Thursday, 30 June 2022

Pasti Dapat Apa Manfaat Kompetisi Gala Siswa Indonesia?

Apa manfaat kompetisi gala siswa indonesia? – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI bekerja sama dengan KONI dan PSSI telah meluncurkan kompetisi gres dalam olahraga sepakbola Indonesia, yaitu Gala (Liga Sepakbola) Siswa SMP. Kompetensi gala Siswa ini telah digelar awal Januari lalu.

Apa manfaat kompetisi gala siswa indonesia PASTI BISA Apa Manfaat Kompetisi Gala Siswa Indonesia?
Usia Sekolah Menengah Pertama maasa yang sempurna untuk pelatihan altlet berprestasi di bidang olahraga sepakbola (doc.matrapendidikan.com)

Ketiga forum ini telah menyiapkan format atauran penyelenggaraan mulai dari tingkat kecamatan hingga ke tingkat nasional.Lalu, apa sasaran yang hendak dicapai melalui kompetisi Gala Siswa Sekolah Menengah Pertama tersebut?

Simak : Gala Siswa Sekolah Menengah Pertama Tingkat kecamatan Akan Digelar

1.Pembinaan karakter

Jika kita telisik, anak usia Sekolah Menengah Pertama ialah masa yang labil dan bergejolak bagi seorang anak. Oleh alasannya itu dibutuhkan pelatihan dan pengembangan terhadap abjad anak, termasuk talenta dan potensi yang tersimpan pada diri anak.

Tujuan penyelenggaraan Gala Siswa Sekolah Menengah Pertama sejalan dengan Program Pengembangan Pendidikan Karakter (PPPK) di forum sekolah melalui olahraga khususnya sepakbola.

Di sisi lain, usia Sekolah Menengah Pertama menyimpan potensi untuk disalurkan kepada hal konkret melalui banyak sekali wadah. Khusus talenta dan minat  anak di bidang olahraga disalurkan melalui wadah atau ajang kompetisi yang dikenal dengan Gala Siswa..

Kenapa sepakbola cocok untuk pengembangan abjad siswa di sekolah? Olahraga khususnya, sepakbola mengandung nilai fairplay, sportif dan disiplin serta kerjasama. Nilai-nilai ini sesuai dengan abjad konkret yang sedang dikembangkan di forum sekolah.

2.Anak Indonesia sehat

Selain itu, anak usia Sekolah Menengah Pertama ialah masa pertumbuhan fisik bagi anak. Pembentukan fisik melalui olahraga bergotong-royong menyiapkan anak Indonesia yang mempunyai kesehatan dan kebugaran sekaligus meraih prestasi di bidang olahraga. Sepakbola ialah salah satu olahraga fisik, dan fisik anak yang memadai akan berpeluang untuk berprestasi bagus.

3.Bibit atlet berprestasi

Di sisi lain, atlet berprestasi di bidang olahraga sering dimulai dikala anak memasuki masa sekolah terutama usia SMP. Oleh alasannya itu pelatihan olahraga berprestasi sepakbola seyogyanya dimulai semenjak dini di forum sekolah khususnya usia SMP.
Baca juga : Sekolah Berpotensi Ciptakan Olahragawan Berprestasi
Demikian pembahasan wacana manfaat diselenggarakannya kompetisi Gala Siswa SMP. Semoga menjadi materi ide bagi kita semua.

Pasti Dapat Antara Kompetisi Galatama Dan Gala Siswa

Antara kompetisi galatama dan gala siswa – Kemendikbud bekerja sama dengan KONI dan PSSI telah meluncurkan Gala (Liga Sepakbola) Siswa Sekolah Menengah Pertama sekitar November 2017 lalu. Ternyata kompetisi tersebut telah mulai digelar awal Januari 2018. Namun kabar kompetisi tersebut marak di sekolah sekitar selesai Januari lalu.  

