Showing posts sorted by relevance for query mengapa-terjadi-gerhana-bulan. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query mengapa-terjadi-gerhana-bulan. Sort by date Show all posts

Wednesday, 6 July 2022

Pasti Dapat Mengapa Terjadi Gerhana Bulan?

Mengapa terjadi gerhana bulan? – Gerhana merupakan fenomena alam yang menjadi Sunnatullah. Segala isu astronomi perihal gerhana disebut sebagai sunnatullah temuan manusia. Begitu pula halnya dengan terjadinya gerhana bulan. Berkaitan dengan ini, beberapa wilayah di Indonesia akan mengalami 3 fenomena alam gerhana bulan sekaligus.

 Gerhana merupakan fenomena alam yang menjadi  PASTI BISA Mengapa Terjadi Gerhana Bulan?

Ketiga fenomena gerhana bulan dimaksud yaitu gerhana bulan total (total lunar eclipse), bulan terlihat lebih besar (supermoon) dan permukaan bulan terlihat membiru (blue moon). Mengapa terjadi gerhana bulan?

Gerakan planet dan satelit

Dalam konteks disiplin ilmu pendidikan di sekolah, benda-benda langit beredar mengelilingi matahari (teori heliosentris). Hal ini disebabkan lantaran gravitasi matahari jauh lebih besar dibanding benda langit lain di sekitarnya. Di antara sekian benda langit yang beredar mengelilingi matahari, kita mengenal planet dan satelit.

Planet yaitu benda langit yang beredar mengelilingi matahari dengan lintasan (orbit) berbentuk ellips (oval). Planet tidak memancarkan cahaya sendiri melainkan memantulkan sinar matahari. Sedangkan satelit yaitu benda langit sebagai pengiring planet.

Bumi merupakan satu di antara  planet yang ada dan bulan yaitu satelit yang dimiliki bumi. Bumi dan bulan sama-sama bergerak mengelilingi matahari (berevolusi) dan berputar pada porosnya (berotasi).

Bumi berevolusi terhadap matahari dan berotasi pada porosnya secara periodik. Waktu yang diperlukan dalam sekali berevolusi mengelilingi matahari lebih kurang 365 1/4 hari. Sedangkan berotasi pada porosnya sekali putaran lebih kurang 24 jam.

Bagimana dengan bulan sebagai satelit bumi? Jika bumi hanya melaksanakan dua gerakan, maka bulan melaksanakan 3 gerakan sekaligus, yaitu beredar pada porosnya, berevolusi terhadap bumi dan sekaligus berevolusi terhadap matahari.

Akibat revolusi dan rotasi

Salah satu akhir revolusi dan rotasi planet yaitu terjadinya gerhana bulan dan matahari. Gerhana  bulan terjadi lantaran cahaya matahari ke bulan terhalang oleh bumi. Di permukaan bulan akan terlihat bayangan samar bumi (penumbra). Posisi bulan – bumi – matahari ketika itu berada dalam satu garis lurus.

Gerhana bulan total (total lunar eclipse)  sangat berpeluang besar terjadi lantaran ukuran bumi lebih besar dari pada bulan sehingga menghalangi cahaya matahari hingga ke bulan.

Selain itu, pada waktu tertentu bulan akan mencapai titik terdekat dengan bumi (perihelium). Jika pada posisi ini terjadi ketika posisi bulan – bumi - matahari  berada pada satu garis lurus,  memungkinkan terjadinya wajah bulan terlihat lebih besar (super moon).dan membiru (blue moon) lantaran imbas pembiasan.
Demikianlah tinjauan sederhana perihal terjadinya gerhana bulan dan fenomena yang berkaitan dengan itu yang diramgkum dari aneka macam sumber. Selamat menyaksikan ke 3 fenomena alam ini, biar cuaca cerah baik di wilayah Indonesia barat, tengah maupun wilayah Indonesia timur pada tanggal, Rabu, 31 Januari 2018..

Tuesday, 5 July 2022

Pasti Dapat Apa Di Planet Lain Juga Terjadi Gerhana?

Apa di planet lain juga terjadi gerhana? – Bulan merupakan satu-satunya satelit yang dimiliki bumi. Berdasarkan data angka yang diperoleh dari banyak sekali sumber, bulan mempunyai diameter berukuran 2.476 km dan jaraknya ke bumi 384.400 km. Sementara itu, bumi mempunyai diameter yang lebih besar dari bulan, yaitu 6.790 km.

