Showing posts with label KIlas Lensa. Show all posts
Showing posts with label KIlas Lensa. Show all posts

Friday, 8 July 2022

Pasti Dapat Alasannya Negeri Ini Kaya Pemandangan Alam Dan Alami

Karena negeri ini kaya pemandangan alam dan alami – Postingan kali ini hanya sekadar menyebarkan pandangan gres ringan dengan pengunjung budiman. Dilatarbelakangi oleh kesempatan admin bersama istri untuk membilas kain cucian pada susukan irigasi di pinggir jalan menuju area Ngalau Pangian Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar.

Karena negeri ini kaya pemandangan alam dan alami PASTI BISA Karena Negeri Ini Kaya Pemandangan Alam dan Alami
Salah satu lokasi tempat mencuci penduduk ketika animo kering (matrapendidikan.com)

Mengapa harus jauh-jauh membilas kain cucian? Sumur galian di rumah dan sumur orang di sekitar tempat tinggal admin pada mengering meskipun belum saatnya animo kemarau tiba.

Air untuk mencuci pakaian harus dijemput pada sumber air yang jauh dari rumah. Setelah pakaian dinas harian dan pakaian sehari-hari dicuci dengan mesin basuh lalu dikarungkan untuk siap dibawa ke tempat yang banyak air.

Pemandangan alam yang alami
Indonesia merupakan negara agraris dimana sebagian besar penduduknya hidup bercocok tanam alias bertani. Pada umumnya bercocok tanam padi pada sawah yang diolah sedemikian rupa.
Pada waktu tertentu, tanaman padi akan tumbuh dan berkembang sehingga membentuk suatu pemandangan yang unik. Misalnya, usai sawah ditanami padi, dikala padi tumbuh dengan daun menghijau membentuk hamparan kolam permadani.

Atau dikala padi menguning akan membentuk pemandangan kolam emas berkilauan dipandang dari jauh. Mereka yang bersahabat dengan areal pertanian akan menikmati pemandangan alam yang alami dan gratis.

Sesudut pemandangan alam  
Alam pesawahan dengan hamparan padi menghijau, kolam permadani terbentang di muka bumi, hanyalah salah satu pemandangan alam gratis dan alami. Menyejukkan pikiran, menentramkan jiwa dan membangkitkan pandangan gres dan motivasi untuk beraktivitas.

Karena negeri ini kaya pemandangan alam dan alami PASTI BISA Karena Negeri Ini Kaya Pemandangan Alam dan Alami
Hamparan padi menghijau di kiri dan kanan jalan menuju Ngalau Pangian (matrapendidikan.com)

Ini hanyalah sesudut pemandangan alam persawahan, tatkala hamparan rumpun padi menghijau di areal sekitar Ngalau Pangian Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar.
Kalau boleh menyebutnya, orang-orang tinggal di tempat pedesaan atau pertanian, ternyata tak perlu repot jauh-jauh memikirkan tempat wisata alam, berupa pemandangan alam yang gratis namun spektakuler. Karena negeri ini memang kaya dengan pemandangan alam.

Sunday, 19 June 2022

Pasti Dapat Unik, Meski Dahan Dipangkas Jeruk Sunkist Ini Tetap Rajin Berbuah

Unik, meski dahan dipangkas, jeruk sunkist ini tetap rajin berbuah – Anda niscaya sudah mengenal dan familiar dengan flora jeruk sunkist lokal. Tanaman budidaya dengan buah berwarna hijau. Buahnya banyak mengandung vitamin C dan bagus yang bermanfaat untuk melengkapi unsur vitamin bagi kesehatan tubuh.

 Anda niscaya sudah mengenal dan familiar dengan flora jeruk sunkist lokal PASTI BISA Unik, Meski Dahan Dipangkas Jeruk Sunkist Ini Tetap Rajin Berbuah
Meskipun telah dipangkas jeruk sunkist ini tetap saja berbuah (matrapendidikan.com)

Jika Anda tidak memiliki lahan luas, minimal satu atau dua batang jeruk sunkist lokal ini sanggup ditanam di sekitar pekarangan rumah. Selain untuk kebutuhan akan buahnya, jeruk sunkist juga berfungsi sebagai perindangan pada pekarangan rumah.