Antara kompetisi galatama dan gala siswa PASTI BISA Antara Kompetisi Galatama dan Gala Siswa
Mendorong Pembinaan Pendidikan Karakter melalui olahraga sepakbola di tingkat Sekolah Menengah Pertama (doc.matrapendidikan.com)

Awal Februari, telah dipublikasikan perihal Gala Siswa Tahun 2018 tingkat Kecamatan Lintau Buo di blog matra pendidikan ini. Hal ini alasannya Sekolah Menengah Pertama aku bertugas, juga menjadi tim Peserat Gala Siswa Tahun 2018 tingkat kecamatan.
Lantas, ingat Gala Siswa ingat juga Galatama. Apa itu Galatama? Galatama (Liga Sepakbola Utama) ialah sebuah kompetisi semiprofesional yang pernah digelar di Indonesia antara tahun 1979 sampjai 1994.

Sekilas wacana Galatama

Kompetisi Galatama terdiri dari tim semi profesional dengan sistem kompetisi home and away. Kompetisi ini dikenal sebagai ‘pohonnya’ sepakbola profesional Indonesia. Sedangkan ‘akar’ sepakbola Indonesia ialah Kompetisi Perserikatan.

Dikatakan akar alasannya kompetisi perserikatan lebih duluan ada ketimbang galatama namun bersifat amatir.

Tim sepakbola galatama yang sangat hafal di kepala aku waktu itu antara lain; Mercu Buana (Medan), Niac Mitra (Surabaya), Arseto (Solo) dan Semen Padang. Kompetisi Galatama ini sendiri digelar mulai tahun 1979 hingga 1994. Tahun 1994 Galatama dan Perserikatan dilebur menjadi Liga Indonesia.

Diharapkan Gala Siswa berlanjut

Kompetisi Gala Siswa Sekolah Menengah Pertama ialah wadah ‘emas’ untuk mencetak pesebakbola profesional di masa datang. Dari kompetisi ini diperlukan lahirnya pesepakbola yang bisa membawa nama Indonesia di kancah kompetisi Internasional. Tim Indonesia tidak hanya berjaya di level AFF melainkan juga AFC dan FIFA.

Kompetisi Gala Siswa digelar dengan sistem berjenjang, dimulai dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan Nasional. Peserta Kompetisi Gala Siswa ialah tim siswa Sekolah Menengah Pertama yang berusia antara 13-14 tahun. Kira-kira kelas VII dan VIII SMP.

Semoga Gala Siswa Sekolah Menengah Pertama Tahun 2018 sanggup berjalan sesuai kegiatan yang ditetapkan oleh KONI dan PSSI. Lebih dari itu, kompetisi ini diperlukan berlanjut dan tidak hanya hingga 2019.
Tentu saja, kelancaran pelaksanaan kompetisi Gala Siswa tidak terlepas dari pemangku kepentingan mulai dari tingkat kecamatan. Selain itu perlu pemberian pihak sekolah, terutama guru mata pelajaran Penjaskes untuk membina siswa yang menjadi penerima Gala Siswa Tahun 2018.

Wednesday, 29 June 2022

Pasti Dapat Dua Kunci Utama Menuju Kesuksesan

Dua kunci utama menuju kesuksesan – Pelaksanaan upacara bendera di sekolah semakin hari semakin memberikan perubahan ke arah yang lebih baik. Perubahan itu sanggup dilihat dari segi pelaksana maupun penerima upacara bendera.  Demikian penyampaian amanat inspektur upacara, Fauzi, S.Pd pada upacara bendera, Senin (5/2).

 Pelaksanaan upacara bendera di sekolah semakin hari semakin memberikan perubahan ke arah PASTI BISA Dua Kunci Utama Menuju Kesuksesan
Keinginan dan kebersamaan ialah kunci kesuksesan (matrapendidikan.com)

“Meskipun masih terdapat kekurangan disana-sini namun aku melihat ada impian untuk berubah ke arah yang lebih cantik dari minggu-minggu sebelumnya. Celakalah orang yang hari ini lebih buruk dari hari kemaren,” tandas kepala SMPN 2 Lintau Buo tersebut.

Lebih jauh kepala sekolah menyampaikan selain dari keinginan, kesuksesan dalam merubah sesuatu ke arah lebih juga ditentukan oleh kebersamaan. Fauzi, S.Pd mencontohkan kebersamaan siswa dalam rangka mewujudkan otoritas kelas.