 Berdasarkan data angka yang diperoleh dari banyak sekali sumber PASTI BISA Apa Di Planet Lain Juga Terjadi Gerhana?
Ilustrasi planet, satelit dan matahari (pixabay.com)

Oleh lantaran itu bulan beredar mengelilingi bumi akhir efek grafitasi bumi lebih besar dari grafitasi bulan. Selain berevolusi terhadap bumi, bulan juga berevolusi terhadap matahari. Lintasan revolusi bumi serta planet lain berbentuk elips.  Pada suatu saat, posisi bulan – bumi - matahari atau bumi – bulan – matahari, akan berada pada satu garis lurus.

Simak : Mengapa Terjadi Gerhana Bulan?
Itulah salah satu penyebabnya terjadi gerhana. Jika posisi bulan – bumi – matahari dalam satu garis lurus maka terjadi gerhana bulan. Sedangkan posisi dimana bumi – bulan - matahari berada dalam satu garis lurus akan terjadi gerhana matrahari.

Beradasarkan pernyataan di atas, apakah pada planet lain juga terjadi gerhana menyerupai halnya di planet bumi? Apa syarat terjadinya gerhana matahari atau bulan pada suatu planet?

Untuk sementara, mungkin sanggup dikatakan bahwa setiap planet yang mempunyai satelit, berkemungkinan juga mengalami kejadian gerhana., baik gerhana matahari maupun gerhana satelit (sesuai nama satelit) pada planet itu.

Mari kita lanjutkan membahasnya. Menurut Van Laerhoven dari University of British Columbia, syarat terjadinya gerhana kalau dilihat dari suatu planet ialah planet itu mempunyai satelit. Satelit itu harus berdiameter besar. Agar terjadi gerhana matahari pada suatu planet maka diameter satelit harus berukuran besar sehingga sanggup menutupi permukaan cakram matahari. 

Nah, mari kita analisa data wacana planet lain berikut ini.

Selain bumi, planet lain yang juga mempunyai satelit ialah Mars (2 satelit), Yupiter (16), Saturnus (17), Uranus (5) dan Neptunus (2 satelit). Planet Mars mempunyai 2 satelit yaitu Phobos dan Deimos. Keduanya mempunyai ukuran diameter berbeda, Phobos (22 km) dan Deimos lebih kecil dari angka itu. 

Tentu saja ukuran ini jauh lebih kecil dari diameter bulan (2.476 km). Jarak satelit Phobos ke planetnya (Mars) 5.955 km (bulan ke bumi 384.633 km).

Sedangkan planet lain, menyerupai Jupiter (planet terbesar) mempunyai 16 satelit dan satelit terbesar berjulukan Ganymede (satelit terbesar di tatasurya). Saturnus dengan 17 satelit dan terbesar berjulukan Titan. Uranus (5 satelit dan terbesar Ariel dan Neptunus 2 satelit  dengan Triton satelit terbesar.

Planet dan sateli tersebut juga berotasi pada porosnya, berevolusi terhadap planet sekaligus terhadap matahari.  

Gerhana satelit di Mars

Gerhana satelit pernah teramati di Mars. Seperti dikutip Nationalgraphyc Indonesia dari daily mail, gerhana ‘bulan’nya yang terjadi di planet mars, bukan lantaran posisi antara satelit, planet dan matahari, melainkan lantaran bayangan satelit Phobos menutupi permukaan satelit Deimos.

Hal ini terjadi ketika Phobos mendekati planetnya (Mars) sedangkan satelit Deimos menjauhinya. Ini terjadi pada tanggal 1 Agustus 2013 kemudian .Jarak Phobos ke mars 5.955 kilometer (bulan ke bumi 384.633 kilometer).

Karena ukuran diameter kedua satelit yang dimiliki planet Mars berukuran kecil, maka kecil kemungkinannya terjadi gerhana matahari dan kalau pun terjadi itu hanay gerhana matahari sebagian.

Bagaimana dengan gerhana matahari di planet lain? Planet yang mempunyai satelit berukuran kecil berkemungkinan tidak mengalami gerhana matahari. Sebaliknya planet Neptunus, Jupiter, Saturnus dan uranus, yang mempunyai satelit dengan ukuran diameter besar akan mengalami gerhana matahari.

Dapat disimpulkan bahwa di planet lain juga terjadi gerhana dengan syarat planet itu mempunyai satelit dan ukuran diameternya cukup besar untuk menutupi cakram permukaan matahari.

Demikianlah tinjauan dan analisa sederhana wacana kemungkinan terjadinya gerhana pada planet lain.