Jeruk sunkist lokal termasuk jenis jeruk yang rajin berbuah. Kenapa tidak?  Meskipun bab dahannya sudah dipangkas namun jeruk sunkist lokal ini tetap menghasilkan buah. Contohnya, jeruk sunkist lokal yang ditanam erat bagunan SMPN 2 Lintau Buo ini.

Kenapa dipangkas? Jeruk sunkist lokal yang ditanam di taman kantor majelis guru ini tumbuh subur alasannya diberi pupuk sangkar yang dibawa oleh siswa pada ketika berguru mata pelajaran Keterampilan Pertanian bersama H.Aditiawarman

 Anda niscaya sudah mengenal dan familiar dengan flora jeruk sunkist lokal PASTI BISA Unik, Meski Dahan Dipangkas Jeruk Sunkist Ini Tetap Rajin Berbuah
Buah jeruk sunkist bersandar pada dahan bekas dipangkas (matrapendidikan.com)

Daun yang rimbun dan buah lebat menciptakan jeruk sunkist melambai pada atap bangunan, tepatnya bangunan kantor majelis guru. Kemudian dahan dan ranting yang melambai ke arah atap bangunan segera dipangkas biar tidak merusak atap bangunan.

Setelah beberapa minggu, di bawah pangkasan dahan tumbuh tunas dan daun. Kemudian muncul putik dan usang kelamaan menjadi buah sunkist normal.  Buah sunkist tersebut, susunannya ibarat susunan buah anggur dan bertengger di bab dahan bekas pangkasan.
Itulah uniknya jeruk sunkist lokal, meskipun dahannya sudah dipangkas namun tetap rajin berbuah dan memberi manfaat bagi orang yang menanam dan merawatnya.

Thursday, 9 June 2022

Pasti Dapat Alu Dan Lesung Penumbuk Padi Tradisional

Alu dan lesung penumbuk padi tradisional – Alu (antan) dan lesung merupakan dua alat yang  tidak sanggup dipisahkan dalam penggunaannya. Alu tidak sanggup dipakai tanpa ada lesung, begitu sebaliknya. 

Alu dan lesung penumbuk padi tradisional PASTI BISA Alu  dan Lesung Penumbuk Padi Tradisional
Lesung kayu bau tanah dan alu yang kini dipakai menumbuk untuk menumbuk singkong rebus (matrapendidikan.com)

Dulunya, alat tradisional ini dipakai untuk mengubah padi menjadi beras secara mekanik. Menggunakan tangan dan tenaga manusia.

Pekerjaannya sering disebut menumbuk padi. Yaitu memisahkan kulit padi sehingga menjadi beras dengan memakai tangan manusia. Kulit padi yang dihasilkan disebut sekam. Padi yang akan ditumbuk harus dijemur hingga kering dengan cahaya matahari. Tujuannya supaya kulit padi gampang dipisahkan dan beras yang dihasilkan tidak patah.

Namun berkat kemajuan teknologi, menumbuk padi dengan cara tersebut tidak dipakai lagi. Sudah ada mesin untuk mengakibatkan padi menjadi beras. Alu dan lesung kini hanya tinggal kenangan. Kalau pun dipakai kini ini hanya untuk menumbuk daun pandan, atau menumbuk singkong rebus menjadi bentuk campuran lalu diolah menajdi materi kerupuk..

Alu umumnya terbuat dari kayu berbentuk lingkaran dan panjang. Begitu pulsa dengan lesung. Umumnya lesung terbuat dari kayu namun ada pula yang dibentuk dari kerikil yang dipahat dan diolah menajdi lesung. Dulu, lesung kerikil atau lesung kayu ini ada dijual dipasar.

Kulit padi ini dikenal dengan nama sekam. Padi yang akan ditumbuk memakai tangan, harus dijemur hingga kering supaya gampang proses pemisahan antara kulit padi dan beras. Setelah itu ditampi sehingga dihasilkan beras yang siap untuk ditanak/dimasak.

