Showing posts sorted by relevance for query menjadi-anggota-pramuka-banyak. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query menjadi-anggota-pramuka-banyak. Sort by date Show all posts

Tuesday, 5 February 2019

Pasti Dapat Menjadi Anggota Pramuka Itu Banyak Manfaatnya!

Menjadi anggota pramuka itu banyak manfaatnya! – Bagi anda siswa yang sudah usang mencimpungi acara pramuka di sekolah, tentu telah mencicipi manfaatnya. Menjadi anggota pramuka itu menyenangkan sebab banyak bahan dan acara pramuka yang menarik.

Menjadi anggota pramuka itu banyak keuntungannya PASTI BISA Menjadi Anggota Pramuka Itu Banyak Manfaatnya!
Menjadi anggota pramuka itu menyenangkan (doc.matrapendidikan.com)

Apalagi dikala diadakan acara perkemahan, jambore, hiking dan acara outbond lainnya. Yang pasti, anda akan bertemu banyak teman, berinteraksi dengan lingkungan alam dan masyarakat.
Kepramukaan merupakan salah satu acara ekstrakurikuler utama di sekolah-sekolah. Kegiatan pramuka menjadi wadah penting dalam menumbuhkan dan membuatkan nilai-nilai abjad konkret pada anggotanya.

Pramuka kependekan dari Praja Muda Karana yang mempunyai arti, Jiwa Muda yang Suka Berkarya. Jiwa muda disini ialah jiwa yang penuh semangat dan kreatif. Melalui acara pramuka ditebarkan bahan dan acara yang menarik, menyenangkan, gampang dan menantang, bahkan menyehatkan.

Tunas kelapa dijadikan sebagai simbol atau lambang pramuka Indonesia. Melalui bahan dan acara kepramukaan akan terbentuk abjad konkret pada anggotanya. Karakter konkret dimaksud antara lain watak, adat dan kecerdikan pekerti luhur.

UPT SMPN 2 Lintau Buo merupakan salah satu dari sekian sekolah yang menyelenggarakan acara kepramukaan sebagai ekstrakurikuler utama. Anggota pramuka usia Sekolah Menengah Pertama berusia antara 11 hingga 15 tahun dan tergolong pada kelompok anggota pramuka penggalang.

Menjadi anggota pramuka itu banyak keuntungannya PASTI BISA Menjadi Anggota Pramuka Itu Banyak Manfaatnya!
Belajar tali-temali sebagai bahan dasar dalam acara kepramukaan (matrapendidikan.com)

Seperti yang diungkapkan Pembina Pramuka di sekolah tersebut, Hasma Umneti, S.Pd.Ing, acara kepramukaan dimulai dari bahan dasar yang gampang dan menyenangkan.

Materi ini  harus dikuasai oleh anggota pramuka melalui SKU (Syarat Kecakapan Umum). Salah satu bahan dasar yang sedang diterapkan ialah tali temali. Tali temali berkaitan dengan tali, simpul dan ikatan.

Simpul merupakan hubungan tali dengan tali, sedangkan ikatan hubungan tali dengan benda lain. Benda lain disini ialah tongkat dan patok. Keterampilan ini menjadi dasar bagi anggota pramuka untuk melanjutkan pada bahan dasar lainnya menyerupai kepemimpinan dan sandi.

Apa saja manfaat menajdi anggota pramuka?

1.Melatih kemandirian

Pramuka melatih diri anggotanya untuk menjadi eksklusif mandiri. Pribadi dapat bangun diatas kaki sendiri dalam bersikap dan bertingkah laku. Mampu mengatasi dilema dan kesulitan yang dihadapi. Tidak selalu bergantung pada orang lain.

2.Mencintai alam dan lingkungan

Kegiatan berkemah akan mengantarkan anggota pramuka berinteraksi dengan lingkungan alam. Mencintai lingkungan alam sehingga menjaganya dari hal-hal yang menjadikan kerusakan pada tanah, air, binatang dan tumbuhan..