“Beberapa waktu aku memberikan gagasan dalam konsep otoritas kelas. Setiap kelas sanggup membuat lingkungan kelas yang lebih cantik dan menyenangkan. Olahlah kelas amsing-masing sesuai impian sehingga kelas menajdi daerah menyenangkan bagi siswa mencar ilmu dan bagi guru masuk ke dalam kelas,”  tukuk kepala sekolah member motivasi.

Otoritas kelas berada pada masing-masing kelas dibawah bimbingan wali kelas. Oleh lantaran itu setiap kelas punya kesempatan untuk merapikan, menghias dan mengatur kelas menjadi lebih bagus.  

Penataan kelas tidak semata terfokus pada ruangan kelas. Bagian luar kelas, ibarat tmaman kelas, kebun kelas dan lokasi sekitar kelas.

Gerakan disiplin di sekolah

Sehubungan telah bekerjanya pengurus Osis yang dilantik beberapa ahad lalu, kepala sekolah mengingatkan kembali ihwal jadwal Osis dalam mendukung gerakan disiplin kelas.

Gerakan disiplin sekolah menjadi prioritas utama Pembina Osis dalam mewujudkan sekolah yang nyaman dan menyenangkan. Oleh lantaran itu secara berangsur-angsur, Pembina Osis akan melibatkan pengurus Osis untuk menegakkan disiplin sekolah.

Gerakan yang sudah dilaksanakan secara berkelanjutan antara lain disiplin berpenampilan bagi siswa di lingkungan sekolah.  Kemudian penertiban seragam sekolah dikala mengikuti upacara bendera.
Pelanggaran terhadap disiplin berpenampilan dan berpakaian akan diterapkan secara berkesinambungan dengan pendekatan persuasif. Artinya, siswa akan dibina untuk segera disiplin dalam berpenampilan dan berpakaian.

Tuesday, 28 June 2022

Pasti Dapat Manfaat Mengikuti Upacara Bendera Bagi Siswa

Manfaat mengikuti upacara bendera bagi siswa – Setiap hari Senin atau hari besar nasional (HBN), siswa mengikuti upacara bendera. Jika diperhatikan dengan seksama, upacara itu terdiri dari 3 komponen utama. Apa sajakah? Ada petugas pelaksana, pembina upacara dan penerima upacara.

Manfaat mengikuti upacara bendera bagi siswa PASTI BISA Manfaat Mengikuti Upacara Bendera Bagi Siswa
Pembinaan terhadap siswa dalam upacara bendera (Rahid S/matrapendidikan.com)

Pelaksana upacara yaitu petugas yang melaksanakan prosesi upacara bendera dari awal hingga akhir. Protokol/pembawa acara, pemimpin barisan upacara, perwira upacara, kelompok paduan suara, ajudan, pengibar bendera, pembaca Undang-Undang Dasar 1945 yaitu pelaksana upacara.

Pembina upaca merupakan pemimpin jalannya upacara bendera. Sebagai pemimpin dalam upacara maka pembina akan memberikan amanat atau sambutan. Dalam sambutannya pembina upacara memberikan evaluasi terhadap jalannya upacara dan memberikan pesan penting terhadap penerima upacara.

Peserta upacara berbaris membentuk formula tertentu sesuai dengan kondisi lapangan upacara bendera. Peserta upacara berkewajiban mengikuti isyarat pemimpin barisan upacara. Kemudian berkewajiban mendengarkan dengan baik amanat upacara dan mengikuti proses lainnya dalam upacara bendera.

#Manfaat mengikuti upacara bendera

Bagi siswa peserta, mengikuti upacara setiap hari Senin yaitu suatu keharusan sesuai tata tertib siswa di sekoalh. Upacara bendera tidak hanya sekadar berbaris dengan tertib di lokasi upacara bendera.
Lebih dari itu, mengikuti proses upacara dengan hidmad akan bermanfaat besar bagi siswa terutama sekali dalam membentuk aksara positif. Karakter positif yang dibuat pada diri siswa antara lain; disiplin, cinta tanah air, tenggang rasa, sikap sosial dan amsih banyak yang lainnya.

1.Disiplin diri
Upacara bendera bermanfaat untuk melatih siswa untuk mendisiplinkan dirinya. Disiplin dalam hal ini yaitu terhadap waktu. Upacara bendera dilaksanakan tepat pada waktu yang telah diatur dalam jadwalnya. Siswa harus tiba lebih awal supaya tidak telat mengikuti upacara.