Wednesday, 8 June 2022

Pasti Dapat Foto Kenangan 3 Tahun Silam Bersama Anggota Passusbra Angkatan Iii

Foto kenangan 3 tahun silam bersama anggota passusbra angkatan iii – Artikel ini hanyalah sebuah kenangan kecil sebagai curahan hati (curhat) kepada pengunjung budiman. Foto kenangan akun facebook yang dishere kontributor matrapendidikan.com, Rahid Sikumbang pada Linimasa akun facebook Edy Sumani.

 Artikel ini hanyalah sebuah kenangan kecil sebagai curahan hati  PASTI BISA Foto Kenangan 3 Tahun Silam Bersama Anggota Passusbra Angkatan III
Foto kenangan Angkatan III Passusbra SMPN 2 Lintau Buo bersama guru dan pembina 3 tahun silam (Rahid.S/matrapendidikan.com)

Foto di atas yakni kenangan 3 tahun silam bersama Anggota Passusbra Angkatan III. Sekarang alumni Angkatan tersebut sudah duduk di kursi kelas XI SMA/SMK. Indah Pumadari dan Dhea Ademauna, keduanya siswa SMAN 2 Lintau Buo yang juga Angota Passusbra, kini menjadi Finalis Pemilihan Putri Favorit Duta GenRe Tanah Datar 2018.

Dari pasukan ‘jongkok’ ada Fajar Audio, Muhammad Randy, Muhammad Faiz Syukri, Rivon Mahendra, Abdel Ramdani, Syafriandi dan Ulil Ambri. (Maaf, kalau penulis tidak sanggup menyebut nama semua anggota Passusbra Angkatan III di foto).

Di kalangan guru, Upik, S.Pd guru Matematika telah berpulang ke Rahmatullah memenuhi panggilan Ilahi setahun lalu. Yang tersisa di SMPN 2 Lintau Buo pada foto tersebut antara lain: R.Hidayatullah, A.Md.Kom (Pembina Passusbra), Edy Samsul (Pembina Osis), Hadi Rahim dan Hary Delfingra, S.Pd.

Orang bijak bilang, masa kemudian yakni kenangan, kini yakni kenyataan dan masa akan tiba yakni impian. Mungkin ada benarnya, masa kemudian hanyalah kenangan. Kenangan yang mungkin harus dilupakan dan mungkin juga perlu dikenang. Namun tidak akan pernah kembali lagi hingga kapanpun.

Jika memang harus dikenang dan sayang untuk diluipakan. Masa kemudian sanggup dijadikan sebagai kerikil loncatan untuk menjalani waktu kini dan meniti masa yang akan tiba penuh impian.

Boleh jadi kita tertawa, geleng-geleng kepala menelusuri masa kemudian melalui sebuah potret yang kita pelototi. Itu alasannya yakni sebuah foto sanggup mengaktifkan pkiran untuk mengungkit, dan menelusuri masa lalu.

Foto memang cerdik mengungkit masa lalu. Memanggil alam bawah sadar, menelusuri kejadian masa kemudian tanpa disuruh apalagi diminta. Foto termasuk salah satu media yang sanggup mengungkap jejak-jejak masa kemudian dengan mempermainkan pikiran insan yang terlibat di dalamnya.

Siapa yang melihat sebuah foto masa kemudian dan ia terlibat di dalamnya, otomatis alam bawah sadarnya akan menggali sendiri dan menelusuri jejak kejadian masa kemudian yang dialaminya. Tidak terkecuali dengan foto kenangan 3 tahun kemudian menyerupai foto pada gambar artikel postingan ini.

Catatan: Boleh dikomplain atas kesalahan nama maupun isi artikel berlabel curhat ini melalui email: udaceawak@gmail.com Perbaikan akan dilakukan sesegera mungkin.

Selamat berakhir pekan

Sunday, 29 May 2022

Pasti Dapat Turun Tangan Memberi Teladan Merambah Semak

Turun tangan memberi pola merambah semak – Anak sekolah Jaman Now terutama anak yang tinggal di pedesaan, memang cukup gampang dibedakan. Mana yang sudah terbiasa dan terampil bekerja di rumah dan mana yang sebaliknya. Tidak biasa bekerja di rumah serta dimanjakan orangtua.