3.Bertanggung jawab

Kegiatan pramuka melatih anggota untuk mempunyai tanggung jawab. Tanggung jawab terhadap diri sendiri serta tanggung jawab terhadap orang lain. Melaksanakan tanggung jawab dengan penuh kesadaran.

4.Sehat dan bugar

Kegiatan pramuka mendatangkan kebugaran sebab dilaksanakan di lingkungan terbuka atau di luar ruangan. Hiking, berkemah dan outbond ialah pola acara dalam pramuka yang menyehatkan badan dan membugarkan otak..

5.Sifat sosial dan kerja sama

Kegiatan pramuka memupuk rasa sosial dan gotong royong. Manusia ialah makhluk sosial yang saling membutuhkan dan bekerja sama. Bergotong-royong mengerjakan suatu pekerjaan bersifat sosial kemasyarakatan.
Demikianlah pembahasan manfaat menjadi anggota pramuka di sekolah. Semoga bermanfaat.

Monday, 2 December 2019

Lebih Cerdik Download Logo Dan Tema Peringatan Hari Pramuka Ke-56 Tahun 2017

Sahabat Pramuka yang berbahagia... Pada hari Senin, 14 Agustus 2017 ini diperingati Hari Pramuk ke-56 Tahun 2017. Adapun pengertian / definisi dari Gerakan Pramuka Indonesia ialah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata "Pramuka" merupakan abreviasi dari Praja Muda Karana, yang mempunyai arti Jiwa Muda yang Suka Berkarya.

Pramuka merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, yang meliputi; Pramuka Siaga (7-10 tahun), Pramuka Penggalang (11-15 tahun), Pramuka Penegak (16-20 tahun) dan Pramuka Pandega (21-25 tahun). Kelompok anggota yang lain yaitu Pembina Pramuka, Andalan Pramuka, Korps Pelatih Pramuka, Pamong Saka Pramuka, Staf Kwartir dan Majelis Pembimbing.

Kepramukaan ialah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, mudah yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran hasilnya pembentukan watak, akhlak, dan kebijaksanaan pekerti luhur. Kepramukaan ialah sistem pendidikan kepanduan yang diadaptasi dengan keadaan, kepentingan, dan perkembangan masyarakat, dan bangsa Indonesia.

Sejarah Pramuka Indonesia

Gerakan Pramuka lahir pada tahun 1961, jadi jika akan menyimak latar belakang lahirnya Gerakan Pramuka, orang perlu mengkaji keadaan, insiden dan insiden pada sekitar tahun 1960.

Dari ungkapan yang telah dipaparkan di depan kita lihat bahwa jumlah perkumpulan kepanduan di Indonesia waktu itu sangat banyak. Jumlah itu tidak sepandan dengan jumlah seluruh anggota perkumpulan itu.

Peraturan yang timbul pada masa perintisan ini ialah Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 wacana planning pembangunan Nasional Semesta Berencana. Dalam ketetapan ini sanggup ditemukan Pasal 330. C. yang menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang kepanduan ialah Pancasila. Seterusnya penertiban wacana kepanduan (Pasal 741) dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui planning Pemerintah untuk mendirikan Pramuka (Pasal 349 Ayat 30). Kemudian kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Lord Baden Powell (Lampiran C Ayat 8).

Ketetapan itu memberi kewajiban biar Pemerintah melaksanakannya. Karena itulah Pesiden/Mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepanduan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Hari Kamis malam itulah Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan acara pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. Presiden juga menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia ini tentulah perlu sesuatu pengesahan. Dan lalu terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, wacana Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan menyerupai yang disebut oleh Presiden pada tanggal 9 Maret 1961.

Ada perbedaan sebutan atau kiprah panitia antara pidato Presiden dengan Keputusan Presiden itu.