Selain itu upacara bendera bagi siswa juga bermanfaat untuk melatih diri disiplin terhadap isyarat dalam upacara bendera. Ada saatnya posisi siap tepat dan istirahat di tempat. Ini harus dipatuhi oleh siswa penerima upacara bendera.

2.Berpenampilan rapi
Sebagai penerima upacara bendera, siswa harus berpakaian seragam, mengenakan atribut dan perlengkapan upacara bendera. Memakai topi sekolah dan dasi sesuai hukum di sekolah tersebut.

3.Tenggang rasa
Pelaksana upacara yaitu siswa di kelas sendiri atau kelas lain yang menjadi pelaksana upacara. Oleh alasannya yaitu itu, sebagai penerima upacara perlu empati terhadap pelaksana upacara. Kesalahan atau kekeliruan dalam pelaksanaan bukan untuk ditertawakan melainkan jadi pelajaran supaya tidak terjadi pada kelas siswa sendiri.

4.Cinta tanah air
Saat pengibaran bendera merah putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia raya, siswa bersikap tepat dan hormat pada bendera. Penaikan bendera melambangkan kesuksesan bangsa Indonesia untuk menegakkan kemerdekaan. Sebagai wujud cinta tanah air, siswa harus hidmad pada proses tersebut.

5.Sosial dan kebersamaan
Upacara benedra memupuk rasa sosial dan kebersamaan. Upacara bendera akan berjalan lancar dan sukses berkat rasa sosial dan kebersamaan yang dimiliki oleh penerima upacara 

Peserta upacara tidak menciptakan duduk perkara dan kegaduhan dikala upacara berlangsung. Sebaliknya mengikuti upacara tersebut dengan rasa sosial dan kebersamaan yang tinggi sehingga upacara berjalan lancar dan sukses.

#Pembinaan terhadap penerima upacara

Wali kelas atau guru akan melaksanakan training terhadap siswa penerima upacara. Pembinaan tersebut dilakukan dengan cara mendampingi siswa yang berbaris di lapangan upacara.

Ada pula wali kelas/guru yang bangun di belakang barisan sehingga sanggup memantau sikap siswa selama upacara. Wali kelas/guru sanggup menegur siswa yang tidak tertib atau melanggar hukum upacara bendera.

Pembinaan terhadap penerima upacara juga dilakukan terhadap siswa yang terlambat mengikuti upacara dan yang tidak berpakaian lengkap upacara bendera. Pada sekolah tertentu, training kepada siswa ini dilakukan dengan cara memisahkan barisannya dengan barisan lain.
Pembinaan terhadap penerima upacara bertujuan supaya siswa sanggup memetik apa keuntungannya mengikuti upacara bendera.

Monday, 27 June 2022

Pasti Dapat Menghidupkan ‘Roh’ Acara Ekstrakurikuler Di Sekolah

Menghidupkan ‘roh’ acara ektrakurikuler di sekolah – Ada 11 komponen penggunaan dana BOS di sekolah dan mengacu pada 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP). Besarnya dana BOS untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama yakni satu juta rupiah per siswa per tahun. Dan, sebesar 20 % dari total dana BOS yang diterima sekolah wajib dipakai untuk belanja buku pada komponen pengembangan perpustakaan.

 komponen penggunaan dana BOS di sekolah dan mengacu pada  PASTI BISA Menghidupkan ‘Roh’ Kegiatan Ekstrakurikuler di Sekolah
Kepala SMPN 2 Lintau Buo memperlihatkan isyarat dalam sosialisasi dana Bos dan penyusunan draft RKAS (Rahid S/matrapendidikan.com)

Hal tersebut disampaikan oleh kepala SMPN 2 Lintau Buo, Fauzi, S.Pd ketika membuka acara sosialisasi Dana BOS dan penyusunan draft RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah) di hadapan tim penyusun RKAS di ruang Labioratorium IPA, Selasa (6/2).