Turun tangan memberi pola merambah semak PASTI BISA Turun Tangan Memberi Contoh Merambah Semak
Pembina Passusbra R.Hidayatullah, A.Md.Kom turun tangan merambah semak (matrapendidikan.com)

Orang desa umumnya sudah tahu dengan alat pertanian konvensional yang namanya sabit dan kegunaannya. Sabit dipakai untuk menyabit rumput, padi dan merambah semak (belukar). Begitu pula cara menggunakannya, sudah mengetahuinya dengan benar.  Sehingga gampang untuk melaksanakan pekerjaan menyabit atau merambah.

Akan tetapi tidak semua anak di pedesaan yang mengetahui cara memakai sabit untuk merambah semak. Mungkin juga memakai sabit untuk menyabit rumput atau padi di sawah.

Ini pola kecil saja. Ketika diadakan Goro Perintis membersihkan WC dan kawasan berwudhuk oleh anggota Osis. Sasaran Goro Perintis ini tidak hanya membersihkan bab dalam akomodasi mushalla tersebut.

Sebagian siswa juga membersihkan rumput di sekitar kawasan itu memakai sabit. Pembina Passusbra R.Hidayatullah, A.Md.Kom harus turun tangan memberi pola cara memakai sabit untuk merambah semak di luar fasilitas mushalla.

Cara siswa merambah semak dengan sabit cukup menggelikan. Jelas sekali terlihat, mana siswa yang terbiasa bekerja di rumah dan mana yang tidak.

Merambah semak memakai sabit memerlukan kita tersendiri. Agar gampang pekerjaan merambah semak, diharapkan sepotong kayu atau benda lain seolah-olah tongkat. Sabit diayunkan dengan ajun dan di tangan kiri harus ada kayu untuk membantu memisahkan semak sehingga gampang mengerjakannya.

Sabit diayunkan dengan bertumpu pada pergelangan tanagn, bukan pada tangan keseluruhan. Dengan cara ini maka pekerjaan merambah semak tidak terlalu menguras tenaga.

Tuesday, 29 January 2019

Pasti Dapat Guru Suten Dengan Murid, Mana Yang Menang?

Guru suten dengan murid, siapa yang menang? – Label Kilas Lensa kali ini akan diisi dengan pembahasan sebuah gambar yang cukup unik antara guru dan murid. Nah, apa uniknya momen pada gambar ini? Coba diperhatikan baik-baik.

 Label Kilas Lensa kali ini akan diisi dengan pembahasan sebuah gambar yang cukup unik ant PASTI BISA Guru Suten Dengan Murid, Mana yang Menang?
Gambar ini seolah-olah guru dan murid sedang suten (doc.matrapendidikan.com)

Seorang guru terekam kamera android kru matrapendidikan.com, seolah-olah sedang suten atau suit dengan muridnya. Jari telunjuk versus jari telunjuk sehingga harus diulang.Tapi benarkan mereka sedang suten?

Tentu saja tidak!

Gambar tersebut diambil dikala Pilketos di sekolah, beberapa bulan lalu. Murid yang berjulukan Arsy Annisa itu, panitia yang sedang bertugas pada proses simpulan Pilketos. Memberikan tanda pada jari telunjuk pemilih yang telah memperlihatkan suaranya.
Icha mengarahkan guru, Hasma Umneti,S.Pd.Ing, untuk menempelkan telunjuk kanan pada bantal stempel berwarna biru. Seolah-olah guru dan murid sedang suten. Jika memang suten, siapa yang menang?

Tidak ada yang menang atau kalah sebab bertemu jari telunjuk dengan jari telunjuk. Namun Jingga Mahesa Putri menang dalam Pilketos tersebut dan menjadi Ketos masa bhakti 2018-2019.

Apa itu suten?

Suten atau suit merupakan agresi tabrak jari tangan tanpa sentuhan antara dua orang dalam mengundi untuk memilih pemenang.