Masih dalam bulan April itu juga, keluarlah Keputusan Presiden RI Nomor 121 Tahun 1961 tanggal 11 April 1961 wacana Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota Panitia ini terdiri atas Sri Sultan (Hamengku Buwono IX), Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh, Achmadi dan Muljadi Djojo Martono (Menteri Sosial).

Panitia inilah yang lalu mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 wacana Gerakan Pramuka.

Gerakan Pramuka sudah merilis logo resmi yang akan dipakai dalam Peringatan Hari Ulang Tahun ke-56 pada Agustus 2017 mendatang. Logo kali ini memakai angka 56 dan kata-kata “Usung Bekerja untuk Kaum Muda, Mewariskan yang Terbaik Bagi Bangsa.”

Gerakan Pramuka Diperkenalkan

Pidato Presiden pada tanggal 9 Maret 1961 juga menggariskan biar pada peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI Gerakan Pramuka telah ada dan dikenal oleh masyarakat. Oleh alasannya ialah itu Keppres RI No.238 Tahun 1961 perlu ada pendukungnya yaitu pengurus dan anggotanya.

Menurut Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, pimpinan perkumpulan ini dipegang oleh Majelis Pimpinan Nasional (MAPINAS) yang di dalamnya terdapat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Kwartir Nasional Harian. Badan Pimpinan Pusat ini secara simbolis disusun dengan mengambil angka keramat 17-8-’45, yaitu terdiri atas Mapinas beranggotakan 45 orang di antaranya duduk dalam Kwarnas 17 orang dan dalam Kwarnasri 8 orang.

Namun dalam realisasinya menyerupai tersebut dalam Keppres RI No.447 Tahun 1961, tanggal 14 Agustus 1961 jumlah anggota Mapinas menjadi 70 orang dengan rincian dari 70 anggota itu 17 orang di antaranya sebagai anggota Kwarnas dan 8 orang di antara anggota Kwarnas ini menjadi anggota Kwarnari.

Mapinas diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno, Presiden RI dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen Tentara Nasional Indonesia Dr.A. Aziz Saleh. Sementara itu dalam Kwarnas, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat Ketua dan Brigjen Tentara Nasional Indonesia Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari. Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961 bukan saja di Ibukota Jakarta, tetapi juga di daerah yang penting di Indonesia. Di Jakarta sekitar 10.000 anggota Gerakan Pramuka mengadakan Apel Besar yang diikuti dengan pawai pembangunan dan defile di depan Presiden dan berkeliling Jakarta.

Sebelum kegiatan pawai/defile, Presiden melantik anggota Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari, di Istana negara, dan memberikan anugerah tanda penghargaan dan kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia (Keppres No.448 Tahun 1961) yang diterimakan kepada Ketua Kwartir Nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono IX sesaat sebelum pawai/defile dimulai.

Peristiwa perkenalan tanggal 14 Agustus 1961 ini lalu dilakukan sebagai HARI PRAMUKA yang setiap tahun diperingati oleh seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka.

Sebagaimana admin rangkum dari laman resmi Pramuka https://pramuka.or.id bahwasannya logo berbentuk angka 56, membuktikan peringatan Hari Pramuka ke-56. Angka 56 berbentuk pita dan berwarna-warni melambangkan fleksibilitas, keluwesan, modern, dan dinamis. Warna-warni itu terdiri atas empat warna, yakni hijau, merah, kuning dan coklat yang merupakan kiasan warna anggota Gerakan Pramuka mulai dari Siaga, Penggalang, Penegak sampai Pandega.

Empat warna itu maknanya ialah: hijau melambangkan pertumbuhan, pembaruan dan keseimbangan jiwa-jiwa tunas muda Pramuka; merah melambangkan semangat muda Pramuka yang berani, matang dan tegas; kuning melambangkan Pramuka yang riang gembira, optimis, energik dan kreatif; coklat melambangkan Pramuka yang penuh percaya diri, sederhana dan kuat; serta hitam menegaskan kekokohan, elegan, dan tangguh.