“BOS bukanlah ‘biaya’ operasional sekolah melainkan bentuk ‘bantuan’ pemerintah dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Namanya bantuan, tidak semua acara sekolah yang sanggup didanai dengan Dana Bos. Kegiatan-kegiatan yang boleh didanai melalui BOS sudah ditetapkan komponen-komponennya oleh pemerintah melalui Permendikbud Nomor 1 Tahun 2018,” ungkap Fauzi, S.Pd.

Dalam penjelasannya, Fauzi, S.Pd menjelaskan secara ringkas ihwal 11 item penggunaan dana Bos untuk tahun 2018. “Dengan sosialisasi ini dibutuhkan tim penyusun draft RKAS sanggup memahami penggunaan Dana BOS dan ditularkan kepada seluruh komponen sekolah dan walimurid..” kata Fauzi, S.Pd.

Ekstrakurikuler merupakan salah satu butir acara sekolah dari komponen pembelajaran dan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler yang tidak didanai oleh pemerintah sanggup dianggarkan dan didanai oleh dana BOS. Termasuk acara perlombaan, acara yang membutuhkan alat tulis kantor (ATK), narasumber dan lain sebagainya.

Kegiatan ekstrakurikuler di sekolah

Jenis acara ekstrakurikuler yang diprogramkan di sekolah diubahsuaikan dengan kondisi sekolah, potensi talenta dan minat siswa. Di SMPN 2 Lintau Buo, beberapa jenis acara yang telah/sedang dan akan dilaksanakan di sekolah antara lain acara training kesiswaan, olahraga prestasi, kepramukaan, seni, keagamaan.

Sedangkan bentuk acara yang diprogramkan dengan menganggarkan dana BOS antara lain; Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), Sepakbola, Pramuka, Passusbra, OSN, O2SN, paduan bunyi dan tahfizul Qur’an.

Sepakbola merupakan salah satu andalan pengembangan olahraga berprestasi di sekolah. Olimpiade Sain Nasional (OSN) terdiri dari kelompok mata pelajaran IPA, IPS dan Matematika.

Passusbra sanggup dikatan ikon acara ekstrakurikuler di sekolah, begitu pula acara pramuka. Kelompok paduan bunyi dan drumband (kesenian) serta tahfizul qur’an untuk bidang kegamaan.

Dana penyelenggaraan yang didanai oleh BOS akan menjadi roh terlaksananya acara ekstrakurikuler tersebut di sekolah. Artinya, banyak sekali acara ekstrakurikuler akan sanggup berjalan dengan maksimal apabila ditunjang oleh anggaran dana yang memadai.

Roh acara ekstrakurikuler akan diberdayakan dan dihidupkan oleh pembina acara ekstrakurikuler bekerja sama dengan unsur pemangku kepentingan di sekolah. Kerja sama ini berkaitan dengan pencairan dana BOS bagi setiap pelaksanaan kegiatan.

Kuncinya yakni setiap acara yang dilaksanakan perlu dilengkapi dengan manajemen acara sebagai bukti fisik dalam pertanggungjawaban penggunaan Dana Bos di sekolah.

Sunday, 26 June 2022

Pasti Dapat Gala Siswa Tingkat Kecamatan Sudah Digelar

Gala siswa tingkat kecamatan sudah digelar – Kompetisi Gala Siswa Sekolah Menengah Pertama Tahun 2018 Tingkat Kecamatan sudah digelar di Kecamatan Lintau Buo. Tiga sekolah masing-masing, SMPN 1, 2 dan 3 Lintau Buo telah melakukan proses seleksi pemain yang digelar di Lapangan Tugu Muda Simpang Kulit Manis Taluak, Selasa (6/2) lalu.

Gala siswa tingkat kecamatan sudah digelar PASTI BISA Gala Siswa Tingkat Kecamatan Sudah Digelar
Gala Siswa 2018 tingkat Kecamatan Lintau Buo di lapangan Tugu Muda Taluak (Harry D/matrapendidikan.com)

Info yang diperoleh kontributor Matrapendidikan.com, proses seleksi Gala Siswa 2018 dilaksanakan melalui pertandingan segi tiga dengan sistem setengah kompetisi. Namun nama-nama siswa yang lolos sekleksi dari ketiga sekolah belum diumumkan oleh pihak panitia.

Seperti diketahui, sebanyak 11 pemain dan 7 pemain cadangan akan terpilih dan akan diutus untuk mengikuti Gala Siswa 2018 Tingkat Kabupaten Tanah Datar.