Pasti Dapat Menyaksikan Proses Terjadinya Gerhana Bulan Tanpa Peralatan

Menyaksikan proses terjadinya gerhana bulan tanpa peralatan – Gerhana bulan total (total lunar ecklipse), bulan terlihat lebih besar (super moon) dan bulan terlihat biru dan kemerahan  (super blood blue moon) yaitu 3 fenomena alam yang terjadi setiap 150 tahun sekali.

Menyaksikan proses terjadinya gerhana bulan tanpa peralatan PASTI BISA Menyaksikan Proses Terjadinya  Gerhana Bulan Tanpa Peralatan
Super blue blood moon, salah satu fenomena gerhana bulan (picxabay.com)

Fenomena ini menjadi istimewa bagi setiap orang yang sempat menyaksikannya. Tidak terkecuali bagi aku sendiri sebagai seorang guru Fisika di sekolah. Oleh lantaran itu, meskipun diamati tanpa peralatan semisal teleskop dan dijepret dengan kamera tablet beresolusi kecil, aku akan membagikannya untuk pengunjung yang budiman..

Khawatir tidak sempat menyaksikan

Langit di wilayah Tigo Jangko berawan tipis. Nyaris ibarat kabut. Menghalangi pandangan mata ke ufuk timur, kawasan dimana bulan 14 (Purnama) bakal menyembul dari persembunyiannya..

Kondisi ini menciptakan aku khawatir tidak bakal sanggup menyaksikan proses awal terjadinya gerhana bulan dan fenomena yang terkaitnya.
Karena khawatir tidak sanggup menyaksikan kemunculan bulan Purnama di sekitar rumah,  aku bergegas keluar. Kemudian langsir sepanjang jalan raya sambil menoleh sekali-sekali ke arah ufuk timur. menelusuri jalan raya yang membujur dari utara ke selatan wilayah Lintau.

Dengan cara ini saya  sanggup melihat dengan  terang ufuk langit dengan latar jejeran bukit barisan dari utara ke selatan. Oleh lantaran itu aku menentukan lokasi SMPN 2 Lintau Buo untuk mengamati proses awal gerhana bulan.

Mengamati dengan mata telanjang

Pukul 18 30 WIB aku sudah berada di tengah lapangan upacara  SMPN 2 Lintau Buo. Dari sini aku akan sanggup menyaksikan kemunculan bulan dan insiden selanjutnya yang dialami bulan, tentunya kalau tidak terhalang oleh kabut atau awan.

Berulangkali aku menoleh ke ufuk timur, menunggu dengan harap kemunculan wajah sang purnama.

Sekitar pukul 18.48 WIB kabut tipis di maya pada mulai menyisih. Kini aku sanggup melihat batas kaki langit disaat remang-remang menjelang senja. Akhirnya yang aku tunggu-tunggu tiba juga. Pukul 18.50 WIB, wajah bulan mulai muncul bertahap naik ke atas kaki langit.

Menyaksikan proses terjadinya gerhana bulan tanpa peralatan PASTI BISA Menyaksikan Proses Terjadinya  Gerhana Bulan Tanpa Peralatan
Awal terjadinya gerhana bulan total (matrapendidikan.com)

Pukul 19.00 WIB, permukaan bulan purnama terlihat tepat di atas puncak perbukitan sebelah timur. Wajah purnama memang terlihat agak lebih lebar dari biasanya..

Namun empat menit kemudian, terlihat gejala dimana bab bawah muka bulan mulai nampak gelap. Saya mengira, ini yaitu awal bayangan bumi sudah mulai memasuki permukaan bulan dan awal terjadinya gerhana bulan.

Dan memang benar, menit demi menit… sedikit demi sedikit; seperampat, sebagian, setengah bagian… tiga perempat bagian… bayangan samar bumi telah menutupi permukaan bulan purnama.

Uniknya lagi, ketika permukaan bulan tinggal seperempat, sebagian, tiga per empat bagian, permukaan bulan terlihat membiru dan kemerahan.

Akhirnya, semua permukaan bulan tertutup oleh bayangan bumi. Inilah awal gerhana bulan total (total lunar eclipse) dan itu, terjadi pukul 19.50 WIB. Meskipun tertutup bayangan bumi, namun permukaan bulan nampak mirip kemerah-merahan (super blood moon) dan ukuranya terlihat lebih besar dari biasannya (Super moon).

Demikianlah hasil pengamatan langsung, tanpa peralatan dan alat perekam gambar memadai perihal proses terjadinya gerhana bulan total.