Selain angka, ada silhoute tunas kelapa yang merupakan lambang Gerakan Pramuka, serta WOSM merupakan lambang kepanduan dunia. Dalam logo itu, juga ada angka 1961-2017 yang merupakan tahun peringatan Hari Pramuka. Lalu, goresan pena “Bekerja untuk Kaum Muda, Mewariskan yang Terbaik Bagi Bangsa” ialah tema peringatan Hari Pramuka ke-56.

Peringatan HUT Pramuka ke-56 kali ini bersamaan dengan jadwal Raimuna Nasional (Rainas) XI tahun 2017. Presiden Joko Widodo dijadwalkan menghadiri pembukaan jadwal besar Gerakan Pramuka ini di Bumi Perkemahan Pramuka, Cibubur, Jakarta Timur, 14 Agustus 2017. Rainas merupakan perkemahan besar Pramuka tingkat Penegak dan Pandega se-Indonesia.

“Rainas merupakan kawah candradimuka untuk membentuk generasi bangsa yang siap mempertahankan NKRI dan Pancasila,” pungkas Adhyaksa.

Download Logo dan Tema Peringatan Hari Pramuka Ke-56 Tahun 2017 silahkan klik pada links berikut. Semoga bermanfaat dan terimakasih... Salam Pramuka...!

Sunday, 20 January 2019

Pasti Dapat Perkemahan Pramuka Di Buper Smpn 2 Lintau Buo

Perkemahan pramuka di buper smpn 2 lintau buo – Kegiatan kesiswaan di UPT SMPN 2 Lintau Buo terus menggeliat dari waktu ke waktu. Hal ini dalam rangka penguatan pendidikan huruf melalui kegiatan ekstrakurikuler di samping kegiatan intrakurikuler..

 Lintau Buo terus menggeliat dari waktu ke waktu PASTI BISA Perkemahan Pramuka di Buper SMPN 2 Lintau Buo
Salah satu kegiatan pada perkemahan pramuka (Rocestry/matrapendidiakn.com)

Setelah menggelar aneka macam kegiatan kesiswaan, sekolah yang berlokasi di Nagari Tigo Jangko ini mengadakan kegiatan Persera (Perkemahan Selasa Rabu) di Buper (Bumi Perkemahan) sekolah tersebut.

Perkemahan pramuka  yang dilaksanakan selama 2 hari ini lebih khusus dalam rangka menutup semester ganjil tahun pelajaran 2018-2019 sekaligus menyukseskan acara pembentukan huruf siswa melalui kegiatan pramuka.
Hal itu disampaikan salah seorang Pembina Pramuka, Hasma Umnetti, S.Pd.Ing. kepada matrapendidikan.com beberapa waktu kemudian sebelum upacara pembukaan Perkemahan pramuka di Buper SMPN 2 Lintau Buo..

 Lintau Buo terus menggeliat dari waktu ke waktu PASTI BISA Perkemahan Pramuka di Buper SMPN 2 Lintau Buo
Kegiatan pada api unggun di malam hari (Ropi'u/matrapendidikan.com)

Ikut kepramukaan itu semakin menarik bagi siswa di sekoalh. Hal ini disebabkan oleh ciri khas kegiatan pramuka ialah berkemah. Banyak kegiatan yang dilakukan dalam setiap perkemahan pramuka sehingga menggembirakan anggota pramuka. Selain kegiatan upacara, memasak, dinamika kelompok juga bahan berkaitan dengan PBB dan kewirausahaan. 

Selain itu, pada malam hari diadakan kegiatan api unggun dan kegiatan penampilan talenta dan minat anggota pramuka. Kesemua acara ini pastilah disenangi dan berkesan bagi anggota pramuka.
Semua rangkaian kegiatan pramuka di bumi perkemahan pada hakikatnya ialah kegiatan yang sanggup membuatkan huruf nyata pada diri anggota pramuka. Karakter nyata dimaksud antara lain huruf mandiri, cinta tanah air, sosial dan kelompok, penyesuaian lingkungan, dan lain sebagainya.

