Showing posts with label Seni Budaya. Show all posts
Showing posts with label Seni Budaya. Show all posts

Sunday, 18 September 2022

Pasti Dapat Forkopimca Lintau Buo Lepas Pawai Alegoris Seni Dan Budaya

Forkopimca lintau buo lepas pawai alegoris seni dan budaya – Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Lintau Buo melepas arak-arakan sopan santun dan budaya dalam rangka memeriahkan HUT RI ke- 73 yang bertempat di depan SDN 12 Pangian Lintau Buo, Jumat sore (17/8).

Pawai alegoris sopan santun dan budaya Minangkabau dalam memeriahkan HUT RI ke- 73 (matrapendidikan.com)

Pawai bertajuk melestarikan sopan santun dan budaya Minangkabau tersebut dilepas oleh Camat, Kapolsek dan Dandim Lintau Buo dengan mengangkat bendera start. Dikuti oleh ratusan pelajar dan pegawai dari banyak sekali intansi di Kecamatan Lintau Buo.

Peserta pawai menampilkan alegoris dari banyak sekali sopan santun dan budaya Lintau Buo khususnya dan budaya Minangkabau umumnya. Selain itu penerima pawai yang umumnya diikuti oleh pelajar SM/MTs dan SD mengenakan banyak sekali pakaian dan atribut profesi.

Dari SMPN 2 Lintau Buo menampilkan alegoris sopan santun kematian dan turun mandi. Selain itu juga menampilkan atribut petani, alim ulama, muslim dan muslima, penganan lingkungan, dokter, mahasuiswa, dan lain-lain.

Nefrida, salah seorang guru seni dan budaya menyebutkan bahwa penampilan atribut seni dan budaya bertujuan untuk melestarikan nilai sopan santun dan budaya yang ada di Minangkabau.

“Selain itu pawai alegoris ini juga memeriahkan peringatan HUT RI ke- 73 sehingga suasananya benar-benar meriah,” tutur Nefrida dalam bincang-bincang ringan dengan matrapendidikan.com.

Antara seni dan budaya suatu kawasan terdapat relasi yang besar lengan berkuasa dengan kemerdekaan RI. Seni dan budaya telah bisa merekat rasa persatuan dan kesatuan dalam NKRI.

Hal itu terdapat dalam symbol Bhinneka Tunggal Ika, meskipun berbeda-beda suku, budaya dan tradisi namun tetap satu dalam wadah NKRI.

Tuesday, 26 April 2022

Pasti Dapat Melongok Stand Festival Kuliner Nagari Taluk

Melongok stand ekspo masakan nagari taluk – Sembilan nagari di Lintau IX Koto ambil bab dalam ajang Lintau Expo 2018 yang bertempat di halaman kantor kecamatan Lintau Buo Nagari Pangian. Ajang gres pertama kali diadakan di wilayah ini akan diselenggarkan selama 2 hari.

Melongok stand ekspo masakan nagari taluk PASTI BISA Melongok Stand Pameran Kuliner Nagari Taluk
Stand ekspo Nagari Taluk, salah satu penerima ajang Lintau Expo 2018 (matrapendidikan.com)

Lintau Expo 2018 bertujuan untuk mengeksplorasi potensi nagari yang selama ini terpendam. Potensi nagari yang diangkat melalui ajang ini antara lain potensi kesenian, pariwisata, kuliner, silat tradisional dan lain sebagainya.

Bentuk acara yang dilaksanakan dalam mewujudkan tujuan dimaksud antara lain Lomba Foto Silat Lintau, pertunjukan kesenian anak nagari, seminar pembangunan pariwisata dan ekspo kerajinan dan masakan anak nagari.

Berkaitan dengan pameran, admin matrapendidikan.com mengajak anda untuk melongok salah satu stand ekspo Lintau Expo 2018, Stand Nagari Taluk. Kebetulan admin singgah dan bertemu dengan Wali Nagari Taluk, Pendi Aswil.