Batasan usia yang dipersyaratkan untuk menjadi penerima Gala Siswa 2018, yakni 13-14 tahun ternyata mengakibatkan persoalan kekurangan penerima pada suatu sekolah, contohnya SMPN 2 Lintau Buo.

“Usia itu rata-rata berasal dari kelas VII dan VIII sedangkan sebagian besar pemain Tim SMPN 2 Lintau Buo sudah melewati batas usia alias sudah duduk dibangku kelas IX,” kata Hary Delfingra, S.Pd, guru Penjaskes SMPN 2 Lintau Buo.

Guru Penajs itu mencontohkan pemain SMPN 2 Lintau Buo berbakat sudah menduduki kelas IX. Misalnya Fadel Alexando, M.Reski Pratama, Nanang Geofani, Shyahdan Aghnanta, dan lain-lain.    

Kompetisi Gala Siswa Sekolah Menengah Pertama Tahun 2018 ini mengangkat tema “Melalui Gala Siswa Sekolah Menengah Pertama membentuk generasi cinta prestasi akademi, olahraga dan berbudi pekerti luhur.” Tema ini mendukung aktivitas Penguatan Pengembangan Pendidikan Karakter (PPK) melalui olahraga khususnya sepakbola


Saturday, 25 June 2022

Pasti Dapat Gerakan Gemar Beramal Di Sekolah

Gerakan gemar berinfak di sekolah – Infak (anfaqa) ialah perbuatan mengeluarkan sebagian harta atau benda. Infak merjadi salah satu implementasi amal ibadah seseorang terhadap Allah SWT dalam kehidupan keseharian. Dalam amalan infak terkandung nilai-nilai keikhlasan dalam berbuat baik dan berinfak saleh.

 ialah perbuatan mengeluarkan sebagian harta atau benda PASTI BISA Gerakan Gemar Berinfak di Sekolah
Ilustrasi gemar berinfaq (suara-islam.com)

Selain itu, infak juga bernilai sosial, tolong menolong dan rela berkorban. Kebiasaan berinfak seyogyanya sudah ditanamkan semenjak dini di lingkungan keluarga. Kebiasaan ini akan menumbuhkan kegemaran untuk berinfak saleh dan berbuat kebaikan termasuk gemar berinfak.

Di forum sekolah, kegemaran berinfak sesuai dengan kurikulum pendidikan huruf dimana kegemaran ini akan menanamkan nilai-nilai spiritual dalam diri siswa. Oleh alasannya itu berinfaq dan kegemaran berinfaq harus ditumbuhkembangkan pada diri siswa.

Kegemaran berinfaq dilandasi dengan keikhlasan. Artinya gerakan gemar berinfak dilandasi dengan keikhlasan dan bukan dengan paksaan atau desakan.Dengan demikian pelaksanaan pengumpulan infak di sekolah haruslah tanpa paksakaan.

Anjuran berinfak kepada siswa, dapat dilakukan oleh pihak sekolah dan guru dengan menyisihkan sebagian kecil uang belanja siswa. Sedangkan pelaksanaannya ditugaskan kepada siswa, contohnya melalui pengurus Osis.

Sebelum dilaksanakan aktivitas gemar berinfak, maka pihak sekolah dan guru perlu menunjukkan pemahaman kepada siswa perihal gerakan gemar berinfak. Tujuannya ialah biar tumbuh pemahaman dan kesadaran dalam diri siswa untuk berinfak saleh termasuk berinfak dengan ikhlas.
Gerakan gemar berinfak di sekolah dilaksanakan dengan prinsip sukarela dan ikhlas. Hal ini sesuai dengan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat. Dalam peraturan tersebut dinyatakan bahwa penarikan infak, sedekah, zakat dan wakaf dengan kerelaan.
Penarikan infak dilakukan oleh siswa dan dipergunakan sepenuhnya untuk kepentingan kegiatan keagamaan dan sosial siswa di sekolah. Penarikan tersebut haruslah didasari dengan kerelaan, bukan paksaan kepada siswa.tanpa paksaan.  Dengan demikian gerakan gemar berinfak di sekolah menjadi amal saleh bagi diri siswa.