Tuesday, 5 February 2019

Pasti Dapat Pramuka Pangkalan Sman 2 Lintau Buo Serahkan Tunjangan Buat Korban Tragedi Alam Banjir Bandang

Pramuka pangkalan sman 2 lintau buo serahkan tunjangan buat korban musibah banjir bandang – Anggota pramuka dari ambalan H.Agus Salim dan Hj.Rasuna Said Pangkalan SMAN 2 Lintau Buo menyerahkan tunjangan kepada korban musibah banjir bandang (Galodo) di posko penggalangan dana Tanjung Bonai Lintau Buo Utara, Minggu (14/10).

 lintau buo serahkan tunjangan buat korban musibah banjir bandang PASTI BISA Pramuka Pangkalan SMAN 2 Lintau Buo Serahkan Bantuan Buat Korban Musibah Banjir Bandang
Pembina Pramuka Benni Rikky, S.Kom serahkan tunjangan uang kepada panitia di posko (Rahid S./matrapendidikan.com)

Kontributor matrapendidikan.com Rahid Sikumbang yang menyertai rombongan menginfokan bahwa tunjangan peduli peristiwa dari Pramuka Pangkalan SMAN 2 Lintau Buo terdiri dari materi pangan berupa beras, telur, mie instan, air mineral dan sejumlah uang.

Total nominal tunjangan yang berhasil dihimpun dan diserahkan oleh anggota pramuka ambalan H.Agus Salim dan Hj.Rasuna Said pangkalan SMAN 2 Lintau Buo lebih kurang Enam Juta Rupiah. 
Bantuan tersebut hingga di posko dilokasi peristiwa dibawa dari pangkalan SMAN 2 dengan memakai satu unit kendaraan beroda empat pick up L300.

Penyerahan tunjangan untuk korban banjir bandang Tanjung Bonai dari pramuka ambalan H. Agus Salim dan Rasuna Saidi diserahkan eksklusif oleh Pembina Benni Rikki, S.Kom dan Pradana Diga Kurnia Ananda Putra.


Diharapkan tunjangan yang digalang anggota pramuka pangkalan SMAN 2 Lintau Buo tersebut sanggup meringankan beban saudara-saudara yang mengalami musibah banjir bandang.

Seperti diinfokan banyak sekali media, hujan deras yang melanda banyak sekali kawasan di Sumbar telah mengakibatkan musibah berupa  tanah longsor (galodo) dan banjir.

 lintau buo serahkan tunjangan buat korban musibah banjir bandang PASTI BISA Pramuka Pangkalan SMAN 2 Lintau Buo Serahkan Bantuan Buat Korban Musibah Banjir Bandang
Pradana Diga Kurnia serahkan tunjangan telur kepada panitia di posko (Rahid S/matrapendidikan.com)

Termasuk musibah di kawasan Tanjung Bonai dan Lubuk Jantan Lintau Buo Utara. Kamis 14 Oktober lalu.

Banjir bandang yang melanda Tanjung Bonai dan Lubuk Jantan telah mengakibatkan kerugian material dan korban jiwa. Belasan rumah, bangunan dan areal pertanian rusak akhir banjir bandang tersebut. Bahkan telah menelan korban jiwa dalam musibah tersebut.

Rahid Sikumbang juga menginfokan bahwa hingga ketika ini sudah  terdata 5 orang korban tewas, 7 orang masih dirawat dan seorang lagi masih belum ditemukan. 
Simak juga : Osis Peduli Bencana Galang Dana Untuk Lintau Berduka
Selain itu, rombongan anggota pramuka ambalan H. Agus Salim dan Hj. Rasuna Said juga bertemu dan berdialog eksklusif dengan Wali Nagari Tanjung Bonai, Lutfi, S.Pd.  Seperti diketahui, Wali Nagari Tanjung Bonai ini ialah mantan pembina pramuka dan guru di SMAN 2 Lintau Buo.