Berbincang sebentar dengan pak wali ihwal budaya dan kesenian tradisional nagari Taluk yang sudah merambah ke forum sekolah terdekat melalui mata pelajaran Seni dan Budaya (SBD) dengan konsep Adat Salingka Nagari Taluk  
Di stand Nagari Taluk dipamerkan beberapa masakan anak nagari menyerupai Dendeng Pucuak Ubi, Pisang Obuih, Pinyaram, Botiah dan Karupuak Joriang. Kuliner ini dijamin lezat dan sehat. Harganya pun terjangkau.

Kuliner tradisional anak nagari ini hendaknya diapungkan ke permukaan melalui media yang ada di Lintau IX Koto ini. Dengan cara ini, anak nagari akan mengetahuinya secara luas dan menggemarinya sebagai aset nagari
Potensi masakan tradisional anak nagari dimasyarakatkan sehingga bukan tidak mungkin sanggup meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di nagari Taluk.

Friday, 22 April 2022

Pasti Dapat Sekilas Perihal Tari Pasambahan

Sekilas wacana tari pasambahan – Tari Pasambahan merupakan salah satu tarian tradisional Minangkabau yang ditampilkan dikala menyambut tamu penting dalam suatu perhelatan adat, acara atau program resmi. Pada perhelatan di Ranah Minang, tari pasambahan diadakan di rumah mempelai perempuan dikala mendapatkan rombongan dari pihak mempelai pria.

 Tari Pasambahan merupakan salah satu tarian tradisional Minangkabau yang ditampilkan dikala PASTI BISA Sekilas Tentang Tari Pasambahan
Suguhan sirih dalam carano kepada Ibu Mufidah Jusuf Kalla (doc.matrapendidikan.com)

Pada acara atau program resmi, tari pasambahan juga digelar untuk menyambut tamu penting. Misalnya, penyambutan pejabat dikala pembukaan Lomba PBB Tingkat SD se-Kecamatan Lintau Buo dan penyambutan Ibu Mufidah Jusuf Kalla dan rombongan dikala pembukaan Lintau Expo 2018 di Pangian, Lintau Buo.

Pada hakikatnya Tari Pasambahan ialah wujud penghormatan terhadap tamu dengan daun sirih dalam carano. Penyuguhan sirih dalam carano diiringi dengan kata-kata pasambahan kepada sang tamu.
  
Tari Pasambahan terdiri dari 3 kelompok penari. Ada kelompok penari laki-laki dengan menampilkan silat tradisional atau pun pencak silat. Kemudian kelompok penari perempuan dan kelompok penyuguh sirih dalam carano.

Pembukaan tari ialah pertunjukan silat tradisional oleh penari pria. Kemudian diikuti tarian pembuka oleh kelompok tari perempuan dengan gerak tari lemah gemulai. Tiga orang penari laki-laki penyuguh sirih dalam carano maju ke depan mendekati tamu.

Ketiga penari masing-masing pembawa carano berisi sirih, penyampai kata pasambahan dan pembuka tutup carano.

 Tari Pasambahan merupakan salah satu tarian tradisional Minangkabau yang ditampilkan dikala PASTI BISA Sekilas Tentang Tari Pasambahan
Tari pasambahan dikala pembukaan Lomba PBB di sekolah (doc.matrapendidikan.com)

Salah seorang penyuguh sirih dalam carano akan memberikan kata-kata pasambahan (persembahan) kepada tamu. Kata-kata pasambahan berisi hantaran kata semoga tamu memakan daun sirih sebagai ucapan selamat datang.

Setelah kata pasambahan usai, salah seorang penari membuka tutup carano dan mempersilahkan tamu untuk melihat isi carano serta mengambil daun sirih untuk dimakan. Hal serupa dilakukan terhadap tamu di bab barisan depan.

Biasanya, tari pasambahan diiringi oleh musik tradisional yang sudah diatur dan diputar melalui alat pemutar musik.  

Demikian sekilas wacana Tari Pasambahan yang ditampilkan pada program atau acara penyambutan dan penghormatan terhadap tamu undangan.