Biasanya tabrak jari tangan ini dipakai dalam permainan anak-anak. Siapa yang menang dalam suten akan memulai terlebih dulu permainan tersebut.

Pemenang sut ialah ibu jari jikalau berhadapan dengan telunjuk. Kemudian telunjuk dengan kelingking serta kelingking dengan ibu jari. Sut akan diulang jikalau ibu jari dengan ibu jari, telunjuk dengan telunjuk atau kelingking dengan kelingking.

Seorang dinyatakan kalah dalam sut apabila kelingkung dengan ibu jari, telunjuk dengan ibu jari dan kelingking dengan telunjuk.

Friday, 25 January 2019

Pasti Dapat Serba Serbi Lensa Hgn Dan Hut Pgri Ke- 73 Di Smpn 2 Lintau Buo

Serba Serbi Lensa HGN dan HUT PGRI ke- 73 di SMPN 2 Lintau Buo – Peringatan HGN dan HUT PGRI ke- 73 di forum pendidikan tidak hanya dalam bentuk upacara bendera. Berbagai bentuk ungkapan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada guru sudah mengemuka di setiap sekolah.

 di forum pendidikan tidak hanya dalam bentuk upacara bendera PASTI BISA Serba Serbi Lensa HGN dan HUT PGRI ke- 73 di SMPN 2 Lintau Buo
Guru melalui kepala sekolah mendapatkan karangan bunga dari murid Della Dwi Puspita yang tergabung dalam Osis (matrapendidikan.com)

Ada program khusus pemotongan masakan ringan bagus HUT PGRI, pemotongan masakan ringan bagus khusus di kelas bersama wali kelas. Kemudian kegiatan perlombaan dan pertandingan. Semua kegiatan tersebut menjadi hari istimewa dan menggembirakan bagi guru.

Kegiatan memperingati HGN dan HUT PGRI ke- 73 tersebut sudah berakhir. Namun masih menyisakan kesan dan kenangan tersendiri. Tidak hanya bagi  guru dan tenaga kependidikan melainkan juga bagi siswa.

Di UPT SMPN 2 Lintau Buo, kreator program peringatan HGN dan HUT PGRI ke- 73 yaitu siswa. Mereka tergabung dalam Osis dan Passusbra. Di bawah bimbingan pembina, siswa telah merancang banyak sekali kegiatan sederhana namun menyebabkan kesan tersendiri.

Apresiasi terhadap kreasi siswa dalam mengadakan peringatan HGN dan HUT PGRI ke- 73, berikut ini disajikan kilas lensa serba-serbi untuk pengunjung Matra Pendidikan.


 di forum pendidikan tidak hanya dalam bentuk upacara bendera PASTI BISA Serba Serbi Lensa HGN dan HUT PGRI ke- 73 di SMPN 2 Lintau Buo
Pemotongan masakan ringan bagus ultah PGRI oleh kepala sekolah (matrapendidikan.com)

 di forum pendidikan tidak hanya dalam bentuk upacara bendera PASTI BISA Serba Serbi Lensa HGN dan HUT PGRI ke- 73 di SMPN 2 Lintau Buo
Arsy Annisa menyuapkan masakan ringan bagus HUT PGRI ke kepala sekolah /matrapendidikan.com)

 di forum pendidikan tidak hanya dalam bentuk upacara bendera PASTI BISA Serba Serbi Lensa HGN dan HUT PGRI ke- 73 di SMPN 2 Lintau Buo
Guru dengan kostum daster beraksi di depan kamera sebelum berlomba melawan siswa (matrapendidikan.com)

 di forum pendidikan tidak hanya dalam bentuk upacara bendera PASTI BISA Serba Serbi Lensa HGN dan HUT PGRI ke- 73 di SMPN 2 Lintau Buo
Siswa berbaris menampilkan gugusan abjal "Happy Teacher's Day" (matrapendidikan.com)
Simak juga : Semarak Peringatan HGN dan HUT PGRI ke- 73 di UPT SMPN 2 Lintau Buo
Terima kasih kepada semua kontributor foto yang mendukung penyajian artikel pendidikan ini.