipetik dari acara berbuka bersama di bulan ramadhan. Mempererat tali silaturrahmi antar sesama anggota merupakan nasihat utama acara bukber. Alumni dan komunitas sekolah sudah menyebar di seluruh daerah. Mereka dipisahkan oleh jarak dan waktu sebab melakukan kiprah masing-masing.

Selain mempererat tali silaturrahmi, program bukber juga menjadi ladang amal bagi para anggota komunitas. Pada program bukber juga tercipta kesempatan untuk beribadah dengan mengumpulkan infak, zakat, sedekah untuk orang yang membutuhkannya dalam menyambut lebaran.

Organisasi Passusbra SMPN 2 Lintau Buo (dulu SMPN 4 Lintau Buo) juga berencana mengadakan acara berbuka bersama di sekolah, Minggu (10/6) ini. Selain menjalin dan mempererat tali silaturrahmi, organisasi ini telah mengumpulkan dana untuk menyantuni anak yatim.

Ini luar biasa dan perlu dicontoh dan diterapkan oleh semua kita setiap bulan ramadhan.

Seperti dirilis oleh R.Hidayatullah, A.Md.Kom, Pembina Passusbra SMPN 2 Lintau Buo, buka bersama anggota Passusbra kali ini bertema mempererat Ukhwah Keluarga Besar passusbra dan Anak Yatim.

Friday, 25 November 2022

Pasti Dapat Passusbra Smpn 2 Lntau Buo Kembali Santuni Anak Yatim

Passusbra smpn 2 lintau buo kembali santuni anak yatim – Kembali untuk yang ketiga kalinya, Passusbra SMPN 2 Lintau Buo telah menyalurkan santunan kepada anak yatim. Santunan kali ini diberikan kepada 10 orang anak yatim yang sedang menimba ilmu di dingklik sekolah. Mereka mendapatkan pemberian berupa al qur’an dan sejumlah uang tunai.

 Lintau Buo telah menyalurkan santunan kepada anak yatim PASTI BISA Passusbra SMPN 2 Lntau Buo Kembali Santuni Anak Yatim
Wakepsek Ropi'u,S.Pd (paling kanan) apresiasi aktivitas Passusbra santuni anak yatim (Subir P/matrapendidikan.com)

Pemberian santunan kepada anak yatim ketika aktivitas Buka Bareng (Bukber) yang dilaksanakan oleh Passusbra bertempat di sekolah tersebut. Acara Bukber dihadiri oleh Passusbra di semua angkatan.

Selain itu, hadir dalam aktivitas antara lain Wakil Kepala 2 Lintau Buo, Pembina Osis SMPN 2 Lintau Buo, Pembina Osis dan Pembina Passusbra SMAN 2 Lintau Buo.

“Tujuan diadakan program ini yakni untuk menjalin silaturrahmi antar sesama anggota Passusbra dari semua angkatan. Selain itu juga untuk menyantuni anak yatim sesuai kemampuan anggaran dari Passusbra,” kata Annisa Syafira, dalam sambutannya mewakili panitia bukber bulan Ramadhan tahun ini.

Sementara itu Pembina Passusbra SMPN 2 Lintau Buo, R.Hidayatullah, A.Md.Kom dalam sambutannya memberikan ucapan terima kasih kepada anggota Passusbra dari semua angkatan yang sempat hadir di program bukber ini.

“Semangat belum dewasa untuk mengadakan aktivitas rutin ini sungguh luar biasa. Termasuk menyantuni anak yatim untuk yang ketiga kalinya di kesempatan Bukber anggota Passusbra,” kata R.Hidayatullah, Amd.Kom penuh semangat.

Ropi’u, S.Pd selaku Wakil Kepala SMPN 2 Lintau Buo menunjukkan apresiasi yang tinggi terhadap anggota Osis yang tergabung dalam Passusbra.

“Kegiatan mulia Passusbra ini merupakan aplikasi dari pendidikan abjad di sekolah. Bukber dan aktivitas menyantuni anak yatim merupakan wujud abjad kebersamaan dan menanamkan perilaku sosial antar sesama sehingga hal ini dibutuhkan akan terus membudaya di kalangan anggota Passusbra SMPN 2 Lintau Buo,” kata Ropi’u, S.Pd.
Simak juga : Memetik Manfaat Kegiatan Berbuka Bersama
Dalam kesempatan itu juga ikut menunjukkan sambutan Pembina Passusbra SMAN 2 Lintau Buo M.Ade Rianto dan Al Hidayat ketua Umum Passusbra SMPN 2 Lintau Buo.